.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, May 8, 2017

Mazmur 89, 96, 100-101, 105, 132, Markus 5, Amsal 5

Mazmur 89:30-32 (TB)  (89-31) Jika anak-anaknya meninggalkan Taurat-Ku dan mereka tidak hidup menurut hukum-Ku,
(89-32) jika ketetapan-Ku mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintah-Ku,
(89-33) maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.

Begitu dekatnya hubungan Tuhan dan Daud sampai-sampai Tuhan menyatakan kesetiaanNya dan memberikan berkat-berkatNya yang melimpah bagi Daud dan keturunannya. Tapi Tuhan juga mengingatkan anak-anak Daud untuk hidup menaati Tuhan,  kalau tidak maka Tuhan akan membalas mereka.

Tuhan tahu apa yang akan terjadi, Dia mengenal keturunan Daud, Dia tahu bagaimana mereka hidup nantinya. Dan Tuhan MEMBERI PERINGATAN. Begitu sayangnya Tuhan dengan Daud dan keturunannya sampai Tuhan sendiri mengingatkan apa yang akan terjadi kalau mereka gak berpegang pada perintahNya.

Aku harus lebih memperhatikan peringatan dan teguran Tuhan. Kalau Tuhan memperingatkan tu karena Tuhan sayang dan peduli. Jangan pernah mengabaikan peringatan Tuhan Meg!

Mazmur 96:9 (TB)  Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai segenap bumi!

Saat aku menyembah Tuhan, Tuhan menginginkan aku datang dengan kekudusan. Aku datang dengan kekudusan karena Tuhan yang aku sembah itu kudus. Bagaimana datang kepada Tuhan  berhiaskan kekudusan?
1.Berlindung pada salib Kristus dan mengakui Kristus sebagai juruselamat yang menyucikan dari segala dosa.
2.Datang dengan hati yang murni/kudus. Menyembah Tuhan dengan motivasi yang benar.
3.Membereskan segala dosa saat datang meghadap Tuhan (mengakui dosa yang dilakukan, mengampuni orang lain, membereskan perkara yang ada dengan orang lain).

Tuhan,  aku sering lupa membereskan segala dosaku saat menghadap Tuhan. Ampuni aku ya Tuhan, aku mau datang padaMu dengan kekudusan dan menyenangkan Tuhan. Amin

Mazmur 100:4 (TB)  Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Saat aku datang ke gerbangNya Tuhan,  apakah aku sudah datang dengan syukur dan puji-pujian bagi Tuhan? Atai jangan-jangan aku datang dengan sederet permintaanku saja. Baca pasal ini aku jadi bertanya pada diri sensir:Kapan terakhir kali aku datang pada Tuhan hanya untuk memuji dan bersyukur buat kebaikanNya? T-T
Tuhan layak menerima segala pujian dan hormat kita, hari demi hari Dia sudah menanggung bagi kita, kesetiaanNya tetap turun-temurun,  lalu kenapa aku gak ingat untuk memuji Tuhan dan bersyukur saat masuk gerbangNya?
[05/05, 9:31 p.m.] megasomega: Mazmur 105

Pada pasal ini diingatkan untuk:
-bersyukur dan menyerukan nama Tuhan
-bernyanyi dan bermazmur bagi Tuhan
-menceritakan perbuatan Tuhan yang ajaib
-bermegah di dalam nama Tuhan
-mencari Tuhan
-mengingat perbuatan ajaib, mukzizat-mukzizatNya dan penghukuman dariNya

Markus 5

Markus 5:36 (TB)  Tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: "Jangan takut, percaya saja!"

Bagaimana mungkin kepala rumah ibadat itu gak takut, dia bergegas meninggalkan anaknya yang hampir mati untuk minta tolong Yesus supaya anaknya yang disembuhkan, tentu di benaknya dia banyak berpikir bagaimana kalau Yesus gak mau gimana, bagaimana kalau anaknya gak bisa disembuhkan, dll. Lalu tiba-tiba oang lain berkata, gak usah menyusahkan Yesus toh anakmu sudah mati. Lalu Yesus bilang, PERCAYA SAJA. Dan kepala rumah ibadat itu percaya, dia tetap membawa Yesus ke rumahnya. Padahal dia punya pilihan, bergegas pulang sendiri menemui jenasah anaknya atau membawa Yesus dan percaya padaNya. Kepala rumah Ibadat ini memilih percaya. Puji Tuhan.

Dari kisah ini aku belajar:
Gak peduli apa perkataan orang dan tetap mempercayai Tuhan. Gak ada yang mustahil buat Tuhan. Dia sanggup melakukan apapun yang Dia mau. Manusia bilang gak mungkin, ya iya lah,  seberapa sih kemampuan manusia. Tapi kalau Tuhan bilang percaya ya percaya aja. Ambil langkah iman Meg!
Beranilah untuk percaya.

Tuhan, aku sering lupa kalau Tuhan mau aku fokus sama Tuhan dan lebih mempercayai Tuhan dibandingkan perkataan orang lain. Ampuni aku Tuhan. Aku mau mempercayaiMu apapun yang terjadi. Tolonglah aku yang sering gak percaya ini Tuhan. Amin

Amsal 5

Amsal 5:7 (TB)  Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku.

Amsal ini berisikan nasihat mengenai menjauhi perzinahan untuk anak muda. Di masa sekarang, perzinahan jadi hal yang biasa dan dengan mudah dimaklumi, mengerikan sekali. Membesarkan anak banyak sekali tantangannya, apalagi di era internet ini. Baca ayat ini aku diingatkan untuk terus mendoakan anak-anakku supaya dalam pergaulan benar-benar menghormati Tuhan.  Aku bukan sekedar membuat aturan boleh gak boleh tapi mau mengajarkan anak-anakku untuk mengasihi Tuhan dengan sungguh.

Kasongan,  5 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs