.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, July 11, 2017

Amos 6-9, Roma 11, Amsal 11

Amos 6:1 (TB)  "Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang!

Perikop ini berjudul rasa tenteram yang palsu.  Ayat ini berkata celakalah orang-orang yang merasa aman dan tenteram di Sion, gunung Samaria. Tuhan ingatkan aku kalau yang membuat aku merasa tenteram seharusnya bukannya dimana aku berada, atau berapa banyak uang dan harta yang aku miliki,  atau siapa yang bersamaku.

Seharusnya,  yang membuat aku tenteram adalah kehadiran Tuhan dalam hidupku. Karena aku percaya sepenuhnya pada Tuhan. Artinya,  sekalipun aku gak punya uang,  sekalipun karirku gak menanjak,  sekalipun aku sedang mengalami masalah,  aku bisa tetap merasa aman dan tenteram karena aku tahu Tuhan bersamaku. Gak ada sesuatupun yang terjadi dalam hidupku tanpa sepengetahuannya. Aku bisa tetap tenang karena aku mempercayaiNya sepenuhnya.

Amos 7:14-15 (TB)  Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.
Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.

Aku belajar dari Amos, saat Tuhan memanggilku melakukan sesuatu,  aku perlu belajar tunduk dan taat. Aku gak perlu mencari alasan karena adalah suatu sukacita bisa melayani Tuhan. Aku teringat bertahun-tahun yang lalu aku menolak saat ditawari menjadi guru SHM,  aku merasa bukan di situ panggilanku. Aku gak punya basic pelayanan anak-anak. Aku banyak beralasan. Padahal kalau Tuhan panggil, pasti Tuhan mampukan aku.

Roma 11:36 (TB)  Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

Segala sesuatu diciptakan dari Tuhan,  dan oleh Tuhan,  dan kepada Tuhan. Untuk mendatangkan kemuliaan bagi Dia selama-lamanya.  Termasuk aku. Kamu.  Dan semua ciptaan yang lain. Aku diciptakan untuk memuliakan Dia. Dalam segala sesuatu yang aku alami aku dapat memuliakan Dia, pertanyaannya hanya aku mau atau nggak.

Marah.
Bagaimana saat aku marah tetap memuliakan Tuhan? Marah kepada orang yang tepat, saat yang tepat, cara yang tepat. Gak marah dengan merusak tapi menyampaikan dengan cara yang benar. Marah yang gak membuat diriku ke dalam dosa. Marah yang bisa dikendalikan dan gak berlama-lama.

Sedih.
Bagaimana aku mengungkapkan kesedihanku dengan tetap memuliakan Tuhan? Datang kepada Tuhan dan menyatakan kesedihan dengan jujur, terbuka di hadapanNya dan membiarkan Allah sendiri yang menghiburku. Menjadi semakin kuat di dalam kasih karuniaNya sehingga bisa menolong mereka yang juga dilanda kesedihan.

Dalam segala suka dukaku,  aku dapat memuliakan Tuhan. Tergantung bagaimana aku meresponinya. Apakah aku mau tetap berada di dalam Dia dan fokus padaNya. Mencari tahu dan mengusahakan Dia dimuliakan dalam segala sesuatu yang aku alami atau aku mau fokus ke diri sendiri.

👉 Tuhan, aku mau memuliakan Engkau di setiap waktu dan keadaan. Amin

Amsal 11:28 (TB)  Siapa mempercayakan diri kepada kekayaannya akan jatuh; tetapi orang benar akan tumbuh seperti daun muda.

I feel that!
Aku bukan yang banyak uang banget, lol. Tapi aku pernah ngerasai kalau punya saldo minimal XXX di bank tu rasanya aman. Aku pernah baca buku yang intinya bilang, paling ngga kita punya simpanan darurat sekian kali gaji maka kita bisa tenang. Maksudnya kalau terjadi apa-apa dalam hidupku dah ada uang simpanan untuk keadaan darurat itu. Nah lo! Parah kan!? Seolah-olah yang bikin aku ngerasa AMAN cuma duit, padahal apa artinya punya duit banyak kalau Tuhan gak beserta.

Biar punya duit banyak tapi penyakitan mana enak. Biar harta segabang tapi anak-anak gak hidup benar, apa bisa kita tenang. Kasih karunia Tuhan saja yang membuat hidup kita aman, bukan harta. Tuhan sanggup berikan damai sejahtera yang melampaui segala akal sekalipun di tengah badai tanpa harta. Percayakan kepada Tuhan seluruh hidupmu Meg. Jangan berasa aman karena punya duit senilai XXX.

Kasongan,  11 Juli 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs