.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, April 26, 2017

Mazmur 43-45, 49, 84-85, 87, Matius 23, Amsal 23

Mazmur 43:5 (TB)  Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Saat Daud tertekan dan gelisah, yang dia lakukan adalah:
-mengingatkan dirinya sendiri untuk terus berharap kepada Tuhan
-bersyukur lagi kepada Tuhan
Baca ayat ini berasa aneh awalnya, ngapain Daud bertanya ke dirinya sendiri lalu berkata-kata memerintahkan dirinya sendiri untuk berharap dan bersyukur pada Tuhan. Daud seperti menyemangati dirinya sendiri kan?

Jadiiii.... Kalau aku mengalami yang Daud alami,  aku mau seperti Daud yang mengatakan pada diri sendiri hal-hal yang positif dan memberikan dorongan semangat, aku mau memperkatakan firman Tuhan,  aku mau mengingatkan diriku sendiri untuk terus berharap dan bersyukur pada Tuhan. Karena diriku perlu mendengarkan hal yang baik,  iman timbul dari pendengaran.

Mazmur 49

Perikop ini berjudul percuma mengandalkan kekayaan. Mengingatkanku kalau apa yang kumiliki dan apa yang gak kumiliki itu gak penting. Setelah membaca buku mengenai investasi,  aku memang berusaha melakukan beberapa hal yang ada di buku tersebut, aku mulai melek investasi . Tujuanku simple sih awalnya,  supaya saat aku perlu uang untuk hal tertentu, uang itu ada, itu aja. Tapi lama kelamaan jadi pengen punya kebebasan finansial dong. Enak kan ya kayaknya,  ga usah bekerja tapi ga usah mikirin duit ada apa ngga (karena ada). Baca pasal ini jadi tertemplak. Plak. Seolah-olah cuma duit aja yang jadi tujuanku.  Seolah-olah hanya duit yang bisa membuatku melakukan ini itu. Lupakah aku,  kalau Tuhan mau,  dia bisa memberikan ini itu tanpa aku melakukan apa-apa. Atau lupakah aku kalau segala yang ada di hidupku ini adalah pemberian Tuhan. Ya, Tuhan berikan hikmat untuk merencanakan dan mengelola berkat yang Dia berikan tapi bukan berarti cuma duit aja yang aku pikirkan. Mau jadi kaya? Kalau sekedar kaya untuk memenuhi keinginan diri sendiri​ untuk apa. Aku diberkati untuk menjadi berkat buat orang lain. Bukan berarti nunggu banyak berkat baru aku bisa jadi berkat,  seberapa pun yang aku miliki,  Tuhan mau aku jadi berkat. Menjadi berkat bukan semata hanya dengan uang, tapi dengan hidupku pun aku bisa jadi berkat.

Tuhan, terima kasih karena sudah mengingatkanku untuk gak hanya mikirin duit. Aku mau belajar berharap sama Tuhan dan mengelola apa yang aku miliki dengan baik. Aku mau bersyukur buat segala pemberianMu. Amin

Mazmur 84:10 (TB)  (84-11) Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Mazmur ini termasuk salah satu mazmur kesukaanku karena ada sebuah lagu yang sering kunyanyikan yang terinspirasi dari Mazmur ini. Kalau sudah rindu merasakan hadirat Tuhan, menyanyikannya membuat air mata menetes. Memang kurasakan saat aku menyatakan kerinduanku dekat sama Tuhan, maka Tuhan sungguh hadir dan aku merasakan hadiratNya. Gak papa deh Tuhan, biarpun aku gak tinggal dalam rumahMu, di pelataran-Mu aja pun gak papa,  asal aku cukup dekat dengan Tuhan. Gak dipeluk pun gak papa Tuhan, tapi jangan jauh dari sampingku.

Matius 23

Matius 23:3 (TB)  Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Ahli Taurat dan orang Farisi adalah orang yang pandai mengajar dan kata-katanya baik, nasihatnya baik tapi kelakuannya nol besar. Mereka mengajarkan tapi tidak melakukan. Mereka menetapkan standar yang tinggi bagi orang lain tapi mereka hidup di bawah standar itu.

Mungkin di sekeliling kita juga ada orang yang seperti itu, males banget kan kalo dinasehati orang seperti itu. Aku juga males 😛 Tapi hari ini aku diingatkan :
1. Ikuti ajarannya jangan kelakuannya. Belajar menerima dan melakukan nasehat yang baik walaupun bukan dari orang yang baik.
2.Jangan melakukan seperti orang Farisi dan ahli Taurat yang omongannya bagus tapi kelakuannya nol besar. Harus punya integritas,  ada kesesuaian antara pikiran, perkataan dan perbuatan.

Tuhan, Engkau tahu sulit sekali menerima nasehat dari orang lain yang kelakuannya seperti orang Farisi dan Ahli Taurat. Tapi aku mau belajar untuk menerima nasehat yang baik. Amin

Amsal 23

Amsal 23:12 (TB)  Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.

Again,  diingatin kalau diingatin orang, kalau dididik,  kalau dikasih tahu ya DENGARKAN! Bukan fokus pada siapa yang menyampaikan teguran atau didikan, tapi pada apa yang disampaikan. Fokus menjadi lebih baik,  fokus untuk hidup benar. Jangan yang defense duluan kalo dikasih tau.
"Lah, hidupmu aja gimana.... "
"Kamu aja cuma ngomong gak bisa melakukan..."

Tuhan, aku mau menerima teguran,gak peduli siapa yang Tuhan pakai. Aku mau bersyukur kalau Tuhan mendidik aku lewat siapapun. Ajari aku ya Tuhan untuk gak memandang manusia, tapi melakukan yang benar. Amin

Kasongan,  23 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs