.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, May 22, 2017

2 Samuel 24, 1 Tawarikh 21-22, Mazmur 30, Zefanya 1, Amsal 22

2 Samuel 24:1 (TB)  Bangkitlah pula murka TUHAN terhadap orang Israel; Ia menghasut Daud melawan mereka, firman-Nya: "Pergilah, hitunglah orang Israel dan orang Yehuda."

1 Tawarikh 21:1, 3 (TB)  Iblis bangkit melawan orang Israel dan ia membujuk Daud untuk menghitung orang Israel.

Awalnya aku bingung waktu membaca 2 Samuel 2:24, kenapa Daud tiba-tiba mengadakan sensus. Dikatakan kalau sensus itu adalah firman Tuhan tapi kok Tuhan murka ya? Nah,  di 1 Tawarikh baru dijelaskan kalau Daud dibujuk iblis.  Kenapa ya Daud mudah terbujuk iblis? Kenapa Daud gak konfirmasi dulu sama Tuhan ya, padahal kan Daud bergaul akrab dengan Tuhan.

Aku belajar untuk gak sembarangan dalam bertindak, saat aku gak yakin dengan apa yang akan aku lakukan maka aku harus bertanya dengan Tuhan sampai yakin kalau hal ini yang Tuhan inginkan. Lebih baik aku bertanya pada Tuhan daripada kepedean melakukan sesuatu yang membuat Tuhan murka.

Aku juga perlu belajar untuk mendengarkan pertimbangan orang lain karena siapa tahu Tuhan pakai mereka supaya aku gak berbuat dosa. Seperti Daud, dia sudah ditanyai oleh Yoab demikian:

1 Tawarikh 21:3 (TB)  Lalu berkatalah Yoab: "Kiranya TUHAN menambahi rakyat-Nya seratus kali lipat dari pada yang ada sekarang. Ya tuanku raja, bukankah mereka sekalian, hamba-hamba tuanku? Mengapa tuanku menuntut hal ini? Mengapa orang Israel harus menanggung kesalahan oleh karena hal itu?"
Daud gak bisa menjawab tapi malah bersikeras melakukan keinginannya.

Yoab bertanya dengan lembut,  apa yang dilakukannya masuk akal, dia ingin tahu tujuan Daud melakukan itu. Bahkan Yoab memperingatkan kalau nantinya orang Israel yang akan menanggung kesalahan ini.

Salut dengan keberanian Yoab. Aku juga mau menegur seseorang dengan kasih. Gak asal nurut tapi sungguh berpikir,  berani mengambil resiko untuk meningatkan.

1 Tawarikh 21:5 (TB)  Lalu Yoab memberitahukan kepada Daud hasil pendaftaran rakyat. Di antara seluruh orang Israel ada sejuta seratus ribu orang yang dapat memegang pedang, dan orang Yehuda ada empat ratus tujuh puluh ribu orang yang dapat memegang pedang.

2 Samuel 24:9 (TB)  Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.

Kok ada perbedaan perhitungan hasil sensus ya di 1 Tawarikh dan 2 Samuel? Ada yang bisa bantu jawab?

1 Tawarikh 21:13-14 (TB)  Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."
Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel, maka tewaslah dari orang Israel tujuh puluh ribu orang.

Saat Daud bingung memilih hukuman yang mana eh... TUHAN malah mendatangkan penyakit sampar yang menewaskan 70 ribu orang. Akibat perbuatan Daud, orang lain yang turut menanggungnya. Tuhan benar-benar memberi pelajaran yang sangat mahal bagi Daud.

Kalo dilihat dari sudut pandang 70 ribu orang yang mati itu rasanya gak adil, kalau jadi keluarganya mungkin aku protes sama Tuhan, kok gak adil ya. Daud yang berdosa, kok orang lain yang mati. Tapi  aku teringat kalau Tuhan punya rancangan buat masing-masing kita, kita gak selalu dirancangkan untuk mengalami kesuksesan dan hidup nyaman tapi kita dirancang untuk memenuhi panggilan Tuhan yakni memuliakan Dia di manapun kita berada. Apapun keadaanku, dimanapun aku ditempatkan, aku ada untuk memuliakan Tuhan.

1 Tawarikh 21:23-24 (TB)  Jawab Ornan kepada Daud: "Ambillah, dan baiklah tuanku raja melakukan apa yang dipandangnya baik. Lihatlah, aku berikan lembu ini untuk korban bakaran dan eretan-eretan pengirik ini untuk kayu bakar dan gandum untuk korban sajian, semuanya itu kuberikan."
Tetapi berkatalah raja Daud kepada Ornan: "Bukan begitu, melainkan aku mau membelinya dengan harga penuh, sebab aku tidak mau mengambil milikmu untuk TUHAN dan tidak mau mempersembahkan korban bakaran dengan tidak membayar apa-apa."

Di 2 Samuel  namanya Arauna,  tapi di sini Ornan. Hohoho. Salut deh sama Ornan/Arauna yang mau memberikan apa yang dimilikinya untuk persembahan tapi Daud gak mau memanfaatkan kemurahan hati orang lain. Dia benar-benar dengan tulus memberikan persembahan buat Tuhan dari dirinya sendiri. Dia mau bayar harga. Jadi merenungkan, saat aku memberi persembahan buat Tuhan apakah aku rela membayar harga.

Amsal 22:6 (TB)  Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

Mengajar seorang anak gak mengenal kata capek atau bosan. Harus tekun!
Memang gak mudah ternyata mendisiplinkan anak, harus konsisten. Konsisten dalam berkata-kata maupun bertindak.  Terkadang mikirnya,  ah sudahlah ntar dia juga ngerti seiring bertambahnya umur. Lah, gimana bisa ngerti kalau gak dikasih tahu. Atau mikirnya,  biar aja lah toh cuma segitu,gak perlu lah didisiplinkan. No! Kebiasaan yang baik walaupun terlihat sepele tapi kalau terus menerus dilakukan akan berbuah manis,  demikian juga sebaliknya.

Aku dan suamiku sedang berlatih bagaimana  mendisiplinkan Sara. Dimulai dari mendisiplinkan diri kami karena walaupun masih kecil, kami tahu Sara sudah mulai belajar memahami sekelilingnya. Berat memang,  apalagi mengubah hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan. Tapi bagaimana mendidik Sara kalau kami ga bisa berdisiplin.

Aku belajar untuk lebih teratur dalam aktivitasku dari pagi sampai malam, kalau dulu sih suka-suka. Menyadari kalau Sara dididik gak cuma dengan kata-kata tapi juga dengan perbuatan, membuatku harus lebih berhati-hati dalam bertindak.

Zefanya 1:9 (BIMK)  Aku akan menghukum semua orang yang beribadat seperti orang yang tak mengenal Aku, dan yang mencuri serta membunuh untuk memenuhi rumah majikan mereka dengan barang-barang rampasan."

Jadi perenunganku, apakah aku beribadat seperti orang yang mengenal Tuhan atau yang gak kenal Tuhan?
Bagaimana orang yang mengenal Tuhan beribadat?
Apa yang membedakan orang yang beragama Kristen dan yang mengenal Tuhan? Setidaknya aku memikirkan beberapa hal:
-KASIH.
Dia mengasihi Tuhan dan sesama dengan kasih yang dari Tuhan. Saat berhadapan dengan orang yang sulit untuk dikasihi,  dia gak menyerah,  dia tetap berjuang sekalipun sulit.
-PERCAYA SEPENUHNYA PADA TUHAN
Gak mudah untuk percaya saat keadaan sulit, saat sepertinya Tuhan diam,  saat gak ada tanda-tanda, saat gak ada bukti  tapi orang yang mengenal Tuhan tahu kepada siapa dia percaya sehingga dia memilih percaya bahkan saat ragu.
-GAK MUNAFIK
Orang yang mengenal Tuhan gak bersandiwara untuk mengesankan orang lain,  dia gak berbeda di manapun dia berada karena dia tahu kalau di apa yang dilakukannya untuk Tuhan dan bukan manusia.

Tuhan, ampuni aku kalau selama ini beribadat seperti orang yang gak kenal Tuhan. Aku mau berbeda dengan mereka yang cuma mengenal Tuhan dalam hal kasih,  kepercayaanku pada Tuhan dan gak mencari hormat manusia. Aku mau menyenangkan Tuhan. Aku mau sungguh-sungguh mengenalMu Tuhan. Amin

Kasongan,  22 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs