.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, June 2, 2017

1 Raja-Raja 3-4, Amsal 30, Galatia 6

1 Raja-raja 3:13 (TB)  Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.

Luar biasa!
Rupanya kalau kita meminta apa yang Tuhan ingin kita minta,  Dia akan memberikan bonus, hahaha. Gak deng,becanda.
Dari ayat ini aku belajar:
-Penting sekali meminta hal yang tepat pada Tuhan.
Gak kebayang kalau Salomo cuma minta kekayaan atau kekuasaan atau umur panjang, tapi dia gak punya hikmat. Bisa jadi dia menyalahgunakan apa yang dimilikinya. Tapi Tuhan tahu dia dapat dipercaya karena telah memiliki hikmat yang dari Tuhan, makanya Dia dipercaya dengan banyak hal yang bahkan gak dimintanya.
-Tuhan kita adalah Allah yang rindu memberkati kita, tapi persoalannya. Apakah kita siap menerima berkat yang akan dilimpahkanNya. Jadi, kalau Tuhan belum memberikan berkat yang kita inginkan maka kita harus bersedia diproses hingga Dia dapati kita siap.

Galatia 6:9 (TB)  Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Bisakah kita bosan berbuat baik? Kok pada ayat ini dikatakan JANGAN JEMU BERBUAT BAIK.
JEMU atau BOSAN terjadi apabila kita terlalu sering melakukan sesuatu,  cepat atau lambat kita bisa mengalaminya, apalagi kalau kita melakukan sesuatu yang gak kita sukai. Berbuat baik itu gak mudah karena saat berbuat baik, kita belajar mendahulukan kepentingan orang lain. Berbuat baik berarti memperhatikan kebutuhan orang lain lalu meresponinya dengan kasih. Bayangkan betapa banyak kebutuhan mereka yang ada di sekeliling kita, kalau kita terus meresponinya, tentu saja kita bisa bosan,bahkan capek melakukannya. Hanya orang kuat yang bisa terus-menerus berbuat baik, kuat fisik, kuat hati, kuat iman, kuat pengharapannya.

Hanya Tuhan yang dapat memberikan kekuatan tersebut, Tuhan saja yang dapat memberikan alasan untuk bertahan. Firman Tuhan berkata kalau pada waktunya kita akan menuai kalau kita gak menjadi lemah,kalau kita terus kuat maka kita akan menuai, itu janji Tuhan.

Tuhan, aku percaya kalau apa yang aku tabur akan aku tuai hasilnya suatu hari nanti. Berikan aku kekuatan ya Tuhan, supaya aku gak capek dan bosan berbuat baik. Jangan biarkan aku iri dengan mereka yang berbuat jahat ya Tuhan. Amin

Amsal 30:26 (TB)  pelanduk, bangsa yang lemah, tetapi yang membuat rumahnya di bukit batu,

Beberapa kali baca ayat ini, baru hari ini penasaran kayak gimana sih yang namanya pelanduk itu, kok dibilang lemah. Aku coba searching di google dan aku dapati kalau memang pelanduk ini hanyalah hewan menyusui yang ukuran dewasanya hanya sebesar kelinci tapi bentuknya seperti kijang atau rusa. Pelanduk membangun rumahnya di bikit batu untuk melindungi dirinya dari hewan besar lain yang ingin memangsanya. Dipikir-pikir pintar juga ya,  kan susah tu tuh diserang kalau rumahnya di bukit batu.

Dari pelanduk aku belajar kalau aku juga perlu berlindung di bukit batuku. Jadi ingat kalau Daud dalam Mazmurnya beberapa kali berkata kalau Tuhanlah bukit batunya, tempat perlindungannya, kubu pertahanannya.

Aku mau menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya bukit batuku dan tempat perlindunganku. Apapun yang alami aku mau tinggal di dalam Tuhan supaya aku terlindung dari berbagai hal yang gak bisa kuhadapi sendiri.

Tuhan, jadilah bukit batuku. Amin

Kasongan, 30 Mei 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs