.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, June 7, 2017

Amsal 13-15, Lukas 6, Amsal 6

Amsal 13:24 (TB)  Siapa tidak menggunakan tongkat, benci kepada anaknya; tetapi siapa mengasihi anaknya, menghajar dia pada waktunya.

Tadi malam aku dan suami nyaris bertengkar di depan Sara, gara-gara aku marah karena suamiku membentak Sara, maklumlah orang Batak tipis bedanya tegas dan keras. Bagi suamiku, dia sedang mendidik Sara,  suamiku tegas tetapi aku gak tega. Sekali aku menentang suamiku, lalu suamiku menegur kalau kami harus sehati. Awalnya aku gak terima tapi karena aku tahu dia benar, aku diam dan membiarkan suamiku menegur Sara.

Ke depannya kemungkinan akan terjadi lagi seperti ini, suamiku sangat tegas kalau ada yang dirasanya gak sesuai sementara aku gak tegaan. Aku perlu mengingat ayat ini. Kalau aku mengasihi Sara maka kami berdua sebagai orang tua harus sehati, tegas. Tongkat didikan dan disiplin waktu diberikan memang gak enak tapi perlu. Apa jadinya kalau kami lemah sekarang, Sara gak akan tahu mana yang benar.

Amsal 14:17 (TB)  Siapa lekas naik darah, berlaku bodoh, tetapi orang yang bijaksana, bersabar.

Masih teringat kejadian semalam,hahaha.
Bersyukur sekali gak terjadi pertengkaran antara aku dan suami semalam padahal sudah nyaris tuh. Lain kali kalau terjadi hal yang sama aku harus selalu berpikir jernih sebelum marah ke suami. Aku harus ingat kalau suamiku menginginkan yang terbaik juga bagi Sara dan dia ingin mendidik Sara.

BERSABAR.
BERPIKIR dulu sebelum cepat berespon pada tindakan atau perkataan orang lain. Pikirkan yang terbaik supaya gak langsung naik darah dan menimbulkan pertengkaran.

Amsal 6:10 (TB)  "Tidur sebentar lagi, mengantuk sebentar lagi, melipat tangan sebentar lagi untuk tinggal berbaring" —

Suamiku saat menggodaku sewaktu aku beralasan mengantuk saat seharusnya mengerjakan sesuatu akan berkata, "Tidur tuh... Bentar lagi tidur deh dio". Dan aku akan berkata, "Iya bang,  ngantuk banget nih,  gak sanggup lagi aku ngapa-ngapain". Ya gimana gak ngantuk kata suamiku, wong posisinya udah posisi tidur. Coba deh duduk, aktif kerjakan sesuatu. Biasanya aku akan melanjutkan tidurku dengan alasan gak tahan lagi mengantuk.

Mulai sekarang,  saat kantuk menyerang pada saat bukan jam tidur, aku mau menuruti kata suamiku dan Amsal ini, daripada tidur aku akan duduk atau mengerjakan hal lain yang berguna.

Tuhan, tolong aku melawan kemalasanku dan rasa kantukku dengan aktif melakukan sesuatu dan bukannya malahan memilih tidur. Amin

Lukas 6:31 (TB)  Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

The Golden Rules.
Easy to say not easy to do.

Saat aku meminta maaf, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Dimaafkan. Gak dihakimi.Gak diungkit lagi kesalahanku.
Lalu kenapa aku masih sulit memaafkan mereka yang meminta maaf malahan aku terus mengungkit kesalahan mereka?

Saat aku berbuat salah, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Dikasih tau apa kesalahanku dengan lembut. Diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku.
Lalu kenapa saat orang lain berbuat salah aku malah kapok berurusan dengan mereka, aku diam atau malah membicarakan kesalahannya dengan orang lain?

Saat aku memerlukan bantuan, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Membantuku tanpa diminta berkali-kali.
Lalu kenapa aku terkadang pura-pura tak melihat sewaktu ada yang memerlukan bantuanku?

Saat aku berbeda pendapat dengan orang lain, apa yang aku ingin orang lain lakukan? Mendengarkanku. Menerima perbedaan kalau kami gak bisa berpendapat sama. Gak memaksakan pendapatnya.
Lalu, kenapa aku malahan suka memaksakan pendapatku,  beranggapan kalau apa yang kuanggap benar juga harus dianggap benar oleh orang lain?

Kalau aku tahu bagaimana aku ingin diperlakukan, aku harus melakukannya bagi orang lain, semudah itu. Dan sesulit itu #sigh.

Tuhan, tolong aku Tuhan untuk gak hanya menuntut yang terbaik bagaimana diperlakukan. Tolong aku juga untuk melakukannya bagi orang lain. Amin

Kasongan,  6 Juni 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs