.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, July 4, 2017

2 Raja-raja 1-4, Roma 1, Amsal 1

2 Raja-raja 1:16 (TB)  Berkatalah Elia kepada raja: "Beginilah firman TUHAN: Oleh karena engkau telah mengirim utusan-utusan untuk meminta petunjuk kepada Baal-Zebub, allah di Ekron, seolah-olah tidak ada Allah di Israel untuk ditanyakan firman-Nya, maka sebab itu engkau tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana engkau berbaring, sebab engkau pasti akan mati."

Bodoh sekali Ahazia melakukan ini pikirku,  buat apa dia meminta petunjuk pada allah yang gak dia kenal bukannya kepada Allah yang telah dia kenal perbuatan tanganNya. Pantas saja dia dihukum. Buat apa dia mengandalkan allah yang gak ada kekuatannya.

Nah, selagi aku berpikir demikian, aku berpikir, sudahkah aku benar-benar mengandalkan Tuhan dalam setiap saat dalam hidupku?Belum 😢
Saat aku gak bisa mengandalkan diri sendiri dan  orang lain, Tuhan menjadi jalan terakhirku. Bukannya cari Tuhan duluan tapi saat terdesak baru cari Tuhan. Seakan-akan Tuhan seperti ban serep.

Aku benar-benar harus belajar menjadikan Tuhan yang utama. Pertama-tama Tuhan,  baru orang lain. Hal paling simple,  saat aku ada masalah, tempat curhat pertamaku adalah suami bukannya Tuhan. Harus tobat!! 💪 💪

2 Raja-raja 2:23-24 (TB)  Elisa pergi dari sana ke Betel. Dan sedang ia mendaki, maka keluarlah anak-anak dari kota itu, lalu mencemoohkan dia serta berseru kepadanya: "Naiklah botak, naiklah botak!"
Lalu berpalinglah ia ke belakang, dan ketika ia melihat mereka, dikutuknyalah mereka demi nama TUHAN. Maka keluarlah dua ekor beruang dari hutan, lalu mencabik-cabik dari mereka empat puluh dua orang anak.

Bingung, karena mengejek Elisa maka anak-anak tersebut dikutuk Elisa. Wuih, hukumannya kejam sekali.
👉 Aku harus berhati-hati mendidik anakku supaya berkata-kata dan bersikap dengan bijak. Walaupun masih anak-anak mereka tahu bagaimana memperlakukan orang lain. Dan terlebih penting supaya anakku taat kepada Tuhan.

Amsal 1:32 (TB)  Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya.

Orang yang gak berpengalaman akan dibunuh keengganannya kalau
👉 MALAS BELAJAR
👉 MALAS MENCARI PENGALAMAN
👉 MALAS MENCARI TAHU
Sementara​ orang bebal dibinasakan kelalaiannya. Orang bebal sudah tahu dan sudah pernah mengalami, tapi dia TETAP LENGAH, GAK BELAJAR DARI PENGALAMANNYA.

Kemarin aku merasa aku adalah orang paling bebal. Aku lalai. Sara sudah pernah terjatuh dari tempat tidur mamaku, kemaren kejadian tersebut terulang lagi karena aku lengah. Sara baru saja tertidur, aku dan suami makan di ruang makan karena kami pikir aman, toh dia baru saja tidur, menurut perhitungan kami,  dia gak akan bangun sebelum selesai kami makan. Kenyataannya Sara bangun dan saat kami dengar tangisannya, dia sudah jatuh di bawah tempat tidur. Duh. Bener-bener bebal aku. Seharusnya kami gak pernah meninggalkan Sara sendirian sekalipun sedang tidur. Aku gak akan mengulangi lagi kebodohan ini.

Roma 1:11-12 (TB)  Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu,
yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.

Saat sesama orang percaya bersekutu seharusnya ada penghiburan di sana,  ada iman yang diperkuat melihat pekerjaan Tuhan dinyatakan lewat kehidupan orang lain,  ada sukacita,  ada hati dan jiwa yang semakin kuat. Nah,  saat kita sesama orang percaya bersekutu sudahkah kita merasakan itu semua? Atau, sudahkah kita membawa sukacita, penghiburan dan kekuatan yang dari Tuhan bagi komunitas di mana kita berada?
Bagaimana caranya?
👉 Hidup dengan IMAN.

Kalau aku hidup dengan iman kepada Tuhan maka:
👉  Aku gak gampang mengeluh setiap mengalami masalah, aku akan bersyukur karena Tuhan berikanku banyak alasan untuk bersyukur
👉 Aku gak mengkuatirkan masa depan,  aku tertawa tentang hari depanku karena masa depan sungguh ada dan harapanku gak alan hilang
👉 Aku memperkatakan firman untuk menguatkan kepercayaanku kepada Tuhan
👉 Aku menjalani hidup sesuai dengan FirmanNya sekalipun sulit karena Dia sekali-kali gak akan pernah meninggalkanku.
👉  Aku memilih melakukan yang benar karena kutahu kepada siapa aku percaya, Dia yang akan memampukanku berjalan dalam kebenaran.

Aku mau terus hidup dalam iman supaya hidupku bisa memberikan penghiburan dan penguatan bagi orang lain. Tolong aku ya Tuhan. Amin

Palangka Raya,  1 Juli 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs