.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, May 22, 2017

2 Samuel 22-23, Mazmur 57, Yakobus 4, Amsal 20

2 Samuel 22:1 (TB)  Daud mengatakan perkataan nyanyian ini kepada TUHAN pada waktu TUHAN telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.

Membaca pasal 22 ini aku jadi membayangkan bagaimana Daud mengingat setiap kali Tuhan melepaskan dia dari cengkeraman semua musuhnya dengan detail lalu memuji Tuhan untuk apa yang Dia perbuat. Bagaimana denganku, sudahkah aku mengambil waktu khusus untuk mengingat segala yang dilakukan Tuhan lalu aku datang kepada Tuhan dan bersyukur?Belum.  Daud yang seorang raja begitu menghargai pengalaman hidupnya bersama Tuhan dan mensyukuri karya Tuhan, kok aku sampai ga tahu terima kasih kan kebangetan.

Aku mau mengingat dan bersyukur untuk kebaikan Tuhan secara spesifik setiap hari.

2 Samuel 22:21-22 (TB)  TUHAN memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku,
sebab aku tetap mengikuti jalan TUHAN dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang fasik.

Tuhan menperhatikan setiap hal yang dikerjakan oleh Daud. Tuhan mengasihi Daud bukan berarti membiarkan Daud berlaku seenaknya, justru karena Ia mengasihi Daud maka Tuhan ingin Daud hidup dalam kekudusan.

Aku juga harus ingat ini, walaupun Tuhan mengasihiku bukan berarti aku hidup seenaknya, saat mengikut Tuhan berarti aku harus hidup kudus dan mengikuti perkataanNya.

2 Samuel 23:3-4 (TB)  Allah Israel berfirman, gunung batu Israel berkata kepadaku: Apabila seorang memerintah manusia dengan adil, memerintah dengan takut akan Allah,
ia bersinar seperti fajar di waktu pagi, pagi yang tidak berawan, yang sesudah hujan membuat berkilauan rumput muda di tanah.

Membaca bagian ini mengingatkanku pada Ahok. Hari ini aku mengambil waktu khusus untuk berdoa buat Ahok dan keluarganya.

Mazmur 57:5, 11 (TB)  (57-6) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!
(57-12) Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

Ketika lari dari Saul, Daud meminta pertolongan Tuhan sambil meminta Tuhan meninggikan diriNya supaya kemulianNya mengatasi bumi. Seolah-olah Daud meminta pertolongan Tuhan sambil berserah penuh, dia gak fokus pada dirinya sendiri tapi bagaimana supaya Tuhan dimuliakan saat dia menerima keselamatan yang dari Tuhan. Daud mau memuliakan Tuhan melalui apa yang dialaminya.

Aku juga mau belajar supaya kemuliaanNya saja yang dinyatakan melalui apa yang aku alami.

Yakobus 4:17 (TB)  Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Jadi teringat apa yang dikatakan seorang kawan bertahun-tahun yang lalu tentang definisi dosa.
Dosa = AKTIF berbuat JAHAT
dan
Dosa = PASIF berbuat BAIK
Tidak cukup bagi kita hanya tahu BAGAIMANA berbuat yang baik, Tuhan ingin kita berbuat baik. Buat apa cuma tahu tapi gak dilakukan? Gak ada manfaatnya! Kita tahu olahraga itu baik, tapi apakah kita berolahraga atau ngga adalah perkara lain. Apa gunanya kalau cuma tahu? Adakah manfaatnya. Sama aja tahu banyak firman Tuhan, tapi gak dilakukan. Buat apa?

Tuhan, aku gak mau cuma tahu firman Tuhan, aku juga mau jadi pelaku firmanMu sesulit apapun. Tolong aku Tuhan. Amin

Amsal 20:23 (TB)  Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi TUHAN, dan neraca serong itu tidak baik.

Guna timbangan adalah untuk mengetahui berat suatu benda. Dua macam batu timbangan dan neraca yang serong berbicara tentang kecurangan seseorang. Di pasar banyak sekali penjual yang memakai alat timbang(timbangan dan anak timbang) yang sudah diutak-atik. Seringkali berat barang yang dinyatakan alat timbangnya gak sesuai dengan berat sebenarnya. Saat menjual  dan maka penjual akan memakai alat timbang yang berbeda untuk menguntungkan dia, ini bicara tentang standar ganda.

Dari ayat ini aku belajar:
-Tuhan gak mau aku mencurangi sesamaku. Bukan mengasihi namanya sewaktu aku cuma ingin menguntungkan diri sendiri dengan cara merugikan sesama.
-Standar yang kupakai untuk orang lain harus sama dengan diriku sendiri. Gak boleh aku merubah standar hanya untuk menguntungkan diri sendiri..

Tuhan, ajar aku mengasihi dengan tukus sehingga aku gak cuma memikirkam kepentinganku sendiri tapi juga kepentingan orang lain. Amin

Kasongan, 20 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs