.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, June 16, 2017

1 Raja-Raja 9, 2 Tawarikh 8, Lukas 15, Amsal 15

1 Raja-raja 9:6 (TB)  Tetapi jika kamu ini dan anak-anakmu berbalik dari pada-Ku dan tidak berpegang pada segala perintah dan ketetapan-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya,

Kalau baca ini sih geleng-geleng, rasanya gak mungkin aku menyembah dewa atau allah lain selain Tuhan. Tapi selagi alu mikir gini, aku diingatkan dua hal:
1. Berhalaku bisa jadi bukanlah patung, dewa atau allah lain. Berhalaku adalah segala sesuatu yang menggeser tempat Tuhan yang utama di hatiku. Berhalaku bisa jadi keluargaku sendiri, diri sendiri,  pekerjaan,  pelayanan, dll.
2.Hati-hati dengan dosa kesombongan
Aku harus senantiasa berdoa dan berjaga-jaga supaya gak jatuh dalam dosa penyembahan berhala atau dosa lain. Kalau Daud yang begitu dekat dengan Tuhan aja bisa jatuh, apalagi aku.

Menjadikan Tuhan yang utama berarti belajar mengasihi Dia dan menaatiNya dengan segenap hati. Setiap saat.

Aku mau Tuhan. Aku mau jadikan Tuhan yang utama di dalam hidupku. Amin

Lukas 15:19 (TB)  aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Seperti anak bungsu, aku melakukan berbagai hal yang membuatku gak layak disebut anak BAPA. Sampai sekarang pun aku masih jatuh bangun dalam banyak hal. Sungguh hanya karena kasih karunia aku boleh menyebut Allah sebagai BAPAku.

Seperti anak bungsu, aku terkadang pergi dari rumah BAPAku karena menganggap di luar lebih baik, padahal tidak ada tempat yang lebih menyenangkan daripada di rumah BAPAku.

Seperti anak bungsu,  seringkali aku pergi jauh dari BAPAku karena menganggap di rumah BAPAku banyak aturan. Aku mau melakukan banyak hal sesukaku. Aku lupa kalau aturan itu pun ada untuk melindungiku.

Tuhan,  terima kasih karena selalu menerima dan menyambutku kembali setiap aku pulang. Aku gak mau lagi pergi jauh darimu ya BAPA. Jangan biarkan aku menjauh dariMu. Amin

Amsal 15:15 (TB)  Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta.

Baca ayat ini seperti bercermin, aku juga seperti di ayat ini, saat ada sesuatu yang menyenangkan terjadi, sepanjang hari itu akan mengubah suasana hatiku. Aku juga akan merasa senang. Begitu juga sebaliknya,  saat ada sesuatu yang buruk atau ada masalah maka akan mempengaruhiku seharian.

Dalam ayat ini dikatakan:
Filipi 4:4 (TB)  Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Kita diminta untuk selalu bersukacita. Sulit sekali kalau begitu. Bagaimana bersukacita kalau keadaan kita gak selalu baik?Sukacita kita seharusnya bukan karena sesuatu terjadi atau tidak terjadi. Sukacitaku harusnya gak bergantung keadaan tapi karena Tuhan yang membuat sukacitaku penuh. Kehadiran Tuhan dalam hidupku seharusnya yang membuatku selalu bersukacita. Dia yang mampukanku bersukacita saat masalah datang karena aku tahu segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia.

Hari ini aku mau bersukacita karena  Tuhan selalu berikanku alasan untuk bersukacita. Di dalam Tuhan sukacitaku penuh.

Terima kasih Tuhan,hanya karenaMu aku aku bersukacita. Amin

Kasongan,  15 Juni 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs