.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, April 3, 2017

Hakim-Hakim 13-15, Matius 3, Amsal 3

Hakim-Hakim 13-15

Hakim-Hakim 13

Again donggg....Orang Israel melakukan pula apa yang jahat di mata TUHAN; sebab itu TUHAN menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Filistin empat puluh tahun lamanya. Bingung deh ya, apa gak capek jatuh bangun terus. Aku yang bacanya aja capek 😢

Baca ayat ini jadi bersyukur kalau Tuhan luar biasa sabarnya sama orang Israel,  SAMA DIRIKU JUGA. Betapa Tuhan tuh panjang sabarnya gak ketulungan,  Tuhan kan tahu apa yang terjadi dalam keseluruhan masa hidup kita,  jadi Dia gak pernah kaget dengan kegagalan kita, karena kalau kita akan jatuh lagi pun Dia tahu. Hebatnya, Tuhan penuh pengampunan.  Dia masih mau mengampuni sekalipun tahu kita akan gagal lagi. Karena penebusan Kristus menuntaskan kita dari penghukuman yang seharusnya kita terima.

Tuhan,  aku sering gagal dan jatuh dalam dosa,  tapi Tuhan mau mengampuni aku,  terima kasih Tuhannnn...  Terima kasih Yesus. Jangan biarkan aku jatuh lagi Tuhan, aku gak mau jatuh lagi,  aku capekkkk..   Tolong aku supaya gak berlama-lama tinggal dalam dosa. Saat Tuhan tegur, aku mau segera berbalik pada Tuhan dan gak mengulangi terus kesalahan yang sama.Tolong aku Tuhan.... Amin

Hakim-hakim 13:2 (TB)  Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak.

Keluarga Manoah adalah keluarga biasa saja, kelihatannya tidak ada yang istimewa dari keluarga ini. Tapi,  suatu hari kehadiran Malaikat Tuhan mengubah hidup mereka. Gak dikatakan dengan jelas kenapa mereka yang dipilih,  tapi panggilan Tuhan memang bukan karena pribadi kita semata tapi hanya oleh kasih karuniaNya. Dikatakan istri Manoah yang mandul akan mengandung seorang anak yang akan menjadi seorang nazir Allah dan akan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Filistin.

Dari kisah ini aku belajar :
-Ada mukzizat yang terjadi saat kita bertemu dengan Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan mengubah hidup kita.
-Tuhan memiliki panggilan yang spesifik bagi mereka yang mau manjawabnya.
-Konsekuensi dari menerima panggilanNya adalah kita harus memelihara hidup kita dalam kekudusan.

Hakim-hakim 14:16-17 (TB)  Lalu menangislah isteri Simson itu sambil memeluk Simson, katanya: "Engkau benci saja kepadaku, dan tidak cinta kepadaku; suatu teka-teki kaukatakan kepada orang-orang sebangsaku, tetapi jawabnya tidak kauberitahukan kepadaku." Sahutnya kepadanya: "Sedangkan kepada ayahku dan ibuku tidak kuberitahukan, masakan kepada engkau akan kuberitahukan?"
Tetapi isterinya itu menangis di sampingnya selama ketujuh hari mereka mengadakan perjamuan itu. Pada hari yang ketujuh diberitahukannyalah kepadanya, karena ia merengek-rengek kepadanya, kemudian perempuan itu memberitahukan jawab teka-teki itu kepada orang-orang sebangsanya.

Perempuan punya kekuatan untuk mempengaruhi laki-laki,  Simson yang kuat pun gak berdaya mendengar rengekan isterinya.  Pelajaran buatku,  untuk menggunakan pengaruhku terhadap pria di sekitarku terutama suamiku dengan cara yang positif. 

Aku ingin membawa pengaruh positif terutama buat suamiku. Kalau punya keinginan, aku gak mau merengek-rengek seperti isteri Simson.

Tuhan, tolong aku supaya aku benar-benar jadi berkat buat suamiku lewat perkataanku maupun sikapku. Supaya aku bisa mendorong dia terus melakukan yang benar sesuai kehendak Tuhan. Tolong aku dalam bersikap ya Tuhan. Amin

Amsal 3

Amsal 3:27-35 (Anjuran untuk Berbuat Baik)
Bagaimana berbuat baik menurut Amsal 3:27-35?
1. Ga menahan kebaikan dari mereka yang berhak menerimanya
2. Gak berbohong dan menunda-nunda berbuat baik
3. Gak merencanakan kejahatan pada sesama
4. Gak bertengkar dengan semena-mena sama orang yang gak berbuat jahat pada kita
5. Gak iri pada orang yang berlaku lalim
Berbuat baik berkaitan dengan cara kita memperlakukan orang lain. Berbuat baik adalah cara kita mengasihi sesama.

Mulai hari ini aku mau bertanya ke diriku sendiri hari ini:Sudahkah kamu mengasihi orang lain hari ini? Apa yang bisa kamu lakukan untuk mengasihi orang lain? Lalu lakukan!

Tuhan,  berikan aku hati yang mengasihi orang lain dan mau berbuat baik bagi mereka yang membutuhkan kasihMu,  supaya orang lain yang melihat perbuatan baikku memuliakan Engkau. Tolong tunjukkan buatku ya Tuhan setiap hari orang di sekelilingku yang perlu melihat kebaikanMu. Amin

Matius 3

Matius 3:8 (TB)  Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.

Miris banget kalau dengar yang kayak gini sehari-hari:
"Katanya dah terima Tuhan sebagai Juruselamat,  tapi kok kelakuannya kayak gitu ya???"
"Gak nyangka deh, anak Tuhan kelakuan beda di Gereja sama si kantor"
"Itu yang korupsi ternyata penetua lo di Gereja"
Pernah kan ya ya pastinya ngelihat ato malah ngelakukan sejenis kayak gitu, anak Tuhan yang kelakuannya gak sama sekali gak mencerminkan anak Tuhan.

Firman hari ini bilang :
Hasilkan buah yang sesuai dengan pertobatanmu!

Galatia 5:16, 22-23 (TB)  Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

Orang yang sudah bertobat dengan sungguh maka hidup oleh Roh. Ada buah roh dalam hidupnya yang melimpah dan bisa dinikmati banyak orang.

Cek dan ricek hidup kita: Apakah ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri?
Mana yang belum ada?

Saat-saat sekarang aku sangat bergumul dengan yang namanya pengendalian diri. Bukan berarti aku gak bergumul untuk yang lain,  tapi aku benar-benar susah mengendalikan diri. Kalau aku emosi sudah ga ada kontrol lagi, atau kalau ada kemauan harus dituruti.

Aku mau serahkan kendali diriku sama Tuhan,  belajar melakukan hanya apa yang Tuhan ingin aku lakukan.

Kasongan, 3 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs