.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, August 9, 2017

Yeremia 7-9, Wahyu 8, Amsal 8

Yeremia 7:3 (TB)  Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, maka Aku mau diam bersama-sama kamu di tempat ini.

Tuhan ingin orang Israel memperbaiki tingkah laku dan perbuatannya.  Dia ingin mereka hidup dalam kekudusan supaya Dia diam bersama mereka. Kenapa? Karena Allah itu kudus. Logika aja, misalkan kita ni hidup kudus, semua perintah Tuhan kita turutin, orang baik-baik lah pokoknya, tiba-tiba harus tinggal serumah dengan pencuri, pembunuh, pemerkosa, pendusta, dll yang kita tahu belum bertobat. Sanggupkah kita? Kalau dipaksa mungkin sanggup. Tapi, maukah kita? Kalau kita aja gak mau, wajar dong kalau Tuhan gak mau rumahNya diisi orang seperti ini.

Merenungkan ini, aku jadi bersyukur karena Tuhan mau tinggal di dalam diriku. Aku adalah baitnya Tuhan. Roh Allah tinggal di dalamku, berarti aku harus senantiasa hidup kudus supaya Dia senang tinggal di dalamku.

Yeremia 8:5-6 (TB)  Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali.
Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran.

Bangsa Israel disebut sebagai bangsa yang terus berpaling, menipu,  gak mau kembali pada Tuhan dan menolak untuk kembali. Jangan sampai aku melakukan hal tersebut. Jangan mengulangi kesalahan Israel.
- Berpaling terus-menerus ✖️ FOKUS PADA TUHAN
- Berpegang pada tipu ✖️ JUJUR
- Menolak untuk kembali ✖️ KEMBALI PADA TUHAN
- Tidak menyesal dengan kejahatan mereka ✖️ BERTOBAT

Yeremia 9:24 (TB)  tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN."

Baca ayat ini jadi ingat lagu dengan syairnya:
Dan ku ingin mengenalMu Tuhan, lebih dalam dari semua yang kukenal
Tiada kasih yang melebihiMu, ku ada untuk menjadi penyembahMu.

Aku diciptakan untuk menjadi PENYEMBAH.
DAN untuk menjadi penyembah Tuhan, aku harus mengenal Dia yang kusembah supaya  aku menyembah Tuhan dalam kebenaran, bukan menyembah Allah sesuai imajinasiku, bukan Allah yang sesuai keinginanku. Tapi sungguh-sungguh Allah dengan segala karakterNya. Memang menyenangkan mengenal Allah yang adalah kasih, tapi aku gak boleh lupa kalau Allah juga adalah Allah yang adil dan benar. Dia ingin aku pun hidup dalam kasih dan kebenaran, dengan adil Dia juga menghukum mereka yang bersalah.

Wahyu 8:1-13

Begitu keempat sangkakala ditiup, yang terjadi sangat mengerikan:
- 1/3 dari bumi dan pohon yang ada terbakar, semua rumput hijau hangus
- 1/3 dari laut menjadi darah
- 1/3 makhluk laut mati dan 1/3 kapal binasa
- 1/3 dari sungai dan mata air ditimpa bintang besar
- 1/3 bulan, 1/3 matahari,  1/3 bintang menjadi gelap

Selama ini, aku gak pernah bersyukur ke Tuhan untuk alam ini, aku menerima dengan biasa saja adanya matahari, bulan, bintang-bintang, sungai, laut, makhluk laut, pohon dan rumput yang ada seolah-olah itu memang harus ada dan selalu ada. Aku lupa kalau semuanya ada dan terpelihara baik hanya karena kebaikan Tuhan. Ada tangan Tuhan yang membuat semuanya selalu baik. Membayangkan kalau semuanya terjadi seperti di pasal ini, huaaa....bagaimana kehidupan di bumi bisa berlangsung kalau seperti ini.

🙏 Tuhan, terima kasih karena setiap hari Tuhan masih berikan alam yang hijau. Terima kasih karena matahari masih bersinar dengan indah. Terima kasih buat laut, sungai dan mata air yang memberikan penghidupan bagi banyak orang. Terima kasih Tuhan karena tempat tinggal kami sungguh baik adanya. Terima kasih buat pemeliharaanMu atas hidup kami melalui lingkungan kami. Amin.

Amsal 8:11 (TB)  Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apa pun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.

Bagaimana beroleh hikmat? Salah satunya dengan baca buku 📖 Banyak buku di rumah tapi aku sudah lama banget gak baca buku. Gak ada waktu rasanya #sigh. Pekerjaan di rumah dan kantor menyita waktuku, kalau sudah di rumah gak ngapa-ngapain maunya spending time dengan anak dan suami atau malahan tidur aja. Pernah coba baca buku eh malah ketiduran. Padahal buku adalah salah satu sumber hikmat.

👉 Aku mau baca minimal 1 buku setiap bulan.

Kasongan,  8 Agustus 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs