.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, June 23, 2017

2 Tawarikh 10-12, Lukas 23, Amsal 23

2 Tawarikh 10:15 (TB)  Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan Allah, supaya TUHAN menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat.

Tuhan selalu menepati firmanNya.Bagaimana pun caranya.
Aku perlu terus mempercayai ini. Terkadang aku berpikir bagaimana firman ini bisa terjadi kalau kondisinya seperti ini. Bagaimana Tuhan mewujudkan firmanNya kalau keadaan sekarang jauh dari yang diharapkan?
Baca perikop ini aku diingatkan kalau Tuhan ahlinya BAGAIMANA. Saat Dia berfirman maka pasti jadi. Bukan urusan kita memikirkan bagaimana caranya, itu urusan Tuhan, jangan lupa kalau Dia ahlinya BAGAIMANA. Bagianku adalah melakukan yang benar dan Tuhan akan menggenapi firmanNya.

2 Tawarikh 11:21 (TB)  Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih dari pada semua isteri dan gundiknya — ia mengambil delapan belas isteri dan enam puluh gundik dan memperanakkan dua puluh delapan anak laki-laki dan enam puluh anak perempuan.

Rehabeam sebagai anak Salomo meniru apa yang dilakukan Salomo yang mempunyai banyak istri dan gundik. Diingatkan lagi tentang pentingnya KETELADANAN sebagai orang tua. Aku gak tahu apa yang dikatakan atau dinasehatkan Salomo pada anak-anaknya yang jelas Rehabeam anaknya belajar dari apa yang dilihatnya.

Sebagai orang tua, aku dan suamiku harus mengingat betapa pentingnya keteladanan ini. Jangan cuma bisa ngomong di depan anak, tapi sungguh-sungguh lakukan yang benar dan hidup dalam kebenaran supaya anak-anak kami nantinya juga hidup dalam kebenaran.

2 Tawarikh 12:1 (TB)  Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum TUHAN, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh.

Heran banget baca ini, sewaktu kerajaan kokoh dan kekuasaan teguh malahan Rehabeam dan seluruh Israel malah meninggalkan hukum Tuhan #sigh. Selagi aku heran, aku diingatkan bagaimana aku pun bisa jatuh dalam dosa ini. Sewaktu keadaan sulit, aku bertobat, menangis menyesali dosaku, berdoa dan merendahkan diri di hadapan Tuhan untuk memohon pertolonganNya. Lah, giliran keadaan enak dan nyaman, aku jadi lebih mudah jatuh dalam dosa. Aku sama saja dengan Rehabeam rupanya.

Tuhan, tolonglah aku menjaga diriku dan gak meninggalkan Tuhan dalam keadaan apapun. Amin

2 Tawarikh 12:14 (TB)  Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari TUHAN.

Naama disebut berbuat jahat karena GAK TEKUN MENCARI TUHAN.
Nah lo.... Kalau aku gak tekun mencari Tuhan berarti aku juga jahat dong!!!
Tekun mencari Tuhan berarti :
👉  Menjadikan Tuhan sebagai prioritasku
👉  Gak mencari alasan untuk gak bersekutu dengan Tuhan
👉  Menjadikan persekutuan dengan Tuhan sebagai kebutuhan

Ya Tuhan, aku mencari Engkau dengan segenap hatiku supaya aku jangan berbuat jahat. Amin

Amsal 23:18 (TB)  Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang.

Setiap baca ini pas lagi galau tentang masa depan keluarga kami selalu membuatku jadi lebih tenang.

Beberapa waktu ini kami sekeluarga bergumul tentang apakah Papa Sara akan bekerja lagi di Jakarta atau nggak karena dia terus mendapat tawaran kerja di Jakarta. Padahal, kami sebagai keluarga gak mau berpisah. Untuk memulai usaha di tempat kami sekarang kami masih menemui hambatan. Sebulan yang lalu aku diminta Papa Sara untuk mengikuti seleksi masuk magister UI, kalau aku dapat dan bisa mendapat izin untuk tugas belajar maka paling nggak aku bisa pindah sementara di Jakarta untuk sekolah. Secara manusia kupikir susah lulus seleksi masuk UI jadi aku mengikuti tes dulu sebelum baru belakangan mengurus izin. Tanggal 21 kemarin pengumuman hasil tes, ternyata aku lulus,  gak nyangka, padahal waktu tes aku sudah pasrah sempurna, kalau lulus sungguh karena kasih karunia Tuhan aja, soalnya susah. Puji Tuhan, karena Dia aku lulus. Masalah muncul waktu aku konsultasi untuk pengurusan izin tugas belajar, kemungkinan besar izin gak bisa keluar secepatnya padahal tanggal 14 Juli deadline untuk registrasi dan harus menyertakan surat tersebut.

Sekarang aku cuma bisa berdoa dan  berusaha memenuhi persyaratan pengurusan tugas belajar itu. Aku mau tetap berharap.  Kalau pada waktunya ternyata izin gak keluar, aku belajar untuk bersyukur dari sekarang. Yang penting aku sudah berusaha. Aku kecewa sudah capek-capek ikut tes, keluar biaya pula kesana,lulus pula, kok malah ada halangan untuk pergi,  sempat protes sama Tuhan untuk apa dikasih lulus kalau aku gak pergi juga. Lalu yang terpenting, gimana dengan masa depan keluarga kami? Tuhan mau bawa kami kemana?

Hari ini dan seterusnya aku mau meyakini kalau masa depan sungguh ada dan harapan kami gak akan hilang.  Tuhan baik. Dia punya rencana bagi keluarga kami. Gak ada yang bisa mengambil apa yang ditetapkan Tuhan menjadi bagian kami. Kalau bukan jadi bagian kami, gimana pun caranya kami gak akan mendapat. Aku percaya. Amin

Lukas 23:21 (TB)  Tetapi mereka berteriak membalasnya, katanya: "Salibkanlah Dia! Salibkanlah Dia!"

Dulu sewaktu kecil aku selalu menyalahkan mereka yang berteriak 'Salibkanlah Dia!'  berulang kali, karena mereka, Yesus harus menerima hukuman kejam ini.
Setelah aku mengerti kalau Yesus disalibkan supaya kita bebas dari hukuman kekal, aku mulai sadar kalau aku lah yang membuat Yesus harus disalibkan. Dosa-dosaku yang membuat Yesus disalib.

Saat aku sadar kalau Yesus disalib karena kasihNya pada kita, aku menyadari Dia disalib karena Dia ingin menyatakan kasihNya pada dunia. Lalu bagaimana aku membalas kasihNya? Apakah aku membalas kasihNya dengan cara yang gak pantas? Apakah aku malahan masih tinggal tetap dalam dosa dan menyia-nyiakan kasihNya?

2 Korintus 5:15 (TB)  Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Aku mau membalas pengorbanan Yesus dengan hidup hanya untuk Dia. Bukan untuk diriku sendiri. Aku perlu mengingat dan melakukan segala sesuatu untuk Dia karena Dia lah yang membuatku hidup.

Palangka Raya,  23 Juni 2017
-Mega Menulis-

1 Raja-Raja 12-14, Lukas 22, Amsal 22

1 Raja-raja 12:13 (TB)  Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya;

Aku gak mau seperti Rehabeam yang mengabaikan nasihat baik yang diterimanya. Aku mau belajar mendengarkan nasihat bahkan teguran dari orang lain. Sekalipun gak enak, aku mau belajar menerima teguran.

1 Raja-raja 12:28 (TB)  Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: "Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir." 

Bodoh sekali Yerobeam, dia yang telah menerima kekuasaan dari Tuhan bukannya setia pada Tuhan yang begitu baik padanya malahan menyembah patung lembu emas. Ketakutan Yerobeam akan hilangnya kekuasaannya membuatnya melakukan hal sebodoh itu.

Aku harus ingat kalau jabatan, pangkat, harta, dll yang kumiliki adalah dari Tuhan. Aku gak perlu menjaganya sedemikian rupa karena takut hilang dengan berbuat bodoh. Gak ada yang bisa mengambil sesuatu yang ditetapkan Tuhan jadi bagianku, jadi aku hanya harus tetap setia pada Tuhan dan menyembahNya.  Tetap melakukan yang benar. Gak perlu berbuat bodoh.

Amsal 22:9 (TB)  Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.

Baca ini jadi ingat Lukas Challenge dan komitmen untuk mengikuti gerakan bantu 20 ribu yang dimulai bulan lalu. Diprakarsai temanku Deon,  dia membuat gerakan #bantu20ribu. Dengan menyisihkan minimal 20 ribu, mimpinya adalah 1000 orang berkomitmen memberikan donasi buat mereka yang membutuhkan (tiap bulan berubah penerima donasinya)  sehingga minimal 20 juta terkumpul. Penerima donasi bulan lalu dan penjelasan tentang gerakan #bantu20ribu ada di link ini http://megasthought.blogspot.co.id/2017/05/apa-itu-bantu20ribu.html?m=1

Bulan ini aku belum memberikan donasi,  bahkan aku belum melihat profil penerima donasi. Bukan karena apa tapi, kupikir nanti dulu sekalian menunggu THR. Padahal berulang kali Tuhan ingatkan masalah memberi ini. Akhirnya hari ini aku taat dan melihat profil calon penerima donasi https://kawanberbagi.org/recipients/detail/cornelia-yuka-michelly-galena/ Betapa hancur hatiku ternyata calon penerima donasi seorang anak berumur 9 bulan (seumur Sara), langsung aku kirimkan deh.

Tuhan,  ampuni aku karena menunda-nunda berbuat baik. Aku telah berkomitmen, jadi aku harus melakukannya dengan setia. Aku mau melakukan yang terbaik. Bulan depan aku gak mau menunda lagi.Tolong aku Tuhan . Amin

Lukas 22:42 (TB)  "Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi."

Yesus taat pada kehendak BAPA sekalipun Dia tahu betapa berat yang akan menantiNya. Dia menginginkan supaya kehendak Tuhan saja yang terjadi dalam hidupNya.

Beranikah aku berdoa seperti Yesus?
Maukah aku menaati kehendak Tuhan sekali pun bertentangan dengan kehendakku?

Tuhan, aku mau menaatiMu, biar kehendakMu saja yang terjadi dalam hidupku. Amin

Palangka Raya,  22 Juni 2017
-Mega Menulis-

Amsal 30-31, Lukas 21, Amsal 21

Amsal 30:32 (TB)  Bila engkau menyombongkan diri tanpa atau dengan berpikir, tekapkanlah tangan pada mulut!

Hari ini pengumuman seleksi masuk UI untuk program magister dan aku dinyatakan lulus. Sebenarnya aku tidak menyangka kalau akan lulus karena saat selesai tes aku merasa gak bisa yakin menjawab dengan benar sebagian besar pertanyaan saat ujian masuk sebuan yang lalu, bahkan membaca soal sampai selesai pun nggak. Sampai-sampai aku bilang ke suami sebulan yang lalu, "Kalau sampai aku lulus benar-benar kasih karunia Tuhan, wong aku gak bisa kok". Sempat terpikir dan kubilang ke suami jangan-jangan aku masuk untuk memenuhi kuota doang, lol. Suamiku bilang dia ada memasukkan nomor ujian orang lain yang sekelas denganku sewaktu tes untuk mengecek dan beberapa gak lulus. Dalam hatiku ada kebanggaan, ada suara yang berkata, "Hebat juga ya aku".  Aku mulai lupa kalau aku lulus karena kasih karunia Tuhan.

Baca ayat ini,  aku diingatkan perasaanku siang tadi. Gak menyenangkan diingatkan kalau aku sombong,  ada sisi lain diriku yang merasa kalau yang kupikirkan itu gak salah, tapi aku merasa tertuduh kalau aku sombong.

Tuhan, ampuni kesombonganku yang melupakan kalau pemberian baik yang kuterima adalah dari Tuhan. Terima kasih Tuhan buat anugerahMu hari ini. Amin

Lukas 21:4 (TB)  Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Memberi dari kelimpahan itu biasa, tapi dari kekurangan sangatlah gak biasa. Apa yang dapat pelajari dari janda miskin ini?
👉  Janda miskin ini tetap memberi padahal dia kekurangan, ini menunjukkan kalau dia percaya sepenuhnya pada Allah yang akan mencukupi kekurangannya.
👉 Tuhan gak hanya fokus pada seberapa besar yang kita berikan, tapi bagaimana kita mengelola dari yang tersisa pada kita.
👉 Belajar menghargai seberapa pun yang diberikan seseorang untuk Tuhan, kita gak tahu berapa banyak pengorbanan yang dia lakukan atau berapa yang tersisa padanya.
👉 Memberi dengan tulus akan memberikan sukacita.

Tuhan, aku mau belajar memberi dengan ketulusan. Aku percaya aku gak kekurangan saat memberi karena Engkau Allah yang mencukupkan segala keperluanku. Amin.

Amsal 21:26 (TB)  Keinginan bernafsu sepanjang hari, tetapi orang benar memberi tanpa batas.

Hari ini kami menerima THR, bahkan sebelum menerima THR pun aku sudah punya rencana mau melakukan apa saja dengan uang THR ini. Sederet daftar sudah aku buat, ingin ini ingin itu, rasanya gak cukup tuh THR. Emang sih, aku bukannya akan membeli barang yang gak berguna. Sebagian besar malah untuk investasi.

Dua pasal yang aku baca hari ini mengingatkanku tentang MEMBERI. Betapa banyak rencanaku untuk memenuhi segala keperluan dan keinginanku, tapi aku gak ada rencana sama sekali untuk memberi dari THR itu. Sudah diingatkan dua kali dalam sehari tepat saat THR keluar berarti Tuhan emang ingatkan aku untuk memberi.

👉 Aku mau menyisihkan THRku khusus untuk aku berikan. Sambil mendoakan siapa yang Tuhan mau aku berkati lewat  THR yang aku sisihkan.

Kasongan,  21 Juni 2017
-Mega Menulis-

Tuesday, June 20, 2017

1 Raja-Raja 10-11, 2 Tawarikh 9, Lukas 20, Amsal 20

1 Raja-raja 10:9 (BIMKTerpujilah TUHAN, Allah Tuan! Dengan mengangkat Tuan menjadi raja Israel, TUHAN menunjukkan betapa senangnya Ia terhadap Tuan. Tidak habis-habisnya Ia mengasihi bangsa Israel; itu sebabnya Ia mengangkat Tuan menjadi raja mereka, supaya Tuan dapat menegakkan hukum dan keadilan."

Saat Tuhan memberkati Salomo secara luar biasa,  bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan pun melihat bagaimana Salomo berbeda dengan mereka. Mereka memuji Tuhan karena telah melihat karya Tuhan dalam hidup Salomo. Apa yang dilakukan Tuhan dalam hidup Salomo yang membuatnya berbeda dengan orang lain. Salomo memiliki hikmat yang dari Tuhan makanya dia sangat luar biasa.

Bagaimana denganku?
Sudahkah aku membiarkan Tuhan berkarya secara nyata sehingga aku berbeda dengan mereka yang gak kenal Tuhan? Atau jangan-jangan aku sama saja dengan mereka yang gak mengenal Tuhan. Ya iya lah, Salomo kan berhikmat, beda lah dengan aku.
Kekurangan hikmat Meg? Minta sama Tuhan,  haus akan firmanNya supaya ku diisi oleh hikmat yang dari Tuhan. Lakukan apa yang kamu tahu benar. Jangan takut untuk berbeda.

Aku sering tahu kebenaran tapi gak melakukan yang benar. Itu gak berhikmat namanya. Tolong aku Tuhan, berikan aku keberanian untuk berbeda dalam hal ketaaan terhadap Tuhan. Amin

1 Raja-raja 11:6 (BIMKDemikianlah Salomo berdosa terhadap TUHAN. Daud, ayah Salomo mengikuti TUHAN dengan sepenuh hati, tetapi Salomo tidak seperti itu.

Ikut Tuhan harus SEPENUH HATI Meg,  jangan seperti Salomo.
Ikut Tuhan gak boleh setengah-setengah, kadang taat kadang ngga.
Kalau sesuai dengan kehendak kita lalu taat, kalau ngga cuek.
Kalau berat lalu gak taat.
NOOOO...!!!!
Kalau cuma setengah-setengah jadinya kita akan banyak berbuat dosa. Banyak mentolerir dosa. Banyak berdalih. Banyak ngeles.

Aku belum sepenuh hati mengikut Tuhan. Masih sering beralasan saat tidak menaatiNya. Harus bertobat! 💪

Amsal 20:19 (BIMK)  Orang yang senang membicarakan orang lain, tidak dapat menyimpan rahasia; janganlah bergaul dengan orang yang terlalu banyak bicara.

Dulu pernah ada seorang teman yang berkata kalau kita mesti hati-hati dengan orang yang suka membicarakan orang lain, karena dia pasti suka membicarakan kita kepada orang lain.

👉Aku harus belajar untuk memilih dengan siapa aku mau bergaul secara intens karena nantinya pasti akan mempengaruhiku.
👉  Aku juga gak boleh membicarakan orang lain. Gak ada gunanya. Kalau aku punya masalah dengan seseorang, langsung bicarakan dengannya supaya masalah selesai.

Tuhan, aku mau menjaga bibirku supaya aku gak berbuat dosa dengan membicarakan orang lain. Tolong aku Tuhan. Amin

Lukas 20:24-25 (BIMK)  "Coba perlihatkan kepada-Ku sekeping uang perak. Gambar dan nama siapakah ini?" "Kaisar!" jawab mereka.
"Kalau begitu," kata Yesus kepada mereka, "berilah kepada Kaisar, apa yang milik Kaisar dan kepada Allah, apa yang milik Allah."

Bagaimana dengan diriku sendiriku?
Gambar siapakah yang terlihat pada diriku?
Kalau aku diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, berarti aku harus memberikan diriku kepada Allah, karena aku milikNya.

Bagaimana aku memberikan diriku kepada Allah?
👉 Melakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, berarti melakukan yang terbaik, yang kudus dan berkenan di hadapan Tuhan.
👉 Memuliakan Tuhan lewat pikiran, ucapan dan perbuatanku.
👉  Menaati Tuhan dalam segala hal karena aku milikNya.

Tuhan, jangan biarkan aku melupakan kalau aku diciptakan segambar dan serupa denganMu. Aku ada untuk Tuhan. Aku mau melakukan kehendakMu ya Tuhan. Amin

Kasongan,  20 Juni 2017
-Mega Menulis-

Pengkhotbah 7-12, Lukas 19, Amsal 19

Pengkhotbah 7:29 (TB)  Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

Stop mencari alasan Meg!
Aku harus berhenti mencari dalih alias alasan untuk apa yang aku kerjakan dan yang gak aku kerjakan. Suamiku menggodaku dan menjulukiku 'Ratu Ngeles'  saat aku mengatakan alasanku dan mulai berdalih. Awalnya aku gak terima, tapi sewaktu baca ayat ini aku diingatkan hal itu,  sepertinya aku harus betobat dan berhenti mencari-cari alasan.

Pengkhotbah 10:18 (TB)  Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah.

Wah, hari ni benar-benar ketampar-tampar, isteri yang berakal budi budi selain gak gampang marah juga GAK MALAS. Nah lo 😢 Aku gak boleh malas! 💪
Bagaimana caranya supaya gak malas?
Pengkhotbah 9:10 (TB)  Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Amsal 19:14 (TB)  Rumah dan harta adalah warisan nenek moyang, tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia TUHAN.

Apakah aku telah menjadi karunia Tuhan buat suamiku?
Kita tahu kalau yang namanya karunia adalah pemberian atau hadiah yang dianugerahkan Tuhan. Namanya dari Tuhan pasti baik kan. Apakah aku isteri yang baik bagi suamiku?
Apakah aku telah menjadi istri yang berakal budi baginya?

Bagaimana aku menjadi isteri yang berakal budi bagi suamiku?
👉 Gak mudah marah
👉 Mau menerima nasihat
👉 Gak malas
Aku bergumul terus dalam ketiga hal ini,masih jatuh bangun. Lebih sering gagal malahan. Aku harus menang dalam 3 hal ini kalau memang aku benar-benar karunia Tuhan bagi suamiku.

Tuhan, tolong aku supaya sungguh menjadi karunia bagi suamiku, aku mau jadi isteri yang berakal budi. Tolong aku mengendalikan diriku ya Tuhan. Amin

Lukas 19:40 (TB)  Jawab-Nya: "Aku berkata kepadamu: Jika mereka ini diam, maka batu ini akan berteriak."

Batu pun akan berteriak kalau manusia berhenti memuji nama Tuhan. Segala makhluk, hidup maupun gak hidup bisa dipakai Tuhan untuk memuji dan memuliakan namaNya. Tuhan bisa pakai siapapun atau apapun untuk memuji dan memuliakanNya.

Tuhan, aku mau memuji Engkau. Aku gak mau kalah dengan batu.

Kasongan,  19 Juni 2017
-Mega Menulis-

Monday, June 19, 2017

Pengkhotbah 1-6, Lukas 18, Amsal 18

Pengkhotbah 1:14 (TB)  Aku telah melihat segala perbuatan yang dilakukan orang di bawah matahari, tetapi lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin.

Baca Pengkhotbah 6 pasal  langsung dan beberapa kali dikatakan kalau segala sesuatu yang dilakukan manusia adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin (yang kita tahu emang gak mungkin). Apapun yang kita lakukan akan jadi sia-sia kalau kita gak menyadari hasil dari semua yang kita lakukan adalah pemberian Tuhan.  Tuhanlah yang menjadikan semuanya ada dan terjadi.

Aku gak boleh melupakan Tuhan dalam melakukan segala sesuatu,  harus  menyertakan Tuhan dalam perencanaan. Dia lah yang membuat apa yang aku kerjakan berhasil.

Lukas 18:22 (TB)  Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Yesus minta anak muda kaya itu melakukan 3 hal:
1.Menjual segala sesuatu yang dimilikinya
2.Membagi semua hasil penjualan hartanya kepada orang miskin
3.Mengikut Tuhan.
KENAPA Yesus menyuruhnya melakukan kedua hal tersebut sebelum akhirnya mengikut Tuhan? Ini karena Yesus tahu isi hati terdalam  pemuda kaya itu.
1.Yesus tahu kalau kekayaan sang pemuda adalah 'allah'  lain di hatinya sehingga Yesus ingin dia melepaskan itu.
2. Yesus ingin pemuda kaya itu gak. memikirkan diri sendiri tetapi juga mengasihi orang lain.
3. Tentunya susah bagi pemuda itu untuk mengikut Yesus secara total kalau dia masih terikat pada harta bendanya

Apa isi hatiku yang terdalam?
Adalah 'allah'  lain di dalam hatiku yang kusembah selain Tuhan? Hal-hal lain yang aku anggap lebih penting daripada Tuhan?
Apakah yang mengikatku sehingga membuatku sulit mengikuti dan menaati Tuhan secara total?
TINGGALKAN ITU MEG! Mulai prioritaskan Tuhan di atas hal-hal tersebut.

HOW???
👉 Aku mau bertemu Tuhan setiap harinya sebelum melakukan hal-hal lain.
👉 Memilih melakukan keinginan Tuhan dibandingkan keinginan sendiri yang Tuhan gak suka.

Tuhan, mulai hari ini aku melepaskan diri dari hal-hal yang membuatku sulit mengikut Tuhan. Aku mau mengikut Tuhan secara total, gak ada 'allah'  lain yang aku sembah selain Engkau. Aku mau menaati Engkau Tuhan, tolong aku Tuhan. Amin

Amsal 18:13 (TB)  Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya.

Dua hari ini selalu dapat rhema mengenai berbicara, kalau kemarin diingatkan BERPIKIR SEBELUM BERBICARA. Hari ini diingatkan untuk MENDENGAR  SEBELUM BERBICARA. Konon katanya Tuhan memberikan kita dua telinga tetapi hanya satu mulut supaya kita lebih banyak mendengarkan daripada berbicara,  padahal nyatanya lebih banyak kita bicara dibanding mendengarkan.

Aku kesulitan dalam mendengarkan, aku baru sadar setelah menikah. Suamiku menegur karena aku suka 'nyambar'  saat dia mengatakan sesuatu. Pikirku karena aku sudah mengerti arah dan tujuan pembicaraannya, jadi gak papa dong ya? No! Ternyata aku sering salah dan sok tahu, bukan itu yang dimaksud suami. Lol. Selain itu, mendengarkan dengan sungguh lebih dulu sebelum berbicara menunjukkan respect kepada dia yang berbicara kepada kita. Jadi mendengarkan sebelum berbicara penting karena :
1. Showing respect ke lawan bicara.
2. Menghindari kesalahpahaman.
3. Untuk memberikan jawaban yang tepat.

Aku mau membiarkan suami menyelesaikan perkataannya sebelum aku berespon. Aku mau mendengarkan dengan sungguh, bukannya sok mendengarkan sambil membuat kesimpulan lebih dahulu sebelum dia selesai berbicara (seperti yang biasa aku lakukan).

Kasongan,  18 Juni 2017
-Mega Menulis-

Amsal 27-29, Lukas 17, Amsal 17

Amsal 27:6 (TB)  Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.

Aku jadi teringat seorang kawan,  dia menganggap aku terlalu keras nampaknya. Terakhir kali aku mendengarkan curhatannya aku menegurnya karena melakukan sesuatu yang kuanggap gak berguna. Well,  dia tetap melakukan hal yang aku anggap bodoh itu jadi aku diam dan gak berkomentar lagi. Sejak itu dia berhenti meminta saranku. Gak masalah sih, toh aku juga malas memberikan saran lagi karena gak akan didengarkan.

Aku dulu bukan orang yang berani menegur  teman yang berbuat salah. Tapi sekarang aku selalu memberanikan diri menegur kalau memang salah.

Tuhan, tolong terus berikanku keberanian untuk menegur dengan kasih. Amin

Amsal 29:20 (TB)  Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya; harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.

Selalu berpikir dulu sebelum berbicara, gak boleh asal ngomong. Biarlah aku lambat berkata-kata daripada aku berbicara hal yang akan aku sesali. Biasanya kalau asal nyablak, ke belakangnya pasti terjadi kesalahpahaman dan menyakiti orang lain dengab perkataanku.

Tuhan,  berjaga-jagalah pada pintu bibirku. Jangan biarkan aku berbicara tanpa berpikir. Amin

Lukas 17:15 (TB)  Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring,

Ada 10 orang sakit kusta.
Kesepuluhnya meminta belas kasihan dan kesembuhan dari Yesus.
Kesepuluhnya sembuh.
Tapi.... Hanya 1 yang memuliakan Tuhan.
Tuhan melakukan mukzizat dan banyak hal dalam hidupku, apakah aku sudah memuliakan Tuhan?
Jangan-jangan aku seperti kesembilan orang lainnya yang gak memuliakan Tuhan.
Bagaimana aku memuliakan Tuhan?
👉 Bersyukur
👉 Menaati firmanNya

Tuhan,  betapa banyak berkat yang Engkau beri. Betapa banyak doaku yang sudah Tuhan jawab. Terima kasih Tuhan, Engkau baik. Terima kasih Tuhan buat kebaikanMu. Aku mau bersyukur dan memuliakan Tuhan setiap hari. Amin

Amsal 17:9 (TB)  Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.

Amsal 17:9 (BIMK)  Kalau ingin disukai orang, maafkanlah kesalahan yang mereka lakukan. Membangkit-bangkit kesalahan hanya memutuskan persahabatan.

Perempuan susah sekali melupakan kesalahan seseorang, bahkan setelah yang bersalah minta maaf pun seringkali kesalahan yang katanya sudah diampuni pun diungkit-ungkit. 

Seorang teman baru saja bercerita tentang sulitnya melupakan kesalahan yang sudah diperbuat suaminya. Sang suami sudah menyesali dan minta ampun tetapi kawanku ini masih saja mengingat kesalahan si suami. Kupikir mungkin kalau aku berada di posisinya juga aku akan sulit melupakan kesalahan tersebut, tapi kalau pun aku gak bisa melupakannya, saat aku ada permasalahan dengan suami dan kami sudah membereskannya, aku berusaha gak akan mengungkitnya. 

Satu lagi, aku harus belajar menutupi pelanggaran yang dilakukan suamiku dan gak menyebarluaskannya. Aku dan suami adalah satu, menceritakan keburukan atau dosa yang dilakukan suami kepada orang lain sama dengan menyakiti diriku sendiri,  toh itu gak akan menyelesaikan permasalahan. Aku dan suami adalah satu. Aku gak boleh melupakan itu.

Tuhan, tolong aku dan suami untuk menyelesaikan segala permasalahan kami dengan kasih. Tolong kami untuk saling menjaga,  jagai mulutku terutama ya Tuhan, supaya saat ada masalah keluarga aku gak sembarangan bercerita ke orang lain. Amin

Kasongan,  17 Juni 2017
-Mega Menulis-

Amsal 25-26, Lukas 16, Amsal 16

Amsal 25:24 (BIMK)  Tinggal di sudut loteng lebih menyenangkan daripada tinggal serumah dengan istri yang suka pertengkaran.

Loteng rumah bukanlah tempat yang menyenangkan, kotor dang pengap. Kupikir gak ada yang bakalan mau kalau disuruh tinggal di sudut loteng, tapi di sini dikatakan lebih menyenangkan tinggal di sana dibandingkan tinggal serumah dengan istri yang suka bertengkar. Lah, emang ada istri yang suka bertengkar?

Apakah aku termasuk istri yang suka bertengkar? 😢Jadi cek dan ricek.
Bagaimana ciri istri yang suka bertengkar?
1. Susah berkata 'ya'  pada perkataan dan kehendak suami.
2. Egois dan selalu ingin dituruti keinginannya alias gak mau mengalah.
3. Gak mau tunduk dan menghormati suami.
4. Keras kepala.
5. Berkata kasar.
Ternyata aku termasuk istri yang suka #sigh. Harus bertobat. Jangan sampai suamiku lebih memilih tinggal di loteng daripada bersamaku.

Amsal 26:12 (TB)  Jika engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal lebih banyak dari pada bagi orang itu.

Aku sering menganggap diriku lebih bijak daripada orang lain, membatin saja sih,  menganggap apa yang dilakukan dan dikatakan orang lain konyol atau salah. Padahal aku sendiri belum tentu selalu benar. Baca ayat ini diingatkan untuk gak sombong dan menganggap diri bijak. Aku bisa salah. Orang lain bisa benar. Harus mau belajar mendengarkan orang lain.

Lukas 16:8 (TB)  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.

Menjadi CERDIK Meg! Bukan menjadi licik.
Somehow aku diingatkan untuk cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Di dalam dunia ini kita gak selalu bertemu orang baik, kita gak selalu menjumpai orang yang bisa dipercaya,  ada orang yang memang suka memanfaatkan orang lain,  ada yang hanya mencari keuntungan diri sendiri, dll.

Sebagai anak Tuhan aku harus tetap tulus tapi juga gak boleh mengalah terhadap kejahatan. Tetap pegang kebenaran firman Tuhan apapun yang terjadi dan berhikmat dalam menghadapi berbagai hal.

Tuhan, Engkau tahu berbagai dilema yang aku hadapi di kantor, tolong aku untuk tetao berpegang pada kebenaran firmanMu dan melakukan yang benar tapi juga cerdik dalam menghadapi kejahatan. Amin

Amsal 16:20 (TB)  Siapa memperhatikan firman akan mendapat kebaikan, dan berbahagialah orang yang percaya kepada TUHAN.

Memperhatikan firman 👉 Mendapat  kebaikan
Percaya kepada Tuhan 👉 Berbahagia
Bagaimana caranya memperhatikan firman dan percaya kepada Tuhan? Menaati firman Tuhan.

Kalau firman Tuhan bilang mengampuni, tetaplah berusaha mengampuni walaupun berat. Percaya kalau Tuhan akan berikan sukacita saat mengampuni.
Kalau firman Tuhan bilang jangan kuatir,  percayalah kalau Tuhan memegang kendali hidup kita, gak ada yang perlu dikuatirkan,  Dia Allah yang pemeliharaanNya sempurna.

Mempercayai Tuhan membuat hidup kita berbahagia karena kita tahu kalau apapun yang terjadi gak lepas dari kendaliNya. Terkadang sulit buatku menaati firman Tuhan karena gak percaya Tuhan sanggup mengubah keadaan. Aku gak bisa bahagia karena aku terus kuatir, ya iya lah aku gak percaya sama Tuhan.

Tuhan, aku mau menaati firmanMu dan mempercayaiMu sekalipun sulit. Amin

Kasongan,  16 Juni 2017
-Mega Menulis-

Friday, June 16, 2017

1 Raja-Raja 9, 2 Tawarikh 8, Lukas 15, Amsal 15

1 Raja-raja 9:6 (TB)  Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya,

Kalau baca ini sih geleng-geleng, rasanya gak mungkin aku menyembah dewa atau allah lain selain Tuhan. Tapi selagi alu mikir gini, aku diingatkan dua hal:
1. Berhalaku bisa jadi bukanlah patung, dewa atau allah lain. Berhalaku adalah segala sesuatu yang menggeser tempat Tuhan yang utama di hatiku. Berhalaku bisa jadi keluargaku sendiri, diri sendiri,  pekerjaan,  pelayanan, dll.
2.Hati-hati dengan dosa kesombongan
Aku harus senantiasa berdoa dan berjaga-jaga supaya gak jatuh dalam dosa penyembahan berhala atau dosa lain. Kalau Daud yang begitu dekat dengan Tuhan aja bisa jatuh, apalagi aku.

Menjadikan Tuhan yang utama berarti belajar mengasihi Dia dan menaatiNya dengan segenap hati. Setiap saat.

Aku mau Tuhan. Aku mau jadikan Tuhan yang utama di dalam hidupku. Amin

Lukas 15:19 (TB)  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Seperti anak bungsu, aku melakukan berbagai hal yang membuatku gak layak disebut anak BAPA. Sampai sekarang pun aku masih jatuh bangun dalam banyak hal. Sungguh hanya karena kasih karunia aku boleh menyebut Allah sebagai BAPAku.

Seperti anak bungsu, aku terkadang pergi dari rumah BAPAku karena menganggap di luar lebih baik, padahal tidak ada tempat yang lebih menyenangkan daripada di rumah BAPAku.

Seperti anak bungsu,  seringkali aku pergi jauh dari BAPAku karena menganggap di rumah BAPAku banyak aturan. Aku mau melakukan banyak hal sesukaku. Aku lupa kalau aturan itu pun ada untuk melindungiku.

Tuhan,  terima kasih karena selalu menerima dan menyambutku kembali setiap aku pulang. Aku gak mau lagi pergi jauh darimu ya BAPA. Jangan biarkan aku menjauh dariMu. Amin

Amsal 15:15 (TB)  Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.

Baca ayat ini seperti bercermin, aku juga seperti di ayat ini, saat ada sesuatu yang menyenangkan terjadi, sepanjang hari itu akan mengubah suasana hatiku. Aku juga akan merasa senang. Begitu juga sebaliknya,  saat ada sesuatu yang buruk atau ada masalah maka akan mempengaruhiku seharian.

Dalam ayat ini dikatakan:
Filipi 4:4 (TB)  Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Kita diminta untuk selalu bersukacita. Sulit sekali kalau begitu. Bagaimana bersukacita kalau keadaan kita gak selalu baik?Sukacita kita seharusnya bukan karena sesuatu terjadi atau tidak terjadi. Sukacitaku harusnya gak bergantung keadaan tapi karena Tuhan yang membuat sukacitaku penuh. Kehadiran Tuhan dalam hidupku seharusnya yang membuatku selalu bersukacita. Dia yang mampukanku bersukacita saat masalah datang karena aku tahu segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia.

Hari ini aku mau bersukacita karena  Tuhan selalu berikanku alasan untuk bersukacita. Di dalam Tuhan sukacitaku penuh.

Terima kasih Tuhan,hanya karenaMu aku aku bersukacita. Amin

Kasongan,  15 Juni 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, June 14, 2017

Mazmur 134,146-150, Lukas 14, Amsal 14

Mazmur 146:5-6 (TB)  Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya:
Dia yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya; yang tetap setia untuk selama-lamanya,

Yes! Aku berbahagia! 🙋
Aku berbahagia karena Tuhanlah yang menjadi penolongku, Dia yang menjadikan langit dan bumi.
Aku selalu merasa dikuatkan tiap Votum dan Salam di gereja, saat pendeta berkata: pertolonganmu adalah dari Tuhan yang yang menjadikan langit dan bumi...
Benar-benar merasa beban dan masalahku hilang,  penolongku yang menjadikan langut dan bumi lho!

Mazmur 147:3 (TB)  Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;

Aku bersyukur pernah patah hati,  saat itu aku merasakan betapa Tuhan sangat dekat. Dia sungguh menghiburku. Kalau aku melihat lagi ke belakang,  walaupun menyakitkan tapi aku gak akan pernah menukar saat itu. Aku benar-benar telah sembuh karena Tuhan. PenghiburanNya sungguh sempurna,  aku belajar banyak dari apa yang aku alami.

Tuhan, aku bersyukur buat patah hati yang aku alami karena dengan itu aju tahu Engkaulah Allah penyembuhku. Terima kasih Tuhan.

Lukas 14:34 (TB)  Garam memang baik, tetapi jika garam juga menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan?

Garam berguna saat dikeluarkan dari tempatnya, kalau hanya di tempatnya saja bagaimana bisa memberikan rasa asin pada makanan. Sama dengan pengikut Kristus saat ini,  apakah hanya berkumpul dengan sesama orang percaya atau mau berbaur dengan mereka yang gak percaya dan ikut 'menggarami'  mereka. Bagaimana bisa kita memberikan 'rasa'  pada dunia ini kalau kita hanya bergaul akrab dengan orang percaya,  garam berkumpul dengan garam jadi siapa yang diasinkan?

Merenungkan itu, hari ini aku jadi mengecek kontak di hp-ku dan teman-teman di sosial mediaku, kebanyakan mereka adalah teman yang seiman denganku. Ternyata aku belum keluar dari 'tempat garam'. Kapan terakhir kali aku menghabiskan waktu dengan temanku yang gak seiman? Hari ini aku mau menghubungi teman kuliahku dulu, menjalin lagi hubungan lama. Aku mau jadi berkat buat mereka yang belum kenal Tuhan.

Amsal 14:15 (TB)  Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Dulu aku dengan mudah mempercayai perkataan orang lain, tapi melalui berbagai peristiwa aku dapati kalau tidak semua orang bisa dipercaya. Memang benar, karena gak berpengalaman maka aku dengan gampangnya mempercayai. Lewat segala pengalaman itu aku tahu kalau tidak semua orang harus dipercaya. Aku jadi lebih berhati-hati dalam bersikap terhadap orang lain. Segala sesuatu perlu diuji. 

Tuhan, aku bersyukur untuk setiap pengalama yang kulewati. Walaupun pahit, tapi aku banyak belajar. Terima kasih Tuhan. Amin

Kasongan,  14 Juni 2017
-Mega Menulis-

2 Tawarikh 6-7, Mazmur 136, Lukas 13, Amsal 13

2 Tawarikh 7:15-16 (TB)  Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini.
Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.

Tuhan berkata kalau Ia akan mendengarkan doa dari Bait Allah yang dibangun Salomo. Tuhan sudah memilih dan menguduskan Bait Allah. Telinga Tuhan terbuka dan mendengarkan permohonan dari Bait Allah. Sungguh luar biasa! Aku jadi teringat ayat ini :
1 Korintus 6:19 (TB)  Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Jadi perenunganku :Kalau tubuhku adalah bait Roh Kudusnya Tuhan. Sudahkah aku menjadi rumah​ doa?
Belum 😢
Aku mau mulai bersyafaat lagi.

Tuhan,  aku mau menjadi rumah doaMu.  Dengarkanlah doa permohonanku ya Tuhan. Amin

Amsal 13:20 (TB)  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Semenjak menjadi mama, waktuku untuk berkomunikasi secara intens dengan sahabatku terbatas. Bekerja seharian di kantor saja rasanya sudah menghabiskan energi. Malas rasanya untuk keluar rumah dan ketemu orang lain lagi karena pada dasarnya aku introvert,melelahkan. Nah, suamiku sangat suka bertemu orang lain dan bertukar pikiran, jadi mau gak mau aku juga ikut. Berhubung waktu kami bersama orang lain gak terlalu banyak, kami harus memilih orang-orang mana yang kami ingin habiskan waktu bersamanya. Kemarin suamiku mengajak kami mengunjungi seorang kawan keluarga kami dan ternyata lumayan menyenangkan karena banyak hal yang bisa kami saling bagikan.

Kupikir kami akan melakukannya lebih sering, tapi tentu saja dengan orang yang tepat,orang yang bijak, bukannya orang yang bebal. Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Ini benar, pantas saja kita harus memilih dengan siapa secara intens kita menghabiskan waktu kita.Aku akan membicarakannya dengan suami,  supaya saat kami sebagai keluarga menghabiskan waktu bersama orang atau keluarga lain maka akan nenjadi waktu yang berkualitas.  Supaya kami boleh diberkati dan menjadi berkat lewat pergaulan kami.

Tuhan, tolong kami supaya sebagai keluarga sungguh jadi berkat bagi orang lain. Amin

Lukas 13:2 (TB)  Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?

Seringkali aku memandang orang lain melakukan dosa dan kesalahan yang lebih besar dari yang aku lakukan, padahal di mata Tuhan gak ada dosa besar dan dosa kecil. Dosa berbohong sama dengan dosa berzinah,  dosa tidak mengampuni orang lain sama dengan dosa membunuh,  dosa korupsi waktu sama dengan korupsi uang. Padahal dosa ya dosa.

Tuhan, ampunilah aku karena sering memandang orang lain lebih berdosa dariku. Aku mau bertobat Tuhan. Tolong aku. Ajarilah aku Tuhan memandang dosa sebagaimana Tuhan memandang dosa. Amin

Kasongan, 13 Juni 2017
-Mega Menulis-

Monday, June 12, 2017

1 Raja-Raja 8, 2 Tawarikh 5, Lukas 12, Amsal 12

1 Raja-raja 8:59-61 (TB)  Hendaklah perkataan yang telah kumohonkan tadi di hadapan TUHAN, dekat pada TUHAN, Allah kita, siang dan malam, supaya Ia memberikan keadilan kepada hamba-Nya dan kepada umat-Nya Israel menurut yang perlu pada setiap hari,
supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa TUHANlah Allah, dan tidak ada yang lain,
dan hendaklah kamu berpaut kepada TUHAN, Allah kita, dengan sepenuh hatimu dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya seperti pada hari ini."

Salomo memohon kepada Tuhan agar doanya dikabulkan dengan tujuan SUPAYA BANGSA LAIN DI BUMI TAHU KALAU TIDAK ADA YANG LAIN SELAIN ALLAH KITA. Salomo tahu kalau kita diberkati untuk menjadi berkat. Saat Tuhan menjawab​ doa kita maka Ia ingin supaya orang lain yang melihat mengetahui siapa Allah kita. Salomo berdoa bukan untuk kepentingannya pribadi tetapi untuk kemuliaan Tuhan.

Bagaimana denganku?
Apakah saat aku berdoa aku berdoa untuk kemuliaanNya atau hanya untuk kepentinganku sendiri? Apakah yang kuminta hanya untuk memuaskan nafsuku atau ada kepentingan Tuhan di situ?
Saat Tuhan menjawab doa permohonanku seharusnya adalah saatnya kemuliaanNya dinyatakan.

Amsal 12:16 (TB)  Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.

Penyakitku nih, kalau sakit hati supaya lega harus segera diungkapkan ke orang yang membuat sakit hati atau kalau nggak gitu lalu mencari pelampiasan,  mulailah mencari teman dan curhat sampai puas untuk menyatakan sakit hatiku. Aku mengakui kalau membicarakannya terus-menerus  memberikanku sedikit rasa lega walaupun masalahku dengan dia yang membuat sakit hati  belum selesai.

Firman Tuhan hari ini sangat keras menegurku, apa yang kulakukan selama ini BODOH. Menyatakan sakit hati seketika itu bodoh. Kenapa bodoh?
1.Karena perkataanku berkuasa.
Kalau aku berkata aku sakit hati kepada orang lain, coba tebak, apakah aku dapat dengan mudah memaafkan perbuatannya. Pasti susah. Wong aku bilang hatiku sakit karena orang itu, berulang kali pula, lalu bagaimana aku dapat memberi pengampunan.
2.Tidak menyelesaikan permasalahan
Apa yang dikatakan dalam suasana hati emosi tentu gak akan membuat situasi membaik, wong hati sedang panas. Aku perlu belajar berpikir sebelum mengatakan sesuatu supaya gak memperburuk keadaan.

Sebelum menyatakan sakit hatiku aku harus berpikir dulu. Gak sembarangan bicara atau curhat atau marah. Berpikir sebelum berkata dan bertindak. Aku gak mau jadi orang bodoh.

Lukas 12:25 (TB)  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya?

Kekuatiranku tidak mengerjakan apa-apa di hadapan Tuhan kalau aku cuma menangis dan bergalau ria.

Apa yang harus aku lakukan saat kuatir  datang?
Filipi 4:6 berkata Janganlah hendaknya kamu kuatir akan apapun juga Meg,  tetapi nyatakanlah kekuatiranku kepada Allah dalam doa,  permohonan dan ucapan syukur.
Kekuatiranku adalah alarmku ⏰ untuk BERDOA.
Saat aku kuatir adalah saat aku MEMOHON Tuhan untuk campur tangan dalam hidupku.
Saat aku kuatir pun Tuhan ingin aku MENGUCAP SYUKUR.

Tuhan, sulit sekali mengucap syukur sewaktu aku kuatir, tapi aku mau Tuhan. Aku percaya Tuhan yang mampukan aku mengucap syukur. Amin

Kasongan,  12 Juni 2017
-Mega Menulis-

1 Raja-Raja 7, 2 Tawarikh 4,Lukas 11, Amsal 11

1 Raja-raja 5:4 (TB)  Tetapi sekarang, TUHAN, Allahku, telah mengaruniakan keamanan kepadaku di mana-mana, tidak ada lagi lawan dan tidak ada lagi malapetaka menimpa.

Kalau dipikir enak banget ya Salomo,  mewarisi kerajaan yang aman damai, lawan ga ada, malapetaka juga gak ada. Jadi ngebandingin dengan Daud yang susah banget,  perang melulu, dikejar-kejar musuhnya,  harus pura-pura gila,  dll. Beda banget apa yang dialami Salomo dan Daud.  Tapi yang luar biasa, masa-masa susah itu malah membawa Daud semakin intim dengan Tuhan, kesulitan yang dialaminya adalah berkat yang terselubung karena malah membuatnya semakin bergantung sama Tuhan. Pantaslah dalam Mazmurnya Daud pernah berkata bahwa ia tertindas itu baik supaya dia belajar ketetapan-ketetapan Allah. Daud melihat segala yang dialaminya sebagai sarana mendekat kepada Allah, kesulitan sekalipun dipandangnya demikian.

Kalau harus memilih kehidupan Daud dan Salomo mungkin aku akan memilih berada dalam situasi seperti Salomo,  di mana segala sesuatu aman dan nyaman. Tapi kalau dipikir-pikir lagi justru sebenarnya masa-masa aku paling merasa dekat dengan Tuhan adalah saat segala sesuatu terlihat gak aman dan nyaman. Aneh kan?

Aku mau belajar seperti Daud yang dalam kesulitan pun dia malah semakin intim dengan Tuhan. Kalau ada peristiwa yang mampu membuat kita berlutut dan semakin dekat dengan Tuhan, itu adalah berkat.

Amsal 11:22 (TB)  Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

Buat apa memakaikan anting-anting emas di jungur babi?
Sungguh perbuatan gak berguna!
Gak pantas!
Hanya akan jadi tertawaan banyak orang.

Lewat ayat ini,  sebagai wanita Allah aku diingatkan untuk berperilaku yang pantas dan terhormat di manapun aku berada. Apa yang aku lakukan dan ucapkan gak boleh sembarangan. Bagaimana aku bersikap dan berkata-kata menunjukkan siapa aku sebenarnya.

Lukas 11:10-11 (TB)  Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?

Yesus bilang, kalau kita:
Meminta 👉 Menerima (perlu iman)
Mencari 👉 Mendapat (perlu usaha)
Mengetok 👉 Pintu dibukakan (perlu ketekunan)
Saat kita berdoa kepada Bapa, kita memerlukan:
1. IMAN
Kita harus yakin kalau meminta pasti menerima, kalau mencari pasti mendapat dan kalau mengetok pastinya pintu dibukakan. Tuhan adalah Bapaku yang memberikan yang terbaik, jadi jangan takut sewaktu minta sesuatu.
2. USAHA
Doa tanpa usaha itu sia-sia tapi usaha tanpa doa itu bohong. Usaha kita menunjukkan kalau kita sungguh-sungguh menginginkan apa yang kita doakan. Tuhan mau kita berdoa dan berusaha dengan sungguh-sungguh.
3. KETEKUNAN
Gak ada tuh yang namanya mengetuk sekali terus pergi, pastinya kita berulang kali mengetuk sampai pintu dibukakan, apalagi kalau kita tahu sang pemilik rumah ada. Saat kita berdoa, kita tahu kalau kita meminta kepada Tuhan yang ada dan mau menjawab kita, jadi kita harus tekun berdoa sampai doa kita terjawab. PUSH 💪 Pray Until Something Happen!

Bagaimana kalau setelah semuanya ini kita tidak mendapat apa yang kita inginkan?
Penjelasannya di ayat berikutnya. Tuhan kita adalah Bapa yang rindu memberikan yang terbaik bagi kita. Dia menjawab doa kita dengan memberikan yang terbaik. Jadi kalau kita gak menerima apa yang kita doakan, jangan-jangan yang kita minta ular atau kalajengking.

Aku terkadang takut meminta sesuatu secara spesifik sewaktu berdoa, aku takut kalau yang aku minta bukan sesuai yang Tuhan mau. Tapi hari ini aku diingatkan kalau Tuhan adalah Bapaku yang baik, sebagai anak aku bisa meminta apa saja yang aku mau tapi sebagai BAPA Dia lebih tahu yang terbaik buatku. Jadi aku gak boleh takut lagi sewaktu berdoa,kalau yang aku minta ular pun Tuhan pasti tetap kasih roti kok.

Kasongan,  11 Juni 2017
-Mega Menulis-

1 Raja 5-6, 2 Tawarikh 2-3, Lukas 10, Amsal 10

1 Raja-Raja 5-6,  2 Tawarikh 2-3

Untuk membangun bait suci diperlukan banyak sekali sumber daya:bahan-bahannya,  tenaga. Begitu banyak! Baca 1 Raja-Raja 5-6 dan 2 Tawarikh 2-3 benar-benar membuat geleng-geleng. Terbayangkan betapa besar dan mewahnya bait suci,  dengan puluhan ribu pekerja saja pembangunannya baru selesai setelah 7 tahun. Dalam pembangunannya terlihat bagaimana Tuhan berkarya, memenuhi segala yang diperlukan Salomo.

Aku diingatkan,  kalau aku membangun apapun maka aku gak boleh melupakan Tuhan. Hanya Dia lah yang bisa membuat apa yang aku kerjakan berhasil. Apa yang kubangun ga ada artinya kalau tanpa melibatkan Tuhan.

Lukas 10:28 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."

Seringkali aku seperti pemuda ini, tahu apa yang benar dan baik untuk dilakukan, mengerti jawaban dari berbagai pertanyaan tapi Tuhan mau kita gak hanya tahu dan mengerti tapi MELAKUKAN SESUATU👉ACTION.
Mengetahui kebenaran harus disertai dengan melakukan yang benar.

Aku gak selalu ingat Firman Tuhan yang kubaca,  tapi sungguh Tuhan ingatkan apa perkataanNya sewaktu aku dihadapkan pada berbagai hal. Aku tahu yang harus dilakukan tapi seringkali aku gak mau tunduk pada firmanNya. Hari ini aku diingatkan : LAKUKAN!!!

Amsal 10:17 (TB)  Siapa mengindahkan didikan, menuju jalan kehidupan, tetapi siapa mengabaikan teguran, tersesat.

Didikan dan teguran emang gak enak didengarkan pada awalnya. Tapi kalau diabaikan lebih ga enak lagi akibatnya nanti.Orang yang gak mau ditegur adalah orang yang sombong karena merasa dirinya sudah baik dan gak memerlukan teguran. Terkadang aku masih susah ditegur,  sudah dikasih tahu tapi masih aku ulangi kesalahanku.

Tuhan, tolong aku,  jangan berhenti menegurku ya Tuhan. Aku mau belajar menerima teguran lewat siapa pun yang Tuhan pakai. Amin

Kasongan, 10 Juni 2017
-Mega Menulis-

Friday, June 9, 2017

Amsal 22-24, Lukas 9, Amsal 9

Amsal 22:15 (TB)  Kebodohan melekat pada hati orang muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya.

Amsal 22:15 (BIMK)  Sudah sewajarnya anak-anak berbuat hal-hal yang bodoh, tetapi rotan dapat mengajar mereka mengubah kelakuan.

Nah loooo....Anak-anak ma biasa berbuat bodoh, tapi apa kita akan membiarkan?

Aku pernah membaca artikel yang katanya tiap membentak anak maka itu akan mematikan sel otak. Lalu di lain artikel katanya orang tua tidak boleh memarahi anak,  menggunakan kata 'jangan'  pada anak, dll. Selama ini aku dilema berusaha tegas sewaktu geregetan dengan Sara tanpa membentak, susah sekali. Beda dengan papanya Sara yang cuek, kalau menurutnya Sara salah ya dia akan tegas, ga ada dilema. Aku iri. Lol. Kupikir anak umu 10 bulan kalo ditegur keras kasihan tapi kalo didiemin juga aku takut ntar dia terbiasa seenaknya.

Baca ayat ini aku juga teringat status Glory yang kubaca kemarin:
Lihat acara tentang mendidik anak. "Jangan dibentak." "Jangan dimarahi." "Jangan membuat dia merasa tertekan." "Jangan memukul." Intinya jangan diapa-apain deh ya. Hahaha

Benar sekali ayat ini. Anak-anak memang melakukan banyak hal bodoh karena mereka belum mengerti, ya makanya harus dikasih tahu, harus dididik! Harus tegas! Kalo perlu dimarahi ya dimarahi. Jangan ragu! Kalo ragu ya minta hikmat dari Tuhan.  Sedangkan Tuhan aja menghajar anak yang dikasihiNya, Dia beri teladan dalam mendidik kita, masa aku gak menuruti teladanNya.

Tuhan, tolong aku supaya mampu mendidik Sara dengan benar. Supaya dia gak terus-menerus tinggal dalam kebodohan tapi sungguh mau diajar. Berikanlah hikmat bagi kami kedua orang tuanya untuk mendidiknya. Amin

Amsal 23:13-14 (TB)  Jangan menolak didikan dari anakmu ia tidak akan mati kalau engkau memukulnya dengan rotan.
Engkau memukulnya dengan rotan, tetapi engkau menyelamatkan nyawanya dari dunia orang mati.

Kembali diteguhkan untuk mendidik anak dalam kebenaran. Kalau gak dididik dari kecil, apa jadinya anakku kalau sudah besar nanti. Di sini dikatakan boleh memukul dengan rotan, aku belum pernah membicarakan ini dengan suami. Kupikir kami perlu membicarakannya,apakah perlu memberikan pukulan, kalau iya, kapan, dimana,  batasan-batasannya kami belum tahu, belum pernah kami bicarakan. Mungkinkah kami memukul nanti saat harus mendidiknya kami belum tahu, tapi ini akan jadi bahan diskusi kami sebagai orang tua. Saat pukulan dilakukan aku harus ingat kalau tujuannya adalah MENDIDIK bukan melampiaskan amarah atau dilakukan saat emosi. Yang jelas, aku gak mau anak kami tumbuh jadi anak yang kurang ajar.

Amsal 9:8 (BIMK)  Jangan mencela orang yang tak mau diajar, ia akan membencimu. Tetapi kalau orang bijaksana kautunjukkan kesalahannya, ia akan menghargaimu.

Ciri orang yang bijaksana :
- bersedia dikritik/ditegur
- menghargai orang yang menegur
Tadi malam aku ditegur suami karena lengah saat menjaga Sara. Sara sedang senang belajar berdiri jadi saat dia belajar berdiri harus ada orang lain di belakangnya yang menjaganya kalau-kalau dia terjatuh. Aku membuat susu untuk Sara di dotnya, di kamar juga, tapi gerakan Sara sangat cepat, tahu-tahu dia terjatuh dan menangis. Suami datang dan waktu aku ceritakan apa yang terjadi, suami langsung menegurku. Harusnya aku fokus ke Sara. Aku diam. Tapi dalam hatiku aku marah, aku gak terima. Di pikiranku, aku memang lalai tapi aku gak terima dimarahi seperti itu. Aku merasa gak adil karena pernah suamiku lalai menjaga Sara dan aku gak marah sebesar itu,  aku berpikir kalau suamiku pasti gak sengaja jadi buat apa aku marah.

Baca ayat ini aku diingatkan kalau aku seharusnya gak marah dengan suamiku. Aku salah jadi harus mau menerima teguran, tujuan suamiku baik,  supaya aku lebih berhati-hati saat menjaga Sara. Aku gak boleh lalai karena akan membahayakan Sara. Walaupun suami pernah berbuat kesalahan tapi dia sudah lebih hati-hati,lah masa aku yang malah melakukan kesalahan dengan gak lalai.

Gak dengan suami aja, dengan orang lain pun aku harus menerima kalau ditegur. Gak peduli orang itu bagaimana (pernah melakukan kesalahan atau nggak) yang jelas aku harusnya tetap menghargai orang tersebut.

Lukas 9:3 (TB)  kata-Nya kepada mereka: "Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau bekal, roti atau uang, atau dua helai baju.

Kenapa saat Yesus mengutus muridnya,  Ia tidak mengizinkan mereka membawa apa-apa? Dahulu tongkat berfungsi untuk melindungi dari binatang buas,  bekal berupa roti atau uang sebagai simpanan bila memerlukan makanan,  baju tentunya untuk melindungi tubuh kita dari panans dan hujan. Lalu kenapa Yesus gak mengizinkan mereka membawanya? Bukannya itu kebutuhan sehari-hari mereka?

Yesus ingin mengatakan kalau saat Ia mengutus seseorang maka tidak perlu lagi menguatirkan banyak hal. Kalau untuk kebutuhan sehari-hari saja Tuhan akan memenuhi segala keperluan mereka, apalagi keperluan yang lain. Gak perlu kuatir! Lakukan saja panggilan kita dengan setia.

Belakangan ini aku kuatir akan banyak hal, tetapi pasal ini mengingatkanku betapa Tuhan itu setia. Gak perlu mengkuatirkan banyak hal. Saat Dia utus kita maka Dia akan memperlengkapi apa yang kurang.

Tuhan,  Engkau tahu isi hatiku,  Engkau tahu kekuatiranku. Terima kasih untuk FirmanMu ya Tuhan, aku gak mau kuatir. Aku percaya Tuhanlah yang akan memenuhi segala keperluan kami. Amin

Kasongan,  9 Juni 2017
-Mega Menulis-

Amsal 19-21, Lukas 8, Amsal 8

Amsal 19:22 (TB)  Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.

Kesetiaan adalah karakter yang terlihat oleh waktu.  Kesetiaan berarti kita tetap dan teguh hati memegang janji tanpa berpaling pada hal lain. Aku jadi bertanya ke diriku sendiri,  adakah hal-hal yang aku janjikan tapi belum aku lakukan dengan kesetiaan? Ada. Banyak.
Banyak komitmenku yang belum kulakukan dengan kesetiaan.
Aku menghapal ayat hanya di awal saja semangat ,  padahal aku sudah berjanji.
Aku sering memprioritaskan hal lain dibanding waktu pribadiku dengan Tuhan.
Dan masih banyak lagi.

Banyak hal baik yang sudah aku mulai lakukan tapi gak dengan setia kulakukan. Harus tobat. Mulai lagi.  Belajar setia melakukan segala perkara baik dan menjadi orang yang setia.

Tuhan,  tolong aku untuk menjadi setia dalam melakukan hal baik yang telah kulakukan. Jangan biarkan aku sesukanya melakukan, tergantung mood atau mundur saat ada tantangan. Aku mau jadi setia apapun yang ada di hadapanku. Amin

Amsal 8:6 (TB)  Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.

Orang yang berhikmat memperhatikan perkataannya dan gak asal berbicara.Dikatakan di sini tentang perkara-perkara yang dalam dan tepat, artinya mengatakan sesuatu yang gak sia-sia dan benar.
Mulai hari ini,  jangan mengucapkan sesuatu yang sia-sia!
Katakan hal yang benar!
Tamparan buatku.

Arti ayat ini buatku:
Menjauh kalau ada orang yang ngomongin orang lain, gak usah ikut-ikutan. Sekalipun benar, apa gunanya?
Gak ikutan bercanda saat mendengar candaan yang kotor. Ngapain mengucapkan hal yang sia-sia.
Saat orang lain marah karena hal yang belum jelas, aku perlu belajar diam,  toh hal itu belum tentu benar.

Tuhan, hari ini tolong aku supaya hanya mengatakan perkataan yang tepat dan gak sia-sia. Amin

Lukas 8:52-53 (TB)  Semua orang menangis dan meratapi anak itu. Akan tetapi Yesus berkata: "Jangan menangis; ia tidak mati, tetapi tidur."
Mereka menertawakan Dia, karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.

Situasi : Anak itu mati.
Kata Yesus : Anak itu tidak mati tetapi tidur.
Bagaimana respon orang : Mereka tertawa karena mereka tahu bahwa anak itu telah mati.
Selanjutnya,  Yesus membuat mukzizat mengubah situasi yang ada sesuai dengan perkataanNya.

Hari ini aku belajar tentang respon dalam menghadapi sesuatu, aku bisa memilih mau fokus pada situasi yang terjadi atau percaya pada perkataan Tuhan. Tuhan sanggup mengubah apa yang aku alami sesuai dengan janjiNya. Masalahnya,  aku aku mau pilih mana,  percaya pada perkataanNya atau fokus pada apa yang terjadi.

Tuhan,  aku mau memilih percaya padaMu sekalipun situsi berbeda. Aku mau memilih percaya pada Tuhan apapun yang terjadi. Amin

Kasongan,  8 Juni 2017
-Mega Menulis-

Wednesday, June 7, 2017

Amsal 16-18, Lukas 7, Amsal 7

Amsal 16:12 (TB)  Melakukan kefasikan adalah kekejian bagi raja, karena takhta menjadi kokoh oleh kebenaran.

Tahta menjadi kokoh oleh kebenaran.
KEBENARAN.
Apakah yang menjadi kebenaranku?
Yesus pernah berkata bahwa Dia lah jalan dan KEBENARAN dan hidup.
Kalau Yesus adalah kebenaranku harusnya aku tetap kokoh dong.

Apapun kondisi yang membuatku gak kokoh alias goyah, berarti saat itu aku gak menjadikan Yesus kebenaranku.
Bagaimana menjadikan Yesus kebenaranku?
Yesus seharusnya menjadi standarku dalam melakukan yang benar,karena Dia lah kebenaran itu.

Amsal 17:14 (TB)  Memulai pertengkaran adalah seperti membuka jalan air; jadi undurlah sebelum perbantahan mulai.

Untuk bertengkar memerlukan paling tidak dua orang yang berbantahan, kalau salah satu menahan diri maka tidak mungkin terjadi perbantahan. Tapi saat perbantahan dimulai pasti pertengkaran susah dihentikan.

Aku belajar diam saat aku melihat sesuatu yang menuju pertengkaran, terutama di dalam hubunganku dengan suamiku. Aku belajar menahan diri dan mendengarkan sebelum aku tahu apa maksudnya, karena kalau aku berbicara padahal belum mengerti pasti susah bagi kami untuk berhenti bertengkar.

Salah seorang om kami pernah memberi nasihat pernikahan yang sampai sekarang belum pernah kami lakukan, tapi sepertinya aku harus mulai melakukannya. Dia bilang,  kalau aku dan suami sedang marahan atau kesal,TULIS SURAT. Kenapa? Karena surat gak bisa dibantah dengan omongan, balasnya pake surat juga. Lagipula kalau menulis surat kita mikir sebelum nulisnya, bukannya seperti ngomong yang keluar tanpa mikir. Terus,yang membuat kita semakin emosi kan bantahan yang disertai nada suara tinggi, nah... Surat mana ada nadanya? ☺️ Masuk akal sih. Baiklah, aku mau coba! 💪

Amsal 7:4 (TB)  Katakanlah kepada hikmat: "Engkaulah saudaraku" dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu,

Saudara dan sanak adalah hubungan karena darah yang begitu kuat dan gak mungkin terputuskan. Mau diakui atau tidak,  saudara ya saudara. Kebayang deh kalau aku harus menyebut hikmat dan pengertian sebagai saudaraku, berarti hubungan kami harusnya seerat itu dong.

Saat ada masalah, saat bersedih,  saat marah, saat kecewa,  saat tergoda berbuat dosa,  saat senang,  saat bosan,  saat malas,  setiap saat... Hikmat dan pengertian gak boleh aku tinggalkan. Dalam segala sesuatu yang aku alami, pengertian dan perkataan hikmat menjadi pertimbanganku dalam melakukan sesuatu.

Mulai bertanya:
Apa yang aku rasakan saat ini?
Malas.
Apa kata hikmat?
Malas adalah saudara perusak. Aku harus rajin seperti semut.
Apa yang aku lakukan seharusnya saat malas?
Mulai bergerak. Lakukan sesuatu yang berguna.
LAKUKAN MEG!💪
Orang yang berhikmat gak sekedar tahu apa yang benar tapi juga melakukan yang benar.

Lukas 7:33-34 (TB)  Karena Yohanes Pembaptis datang, ia tidak makan roti dan tidak minum anggur, dan kamu berkata: Ia kerasukan setan.
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan kamu berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa.

Standar kebenaran orang Farisi dan Ahli Taurat adalah kebenarannya sendiri. Standar mereka bukanlah kebenaran Allah. Standar mereka ganda, mana yang menguntungkan diri mereka sendiri,  itulah yang benar bagi mereka. Bahkan saat orang lain melakukan yang benar pun bila tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan maka akan dianggapnya salah.

Aku gak mau seperti mereka. Aku mau hidup dengan standar kebenaran Tuhan,  apa kata firman Tuhan lah yang benar. Gak peduli berapa banyak orang melakukan, salah ya salah. Dan gak peduli sekalipun gak ada orang yang melakukan, kebenaran tetap kebenaran.  Aku gak mau menghakimi orang lain atas suatu hal yabg salah lalu aku berdiam saat melakukan yang sama.

Tuhan, berikan aku keberanian melakukan yang benar sekalipun orang lain melakukan yang salah. Biarlah firmanMu dan perkataanMu saja yang jadi standarku. Amin

Kasongan, 7 Juni 2017
-Mega Menulis-

Amsal 13-15, Lukas 6, Amsal 6

Amsal 13:24 (TB)  Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

Tadi malam aku dan suami nyaris bertengkar di depan Sara, gara-gara aku marah karena suamiku membentak Sara, maklumlah orang Batak tipis bedanya tegas dan keras. Bagi suamiku, dia sedang mendidik Sara,  suamiku tegas tetapi aku gak tega. Sekali aku menentang suamiku, lalu suamiku menegur kalau kami harus sehati. Awalnya aku gak terima tapi karena aku tahu dia benar, aku diam dan membiarkan suamiku menegur Sara.

Ke depannya kemungkinan akan terjadi lagi seperti ini, suamiku sangat tegas kalau ada yang dirasanya gak sesuai sementara aku gak tegaan. Aku perlu mengingat ayat ini. Kalau aku mengasihi Sara maka kami berdua sebagai orang tua harus sehati, tegas. Tongkat didikan dan disiplin waktu diberikan memang gak enak tapi perlu. Apa jadinya kalau kami lemah sekarang, Sara gak akan tahu mana yang benar.

Amsal 14:17 (TB)  Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Masih teringat kejadian semalam,hahaha.
Bersyukur sekali gak terjadi pertengkaran antara aku dan suami semalam padahal sudah nyaris tuh. Lain kali kalau terjadi hal yang sama aku harus selalu berpikir jernih sebelum marah ke suami. Aku harus ingat kalau suamiku menginginkan yang terbaik juga bagi Sara dan dia ingin mendidik Sara.

BERSABAR.
BERPIKIR dulu sebelum cepat berespon pada tindakan atau perkataan orang lain. Pikirkan yang terbaik supaya gak langsung naik darah dan menimbulkan pertengkaran.

Amsal 6:10 (TB)  "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" —

Suamiku saat menggodaku sewaktu aku beralasan mengantuk saat seharusnya mengerjakan sesuatu akan berkata, "Tidur tuh... Bentar lagi tidur deh dio". Dan aku akan berkata, "Iya bang,  ngantuk banget nih,  gak sanggup lagi aku ngapa-ngapain". Ya gimana gak ngantuk kata suamiku, wong posisinya udah posisi tidur. Coba deh duduk, aktif kerjakan sesuatu. Biasanya aku akan melanjutkan tidurku dengan alasan gak tahan lagi mengantuk.

Mulai sekarang,  saat kantuk menyerang pada saat bukan jam tidur, aku mau menuruti kata suamiku dan Amsal ini, daripada tidur aku akan duduk atau mengerjakan hal lain yang berguna.

Tuhan, tolong aku melawan kemalasanku dan rasa kantukku dengan aktif melakukan sesuatu dan bukannya malahan memilih tidur. Amin

Lukas 6:31 (TB)  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

The Golden Rules.
Easy to say not easy to do.

Saat aku meminta maaf, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Dimaafkan. Gak dihakimi.Gak diungkit lagi kesalahanku.
Lalu kenapa aku masih sulit memaafkan mereka yang meminta maaf malahan aku terus mengungkit kesalahan mereka?

Saat aku berbuat salah, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Dikasih tau apa kesalahanku dengan lembut. Diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku.
Lalu kenapa saat orang lain berbuat salah aku malah kapok berurusan dengan mereka, aku diam atau malah membicarakan kesalahannya dengan orang lain?

Saat aku memerlukan bantuan, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Membantuku tanpa diminta berkali-kali.
Lalu kenapa aku terkadang pura-pura tak melihat sewaktu ada yang memerlukan bantuanku?

Saat aku berbeda pendapat dengan orang lain, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Mendengarkanku. Menerima perbedaan kalau kami gak bisa berpendapat sama. Gak memaksakan pendapatnya.
Lalu, kenapa aku malahan suka memaksakan pendapatku,  beranggapan kalau apa yang kuanggap benar juga harus dianggap benar oleh orang lain?

Kalau aku tahu bagaimana aku ingin diperlakukan, aku harus melakukannya bagi orang lain, semudah itu. Dan sesulit itu #sigh.

Tuhan, tolong aku Tuhan untuk gak hanya menuntut yang terbaik bagaimana diperlakukan. Tolong aku juga untuk melakukannya bagi orang lain. Amin

Kasongan,  6 Juni 2017
-Mega Menulis-

Monday, June 5, 2017

Amsal 10-12, Amsal 5, Lukas 5

Amsal 10:13 (TB)  Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.

Hehehe, kembali diingatkan masalah BERBICARA ini.  Dari awal tahun sampai hari ini tiap hari aku membaca Amsal yang isinya hikmat yang menuntun dalam bersikap dan berkata-kata. Tapiiii...  Aku masih sering gagal dong mengendalikan diriku dalam berkata-kata terutama kalau lagi kesal.

Dengan pertolongan Tuhan,  hari ini aku hanya akan mengucapkan kata-kata yang membangun. Amin

Amsal 11:12 (TB)  Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.

Benar-benar deh, susah sekali mengendalikan mulutku. Hari ini aku mau meledak, rasanya gak tahan menghadapi beberapa orang yang karena kelambanannya merepotkan orang lain. Benar-benar memperlambat pekerjaan orang lain. Saat aku mau memaki, aku ingat kalau saat aku marah gak perlu berbuat dosa. Taruhlah aku benar, tapi apakah aku harus memaki?

Ingat Meg:orang yang pandai berdiam diri. Kalau kamu gak bisa berdiam berarti.... 😂

Amsal 5:2 (BIMK)  supaya engkau tahu bagaimana engkau harus membawa diri dan berbicara sebagai orang yang berpengetahuan.

Orang yang memperhatikan dan mendengarkan hikmat seharusnya terlihat dari : SIKAP DAN CARANYA BERBICARA.
Bagaimana sikap orang yang memiliki hikmat?
1. Dia memiliki integritas, ada keseuaian antara apa yang dia yakini, katakan dan perbuat.
2. Dia tahu bagaimana bersikap dengan bijak dalam berbagai situasi.
3. Dia mengatakan perkataan yang membangun orang lain karena dia tahu dampak kata-katanya.

Sejak awal tahun, setiap hari membaca Amsal dan aku menyadari belum sepenuhnya menjadi orang yang memiliki hikmat,  aku tahu apa yang harus dilakukan tapi aku belum melakukannya. Seharusnya hikmat itu terlihat dari bagaimana aku bersikap dan berbicara. Aku belum bisa mengendalikan sikap dan omonganku saat aku emosi.

Tuhan, biarlah hikmat yang kuterima terlihat dari bagaimana aku bersikap dan berbicara. Jangan biarkan aku mengetahui yang benar tapi gak melakukan. Amin

Lukas 5:10 (TB)  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Penjala ikan 👉 penjala manusia
Perjumpaan dengan Yesus katanya mengubah hidup seseorang tapi secara spesifik bukan hanya berjumpa, kita harus bersedia mengikut Dia.
Hari ini aku merasa kalau Tuhan bicara khusus tentang PERUBAHAN HIDUP.
Perjumpaan dengan Yesus hanya akan menghasilkan perubahan hidup kalau kita mau mengikut Yesus dari dekat. Bukan dari kejauhan.
Kenapa?
Karena hanya dengan mengikut Dia maka  kita melihat Dia dari dekat dan bisa bergaul akrab dengan Dia, mengetahui isi hatiNya,  mengenalnya dan melakukan apa yang Dia lakukan. Saat kita mulai rindu serupa denganNya maka ada perubahan dalam hidup kita.

Tuhan,  aku mau mengikut Engkau. Aku mau serupa dengan Engkau. Amin

Kasongan,  5 Juni 2017
-Mega Menulis-

Amsal 7-9, Amsal 4, Lukas 4

Amsal 9:12 (TB)  Jikalau engkau bijak, kebijakanmu itu bagimu sendiri, jikalau engkau mencemooh, engkau sendirilah orang yang akan menanggungnya.

Terkadang aku mencemooh orang-orang yang mengambil keputusan bodoh atau mengatakan sesuatu yang aku anggap bodoh. Aku menganggap diriku bijak sehingga memandang rendah orang lain. Padahal, bisa jadi aku melakukan lebih banyak hal bodoh dibandingkan orang tersebut. Bahkan sekalipun, nggak pun, kalau aku benar bijak tentu aku sadar kalau mencemooh seseorang gak mendatangkan kebaikan sama sekali.

Aku harus berjaga-jaga dengan apa yang aku pikirkan supaya gak fokus melihat orang lain lalu mencemooh apa yang dilakukannya. Aku harus ingat kalau aku pun pernah bahkan dapat melakukan hal yang lebih bodoh. Lagipula, mencemooh bukanlah cara untuk mengasihi. Kalau aku sibuk mencemooh, aku gak akan punya waktu untuk mengasihi.

Tuhan, seperti Daud, aku minta Engkau yang berjaga-jaga pada pintu bibirku supaya aku gak sembarangan mencemooh orang lain. Tolong aku untuk mengasihi ya Tuhan. Amin

Amsal 4:4 (TB)  aku diajari ayahku, katanya kepadaku: "Biarlah hatimu memegang perkataanku; berpeganglah pada petunjuk-petunjukku, maka engkau akan hidup.

Setelah papaku meninggal maka warisannya yang berharga bukanlah harta tetapi nasehat dan teladannya yang aku ingat. Papaku gak banyak bicara semasa hidupnya tapi ada beberapa nasihatnya yang aku ingat banget.
"Jangan terus membandingkan hidupmu dengan orang lain nak, kalau ngelihat ke bawah terua nanti kamu sombong, kalau ngelihat ke atas​ terus kamu akan selalu ngerasa kekurangan, sudah bersyukur ja dengan yang ada"
"Kalau ada orang yang bisa dibantu ya dibantu aja sekarang, ga usah nunggu kita punya banyak,  kapan kalo nunggu banyak"

Suatu hari nanti kalau aku meninggal pun aku harap bisa meninggalkan warisan berharga buat anak-anakku. Jadi aku akan terus menulis, karena mungkin ada yang gak terkatakan.

Tuhan, berilah aku hikmat dalam berkata-kata dan menulis,  biar apa yang aku lakukan ini jadi warisan berharga buat anak-anakku. Melampaui semua itu, aku mau hidupku memberikan keteladanan ketaatan pada Tuhan. Amin

Lukas 4:4 (TB)  Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."

Ulangan 8:3 (TB)  Jadi Ia merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. 

Manusia hidup dari segala yang difirmankan Tuhan. Aku ada, hidup, bergerak dan bernafas karena firmanNya. Aku harus menghargai firmanNya lebih dari segalanya. Terkadang saat ada kesibukan di kantor dan di rumah banyak keadaan gak terduga seperti anak sakit atau rewel rasanya dah kehabisan energi untuk membaca Firman Tuhan. Tapi firman  Tuhan adalah kekuatan. Aku hidup dari firmanNya. Harus benar-benar mencari firmanNya supaya aku hidup. Bukan sembarang hidup, tapi hidup yang berarti.

Aku mau tetap setia membaca firman Tuhan setiap hari karena aku hidup karena firmanNya. Aku membutuhkan firmanNya.

Kasongan,  4 Juni 2017
-Mega Menulis-

Amsal 4-6, Amsal 3, Lukas 3

Lukas 3:13-14 (TB)  Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."
Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."

Gak peduli pemungut cukai atau pun prajurit kita dipanggil untuk menghasilkan buah dari pertobatan kita dengan berbagai cara yang kita bisa. Setiap kita menempati tempat istimewa dari Tuhan dan kita dapat melakukan yang terbaik yang kita bisa.

Sebagai PNS, aku mau berdisiplin dan jadi teladan. Sulit sekali saat aku lihat orang lain melakukan pekerjaan suka-sukanya,  tapi aku mau belajar gak memandang manusia tapi bagaimana jadi PNS yang menyenangkan hati Tuhan.
Sebagai istri, aku mau belajar tunduk dengan suami dan gak berbantahan.
Sebagai ibu,  aku mau menjadi ibu yang penuh kasih dengan anakku.
Sebagai anak,  aku mau menghubungi mamahku dan memberikan waktu buat ngobrol dan memperhatikan mamah.
Sebagai kakak, aku mau memperhatikan adik-adikku sekalipun sudah gak serumah.

Tuhan, tolong aku supaya hidupku menberikan buah bagi semua kehidupan yang kusentuh, supaya orang lain melihat dan memuliakan Tuhan.AMIN

Amsal 3:31 (TB)  Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,

Susah untuk gak merasa iri dengan orang yang melakukan jahat apalagi saat melihat kok hidupnya baik-baik saja, kok gak ada kelihatannya hukuman yang menimpa dia. Malah kok sepertinya hidup berkelimpahan tanpa masalah.

Hari ini diingatin lagi untuk gak iri dengan orang yang berbuat jahat.
Kenapa?
Karena Tuhan benci perbuatan tersebut.
Ngapain iri dengan hal yang dibenci Tuhan?

Tuhan, aku masih sering iri dengan orang lain, padahal nyata-nyata mereka yang membuatku iri melakukan banyak hal yang Tuhan gak suka dan gak ada gunanya. Ampuni aku Tuhan. Tolong aku Tuhan untuk fokus menyenangkan Tuhan. Amin

Amsal 5:12 (TB)  lalu engkau akan berkata: "Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran;

Menyesali diri sendiri kenapa menolak didikam dan teguran gak akan terjadi kalau aku mau MENDENGAR.
Terkadang aku gak mau mendengarkan karena:
1. Merasa sudah tahu 👉 Gak boleh sombong dan merasa tahu segalanya Meg. Harua bersedia mendengarkan.
2. Yang berbicara adalah orang yang gak punya integritas 👉 Selalu pegang prinsip, nobody's perfect tapi apa yang baik harus didengarkan dan dilakukan.

Tuhan, tolonglah aku untuk mendengarkan dengan baik didikan yang kudapat. Jangan biarkan aku merasa sombong dan memandang manusia sampai gak bisa ditegur. Aku mau mendengarkan supaya gak menyesali dan bilang, "Seandainya aku mendengarkan...". Tolong aku ya Tuhan. Amin.

Amsal 6:20 (TB)  Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu.

Kembali diingatkan untuk gak menyia-nyiakan apa yang aku dengar, walaupun perikop ini khusus bicara tentang perzinahan dan orang tuaku gak pernah khusus membicarakan tentang perzinahan tapi aku benar-benar diingatkan tentang hal MENDENGAR. APA yang aku dengar gak boleh hanya berlalu begitu saja, tapi sungguh harus kuperhatikan dan gak boleh aku sia-siakan.

Kasongan,  3 Juni 2017
-Mega Menulis-

Friday, June 2, 2017

Amsal 1-3, Lukas 2

Lukas 2:52 (TB)  Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Jadi ingat quote "tua itu pasti tetapi dewasa itu pilihan".
Aku bisa bertambah tua tetapi bersikap masih seperti anak-anak.
Aku bisa saja memiliki banyak pengetahuan tapi gak memiliki hikmat.
Aku bisa saja punya hikmat dan menulis tentang hikmat tapi menentang Tuhan.
Allah ingin Yesus menjadi yang sulung bagi kita,Allah kita ingin serupa dengan Kristus. Jadi seharusnya kita:
Makin bertambah besar 👉 Makin bertambah hikmatNya 👉 Makin dikasihi Allah dan manusia.

Bagaimana memiliki hikmat?
Minta sama Tuhan, takut akan Tuhan, cari hikmat dengan buka mata dan telinga lebar-lebar supaya mendapatkan hikmat. Tuhan bilang kalau cari kita akan mendapat kan?
Allah memgasihi itu pasti, tapi di sini dikatakan Yesus juga semakin besar semakin dikasihi manusia.
Bagaimana supaya dikasihi manusia?
Mengasihi seperti Tuhan mengasihi tentu saja. Karena kasih gak pernah gagal,yang terjadi adalah kita yang sering gagal mengasihi.

Tuhan,  aku ingin menjadi serupa dengan Yesus. Tolonglah aku supaya dalam kesempatan yang Tuhan berikan, aku melakukan apa yang Yesus lakukan dalam tempat istimewaku. Amin

Amsal 1:22 (TB)  "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan?

Jangan tinggal dalam keadaan lama!
Tinggalkan manusia lama!
Baca ayat ini aku diingatkan kalau aku adalah ciptaan baru dalam Kristus, seharusnya aku gak melakukan lagi dosa dan kesalahan lama yang aku lakukan. Mengikuti Kristus berarti harus ada perubahan hidup, karena hidup yang aku hidupi sekarang​ adalah milik Kristus.

Aku mau perubahan dalam hidupku sebelum dan sesudah mengikuti Yesus sunguh nyata, aku gak mau mengulang-ulang kesalahanku yang lalu. Aku mau belajar menyukai dan melakukan apa yang Kristus lakukan.

Amsal 2:20 (TB)  Sebab itu tempuhlah jalan orang baik, dan peliharalah jalan-jalan orang benar.

Sebenarnya apakah definisi orang baik?
Apakah definisi orang benar?
Aku pernah mendengar kalimat seperti ini, yang baik belum tentu benar tetapi yang benar pasti baik. Terkadang yang aku anggap baik untuk seseorang belum tentu baik karena baik ngga tuh relatif, tergantung sudut pandang, tergantung banyak hal, sedangkan kebenaran itu mutlak makanya lebih susah menjadi orang benar.
Bagaimana menjadi orang benar?
Lakukan yang benar dong Meg!
Bagaimana melakukan yang benar?
Yesus pernah berkata bahwa Dia lah jalan dan kebenaran dan hidup. Bagi orang percaya, Kristus adalah kebenarannya.

Sekali lagi hari ini aku mendapat rhema untuk melakukan yang Yesus lakukan.
What Would Jesus Do?
Apakah yang akan Yesus lakukan jika Dia berada di tempat istimewaku,lakukanlah itu.

Tuhan, berikan aku hikmat untuk mengetahui apa yang Yesus lakukan kalau berada di tempat istimewaku. Dan berikam aku ketaatan untuk melakukannya.Amin

Amsal 3:3-4 (TB)  Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu,
maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Lukas 2:52 (TB)  Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.

Ternyata rahasia Yesus makin dikasihi dan manusia ada di Amsal 3 ini,  Yesus tidak pernah meninggalkan kasih dan kesetiaan.
Apakah selama ini aku memiliki kasih dan kesetiaan?
Kasih seperti yang di 1 Korintus 13:
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.
Yesus melakukan kasih yang di sini dengan setia lo, makanya semakin besar Dia dikasihi Allah dan manusia.

Tuhan, ajari aku untuk mengasihi dengan setia seperti Yesus. Amin

Palangka Raya,  2 Juni 2017
-Mega Menulis-

Kidung Agung, Amsal 1, Lukas 1

Kidung Agung 2:7 (TB)  Kusumpahi kamu, puteri-puteri Yerusalem, demi kijang-kijang atau demi rusa-rusa betina di padang: jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!

Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya!
Baca bagian ini jadi ingat sewaktu aku dulu dengan seenaknya memberikan hatiku kepada orang lain dengan sembarangan. Aku gak menjaga hatiku sehingga aku berkali-kali patah hati. Gak ada batasan dalam pergaulanku sehingga aku mudah jatuh cinta. Aku punya anak  perempuan sekarang, aku rindu pengalaman burukku gak dialami oleh anakku.

Tuhan, tolong jagai anakku supaya gak mengalami yang dia alami. Biarlah dia jatuh cinta semalam-dalamnya dengan Tuhan sebelum dia bertemu pasangan hidupnya nanti supaya dia tidak sembarangan memberikan hatinya pada orang yang gak jatuh cinta dengan Tuhan juga. Biarlah Tuhan yang pertemukan mereka lada waktu yang Tuhan inginkan Amin

Amsal 1:7 (TB)  Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Baca ayat ini aku terpikirkan 'takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan'  berarti:
1⃣ Kalau mau mendapatkan pengetahuan,  aku harus takut akan Tuhan lebih dulu, karena hikmat dan pengetahuan yang benar hanya berasal dari Tuhan.
2⃣ Percuma mengetahui banyak hal dan memiliki hikmat kalau kita gak takut akan Tuhan.

Aku gak mau hanya sekedar tahu firman Tuhan tapi gak hidup dalam takut akan Tuhan. Aku mau menghormati Tuhan dengan Dia.

Tuhan,  ajari aku untuk takut akan Engkau supaya aku gak sekedar tahu firmanMu tapi juga menaatinya. Amin

Lukas 1:38 (TB)  Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

Ngaku sebagai hamba Tuhan?
Kalau iya, apakah kita sudah punya sikap hati seperti Maria yang bersedia berkata, "Jadilah padaku menurut perkataanmu itu"? Seandainya kehendak Tuhan itu mendatangkan kenyamanan bagi hidup sih gampang aja menerimanya, tapi kalau kejendaknNya membuat hidup kita gak nyaman, apakah kita sanggup seperti Maria?

Kalau dipikir-pikir lagi, pastinya bukan hal yang mudah bagi Maria untuk menerima kehendak Tuhan dalam hidupnya. Aku coba bayangkan kondisinya:
-Maria belum pernah berhubungan badan dengan seorang pria, bagaimana dia bisa hamil. Eh, waktu dibilang dia akan mengandung dari Roh Kudus,  Maria menerima aja. Maria bisa aja gak percaya, tapi dia memilih percaya.
- Taruhlah Maria dah percaya dia bisa hamil tanpa suami tapi hamil tanpa suami tentu bukan hal yang mudah, apa kata orang nanti, terus bagaimana menghidupi anak yang dikandungnya nanti, setelah lahir pun pastinya menanti berbagai kesulitan.  Tapi Maria malah bersedia menerima kehendak Tuhan walau itu gak nyaman baginya.

Kita hanya bisa berkata "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." saat kita benar-benar BERSERAH dan MEMPERCAYAI TUHAN SEPENUHNYA.

Tuhan,  seperti Maria, aku mau mempercayai Engkau sepenuhnya dan menerima kehendakMu meskipun terasa gak nyaman. Tolong aku untuk melihat rencanaMu dan hidup di dalam rencanaMu.amin.

Palangka Raya,  1 Juni 2017
-Mega Menulis-

2 Tawarikh 1, Mazmur 72, Yudas, Amsal 31

2 Tawarikh 1:14-15 (TB)  Salomo mengumpulkan juga kereta-kereta dan orang-orang berkuda, sehingga ia mempunyai seribu empat ratus kereta dan dua belas ribu orang berkuda, yang semuanya ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem.
Raja membuat banyaknya emas dan perak di Yerusalem sama seperti batu, dan banyaknya pohon kayu aras sama seperti pohon ara yang tumbuh di Daerah Bukit.

Ulangan 17:16-17 (TB)  Hanya, janganlah ia memelihara banyak kuda dan janganlah ia mengembalikan bangsa ini ke Mesir untuk mendapat banyak kuda, sebab TUHAN telah berfirman kepadamu: Janganlah sekali-kali kamu kembali melalui jalan ini lagi. 
Juga janganlah ia mempunyai banyak isteri, supaya hatinya jangan menyimpang; emas dan perak pun janganlah ia kumpulkan terlalu banyak.

Speechless pas membandingkan ayat-ayat ini. Di perikop sebelumnya diceritakan kalau Tuhan telah memberikan hikmat dan pengertian yang telah diminta Salomo, Salomo menerima hikmat dan pengertian dari Tuhan tapi kenapa kok Salomo malah melakukan apa yang nyata-nyata dikatakan Tuhan gak boleh?
Apa Salomo gak mempelajari kitab Taurat seperti Daud?
Apa Salomo gak tahu kalau Tuhan gak menyukai apa yang dia lakukan?

Dari hal ini aku belajar:
- Memiliki hikmat dan pengertian mungkin hal yang berbeda dengan ketaatan. Bisa jadi kita tahu suatu hal baik atau buruk, tapi perkara lain lagi untuk memutuskan mana yang kita lakukan.
- Kalau Salomo yang memiliki hikmat dan pengertian saja bisa jatuh dalam dosa, betapa aku harus lebih lagi menjaga diriku.

Aku mikir lagi  mungkin gak sih kalau Salomo tahu juga hukum Taurat, dia tahu tujuan Allah melarang seseorang melakukan ini itu tapi dipikirnya dia gak mungkin jatuh karena hal tersebut makanya dia tetap melakukannya. Eh, ternyata jatuh juga. Kayak nyata-nyata nih Tuhan dah ngelarang punya istri banyak supaya jangan hatinya menyimpang,  Salomo ngerasa dia gak mungkin menyimpang, yo wes lah, dia ngotot punya istri banyak eh.... Beneran deh dia nanti jadi menyimpang.

Mazmur 72:20 (TB)  Sekianlah doa-doa Daud bin Isai.

Baca Mazmur 72 aku diingatkan untuk mendoakan dan mengucapkan berkat untuk pimpinan daerah alias Bupati kami. Aku gak pernah berdoa buat Bupati kami sejak dia terpilih, baru-baru ini dia terlen kasus sehingga harus digantikan oleh wakil bupati kami. Pelantikan belum dilakukan untuk Wakil Bupati yang baru. Nah, baca ayat ini aku jadi mikir,  seandainya aku berdoa dengan sungguh sejak Bupati yang terkena kasus ini diangkat, apakah dia akan tetap terkena kasus juga? Aku gak boleh lupa berdoa untuk kesejahteraan kota di mana Tuhan tempatkan aku. Nah, bagaimana bisa kotaku sejahtera kalau aku gak pernah mendoakan pimpinannya.

Aku mau berdoa buat kepala daerah kami.

Yudas 1:20 (TB)  Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.

Yudas 1:20 (BIMK)  Tetapi kalian, Saudara-saudaraku, binalah terus hidupmu berdasarkan percayamu kepada Yesus Kristus. Imanmu itu sangat suci. Sementara itu berdoalah dengan kuasa Roh Allah,

Bagaimana membangun hidup berdasarkan kepercayaan kepada Kristus?
SEHARUSNYA...
Kristus adalah alasan mengapa aku hidup, bernapas dan berserak.
Dia lah yang membuatku melakukan dan tidak melakukan sesuatu,bukannya keinginanku.
Aku hidup karena Kristus.
Segala yang aku lakukan harusnya karena Kristus, oleh Kristus dan untuk Kristus.
Apa yang aku lakukan mestinya membuatku makin menyerupai Kristus.

Tuhan, Engkau tahu aku aku sering kali gagal dalam membangun imanku berdasarkan kepercayaanku pada Kristus.Aku masih jatuh bangun dalam banyak hal. Aku masih mementingkan hawa nafsuku. Tolong aku Tuhan untuk makin serupa dengan Kristus. Amin

Amsal 31:13 (TB)  Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.

Isteri yang cakap gak sekedar mengerjakan banyak hal dengan tangannya,  ia SENANG bekerja dengan  tangannya. Istri yang cakap gak menganggap pekerjaannya beban. Dia hanya senang bekerja. Beda rasanya mengerjakan sesuatu dengan senang dan nggak. Sesuatu yang senang kita kerjakan akan terasa ringan.

Aku menyadari,  ada beberapa pekerjaan rumah tangga yang gak dengan senang hati aku kerjakan.
Aku gak senang menyetrika.
Aku gak senang bersih-bersih.
Akibatnya aku sering malas-malas waktu mengerjakan kedua hal tersebut. Kalau pun aku kerjakan, sama sekali gak ada rasa senang saat mengerjakannya. Aku ngasal mengerjakannya wong namanya juga terpaksa mengerjakannya.

Aku mau belajar menyenangi kedua pekerjaan itu dengan mencari waktu terbaik mengerjakan kedua hal tersebut. Aku mau mengasihi keluargaku dengan memberikan yang terbaik dan melakukan kedua hal tersebut dengan sukacita.

Tuhan,  tolong aku melakukan segala pekerjaan di rumahku dengan segenap hati seperti untuk Tuhan. Tolongbaku menyenangi segala yang kukerjakan ya Tuhan. Amin

Kasongan, 31 Mei 2017
-Mega Menulis-

1 Raja-Raja 3-4, Amsal 30, Galatia 6

1 Raja-raja 3:13 (TB)  Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.

Luar biasa!
Rupanya kalau kita meminta apa yang Tuhan ingin kita minta,  Dia akan memberikan bonus, hahaha. Gak deng,becanda.
Dari ayat ini aku belajar:
-Penting sekali meminta hal yang tepat pada Tuhan.
Gak kebayang kalau Salomo cuma minta kekayaan atau kekuasaan atau umur panjang, tapi dia gak punya hikmat. Bisa jadi dia menyalahgunakan apa yang dimilikinya. Tapi Tuhan tahu dia dapat dipercaya karena telah memiliki hikmat yang dari Tuhan, makanya Dia dipercaya dengan banyak hal yang bahkan gak dimintanya.
-Tuhan kita adalah Allah yang rindu memberkati kita, tapi persoalannya. Apakah kita siap menerima berkat yang akan dilimpahkanNya. Jadi, kalau Tuhan belum memberikan berkat yang kita inginkan maka kita harus bersedia diproses hingga Dia dapati kita siap.

Galatia 6:9 (TB)  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Bisakah kita bosan berbuat baik? Kok pada ayat ini dikatakan JANGAN JEMU BERBUAT BAIK.
JEMU atau BOSAN terjadi apabila kita terlalu sering melakukan sesuatu,  cepat atau lambat kita bisa mengalaminya, apalagi kalau kita melakukan sesuatu yang gak kita sukai. Berbuat baik itu gak mudah karena saat berbuat baik, kita belajar mendahulukan kepentingan orang lain. Berbuat baik berarti memperhatikan kebutuhan orang lain lalu meresponinya dengan kasih. Bayangkan betapa banyak kebutuhan mereka yang ada di sekeliling kita, kalau kita terus meresponinya, tentu saja kita bisa bosan,bahkan capek melakukannya. Hanya orang kuat yang bisa terus-menerus berbuat baik, kuat fisik, kuat hati, kuat iman, kuat pengharapannya.

Hanya Tuhan yang dapat memberikan kekuatan tersebut, Tuhan saja yang dapat memberikan alasan untuk bertahan. Firman Tuhan berkata kalau pada waktunya kita akan menuai kalau kita gak menjadi lemah,kalau kita terus kuat maka kita akan menuai, itu janji Tuhan.

Tuhan, aku percaya kalau apa yang aku tabur akan aku tuai hasilnya suatu hari nanti. Berikan aku kekuatan ya Tuhan, supaya aku gak capek dan bosan berbuat baik. Jangan biarkan aku iri dengan mereka yang berbuat jahat ya Tuhan. Amin

Amsal 30:26 (TB)  pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

Beberapa kali baca ayat ini, baru hari ini penasaran kayak gimana sih yang namanya pelanduk itu, kok dibilang lemah. Aku coba searching di google dan aku dapati kalau memang pelanduk ini hanyalah hewan menyusui yang ukuran dewasanya hanya sebesar kelinci tapi bentuknya seperti kijang atau rusa. Pelanduk membangun rumahnya di bikit batu untuk melindungi dirinya dari hewan besar lain yang ingin memangsanya. Dipikir-pikir pintar juga ya,  kan susah tu tuh diserang kalau rumahnya di bukit batu.

Dari pelanduk aku belajar kalau aku juga perlu berlindung di bukit batuku. Jadi ingat kalau Daud dalam Mazmurnya beberapa kali berkata kalau Tuhanlah bukit batunya, tempat perlindungannya, kubu pertahanannya.

Aku mau menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya bukit batuku dan tempat perlindunganku. Apapun yang alami aku mau tinggal di dalam Tuhan supaya aku terlindung dari berbagai hal yang gak bisa kuhadapi sendiri.

Tuhan, jadilah bukit batuku. Amin

Kasongan, 30 Mei 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs