.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, April 6, 2017

Rut, Matius 6, Amsal 6

Rut

Rut 1:20 (TB)  Tetapi ia berkata kepada mereka: "Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku.

Mara=pahit
Begitu banyak kemalangan yang dialami Naomi sampai dia meminta dipanggil Mara.  Kalau tahu akhir kisah Naomi,  dengan enaknya aku bisa bilang kalau Tuhan punya tujuan dalam hidupnya kenapa Dia izinkan berbagai kepahitan terjadi dalam hidupnya.  Tuhan punya tujuan,  apapun yang terjadi ada alasannya.

Ini mengingatkanku,  saat aku dalam masalah yang bertubi-tubi, aku harus ingat, aku memang gak tahu akhir cerita ini tapi Tuhan tahu. Aku mau belajar berespon yang benar saat berada dalam kesulitan. Aku percaya kalau Tuhan punya tujuan, ga ada yang terjadi tanpa alasan.

Aku melihat karakter Boas dan aku menemukan:

1.Boas tahu dan melaksanakan aturan dan hukum di zaman Musa
Boas adalah seorang pria yang hidup dalam ketaatan terhadap Tuhan. Dia gak sekedar mengetahui tapi dia mau melakukan perintah Tuhan. Pada pasal-pasak berikutnya pun terlihat bagaimana Boas memahami dan bersedia melakukan aturan Tuhan.

Imamat 19:9-10 (TB)  Pada waktu kamu menuai hasil tanahmu, janganlah kausabit ladangmu habis-habis sampai ke tepinya, dan janganlah kaupungut apa yang ketinggalan dari penuaianmu.
Juga sisa-sisa buah anggurmu janganlah kaupetik untuk kedua kalinya dan buah yang berjatuhan di kebun anggurmu janganlah kaupungut, tetapi semuanya itu harus kautinggalkan bagi orang miskin dan bagi orang asing; Akulah TUHAN, Allahmu.

2.Boas murah hati
Boas dengan sengaja memberi pada Rut dengan cara memerintahkan pekerjanya meninggalkan jelai bagi Rut tanpa sepengetahuan Rut. Dia menolong tanpa mengharapkan imbalan.

Rut 2:8 (TB)  Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: "Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan. Rut 2:16 (TB)  bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia."

3. Boas sopan dalam sikap maupun perkataan

Boas menghormati Rut, sehingga dalam perkataan dan sikapnya terlihat bagaimana dia menghargai Rut. Boas mengucapkan kata-kata yang menguatkan Rut, bukan merayu tapi dia sungguh menghargai apa yang dilakukan Rut bagi Naomi.

Rut 2:11-12 (TB)  Boas menjawab: "Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung."

4. Boas tulus dan tidak mengambil kesempatan
Boas mengetahui kisah hidup Rut, nah tiba-tiba malam-malam sia menemukan Rut tidur dekat dia, tapi Boas tidak mengambil kesempatan dari situasi itu. Boas malahan berjanji menolong mencari orang yang akan menebus milik keluarga Naomi dan menjanjikan dirinya yang akan menebus kalau tidak ada yang bersedia.

Rut 3:8 (TB)  Pada waktu tengah malam dengan terkejut terjagalah orang itu, lalu meraba-raba ke sekelilingnya, dan ternyata ada seorang perempuan berbaring di sebelah kakinya.

5. Boas pria yang memegang janjinya
Segera keesokan harinya setelah berjanji pada Rut untuk menyelesaikan perkara penebus tanah milik keluarga Naomi, Boas gak menunda-nunda melakukan janjinya. Boas gak cuma ngomong tapi bertindak.

6. Boas bersedia berkorban

Boas tahu pengorbanan yang harus diberikannya jika ia menebus milik keluarga Naomi,  keturunannya nantinya akan disebut keturunan Mahlon dan dia tetap bersedia 😱

Rut 4:10 (TB)  juga Rut, perempuan Moab itu, isteri Mahlon, aku peroleh menjadi isteriku untuk menegakkan nama orang yang telah mati itu di atas milik pusakanya. Demikianlah nama orang itu tidak akan lenyap dari antara saudara-saudaranya dan dari antara warga kota. Kamulah pada hari ini menjadi saksi. "

Bagian yang luar biasa,  pada perikop terakhir tercatat bahwa anak Rut dan Boas tetap disebut sebagai anak Boas, bukan anak Mahlon.
Rut 4:21 (TB)  Salmon memperanakkan Boas, Boas memperanakkan Obed,

Rut 4:15 (TB)  Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki."

Pada zaman Israel,  anak laki-laki dianggap lebih berharga daripada perempuan. Tapi Rut dikatakan lebih berharga dari tujuh anak laki-laki. Semua orang mengenal Rut sebagai perempuan baik-baik, orang lain tahu bagaimana Rut meninggalkan bangsanya dan mengikut Tuhannya orang Israel. Rut sungguh-sungguh total dalam mengikut Tuhan. Dengan sukarela dia mau mengurus dan mengasihi mertuanya.  Dia rajin dan gak mengeluhkan keadaannya. Dia taat dan mau mendengarkan nasehat mertuanya. Dia sopan dalam bertindak dan berkata. Dia menjaga kehormatannya.

Matius 6

Matius 6:14-15 (TB)  Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Kenapa sih Tuhan sampai bikin "syarat"  gini:Kalo kamu gak mengampuni,  BAPAmu juga gak akan mengampuni. Kayak maksa banget kan Tuhan ni. Maju kena, mundur kena.
Kalau aku gak mengampuni, BAPA gak mengampuni aku.  Padahal kalau mengampuni,  keenakan dia yang sudah menyakiti aku dong... Dia kan sudah menyakiti aku, ntar diulang lagi nih nyakitin aku kalau segampang ini diampuni. Dia harus dikasih pelajaran!

Oh, ternyata susah mengampuni ini disebabkan beberapa hal:
-Ingin membalas dendam (sehingga mencoba balas menyakiti) 👉 solusi : menyerahkan pembalasan sama Tuhan, menyadari kalau keinginan membalas dendam hanya akan menyakiti diri sendiri karena energi dihabiskan hanya untuk membenci.
-Takut disakiti lagi 👉 solusi : belajar percaya kalau orang yang menyakiti kita gak akan mengulangi kesalahannya,  belajar percaya kalau Tuhan sanggup mengubah orang tersebut.

Melebihi semua alasan itu,aku harus mengampuni karena mengampuni adalah tanda ketaatanku pada Tuhan. Saat aku dihadapkan pada pilihan membalas dendam atau mengampuni,  aku juga sedang memilih mau taat sama Tuhan atau ngga. Aku gak akan bertumbuh dalam ketaatan kalau aku gak mengampuni, karena mengampuni ini sulit. Mungkin karena sulit inilah Tuhan seperti memaksa kita harus mengampuni.  Tuhan tahu susahnya mengampuni, tapi Dia tahu kita ndablek kalau cuma dikasih saran mengampuni makanya HARUS DIPAKSA MENGAMPUNI.

Tuhan,  Engkau tahu kalau saat ini aku marah dengan seseorang, dalam hatiku aku terus bilang, "Kan dia gak merasa dirinya salah,  ngapain aku mengampuni dia" waktu Tuhan minta aku mengampuni dia. Tolong aku Tuhan,  aku mau mengampuni. Aku mau mengampuni orang itu Tuhan. Aku mengampuni dia Tuhan. Aku mengampuni dia. Amin

Amsal 6

Amsal 16:7 (TB)  Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia.

Amin Tuhan. Aminnnn...  Aminnnn.. 
Aku percaya!
Tuhan suruh aku mengampuni orang itu,  sulit Tuhan.... 😥 Tapi aku mau taat Tuhan 😃 Aku mau mengampuni.  Gak peduli orang itu sadar atau nggak kalau dia berbuat salah. Gak peduli nantinya dia minta maaf atau ngga. Gak peduli nanti dia akan mengulang kesalahan lagi atau ngga. Pokoknya aku mau mengampuni dia. Aku mengampuni dia dan melepaskan rasa sakit yang aku rasa.  Aku mau taat sama Tuhan. Aku percaya, aku sudah taat dan mau mengampuni pasti Engkau yang akan mendamaikan kami. Amin.

Kasongan,  6 April 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs