.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, May 18, 2017

2 Samuel 19-21, Yakobus 2, Amsal 18

2 Samuel 19:7 (TB)  Oleh sebab itu, bangunlah, pergilah ke luar dan berbicaralah menenangkan hati orang-orangmu. Sebab aku bersumpah demi TUHAN, apabila engkau tidak keluar, maka seorang pun tidak akan ada yang tinggal bersama-sama dengan engkau pada malam ini; dan hal ini berarti celaka bagimu melebihi segala celaka yang telah kaualami sejak kecilmu sampai sekarang."

Yoab menegur Daud yang sedang sedih karena kematian Absalom, sebenarnya wajar saja Daud sedih karena walau bagaimana pun Absalom adalah anaknya. Tapi hal ini menuai perasaan mereka yang telah berperang bagi Daud. Dari kisah ini aku belajar tentang 2 hal:
1.keberanian Yoab menegur sesuatu yang salah tanpa peduli resiko
2.respon Daud yang mau menerima teguran

Tuhan, tolong aku untuk berani menegur sesuatu yang salah dengan cara yang benar dan tolong aku meresponi dengan benar setiap teguran yang aku terima. Amin

2 Samuel 19:22 (TB)  Tetapi Daud berkata: "Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya, sehingga kamu pada hari ini menjadi lawanku? Masakan pada hari ini seorang dihukum mati di Israel! Sebab bukankah aku tahu, bahwa aku pada hari ini adalah raja atas Israel?"

Batu nyadar sebelumnya juga Abisai marah pada Simei karena mengutuki Daud dan Daud menegurnya,  sekarang lagi-lagi Daud menegurnya karena ingin menghukum mati Simei. Sebenarnya sih Abisai manusiawi banget menurutku, dulu dia marah karena Daud dikutuki, dia mau membela Daud dan sekarang dia ingin Simei merasakan akibat dari perbuatannya dulu. Kalau aku jadi Simei juga mungkin aku akan berbuat hal yang sama, hahaha. Tapi Daud ngga, dulu dia gak sakit hati saat dikutuki dan menyerahkan perkaranya pada Tuhan dan sekarang dia gak mau membalas dendam, dia memilih mengampuni.

Lebih mudah menjadi manusiawi karena kita memang manusia, lol. Kita marah saat disakiti, lalu saat ada kesempatan kita ingin membalas dendam. Tapiiii... TUHAN berkenan pada Daud yang memilih menyerahkan perkaranya pada Tuhan dan mau mengampuni. Mau pilih mana Meg?

Samuel 19:29 (TB)  Tetapi raja berkata kepadanya: "Apa gunanya engkau berkata-kata lagi tentang halmu? Aku telah memutuskan: Engkau dan Ziba harus berbagi ladang itu."

Sebelumnya Ziba berkata Mefiboset ingin mendapatkan kembali ke kerajaan ayahnya,  eh sekarang Mefiboset bilang dia ditipu Ziba. Penasaran, mana yang benar, tapi Daud menyuruh mereka berdua berbagi ladang itu.

Jadi belajar,  gak boleh langsung percaya omongan orang tentang orang lain, harus dikonfirmasi supaya gak terjadi salah paham.

2 Samuel 21:7 (TB)  Tetapi raja merasa sayang kepada Mefiboset bin Yonatan bin Saul, karena sumpah demi TUHAN ada di antara mereka, di antara Daud dan Yonatan bin Saul. 

Aku terharu, Daud masih mengingat sahabatnya Yonatan padahal sudah lama meninggal.  Daud gak cuma memegang sumpahnya pada Yonatan, tapi dia juga menyayangkan Mefiboset karena dia teringat​ Yonatan.

Yakobus 2:10 (TB)  Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Mengabaikan satu perintah Tuham sama dengan mengabaikan perintah yang lain,  gak ada dosa kecil dan dosa besar di hadapan Tuhan. Mudah sekali memandang satu dosa lebih berat dibandingkan dosa yang lain sama seperti mudahnya melakukan satu dosa  dengan enaknya sementara memandang hal yang dilakukan orang lain sebagai kesalahan yang berat. Berbohong dan membunuh sama-sama dosa.

Tuhan, ampuni aku karena aku sering melakukan yang di ayat ini,  aku melakukan hanya kehendak Tuhan yang kusuka lalu mengabaikan yang lain. Aku gak mau pilih-pilih lagi dalam menaatiMu ya Tuhan. Aku mau taat sepenuhnya sama Tuhan. Amin

Amsal 18:9 (TB)  Orang yang bermalas-malas dalam pekerjaannya sudah menjadi saudara dari si perusak.

Dalam versi lain dikatakan
Amsal 18:9 (BIMK)  Orang yang melalaikan tugasnya sama buruknya dengan orang yang suka merusak.

Orang yang malas adalah orang yang melalaikan tugasnya. Yup, sering kali seseorang MALAS melakukan apa yang sudah menjadi tugasnya. Pantas saja dikatakan orang malas adalah saudara perusak. Kebayang kan kalau si A tugasnya ini lalu gak dilakukan,  lalu siapa yang harus mengerjakan,  padahal harus dikerjakan lo.
"Aku gak malas kok sebenarnya, aku cuma lupa.... "
Sebenarnya, kita mengingat sesuatu yang kita anggap penting, jadi kalau  seseorang bisa melalaikan tugasnya bisa jadi karena:
-suka menunda pekerjaan
-menganggap remeh suatu pekerjaan

Aku terkadang ditegur suami saat melalaikan suatu pekerjaan dan aku selalu beralasan "LUPA". Awalnya suami terima, tapi lama kelamaan aku ditegur, kalau aku gak anggap itu penting ya pastinya aku lupa melulu. Kalau bisa dikerjain sekarang ya kerjakan, gak usah ditunda.

Aku gak mau jadi pemalas, selalu menunda pekerjaan yang harus kulakukan. Aku gak mau jadi perusak. Tolong aku ya Tuhan supaya segera mengerjakan yang harus kukerjakan. Amin

Kasongan, 18 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs