.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, May 17, 2017

2 Samuel 10, 1 Tawarikh 19, Mazmur 20, Markus 10, Amsal 10

2 Samuel 10:3 (TB)  berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun, tuan mereka: "Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik kota ini, untuk mengintainya dan menghancurkannya maka Daud mengutus pegawai-pegawainya itu kepadamu?"

Hanun seharusnya bijaksana, tidak semua perkataan orang harus didengarkan. Aku juga belajar untuk bijaksana,  gak sembarangan mendengarkan nasehat orang lain, karena aku gak tahu motivasi seseorang. Aku gak tahu prinsip-prinsipnya apa. Bijaksana dan dengarkan apa kata firman Tuhan. Mencari nasehat pun bila diperlukan cari orang yang kompeten dan memegang kebenaran.

Markus 10:26-27 (TB)  Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Aku tahu pasal ini berbicara tentang keselamatan, tapi berita tentang Ahok semalam benar-benar membuatku merasa gak ada harapan buat orang benar berkarya di Indonesia. Jadi mikir, orang yang segitu tulus dan melayani seperti Ahok aja dianiaya. Bagaimana mau percaya lagi dengan hukum,  dengan pemerintah. Saat melakukan yang benar dan baik pun kesalahan dicari-cari. Ahok aja gak bisa lolos,  apalagi aku yang masih jatuh bangun untuk melayani dengan benar di pemerintahan.

Baca pasal ini berasa ditampar-tampar. Diingatin kalau ga ada yang gak mungkin bagi Allah. Dia yang sanggup menyelamatkan kita dari kematian kekal, tentu terlebih sanggup untuk menolongku berdiri tegak dan tetap melakukan yang benar. Sekalipun orang lain melakukan yang gak benar, Tuhan yang topang dan tolong aku untuk tetap melakukan yang benar.

Aku mau melakukan yang benar Tuhan,  tolong aku melakukan hal ini Tuhan. Walaupun ga mungkin rasanya melihat keadaan sekarang, walaupun banyak resikonya, tolong aku tetap melakukan yang benar ya Tuhan. Amin

Amsal 10:12 (TB)  Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran.

Sulit sekali mengasihi mereka yang mengakibatkan Ahok masuk penjara. Walaupun Tuhan bilang ampuni dan doakan, kasihi mereka tapi la ya susahnya kok minta ampun ya. Aku benci mereka,  sederet nama bermunculan di kepalaku. Bagaimana bisa bersukacita sewaktu dianiaya, aku gak tahu kalau bukan Tuhan yang kasih sukacita dan damai sejahtera.

Sewaktu aku membenci keputmlusan hakim,  kebencian lain timbul. Melihat komentar orang-orang yang kontra Ahok di media sosial yang bersukacita Ahok masuk penjara membuat aku tambah benci. Ingin balas berkomentar rasanya dengan kalimat yang lebih menyakitkan. Benar-benar gak tenang dari semalam. Dari yang awalnya sedih jadi marah, trus benci. Saat ini aku benar-benar diingatkan untuk terus mendoakan mereka supaya terbuka hatinya,siapa tahu melalui peristiwa ini Tuhan jamah mereka dan selamatkan mereka. Jujur, aku gak rela. Tapi, Tuhan memgasihi semua orang. Jadi aku juga harua mengasihi mereka. Dan kalau aku mengasihi mereka, aku harus mau berdoa buat mereka.

Kasongan, 10 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs