.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, July 4, 2017

2 Raja-Raja 12-13, 2 Tawarikh 24, Roma 4, Amsal 4

[2 Raja-raja 12:2 (TB)  Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN seumur hidupnya, selama imam Yoyada mengajar dia.

Ada Imam Yoyada yang mengajar Yoas sehingga ia melakukan apa yang benar di mata Tuhan seumur hidupnya. Ada orang-orang yang berperan dan berpengaruh besar dalam pertumbuhan rohani seseorang.

🔥Aku mau juga ya Tuhan seperti Yoas, melakukan yang benar seumur hidupnya. Aku mau kedapatan menyenangkan Tuhan seumur hidupku.

💡 Aku bersyukur saat mengingat orang-orang yang memberikan pengaruh positif dalam hidupku. Mereka yang hidupnya menginspirasiku untuk semakin dekat dengan Tuhan.

💨 Hari ini aku berdoa buat mereka yang telah mengajar dan mengispirasiku, khususnya dalam hubungan pribadi dengan Tuhan

2 Raja-raja 12:15 (TB)  Mereka kemudian tidak mengadakan perhitungan dengan orang-orang yang diserahi uang itu untuk memberikannya kepada tukang-tukang, sebab mereka bekerja dengan jujur.

Gak terbayang kalau tukang zaman sekarang diserahi uang tanpa perhitungan. Wuihhhh.... Habislah! Sulit mencari tukang yang dapat dipercaya. Kalau gak diawasi saja pekerjaannya asal-asalan,  apalagi masalah uang. Lah, ini di zaman Yoas,  tukang langsung diserahi uang tanpa cek dan ricek,  betapa hebatnya mereka, dapat dipercaya penuh dalam hal keuangan.

Dapatkah aku dipercaya dalam hal keuangan? Bukan hanya dalam keuangan kantor, tapi juga keuangan rumah tangga. Bukan hanya seberapa besar aku membelanjakan uang tetapi juga bagaimana aku cermat dan berbelanja sesuai kebutuhan, gak hanya menuruti keinginan.

💡 Aku masih harus terus belajar mengandalikan diri karena akhir-akhir ini aku suka hunting buku atau mainan untuk Sara. Memang sih Sara perlu, tapi aku harus punya batasan. Harus punya prioritas.

2 Raja-raja 13:4 (TB)  Tetapi kemudian Yoahas memohon belas kasihan TUHAN, dan TUHAN mendengarkan dia, sebab Ia telah melihat, bagaimana beratnya orang Israel ditindas oleh raja Aram.

Tuhan sangat baik dan penuh belas kasihan, Dia masih mau mendengarkan doa mereka. Padahal orang Israel berbuat banyak dosa dan menjauhi Tuhan tapi saat mereka kembali, Dia tetap mengampuni. Berulang kali mereka melakukan itu dan herannya kesabaran Tuhan gak habis.

💡 Tuhan, aku bersyukur buat kesabaran dan pengampunanMu yang gak ada habisnya. Aku gak mau menyia-nyiakan kasihMu ya Tuhan. Amin

Roma 4:18 (TB)  Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."

Bagaimana tuh caranya percaya sekalipun gak ada dasar untuk berharap?
👉 Abraham hanya percaya pada apa yang dikatakan Tuhan. Perkataan Tuhan cukup baginya. Dasar ia percaya hanyalah janji Tuhan.

Sekalipun faktanya dia gak punya anak satu pun saat itu,  sekalipun dia sudah sangat tua, sekalipun Sara sudah mati haid,  sekalipun rahim Sara tertutup.
Dikatakan IMANNYA TIDAK MENJADI LEMAH. DIA TIDAK BIMBANG. IA TETAP MEMULIAKAN TUHAN.

Aku mau belajar dari Abraham yang sekalipun belum menerima apa yang dijanjikan tetapi gak bimbang dan tetap memuliakan Tuhan. Kebayang deh kalau aku dijanjikan sesuatu tapi gak jelas dapatnya kapan, menunggu puluhan tahun gak ditepati, hopeless mungkin.

Amsal 4:10 (TB)  Hai anakku, dengarkanlah dan terimalah perkataanku, supaya tahun hidupmu menjadi banyak.

Bagaimana orang yang mendengar nasihat dan memiliki hikmat memiliki tahun hidup yang banyak?  Kurasa ini bukan sekedar bicara tentang berumur panjang atau nggak, tetapi lebih kepada bagaimana orang yang berhikmat menghargai hidup. Dia bijaksana dalam menjalani hidupnya dan melakukan hal yang berguna setiap harinya, sehingga gak ada waktu yang terlewat dengan sia-sia, tentu saja banyak hal dapat dilakukan. Bandingkan dengan mereka yang sembarangan menggunakan waktu hidupnya, tentu saja banyak hal sia-sia yang dilakukan.

Bagaimana supaya aku gak melakukan hal yang sia-sia?
👉 Gak main games di HP saat di rumah.
👉 Selesaikan pekerjaan di kantor sebelum mengerjakan yang lain. Gak menunda-nunda pekerjaan.
👉 Selesaikan pekerjaan di rumah sebelum main hp/medsos.

Kasongan,  4 Juli 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs