.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, April 2, 2017

Yosua 19-21, Obaja 1, Amsal 27

Yosua 19-21

Amsal 26:3 (TB)  Cemeti adalah untuk kuda, kekang untuk keledai, dan pentung untuk punggung orang bebal.

Kuda butuh cemeti agar bisa ditunggangi.
Keledai butuh kekang agar bisa dikendalikan.
Orang bebal butuh pentung supaya gak mengulangi kebodohannya.
Kesamaan ketiganya:
-MEREKA DIPAKSA, agar dapat ditunggangi/dikendalikan/berhenti mengulangi kebodohannya.
-MEREKA TIDAK MELAKUKANNYA DENGAN SUKACITA

Bagaimana dengan aku?
Apakah aku perlu dipaksa-paksa dalam melakukan segala sesuatu, apakah aku melakukan segala sesuatu dengan sukacita.
Aku menyadari kalau aku memang perlu dipaksa melakukan sesuatu yang bukan kebiasaanku, atau hal-hal yang gak aku suka. Misalnya, dalam hal saat teduh aku sedang mendisiplin diri. Nah, bedanya aku mau bersukacita melakukannya.

Tuhan,aku mau bersukacita saat Tuhan mendisiplinkan aku karena aku percaya Engkau BAPA yang sedang mendidikku untuk hidup dalam kebenaran. Mampukan aku ya Tuhan, aku mau bersukacita. Amin

Obaja 1

Obaja 1:2 (TB)  Sesungguhnya, Aku membuat engkau kecil di antara bangsa-bangsa, engkau dihinakan sangat.

Kita tahu kalau bangsa Edom adalah keturunan Esau dan apa yang terjadi dalam kisah hidup Esau, bagaimana Esau menjual hak kesulungannya. Bagaimana dia mendukakan hati kedua orang tuanya dengan menikahi perempuan dari bangsa lain. Aku menyadari kalau apa yang dilakukan Esau ternyata berpengaruh terhadap keturunannya.

Aku harus ingat kalau apa yang aku lakukan akan mempengaruhi generasi keturunanku,  kesalahanku dapat ditiru oleh cucu dari cucu ku.Aku mau berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu.

Tuhan, aku mau berhati-hati dalam melakukan segala sesuatu, karena hidupku akan mempengaruhi generasiku berikutnya.

Amsal 27

Amsal 27:3 (TB)  Batu adalah berat dan pasir pun ada beratnya, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah sakit hati terhadap orang bodoh.

Tanamkan dalam hati,  gak ada orang yang bisa membuat kita sakit hati kecuali kita mengizinkannya. Sakit hati adalah pilihan,  apalagi sakit hati terhadap orang bodoh.

Siapa orang bodoh yang dimaksud?
👉Orang yang gak mengerti apa yang diperbuatnya, orang yang mengulang-ulang kesalahannya, orang yang gak mau ditegur,  orang yang suka berkata tanpa berpikir.
Jangan membuang waktu untuk sakit hati kalau bertemu orang yang bodoh. Kita gak bisa mengendalikan apa yang dilakukan orang lain tapi kita bisa mengendalikan respon kita sendiri.

Tuhan,  aku memilih mengampuni kalau bertemu orang bodoh yang mau menyakiti hatiku. Tolong aku ya Tuhan,  berikan aku kekuatan untuk mengampuni. Aku percaya aku mampu karena Engkau yang mampukan. AMIN

Kasongan,  27 Maret 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs