.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, April 2, 2017

Hakim-Hakim 6-7, Yunus 4, Amsal 31

Hakim-hakim 6-7

Hakim-hakim 6:17 (TB)  Maka jawabnya kepada-Nya: "Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku.

Berkali-kali Gideon meminta tanda kepada Tuhan dan berkali-kali juga Tuhan mau memberikan tanda yang diminta Gideon untuk membuktikan diriNya. Tuhan sabar banget deh,  kok bisa ya Tuhan gak marah diperlakukan demikian. Enak banget ya Gideon bisa melihat berbagai tanda tersebut dan menjadi semakin yakin sama Tuhan. Gideon jadi gak perlu ragu lagi dong harusnya sama Tuhan.

Selagi aku memikirkan hal di atas,  aku ingat ayat yang bilang berbahagialah mereka yang gak melihat tetapi percaya. Tuhan tahu hati kita, Dia ingin kita percaya walaupun gak melihat,  namun lebih dari itu, Dia menerima sebesar apapun iman yang kita miliki. Betapa luar biasanya Tuhan.  Jadi, kalau kita minta tanda dan Tuhan belum berikan,  tetaplah percaya! Percaya! Percayalah,  Tuhan kita bisa dipercaya kok.

Aku juga belajar, kalau segala sesuatu oerlu diuji. Kalau Gideon bisa meminta tanda,  bagaimana denganku? Bagaimana aku tahu yang berbicara ini beneran Tuhan atau bukan,  apakah yang aku lakukan ini sesuai dengan kehendakNya atau ngga. Aku diingatkan untuk menguji segala sesuatunya dengan firman Tuhan. Suara Tuhan,  kehendakNya gak mungkin bertentangan dengan isi firmanNya. Jadi kalau aku bingung dalam mengambil keputusan,  jangan hanya dengar kata orang,  tapi lihat dan cari kehendak Tuhan si dalam firmanNya.

Tuhan, ajari aku menguji segala sesuatu atau pergumulanku dengan firmanMu,  jangan biarkan aku mengandalkan kemampuan sendiri. Amin

Yunus 4

Yunus 4:2 (TB)  Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya. 

Tuhan punya tujuan sewaktu Dia pakai Yunus,  bukan hanya supaya penduduk Niniwe bertobat tetapi rupanya juga untuk memproses Yunus.  Tuhan bukannya gak tahu hatinya Yunus yang gak mau,  bisa aja Tuhan suruh orang lain yang Dia tau langsung mau disuruh, gak pake lari-lari kabur kayak Yunus  tapi tetap aja yang dipakai Yunus.  Kupikir Tuhan mau ajar Yunus banyak hal,  Dia mau bentuk pribadi dan karakter Yunus.  Yunus yang pemberontak dan mau kabur jadi taat,  Yunus yang gak berbelas kasihan jadi berbelas kasihan.

Saat Tuhan minta kita melayani seringkali kita berpikir Tuhan butuh kita atau orang lain yang membutuhkan pelayanan, padahal sebenarnya kita yang membutuhkan pelayanan. Kita membutuhkan pelayanan karena saat kita melayanilah Tuhan bisa bentuk karakter kita,  kita semakin dikuatkan,  kita belajar mengasihi, kita belajar untuk tunduk, dll.

Tuhan,  aku mau dibentuk Tuhan lewat pelayananku di manapun. Berikan aku hati yang mau dibentuk, yang mau tunduk padaMu. Tolong aku Tuhan. Amin

Amsal 31

Amsal 31:20 (TB)  Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

Isteri yang cakap ternyata gak mengurus keluarganya saja tapi dia berbelas kasihan pada orang lain di luar anggota keluarganya. Isteri yang cakap ini memperhatikan mereka yang lemah dan membutuhkan bantuan. Dia peka terhadap kebutuhan orang lemah dan bersedia melakukan apa yang bisa dilakukannya untuk dapat membantu mereka.

Aku diingatkan sekalipun fokusku ke keluargaku, aku juga gak boleh mengabaikan kebutuhan orang lain di luar anggota keluargaku.  Sepanjang aku mampu, aku mau mengulurkan tangan melakukan apa yang aku bisa untuk menjadi saluran kasihnya Tuhan. Terinspirasi juga dengan bagaimana ulang tahun Glen dirayakan sekeluarga dengan berbagi pada orang lain. Bagaimana mungkin aku mengajarkan anakku untuk berbelas kasihan dan memberi kalau aku gak memberi contoh dan mengajarkannya ke Sara?

Aku pernah baca sebuah situs dimana kita bisa memberikan donasi kepada mereka yang membutuhkan,  aku mau cari ah nanti dan konsultasi ke suami bagaimana kalau kami secara rutin memberikan donasi tersebut.

Tuhan, berikan aku hati seperti hatiMu yang penuh belas kasihan, supaya aku sungguh bisa jadi saluran kasihMu buat mereka yang membutuhkan. Amin.

Kasongan,  31 Maret 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs