.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, April 18, 2017

Mazmur 7,27,31,34,52, Matius 14,Amsal 14

Mazmur 7:17 (TB)  (7-18) Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi.

Perikop ini berjudul Allah Hakim yang adil. Daud membuat nyanyian Mazmur ini bukan dalam keadaan tenang,  tapi saat dia dikejar-kejar musuhnya. Kalau dipikir-pikir, harusnya Daud komplain dong sama Tuhan wong sudah diurapi jadi raja bukannya enak,  eh... Malahan hidupnya gak tenang. Daud gak bersalah malah diburu. INI GAK ADIL!!! Mungkin kalau aku dah mewek-mewek ke Tuhan dan bilang kalau ini gak adil. Daud sadar kalau kehidupan memang gak adil, kehidupan memang gak dirancang untuk adil, tapi bikan berarti Tuhan gak adil. Daud tetap percaya kalau Tuhan adalah Hakim yang adil. Daud gak membiarkan apa yang dialaminya mengurangi kepercayaannya kepada Tuhan.

Aku gak tahu kalau di posisi Daud, sanggup ga sih mengakui kalau Tuhan adalah hakim yang adil. Aku belajar dari Daud,  mau tetap mengimani keadilan Tuhan. Dia adalah Hakim yang adil,  aku gak perlu meragukan itu.

Mazmur 27:4 (TB)  Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.

Daud yang berkali-kali lolos dari Saul menyadari kalau dia bisa selamat, itu semua hanya karena perlindungan Tuhan. Daud tahu betapa Tuhan sudah bermurah hati padanya sampai-sampai dia berkata hal yang diingininya adalah diam di rumah Tuhan seumur hidupnya.Kita gak tahu apa yang paling Daud ingini sebelum dia dikejar-kejar Saul tapi saat ini, Daud bisa berkata yang diingininya hanya diam di rumah Tuhan setelah dikejar-kejar Saul.

Kejadian buruk yang Daud alami malah membuatnya semakin dekat pada Tuhan dan mengalami kemurahan demi kemurahan. Daud akhirnya tahu kalau di dalam rumah Tuhan saja dia aman dan menikmati kemurahan Tuhan, hanya dekat Tuhan saja dia tenang. Pelajaran buatku,  segala sesuatu yang aku alami bisa membuatku semakin dekat pada Tuhan atau menjauh dari Tuhan, tergantung pada bagaimana aku,  mau tetap berharap dan berseru pada Tuhan atau nggak.

Mazmur 31:14 (TB)  (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!"

Membaca ayat ini setelah membaca bagaimana Daud mengalami banyak hal, terasa banget kuatnya pernyataan iman Daud, bahwa apapun yang terjadi dia tetap mempercayai Tuhan karena Dia lah Allah. Tuhan berkuasa dan Daud sadar kalau segala sesuatu yang terjadi ada dalam kedaulatan Tuhan, dia tetap mempercayai Tuhan. 

Seperti Daud yang mengalami berbagai kesulitan dan tetap mempercayai Tuhan, aku juga mau tetap mempercayai Tuhan. Aku mau belajar berkata seperti Daud:
Mazmur 31:14 (TB)  (31-15) Tetapi aku, kepada-Mu aku percaya, ya TUHAN, aku berkata: "Engkaulah Allahku!"

Mazmur 34:19 (TB)  (34-20) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Siapa bilang kalau hidup kita benar maka hidup kita akan selalu nyaman?
Siapa bilang kalau ikut Tuhan maka kita akan selalu bahagia?
Daud merasakan dan mengalami sendiri kalau hidupnya gak mudah,  dia gak bilang kalau yang dialaminya pencobaan atau pergumulan. Dia bilang KEMALANGAN. Apa yang dialaminya gak enak. Menyakitkan. Menyusahkan.  Tapiiiii.... TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu. Gak ada kesusahan yang berlangsung selamanya bagi orang benar,  Tuhan akan lepaskan. Ada pelangi sehabis hujan.

Mazmur 52:9 (TB)  (52-11) Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!

Daud bilang dia mau bersyukur selama-lamanya,  kalau gak tahu apa yang sebenarnya dialami Daud saat itu kita akan mengira kalau dia sedang mengalami hal yang menyenangkan. Padahal saat itu dia hampir saja tertangkap oleh Saul dan saat itu karena kemarahannya gak berhasil menangkap Daud maka Saul membunuh seisi satu kota. Kalo jadi Daud mungkin aku akan komplain selama-lamanya. Luar biasa banget Daud yang bilang mau bersyukur selama-lamanya.

Matius 14:16 (TB)  Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."

Saat mendengar orang lain mengalami kesulitan, mana yang lebih sering kamu katakan, pilih :
Oh, berat sekali masalahmu, aku akan mendoakanmu.
Atau....
Apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?
Membaca kisah Yesus memberi makan 5000 orang ini, aku diingatkan untuk bertindak saat tahu seseorang membutuhkan sesuatu. Ya, kita perlu membawa mereka ke dalam doa. Tapi melampaui itu, bagaimana kalau kita sebenarnya yang Yesus inginkan menjadi jawaban doa kita. Yesus ingin kita melakukan apa yang kita bisa untuk meringankan penderitaan orang lain. Yesus ingin kita melakukan sesuatu!

Aku mau aktif berbuat baik. Selain mendoakan teman yang mengalami kesulitan aku juga akan mulai bertanya, "Apa yang bisa kubantu? ".

Tuhan, aku takut sebenarnya bertanya seperti itu,  bagaimana kalau aku gak bisa bantu. Tapi,  aku mau belajar untuk berdoa dan bertindak. Aku percaya, kalau Tuhan berkenan, Engkau yang memampukanku menjadi perpanjangan tanganMu untuk menolong orang lain dan Engkau juga yang akan bertindak saat aku hanya bisa berdoa.Amin

Amsal 14:29 (TB)  Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Dulu aku mengira kalau aku orang yang sabar, ternyata pas merit baru berasa kalau SABAR tu bukan aku banget. Beberapa kali aku kehilangan kesabaran dan berespon gak benar sama suami. Beberapa kali aku marah dan menunjukkan kebodohanku. Marah memang gak membuatku tambah pintar. LoL

Waktu aku mau marah atau meledak,  aku mau memilih DIAM DAN MENENANGKAN DIRI dulu. Gak mau lagi ah mengucapkan sesuatu yang malah membuat masalah makin besar. Kalau lagi emosi nada suara dan isi omonganku susah dikontrol. Sepertinya lebih baik diam dulu, berpikir, lalu berkomunikasi dengan suami tanpa menghakimi. Aku mau berusaha mengerti alasan suami melakukan sesuatu dan berusaha menyampaikan isi hatiku dengan cara yang lebih beradab . LOL.

Tuhan, tolong aku untuk diam waktu aku gak punya hal baik untuk diucapkan. Aku mau belajar bersabar. Aku mau belajar mengerti suamiku. Tolong aku ya Tuhan. Amin

Kasongan,  14 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs