.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, May 2, 2017

2 Samuel 5:1-10, 1 Tawarikh 11-12, Amsal 30, 3 Yohanes 1

1 Tawarikh 11-12

Daud dikelilingi oleh orang-orang hebat yang membantunya melawan orang Filistin. Menarik karena kita tahu pasti Tuhan yang memberikan orang-orang tersebut sebagai rekan sekerjanya. Dalam berjuang Daud tidak sendiri.

Seperti Daud,  di sekelilingku Tuhan menganugerahkan banyak orang-orang yang berjuang bersamaku untuk bertumbuh dalam Tuhan. Sungguh mengucap syukur aku bukanlah single fighter atau lone ranger. Sewaktu aku jatuh, ada yang menarikku bangkit kembali. Sewaktu aku berbuat salah, ada yang menegurku.

3 Yohanes 1

3 Yohanes 1:5 (TB)  Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya, di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun mereka adalah orang-orang asing.

Dimana pun berada, apakah kita sudah bertindak sebagai orang percaya?
Atau jangan-jangan cuma di gereja doang kita kudus,  sementara di tempat lain kudis. Bagaimana sikapku di kantor? Di pasar? Di pergaulan? Apakah aku bersikap sebagai orang yang percaya bahkan pada orang asing? Apakah aku ramah pada penjual sayur di pasar?
Apakah aku gampang marah pada teman di kantor?
Apakah aku jujur pada bosku?
Dimana pun berada, tetaplah SAMA Meg! Jadilah dirimu yang terbaik! Sebagai orang yang percaya Kristus, bertindaklah sebagai orang percaya dimana pun kepada siapa pun kapan pun.

Amsal 30

Amsal 30:15 (TB)  Si lintah mempunyai dua anak perempuan: "Untukku!" dan "Untukku!" Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: "Cukup!"

Belajar berkata CUKUP itu gak mudah,  I feel it 😢 Apalagi saat-saat ini,  aku tergoda untuk terus mengeluh mengenai kondisi keuangan. Padahal,  kalau dipikir-pikir untuk makan cukup. Untuk nabung pun biar sedikit di tiap bulannya ada kok. Tapi karena aku suka membandingkan dengan orang lain,  aku jadi selalu merasa kekurangan. Aku merasa gak cukup 😫

Tuhan,  aku menyadari kalau aku seharusnya menghitung berkatku dan melihat bagaimana Tuhan memenuhi keperluan kami, kami gak pernah kekurangan. Ampuni aku ya Tuhan, kalau aku gak pernah merasa cukup. Karena aku gak bersyukur. Tolong aku untuk merasa penuh dan puas di dalam Tuhan saja. Amin

Kasongan,  1 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs