.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, July 12, 2017

Saat ATM Hilang

Tanggal  8 Juli 2017, malam Minggu, bersemangat aku mengajak suamiku ke ATM,”Kata orang kantor gaji 13 sudah keluar”, kataku dengan girang. Ya, kami sudah punya bayangan mau diapakan itu gaji 13, kebayang dong senangnya yang dinanti datang juga. Sesampainya di ATM, kubuka dompetku dan kebingungan, kartu ATM ku gak ada. Duh...Gimana ini, aku periksa berulang kali pun gak ada. Kucoba mengingat terakhir kali aku pakai, tanggal 3 Juli 2017, sudah selama itu dan aku baru sadar ATM gak ada. Parah. Parah. Kutelpon nomor call center Bank Kalteng untuk memblokir ATMku. Gak bisa dihubungi. Gak tahu kenapa. Aku panik. Kucoba menghubungi beberapa teman yang kutahu kerja di Bank Kalteng dan yang suaminya di Bank Kalteng, di Kasongan, di Palangka Raya, di Pulang Pisau. Syukurlah ada yang merespon. Makasih ya Karolina Nusita, Desi Yubilate, Kaharap, dan Adi Putro sudah merespon. Done.  Bahkan saat salah seorang teman itu mengecek, uangnya masih aman. Fiuh....Lega. Tapi batal deh make gaji  13 hari itu. Huhuhuhu.

Hari Senin pagi aku sudah nangkring di Bank melaporkan ATMku yang hilang. Untuk membuat ATM baru perlu waktu 2 minggu dan aku harus minta surat keterangan hilang di kantor polisi. Dua minggu bo! Pedih banget dengernya, aku tanya dong ke CS, bagaimana kalau aku kalo mau narik duit, aje gile 2 minggu. Langsung saja ke teller. Yo wes, aku menulis slip penarikan dan mengantri. Ternyata dongggg...Untuk mengambil uang harus bawa buku tabungan sementara aku sudah gak tahu buku tabungan di mana (maklum, selalu make kartu ATM, jadi gak ingat lagi di mana itu buku). Puji Tuhan, tellernya tetanggaku di Palangka Raya dulu dan berhubung sudah kenal banget dan itu rekening memang atas namaku, aku bisa narik uangku. Katanya kalau buat laporan kehilangan sekalian saja buku tabungannya. Oke.

Perjalanan lanjut ke kantor polisi. Rupanya untuk membuat surat kehilangan ATM dan buku tabungan harus ada surat dari bank yang menyatakan kalau nomor rekening itu atas namaku. Walah. Mosok balik lagi ke bank. Kapan beresnya ini urusan. Puji Tuhan, polisinya masih keluarga. LOL. Aku juga baru tahu dia di kantor polisi situ. Aku diperbolehkan membawa surat kehilangan dari kantor polisi dan surat keterangan dari bank menyusul. Horeee...\(“,)/

Dengan PD aku membawa surat keterangan kehilangan dari kepolisian ke bank. Aku diminta mengisi permohonan membuat ATM baru. Gampang....Tinggal ngisi to? Eh, ternyata perlu materai. Harus cari materai di luar bank karena bank gak menyediakan,menjual pun nggak. Sudah males saja rasanya ngurus, hayati lelah bang. Tahu-tahu muncul seorang temanku yang bekerja di bank itu, aku bertanya ada materai gak, dan materai pun diberikan. Urusan beres sebelum jam makan siang (aku izin hari itu di kantor). Akhirnyaaa....

Orang lain boleh bilang kalau apa yang aku alami kebetulan. Tapi secara Matematika berapa peluang ada ‘tangan ajaib’ di SETIAP aku berurusan hari itu? Kalau dihitung pasti peluangnya kecil sekali. Cuma bisa bilang,”Terima kasih Tuhan buat campur tanganMu”. ATMku hilang karena kecerobohanku tapi pada akhirnya firmanNya benar dan amin. Dia sungguh turut bekerja dalam segala hal untuk mendatangkan kebaikan. ATMku hilang dan aku melihat campur tanganNya sepanjang hari. Tuhan sungguh baik.

Kasongan, 12 Juli 2017


-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs