.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, April 2, 2017

Hakim-Hakim 8-9, Matius, Amsal 1

Hakim-hakim 8-9

Hakim-hakim 8:3 (TB)  Allah telah menyerahkan kedua raja Midian itu, yakni Oreb dan Zeeb, ke dalam tanganmu; apa yang telah dapat kucapai, jika dibandingkan dengan kamu?" Setelah ia berkata demikian, maka redalah marah mereka terhadap dia.

Baca bagian ini aku ingat ayat yang berkata:
Jawaban lemah lembut meredakan kegeraman.
Aku belajar kalau bagaimana cara kita berbicara juga sama pentingnya dengan isi pembicaraan kita. Jangan melawan api dengan api,  saat orang lain menyerang dengan emosi aku harus tenang supaya​ tahu harus memberi jawab apa.

Hakim-hakim 8:23, 27 (TB)  Jawab Gideon kepada mereka: "Aku tidak akan memerintah kamu dan juga anakku tidak akan memerintah kamu tetapi TUHAN yang memerintah kamu."
Kemudian Gideon membuat efod dari semuanya itu dan menempatkannya di kotanya, di Ofra. Di sanalah orang Israel berlaku serong dengan menyembah efod itu; inilah yang menjadi jerat bagi Gideon dan seisi rumahnya.

Bingung dengan apa yang dilakukan Gideon, awalnya dia menolak memimpin orang Israel dan berkata Tuhan yang memerintah mereka lalu dia malah membuat orang Israel menyembah efod yang dibuatnya. Gideon mungkin gak sadar kalau apa yang dilakukannya itu akan menyesatkan orang lain tapi sebagai pemimpin harusnya dia tahu apa yang benar,  apa yang menjadi kehendak Tuhan. Padahal Tuhan gak memintanya membuat efod itu, tapi dia malah membuatnya sehingga orang Israel jatuh dalam dosa.

Aku harus berhati-hati supaya gak menyesatkan orang lain. Berusaha memilih melakukan yang benar dan hanya apa yang diinginkan Tuhan.

Matius 1

Matius 1:1, 3 (TB)  Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.

Dalam deretan nama di silsilah Yesus, aku  menemukan banyak nama yang membuatku menggeleng-gelengkan kepala. Orang-orang yang gak sempurna dipakai Tuhan dengan luar biasa bahkan mendapat kehormatan namanya tercatat dalam silsilah Yesus Kristus. Tuhan sungguh baik. Ada tiga nama perempuan yang tercatat di sini:
-Tamar : Kisahnya sungguh menyedihkan,  menjadi janda dua kali,  tidur dengan mertuanya,  dituduh pelacur oleh mertuanya hingga menikah dengan mertuanya dan mengandung dua anak kembar.
-Rut : pernah menjadi janda lalu mengikuti mertuanya ke negeri mertuanya,  bertemu Boas dan akhirnya dinikahi.
-istri Uria : berselingkuh dengan Daud saat masih menjadi istri Uria,  suaminya "dibunuh"  Daud dengan cara dikirim ke medan perang, menikah dengan Daud lalu anaknya meninggal, hingga melahirkan Salomo.
Mereka perempuan yang telah mengalami berbagai kepahitan dalam hidupnya dan melakukan dosa,  tapi sungguh Allah turut bekerja dalam segala sesuatu yang terjadi untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup mereka.

Sama denganku,  di masa lalu bahkan sampai sekarang aku masih jatuh bangun dalam dosa,  masih berjuang untuk taat sama Tuhan. Tapi kalau melihat ke belakang kehidupanku aku sungguh bersyukur buat apa yang sudah dilakukan Tuhan dengan hidupku. Segala luka,  kepahitan, bahkan dosa dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan, Tuhan sungguh penuh kasih karunia.

Aku bersyukur buat segala yang terjadi di masa laluku dan aku mau pakai masa sekarangku dengan sungguh-sungguh mendengarkan Tuhan dan taat. Siapa yang tahu dengan apa yang terjadi di masa depanku,  siapa tahu Tuhan berkenan memakai anak,  atau cucu dari cucuku jadi berkat buat bangsa-bangsa.

Terima kasih Tuhan, karena dalam ketidaksempurnaanku juga Tuhan masih mau pakai aku. Tolong aku untuk hidup benar di hadapanMu Tuhan. Amin

Amsal 1

Amsal 1:29, 31 (TB)  Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN,
maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka.

Seringkali aku ngeyel kalau dikasih tahu Tuhan lewat orang lain. Aku mengandalkan pemikiranku sendiri. Nanti kalo udah mentok atau ketemu masalah baru nangis-nangis sok nyesal padahal sudah berulang kali dikasih tahu. Di firman Tuhan yang dibaca juga sudah dibilang seharusnya gimana, eh..   masih juga tawar-menawar dan mikir, "Ah, ga papa,  sekali ini aja..."

Aku pernah kena batunya,  aku jadi korban investasi bodong. Dari awal mau ikut sudah tahu ini gak sesuai dengan firman Tuhan,  suami juga sudah ngelarang,  eh dasar akunya ndablek. Tetap aja maju. Akhirnya zonk!!!😥

Tobaatttt...!!! Makanya kalo udah tau gak sesuai firman Tuhan, kalo dah diingetin suami harus nurut.  Aku benar-benar belajar berserah masalah keuangan dan menikmati berkat yang sudah ada, gak mau lagi jadi serakah.

Tuhan, Engkau lihat sendiri gimana aku masih sering bodoh. Jangan bosan ajari aku ya Tuhan.  Aku gak mau lagi jadi bodoh. Aku mau mendengarkan Engkau dengan sungguh. Amin

Kasongan,  1 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs