.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, May 8, 2017

2 Samuel 6-7, 1 Tawarikh 17, Markus 6, Amsal 6

2 Samuel 6:14-15 (TB)  Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.
Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala.

Dengan sukacita dan sepenuh hati Daud menari bagi Tuhan, di hadapan seluruh rakyatnya pun dia tanpa malu memuji Tuhan. Di sini aku melihat hati Daud yang sungguh fokus kepada Tuhan, dia melakukan apa yang dia lakukan saat itu memang hanya untuk Tuhan.

Jadi membandingkan dengan diri sendiri:apakah setiap yang aku lakukan benar-benar fokus untuk Tuhan dan kemuliaanNya, apakah yang aku lakukan sungguh hanya untuk menyenangkan Tuhan atau aku ingin menyenangkan diri sendiri.
Bahkan hal baik yang aku lakukan pun bisa jadi hanya ingin mencari kehormatan dari manusia kalau motivasiku yang sesungguhnya gak buat Tuhan.

Tuhan,  selidiki aku dan lihatlah hatiku, apakah yang aku lakukan adalah hanya buat Tuhan atau ada motivasi lain yang tersembunyi. Tegurlah aku Tuhan kalau motivasiku salah, ampunilah aku ya Tuhan. Aku mau fokus untuk menyenangkanMu ya Tuhan. Amin

2 Samuel 6:16 (TB)  Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.

Saat baca bagian ini, aku heran,  kok Mikhal gak ikut serta menari bersama Daud? Hehehe. Menurutku Mikhal dan Daud tidak sehati dalam hal beribadah kepada Tuhan. Mikhal memandang rendah Daud yang menari bagi Tuhan dengan sepenuh hati. Mikhal gak sadar kalau saat dia melakukan itu, dia sedang memandang rendah Allah yang disembah Daud.

Aku diingatkan bagaimana terkadang aku merasa gak nyaman berada di gereja yang tata ibdahnya berbeda dengan gereja biasanya. Aku gak boleh memandang rendah dan menganggap caraku lebih baik. Setiap orang punya ekspresi penyembahan yang berbeda-beda,  aku gak boleh menghakimi orang lain. Aku fokus saja menyembah Tuhan. Kalau aku fokus dengan Tuhan, aku jadi gak punya waktu untuk melihat dan menghakimi orang lain.

2 Samuel 7:18 (TB)  Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?

Daud sungguh menyadari kalau dia yang bukan apa-apa mendapat karunia yang sunggu besar dari Tuhan. Respon Daud saat menerima berkat Tuhan adalah segera datang ke hadapan Tuhan dan bersyukur. Aku sering lupa bersyukur saat menerima berkat Tuhan,  menganggap semuanya pantas kuterima, aku sering lupa kalau semuanya adalah pemberian Tuhan. Aku mau bersyukur atas berkat yang Tuhan beri,minimal bilang:"Terima kasih Tuhan".

Markus 6

Markus 6:22 (TB)  Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",

Herodes mungkin gak menyangka kalau anak perempuan Herodias akan meminta kepala Yohanes Pembaptis,  anak perempuan mana coba yang akan meminta hal yang gak lazim dan berlaku sekejam itu. Tapi karena janjinya kama Herodes setuju.

Dari Herodes aku belajar untuk berhati-hati dengan apa yang aku janjikan dan apa yang aku ucapkan. Gak boleh sembarangan berjanji kalau gak bisa menepatinya. Aku mau melakukan apa yang aku ucapkan. Jadi aku harus berpikir sebelum mengucapkan janji.

Amsal  6

Amsal 6:8 (TB)  ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.

Hari ini dari semut, aku belajar lagi untuk menghargai waktu dan gak melewatkan waktu yang tepat untuk mengerjakan pekerjaanku. Karena kalau aku gak mengerjakannya, di kemudian hari aku sendiri yang akan susah. Segala rasa kemalasan, ketidaknyamanan harus dilawan. Belajar berpikir panjang sebelum bertindak , daripada menyesal.

Seperti hari ini, dari pagi sebenarnya perutku sudah gak nyaman karena haid. Maunya tidur aja, apalagi weekend. Tapi aku ingat kalau waktu untuk menyiapkan stok makanan untuk seminggu hanya hari ini dan besok (sedangkan besok dari pagi sudah ke gereja)karena aku bekerja , kupikir mau kapan lagi kalau gak hari ini mengerjakannya. Akhirnya,  aku lawan rasa gak nyaman dan malasku, aku pergi berbelanja dan menyiapkan stok makanan kami sekeluarga.

Kasongan,  6 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs