.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, July 24, 2017

Yesaya 31-34, Amsal 22, Pengkhotbah 6

Yesaya 32:17 (TB)  Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Kebenaran 👉 Damai sejahtera
Kebenaran 👉 Ketenangan dan ketenteraman

Yesus pernah berkata : "Akulah  jalan dan kebenaran dan hidup...."
Yesus adalah kebenaran itu sendiri.
Di mana ada Yesus maka ada damai sejahtera, ketenangan dan ketenteraman.
Pertanyaannya, apakah ada Yesus di dalamku? Kalau iya, kenapa aku sering kuatir akan banyak hal. Kenapa aku gak merasakan kepuasan dalam hidupku. Ketenteraman dan ketenangan menghadapi hidup hanya akan kurasakan kalau Yesus yang bertahta atasku, bukannya kehendakku.

Yesaya 33:15-16 (TB)  Orang yang hidup dalam kebenaran, yang berbicara dengan jujur, yang menolak untung hasil pemerasan, yang mengebaskan tangannya, supaya jangan menerima suap, yang menutup telinganya, supaya jangan mendengarkan rencana penumpahan darah, yang menutup matanya, supaya jangan melihat kejahatan,
dialah seperti orang yang tinggal aman di tempat-tempat tinggi, bentengnya ialah kubu di atas bukit batu; rotinya disediakan air minumnya terjamin.

💡 Baca ayat-ayat ini dan aku teringat Pak Ahok.
🙏 Berdoa buat Pak Ahok dan keluarganya.

Pengkhotbah 6:7 (TB)  Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya, namun keinginannya tidak terpuaskan.

Aku sedang di Palangka Raya, tempat mamahku. Dari kemarin sudah ngebayangin kalau di Palangka Raya mau makan ini itu karena di sini emang makanan banyak yang enak-enak,kalau sudah di sini aku bisa lupa diri dan jajan melulu. Kayak gak kenal kenyang aja. Kalau dipikir-pikir konyol juga. Gak puas hanya makan satu jenis makanan di satu waktu. Parah.

Kenapa keinginan gak terpuaskan?
👉  Nafsu gak kenal kata cukup, beda dengan kebutuhan
Di sini pentingnya PENGENDALIAN DIRI.

💡 Walaupun berat, selama di Palangka Raya minggu ini aku gak akan jajan di luar.

Amsal 22:3 (TB)  Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.

Orang bijak TAHU apa yang harus dilakukan saat menghadapi situasi tertentu dan dia MELAKUKANNYA. Orang bijak MENGENALI masalah dan MENGHINDARINYA.
Apa yang menjadi masalah bagiku? Godaan terbesarku? MAKANAN, huhuhu.
Bagi orang lain mungkin konyol, tapi gak mudah mengendalikan nafsu makan apalagi kalau sudah bertemu yang aku suka... Selain MENGHINDAR, aku juga diingatkan untuk MENGENDALIKAN DIRI. Karena pasti ada saatnya aku gak bisa menghindar, aku gak selalu bisa menghindar.
❓  Apakah aku memuliakan Tuhan lewat makanku?
Kalau nggak,  STOP!!!!

Palangka Raya,  22 Juli 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs