.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, May 17, 2017

2 Samuel 16-18, Markus 16, Amsal 16

2 Samuel 16:3 (TB)  Kemudian bertanyalah raja: "Di manakah anak tuanmu?" Jawab Ziba kepada raja: "Ia ada di Yerusalem, sebab katanya: Pada hari ini kaum Israel akan mengembalikan kepadaku kerajaan ayahku."

Mefiboset sungguh gak tahu balas budi, dia telah menerima kemurahan Daud tapi dia malah bertindak demikian. Dari Mefiboset aku belajar kalau aku gak boleh seperti menyia-nyiakan kebaikan dan kemurahan yang kuterima.

Aku jadi teringat bagaimana Tuhan telah bermurah hati kepadaku, aky yang harusnya binasa beroleh hidup yang kekal. Seperti Mefiboset,  aku menerima karunia yang besar. Bukan hanya diselamatkan, Tuhan menjadikan aku anakNya. Kalau aku hidup bukan buat Tuhan sama dengan aku menyia-nyiakan kasih karuniaNya.

2 Samuel 16:22 (TB)  Maka dibentangkanlah kemah bagi Absalom di atas sotoh, lalu Absalom menghampiri gundik-gundik ayahnya di depan mata seluruh Israel.

Nubuat yang disampaikan Nabi Natan terjadi! Pada saat yang dilakukan Absalom ini terdengar oleh Daud tentunya dia teringat dosa yang dilakukannya bertahun-tahun yang lalu.  Daud menabur angin lalu saat ini menuai badai. Kalau dipikir-pikir ngeri sekali yang terjadi pada Daud, anaknya sendiri mengkhianatinya. Daud pasti menyesali lagi perbuatannya di masa lalu. 

Aku mau berhati-hati dengan hidupku karena saat aku berbuat dosa, aku gak bebas dari konsekuensi dosaku. Ya, Tuhan mengampuni, tapi ada akibat yang harus aku tanggung. Aku gak boleh meremehkan dosa yang aku lakukan.

Markus 16

Markus 16:14 (TB)  Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Baca ayat ini jadi ingat 'berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya'.Aku adalah orang yang degil hati dan tidak percaya itu. Beberapa waktu ini aku terus kuatir tentang kehidupan kami nantinya bagaimana terutama dalam hal ekonomi. Padahal kalau dipikir lagi, selama ini Tuhan gak pernah lalai memelihara kehidupan kami sekeluarga, kami emang gak berlimpah tapi apa yang kami miliki cukup,  gak semua yang kami inginkan bisa kami miliki tapi apa yang kami butuhkan selalu Tuhan berikan. Aku berasa ditegur dengan ketidakpercayaanku ini.

Tuhan,  ampuni aku karena terus kuatir dan meragukan Tuhan menolong kami,  padahal selama ini Tuhan selalu mencukupkan keperluan kami. Tolonglah aku yang gak percaya ini supaya ingat bagaimana Tuhan setia selama ini. Amin.

Amsal 16

Amsal 16:8 (TB)  Lebih baik penghasilan sedikit disertai kebenaran, dari pada penghasilan banyak tanpa keadilan.

Kembali diingatkan untuk bersyukur untuk seberapa pun penghasilan yang Tuhan berikan karena toh selama ini didapat dengan cara yang benar. Selama ini kadang iri melihat orang yang memiliki banyak padahal mendapatkannya dengan cara yang gak benar. Bersyukur Meg! Bersyukur!

Bagaimana caranya aku bersyukur dengan apa yang dimiliki?
-Berikan persembahan sebagai ucapan syukur pada Tuhan dan sebagai tanda kalau aku mempercayai Tuhan yang sanggup penuhi kebutuhan kami.
-Hidup gak lebih besar pasak daripada tiang, belajar mencukupkan diri dengan yang ada.
-Count your blessings. Gak menghitung apa yang gak aku miliki tapi menghitung betapa banyaknya yang sudah Tuhan beri.

Kasongan,  16 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs