.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, April 4, 2017

Hakim-Hakim 16-18, Matius 4, Amsal 4

Hakim-Hakim 16-18

Hakim-hakim 16:20 (TB)  Lalu berserulah perempuan itu: "Orang Filistin menyergap engkau, Simson!" Maka terjagalah ia dari tidurnya serta katanya: "Seperti yang sudah-sudah, aku akan bebas dan akan meronta lepas." Tetapi tidaklah diketahuinya, bahwa TUHAN telah meninggalkan dia.

Bagaimana mungkin Simson gak tahu Tuhan sudah meninggalkan dia?
Simson sudah kehilangan kedekatannya dengan Tuhan, sudah terlalu lama dia gak terhubung dengan Tuhan dan berkomunikasi denganNya sehingga sampai gak tahu Tuhan meninggalkan dia, hal ini dapat dilihat dari bagaimana dia melakukan banyak hal yang bertentangan dengan firman Tuhan tanpa merasa bersalah.

Kalau aku terus berkompromi dengan dosa dan gak pernah berkomunikasi dengan Tuhan bisa jadi lama-lama aku seperti Simson,  aku gak merasakan kehadiran Tuhan karena memang aku gak pernah berhubungan dengan Tuhan. Dosa membuatku menutup​ telinga dari suaraNya dan membuatku menjauh dari Tuhan karena secara gak sadar aku tahu kalau Tuhan kudus.

Hakim-hakim 17:6 (TB)  Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.

Biasanya seorang raja yang membuat aturan jalannya suatu pemerintahan. Nah, karena gak ada raja,  orang Israel berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.
Ini mengingatkanku:
Siapa rajamu Meg?
Kalau Tuhan sungguh jadi rajamu,  apakah kamu sudah tunduk sepenuhnya pada ketetapan-ketetapan-Nya? Apakah kamu menjauhi laranganNya? Dan melakukan apa yang diperintahkanNya?

Sebenarnya kalau dipikir sih mau siapa rajanya kalau dari diri sendiri gak ada keinginan untuk menaati sang raja, ya tetap aja kehendak sendiri bukan kehendak sang raja yang jalan. Bangsa Israel adalah bangsa yang dipimpin sendiri oleh Tuhan,  tapi tetap saja mereka melakukan kehendakNya sendiri.

Tuhan, Engkaulah rajaku, aku mau menaati kehendakMu. Amin
Hakim-hakim 18:27, 31 (TB)  Lalu bani Dan, dengan membawa barang-barang yang dibuat Mikha, juga imamnya, mendatangi Lais, yakni rakyat yang hidup dengan aman dan tenteram. Mereka memukul orang-orang itu dengan mata pedang dan kotanya dibakar.
Demikianlah mereka menempatkan bagi mereka sendiri patung pahatan yang telah dibuat Mikha itu, dan patung itu ada di sana selama rumah Allah ada di Silo.

Geleng-geleng kepala melihat Mikha dan bani Dan berebutan patung, astagaaaa... Apa mereka gak tahu firman Tuhan yang bilang:
Keluaran 20:4-5 (TB)  Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Aku diingatkan untuk menyembah Tuhan dalam roh dan kebenaran, bukan berupa patung atau simbol-simbol. Menyembah Tuhan sebagaimana adanya Dia,  karakter dan bagaimana Tuhan yang sebenarnya.

Matius 4

Matius 4:13-14 (TB)  Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, 
supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:

Terkadang kita ga tahu kenapa suatu hal terjadi sehingga kita harus berada di tempat yang gak kita inginkan,  atau terkadang ada dorongan yang kuat bagi kita untuk melakukan sesuatu yang gak biasa kita lakukan. Kita perlu mengujinya dan mencoba taat berjalan dalam iman,  siapa tahu apa yang akan kita lakukan tersebut adalah penggenapan firman Tuhan,  atau penggenapan janji Tuhan bagi orang lain,  atau jawaban doa orang lain. Ada kalanya Tuhan ingin kita melakukan sesuatu bukan untuk diri kita sendiri tapi bagi orang lain.

Aku jadi ingat pas zaman kuliah,  ada dorongan yang kuat untuk mampir ke rumah seorang teman,  padahal aku dah capek banget pengen istirahat di rumah. Itu jam-jamnya orang kuliah, gimana kalo dia ga ada. Sambil mikir gitu udah lewat deh kosannya, tapi karena terus ada perasaan ga damai sejahtera kalau gak mampir,  terpaksa aku balik lagi dong ke kosannya. Ternyata eh ternyata, temanku itu baru saja mendengar berita ga enak dan bener-bener perlu ditemani, duh.... Untung aja aku gak menolak dorongan itu. Beberapa kali aku mengalami seperti itu. Pernah juga tanpa direncanakan aku siang-siang mampir ke kos adik tingkatku dan mengajaknya makan siang, setelah makan baru dia cerita kalau dari kemarinnya dia gak makan karena kiriman ortunya udah habis, jadi hari itu emang dia gak bakal makan dan dia berdoa supaya kuat sampai kiriman datang. Eh,  ternyata siang itu tahu-tahu aku datang. Jadi hari itu dia lihat aku seperti melihat malaikat.LOL.

Aku mau terbuka sama hal-hal gak terduga yang Tuhan ingin aku lakukan dan aku mau taat,  karena tanpa aku tahu,  bisa jadi itu adalah cara Tuhan untuk menggenapi janjiNya. Atau saat Tuhan ingin menjawab doa orang lain melalui kita.

Amsal 4

Amsal 4:14 (TB)  Janganlah menempuh jalan orang fasik, dan janganlah mengikuti jalan orang jahat.

Menurut Mazmur 50:16-22, orang fasik tu:
Suka menyelidiki Firman Tuhan (ayat 16)
Suka mengutip Firman Tuhan (ayat 16)
Tidak mau ditegur Firman Tuhan (ayat 17)
Tidak mau menerapkan Firman Tuhan (ayat 17)
Kompromi dengan dunia yang korup (ayat 18)
Kompromi dengan hawa nafsu (ayat 18)
Suka memfitnah/ menggosipkan orang lain/ berbicara sembarangan (ayat 19)
Suka berdusta/menipu (ayat 19)
Suka menjelekkan keluarga sendiri (ayat 20)
Meremehkan Tuhan (ayat 21)

Intinya, orang fasik gak pernah melakukan firman Tuhan! Orang fasik bukannya orang yang gak tahu firman Tuhan,  mereka tahu tapi GAK MELAKUKAN FIRMAN TUHAN.
Jadiii.... Kalau kita cuma tahu firman Tuhan dan gak melakukan berarti kita adalah ORANG FASIK.

Aku mau menerapkan setiap kebenaran firman Tuhan yang aku baca supaya gak jadi orang fasik.

Tuhan,  ampuni aku kalau selama ini belum menerapkan Firman Tuhan sepenuhnya,  aku gak mau seperti orang fasik yang cuma tahu firman Tuhan tanpa melakukan. Tolong aku menerapkan setiap FirmanMu Tuhan. Amin

Kasongan,  4 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs