.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, April 2, 2017

Ulangan 32-34, Mazmur 91, Amos 4, Amsal 21

Ulangan 32-34

Ulangan 32:46-47 (TB)  berkatalah ia kepada mereka: "Perhatikanlah segala perkataan yang kuperingatkan kepadamu pada hari ini, supaya kamu memerintahkannya kepada anak-anakmu untuk melakukan dengan setia segala perkataan hukum Taurat ini.
Sebab perkataan ini bukanlah perkataan hampa bagimu, tetapi itulah hidupmu, dan dengan perkataan ini akan lanjut umurmu di tanah, ke mana kamu pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya."

Di pasal 32 ini aku melihat  bagaimana Musa bersaksi dan memuji Tuhan, betapa dahsyat apa yang diperbuat Tuhan dalam hidupnya dan orang Israel. Dan pada akhirnya Musa mengingatkan bangsa Israel untuk MENGINGAT DAN MELAKUKAN segala hukum Taurat dan melakukannya. Wow... Penegasan dari rhema yang kudapat dari Mazmur 91 hari ini.

Jangan sampe absen membaca firman Tuhan setiap hari apapun yang terjadi! Firman Tuhan ibarat makanan rohani yang harus kita 'makan'  setiap hari supaya roh kita beroleh kekuatan menjalani perjalanan yang dipersiapkan Tuhan.
Jangan mengabaikan firman Tuhan Meg!
Baca firman Tuhan!
Hapalkan dan ingat firman Tuhan!
Lakukan firman Tuhan.

Dannnn...Aku juga harus MENGAJARKANNYA kepada anakku supaya dia setia melakukannya dengan cara membacakan buat Sara dan kami sebagai orang tua harus menjadi teladan bagi Sara.

Kami sudah mulai membacakan Alkitab buat Sara tapi gak setiap hari, kadang-kadang kami lupa. Aku mau bilang ke suami supaya kami mulai rutin membacakannya setiap hari. Biarpun Sara belum mengerti tapi supaya dia biasa mendengarkan kebenaran firman Tuhan,  dan firmanNya mengisi hidup Sara.

Ulangan 34:9 (TB)  Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Yosua yang selama ini dikatakan abdi Musa akhirnya menjadi penerus Musa memimpin orang Israel,  tentunya Tuhan pilih Yosua karena Tuhan melihat hati Yosua yang percaya dan mau mengandalkan Tuhan. Jadi ingat sewaktu 12 pengintai dikirim melihat Kanaan,  hanya 2 orang dari kedua belas orang itu yang percaya sepenuhnya kepada Tuhan.

Yosua sebagai abdi Musa mungkin telah melihat keteladanan Musa dan melihat perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan sehingga dia percaya sepenuhnya pada Tuhan. Aku diingatkan kalau seperti Yosua,  aku perlu belajar juga dari teladan orang-orang di sekelilingku supaya aku beroleh roh kebijaksanaan.  Kalau ada seseorang yang hidupnya takut akan Tuhan dan jadi buah harus dipepet terus,  jadikan mentor dan role model. Belajar dari dia,  ditiru,  supaya aku juga boleh jadi berkat buat orang lain.

Mazmur 91

Mazmur 91:14 (TB)  "Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.

Dalam perjalanan bangsa Israel,  berkali-kali Musa terluput dari berbagai peristiwa yang menimpa bangsa Israel. Dan ternyata yang membedakan Musa dengan orang lain ialah:
1.Hatinya melekat pada Tuhan
Bagaimana punya hati yang melekat pada Tuhan? Musa menjadikan Tuhan sebagai prioritas dalam hidupnya. Dalam segala sesuatu yang Musa kerjakan, Musa mempertimbangkan dengan memikirkan apa yang terbaik menurut Tuhan. Musa peduli dan hormat pada Tuhan.

Hatiku belum melekat sepenuhnya sama Tuhan, hal-hal lain sering menjadi prioritasku. Padahal kalau aku mau punya hati yang melekat sama Tuhan aku harus bersekutu intim dengan Tuhan. Kalau hubungan dengan kekasih saja harus dirawat supaya cinta bertumbuh maka dengan Tuhan pun demikian,  harus bersedia menyediakan waktu buat Tuhan untuk ngobrol sama Tuhan,  gak cuma aku yang ngomong tapi memberikan kesempatan Tuhan berbicara.

2.Ia mengenal Tuhan
Musa bergaul akrab dengan Tuhan setiap hari seperti sahabat,  beda dengan orang Israel yang lain.  Sehingga dia mengenal Tuhan.

Kalau aku ingin mengenal Tuhan lebih dalam aku harus :
-membaca firman Tuhan
-melakukan firman Tuhan
Di dalam firmanNya Tuhan sudah menyatakan diriNya dan membuat diriNya dikenal. Aku harus bersekutu dengan firmanNya dan melakukannya, karena dengan melakukan firmanNya aku semakin kenal Tuhan.

Amos 4

Amos 4:5 (TB)  Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?" demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Ibadah persembahan orang Israel dikatakan jahat oleh Tuhan karena:

-Orang Israel gak menaati Tuhan

Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi...

Imamat 2:5 (TB)  Jikalau persembahanmu merupakan korban sajian dari yang dipanggang di atas panggangan, haruslah itu dari tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, berupa roti yang tidak beragi.

Fokusnya bukan sekedar roti sih di sini menurutku. Tuhan ingin mengatakan kalau orang Israel suka melakukan apa yang Tuhan tidak ingin mereka lakukan. Mereka gak menaati Tuhan dan menganggap apa yang dilakukannya adalah yang baik. Bukannya menyesali mereka malah menganggap itu baik.

Aku harus ingat, kalau aku gak melakukan firman Tuhan,  itu dianggap jahat oleh Tuhan. Hal sebaik apapun kalau bertentangan dengan firman Tuhan maka gak akan menyenangkan Tuhan.

- Ibadah orang Israel untuk dipamerkan ke manusia

... maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu!

Ini sebenarnya sindiran untuk orang Israel, Tuhan gak suka saat mereka memberikan persembahan hanya untuk dipamerkan kepada orang lain. Dia ingin diriNya saja yang jadi fokus saat orang Israel memberikan persembahan.

Aku harus berhati-hati jangan sampai aku melakukan sesuatu untuk Tuhan tapi bukan Tuhan fokusnya, jangan sampai aku melakukan sesuatu hanya untuk dilihat orang lain dan mendapat pujian dari orang lain.

Aku ketampar-tampar dengan bacaan pasal ini,  aku gampang terjatuh di dua area ini,  gak menaati Tuhan atau menaati Tuhan cuma untuk dilihat orang lain. Tolong aku Tuhan, aku mau menaatiMu hanya untuk menyenangkanMu. Amin

Amsal 21

Amsal 21:30 (TB)  Tidak ada hikmat dan pengertian, dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.

Ya,  aku tahu kalau gak ada yang bisa menandingi hikmat dan pengertian Tuhan. Aku bilang aku ngerti kalo Tuhanlah yang empunya hikmat, tapi saat aku merenung,  aku dapati kalau yang aku katakan gak sesuai dengan perilakuku. 
Kalau aku ada masalah, yang pertama kali aku datangi dan minta pertimbangan bukannya Tuhan.
Terkadang aku meragukan keputusan Tuhan dalam hidupku dan protes kenapa begini kenapa begitu.
Aku masih sering gak melakukan firmanNya dan mencari alasan untuk gak menaatiNya padahal nyata sudah kalo firman ini Tuhan yang ngomong.

Kalau aku yakin dan bilang gak ada hikmat dan pengertian yang menandingi Tuhan,  sikapku seharusnya menunjukkan ketaatan dan penundukan pada firmanNya. Bukannya menganggap diri sendiri bijak lalu gak mau dengarin Tuhan lalu melakukan apa saja sesukanya. Aku harus belajar menaati Tuhan dalam segala hal karena Tuhan bukanlah ngasal saat berfirman, hikmatNya melampaui akalku yang cuma mau mencari kenyamanan diri sendiri. Segala alasan yang aku buat untuk gak menaati Tuhan gak mungkin bertahan di hadapan Tuhan,  aku hanya perlu taat.

Aku mau taat ya Tuhan karena aku percaya segala pertimbanganMu adalah benar. Amin

Kasongan,  21 Maret 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs