.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, April 26, 2017

1 Tawarikh 1-2, Matius 22, Amsal 22

1 Tawarikh 1-2

Membaca Kitab Tawarikh ini butuh kekuatan ekstra. Bosan pake banget! Sambil baca aku tanya sama Tuhan, apa yang Tuhan ingin aku pelajari dari kitab ini. Lebih banyak nama-nama yang aku gak kenal dibandingkan yang aku kenal. Dalam daftar keturunan tersebut ada banyak nama. Ada mereka yang setia pada Tuhan,  ada yang nggak. Ada pula yang menentang Tuhan, ada pula yang taat. Ada yang karakternya terpuji ada yang amit-amit gak bisa jadi teladan. Kita mungkin gak akan pernah tahu bagaimana keturunan kita nantinya seberapa banyak, atau akan menjadi orang yang bagaimana. Tetapi aku melihat dari daftar tersebut, mereka yang hidupnya benar di hadapan Tuhan sungguh diberkati sesuai dengan kasih karuniaNya.

Aku berdoa supaya Tuhan izinkan turunanku nantinya berkenan di hadapan Tuhan,  supaya oleh mereka orang lain pun mendapat berkat. Amin

Matius 22

Matius 22:21 (TB)  Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."

Dalam perikop ini Yesus mengajarkan murid-muridNya untuk tunduk pada otoritas pemerintah. Seringnya kan kita gak mau taat karena memisahkan kehidupan sekuler dengan rohani,  padahal kan gak boleh gitu. Di masa sekarang,  apalagi tahu bagaimana aparat pemerintah ada yang gak bener,  hal membayar pajak lumayan jadi peegumulan. Aku banyak melihat orang Kristen sendiri pun memanipulasi laporan pajaknya.

Aku sedang membuat permohonan untuk objek pajak harta yang aku miliki.  Aku sedang melengkapi syarat-syaratnya dan ada beberapa teman yang memberikan saran dan trik agar nilai pajak yang dibebankan nanti minimal. Jujur,  aku tergoda menerima saran mereka. Tapi membaca ini aku ditegur. Ini bukan masalah besar kecil nilainya, tapi ketaatanku pada pemerintah yang dari Tuhan. Aku gak mau ah memanipulasi data, aku mau mengisi data yang ada dengan jujur.

Tuhan, ajari aku menghormatiMu dengan menghormati pemerintahan yang dari padaMu. Waktu aku gak jujur dengan pemerintah, aku juga gak jujur dengan Tuhan. Aku mau jujur Tuhan. Tolong aku untuk gak mencari alasan untuk gak taat. Amin

Amsal 22

Amsal 22:4 (TB)  Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

Takut akan Tuhan berarti menaati Tuhan, masalahnya adalah menaati Tuhan seringkali membuat kita terlihat bodoh bagi dunia.
Secara logika, gimana sih dengan memberi maka kita akan diberi, kapan sih kayanya kalau memberi dan bukannya mengumpulkan.
Atau bagaimana sih kita kita akan dihormati saat Tuhan meminta kita menjadi hamba, ini hamba loooo.... Orang yang kerjanya melayani, pelayan! Bukannya pemimpin ya yang dihormati?
Seringkali menaati Tuhan sepertinya mendatangkan kerugian.
TAPIIIII....
JANGAN BERHENTI!
Teruslah menaati Tuhan.
Hiduplah dalam takut akan Dia.
Tuhan gak pernah membiarkan orang-orang yang hidup takut akan Dia gak menerima janji-janjiNya. Dia akan memberikan ganjaran sesuai dengan kasih karuniaNya. Teruslah bertekun dalam ketaatan.

Kasongan,  22 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs