.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, May 26, 2017

Mazmur 131, 138-139, 143-145, Amsal 25, Galatia 1

Mazmur 131:1-3 (BIMKNyanyian ziarah Daud. TUHAN, aku tidak angkuh, dan tidak sombong. Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar atau yang terlalu sulit bagiku.
Sesungguhnya, hatiku tenang dan tentram; seperti bayi yang habis menyusu, berbaring tenang di pangkuan ibunya, setenang itulah hatiku.
Berharaplah kepada TUHAN, hai umat-Nya, sekarang dan selama-lamanya.

Ayat yang ke-3 adalah ayat yang dikirimkan Ahok dari balik penjara yang menyatakan imannya. Sama dengan yang dikatakan Daud, dia ingin umat Tuhan berharap kepada Tuhan. Aku gak tahu kondisi dan perasaan Daud bagaimana saat menulis Mazmur ini tetapi Daud bisa tenang seperti bayi yang habis menyusu karena DAUD BERHARAP PADA TUHAN. Daud berkata dia telah menenangkan dan mendiamkan jiwanya. Berarti sebelumnya jiwanya bergejolak dan gak tenang tapi Daud menyerahkan perkaranya sepenuhnya kepada Tuhan.

Kapan aku pernah menyerah pada Tuhan? Benar-benar berserah sampai-sampai kondisi yang aku alami gak menggangguku karena aku tahu Tuhsn yang pegang kendali. Gak peduli keadaan di sekelilingku tapi aku mau memilih gak ikut arus, aku mau diam dan tenang di dalam Tuhan. Sulit sekali rasanya kalau aku belum menyerah pada Tuhan,karena aku masih menginginkan yang terjadi sesuai dengan kehendakku. Aku perlu belajar menginginkan apa yang Tuhan inginkan supaya aku bisa tenang.

Mazmur 138:8 (TB)  TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu!

Beberapa hari yang lalu seorang teman curhat kalau dia merasa sudah melakukan yang terbaik tetapi gak mendapat penghargaan sesuai dengan yang dilakukan, dia sudah maksimal. Ini ayat yang dibagikan Ahok juga dong waktu mencabut bandingnya.  Waktu baca ayat ini hari ini, aku teringat Ahok dan temanku itu. Ada lah masanya aku juga kecewa dengan sekelilingku padahal aku ngerasa udah maksimal, aku juga mau memperkatakan ayat ini, aku percaya Tuhan yang akan menyelesaikannya bagiku, bahwa Dia juga akan meninggalkan perbuatan tanganNya.

Mazmur 139:16 (TB)  mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Tuhan tahu apa yang akan terjadi dalam hidupku bahkan sebelum aku dilahirkan. Dia gak akan terkejut dengan kegagalan-kegagalanku. Dia mengenal jalan-jalan di dalam hidupku. Dia tahu kejatuhanku dalam dosa. Tapi Dia tetap mengasihiku. Sungguh bersyukur karena Tuhan tetap mengasihiku dan gak pernah menyerah terhadapku. Terima kasih Tuhan.

Amsal 25:20 (TB)  Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih adalah seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin, dan seperti cuka pada luka.

Amsal 25:20 (BIMKBernyanyi untuk orang yang berduka seperti menelanjanginya dalam kedinginan cuaca seperti menuang cuka pada lukanya.

Ngebayangin :
Lagi musim dingin malah buka baju  👉 Tambah kedinginan dong.
Luka trus dicukain 👉 Tambah perih dong.
Dikatakan kalau kita menyanyi untuk orang yang sedih maka diumpamakan dia akan merasakan seperti itu. Nah lo!  Masa kita mau melakukan hal sebodoh itu? Dari ayat ini aku diingatkan untuk berempati dengan penderitaan orang lain sehingga aku bisa bertindak dan berkata dengan tepat. Turut merasakan apa yang dirasakan orang lain sehingga ngomong dan ngelakuin apa aja tu mikir, gak ngasal.

Paling gampang, bertanya ke diri sendiri dulu sebelum beraksi (meresponi penderitaan orang lain) :
Ntar kalau aku ngomong gini, gimana ya?
Ntar kalau aku berbuat gini, apa ya dampaknya buat orang ini?
Apa ya yang bisa kubuat untuk meringankan penderitaan orang ini?

Tuhan, berikanlah aku hati seperti hatimu, supaya aku bisa meresponi dengan benar penderitaan orang lain. Amin

Galatia 1:24 (TB)  Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Paulus sungguh hidup untuk memuliakan Tuhan sehingga orang lain turut memuliakan Tuhan. Hidup Paulus berbuah karena ada PERUBAHAN HIDUP. Sejak mengenal Kristus, hidupnua berubah. Paulus mengakui kalau dia dulu yang menganiaya jemaat Tuhan sekarang memberitakan iman mereka.

Galatia 1:23 (TB)  Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.

Cek dan ricek:
👉 Adakah perubahan dalam hidupku dari aku sebelum mengenal Kristus dibandingkan saat belum kenal?
👉 Apakah kemuliaan Tuhan menjadi motivasi terdalamku saat berkata dan berbuat?
👉 Apakah perkataan dan perbuatanku sudah memuliakan Tuhan?
👉 Apakan perkataan dan perbuatanku membuat orang lain ikut memuliakan Tuhan?
Kalau jawabannya banyak TIDAK artinya ada sesuatu yang salah dengan diri kita,  selama ini kita hidup untuk memuliakan diri sendiri dan bukannya Tuhan.

Tuhan, aku menyadari kalau seringkali aku hidup masih untuk diriku sendiri dan bukan untuk Tuhan. Ampuni aku ya Tuhan. Aku mau hidup buat kemuliaan-Mu dengan hidup sesuai firmanMu. Supaya Engkau makin besar dan aku makin kecil. Amin.

Kasongan,  25 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs