.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, May 17, 2017

2 Samuel 13-15, Markus 14, Amsal 14

2 Samuel 13:21 (TB)  Ketika segala perkara itu didengar raja Daud sangat marahlah ia.

Daud marah, oke. Tapi apakah yang dilakukannya setelah itu?
Apakah dia menegur Amnon? NGGAK.
Apakah dia menghibur Tamar? NGGAK.
Apakah dia melakukan sesuatu? NGGAK.
Sikap Daud yang gak tegas sebagai kepala keluarga mengakibatkan hal yang mengerikan Absalom memendam amarah dan membunuh saudara-saudaranya sendiri, anak Daud.

Menjadi orang tua sungguh gak mudah, mungkin kalaubaki jadi Daud pun aku gak tahu harus berbuat apa. Aku perlu Tuhan dalam mendidik anakku, aku perlu bertanya pada Tuhan supaya apa yang aku lakukan gak salah. Aku mau belajar terus melibatkan Tuhan dalam kehidupanku sebagai orang tua.

2 Samuel 14:33 (TB)  Kemudian masuklah Yoab menghadap raja dan memberitahukan hal itu kepadanya. Raja memanggil Absalom, dan ia masuk menghadap raja, lalu sujud ke hadapan raja dengan mukanya ke tanah; lalu raja mencium Absalom.

Lagi, aku dibuat heran dengan apa yang dilakun Daud pada anaknya,  kenapa sih Daud gak menegur Absalom setelah apa yang dilakukannya. Memaafkan sih memaafkan, tapi sebagai orang tua masa sih dia gak mengatakan apa-apa tentang pembunuhan yang dilakukan Absalom. Aneh sih menurutku.

Aku jadi teringat Tuhan bilang pedang gak akan menjauh dari keluarga Daud karena peristiwa Uria. Apa karena ini sudah dikatakan Tuhan ya jadinya Daud pasrah dan gak melakukan apa-apa untuk menegur anak-anaknya. Apa yang dilakukan Daud ternyata berdampak dalam kehidupan keluarganya,dosa yang dilakukan Daud berdampak. Aku harus berhati-hati supaya gak berbuat dosa, karena dampaknya gak ke diriku sendiri tapi bisa juga ke keluargaku.

Markus 14: 36 (TB) Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

Saat berbeban berat mengetahui apa yang akan menimpanya, dalam doanya Yesus:
-Mengakui kuasa BAPA-Nya
-Jujur mengatakan apa yang diinginkanNya
-Berserah pada kehendak BapaNya (tidak memaksakan kehendak)

Waktu aku berbeban berat dan berdoa, aku mau seperti Yesus yang berserah pada kehendak BAPA. Aku juga mau percaya kalau kehendak BAPA saja yang terbaik, aku berserah sepenuhnya.

Amsal 14

Amsal 14:7 (TB)  Jauhilah orang bebal, karena pengetahuan tidak kaudapati dari bibirnya.

Aku mau berhati-hati dengan pergaulanku. Gak menghabiskan waktu dengan menguras emosi bergaul dengan orang yang bebal. Gak ada gunanya berdebat atau berbantahan dengan orang yang tidak bisa diberi tahu.

Kasongan,  14 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs