.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, March 19, 2017

Ulangan 28-29, Amos 2, Amsal 19

Ulangan 28-29

Ulangan 28:1-2 (TB)  "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu:

Berkat Tuhan luar biasa melimpah bagi mereka yang:

1.MENDENGARKAN TUHAN
Mendengarkan Tuhan berarti MEMILIH memperhatikan perkataan Tuhan dibandingkan perkataan dunia lalu MENAATI  apapun yang Tuhan inginkan untuk dilakukan.

Bagaimana aku mendengarkan Tuhan?
Selalu menyediakan waktu setiap hari untuk duduk diam dan merenungkan firman Tuhan lalu MENGAPLIKASIKANNYA👉Jadi PELAKU FIRMAN.
Bukan mendengarkan Tuhan kalau pada akhirnya aku gak menjadi pelaku firmanNya.

Aku mau menjadi pelaku firman ya Tuhan. Aku mau diberkati Tuhan di manapun aku berada.

2.MELAKUKAN DENGAN SETIA PERINTAH TUHAN

Setia berarti GAK MENYIMPANG HATI,  tetap berpaut pada perintahNya apapu  yang terjadi,  bukannya kadang setia kadang ngga,  kadang taat kadang ngga,  kadang nurut Tuhan kadang berontak. Kesetiaan teruji dengan waktu.

Bagaimana setia dengan perintah Tuhan?
SELALU memilih untuk menaati Tuhan dan berkata ya pada perintahNya,  gak mencari alasan untuk gak taat,  memprioritaskan melakukan kehendak Tuhan dibandingkan keinginan sendiri.

Aku sadar aku masih jauh dari kata SETIA ini,  tapi aku mau berjuang untuk setia. Dimulai dari hal kecil,  aku berkomitmen untuk saat teduh setiap hari supaya aku bisa mendengarkan Tuhan setiap hari. Gimana aku bisa setia​ dengan perintahNya kalau aku gak menyediakan waktu untuk mendengarkan perintahNya.  Aku mau melakukannya setiap hari dan gak beralasan.  Aku mau mencari cara untuk tetap setia dengan komitmenku.

Tuhan,  tolong aku, aku mau mendengarkan Tuhan setiap hari. Mampukan aku untuk memprioritaskan Tuhan. Aku gak mau mendapat yang baik dan kehilangan yang terbaik. Amin

Ulangan 28:15 (TB)  "Tetapi jika engkau tidak mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan tidak melakukan dengan setia segala perintah dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka segala kutuk ini akan datang kepadamu dan mencapai engkau:

Gak terbayangkan ada seseorang yang dikutuk seperti ini dan diberkati luar biasa pada perikop sebelumnya. Gak ada area abu-abu di dalam Tuhan. Tuhan memberikan kehendak bebas bagi kita,  mau hidup diberkati atau terkutuk.  Setiap kita punya pilihan. Manakah yang kita pilih?

Amos 2

Amos 2:4 (TB)  Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya,

Tuhan akan menghukum Yehuda karena menolak hukum Tuhan dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya.
Bagaimana di zaman sekarang aku menolak hukum Tuhan??
1.Gak mau melakukan Firman Tuhan.
2.Melakukan apa yang dilarang Tuhan.
Aku belum sepenuhnya melakukan firman Tuhan. Terkadang masih beralasan.
JANGAN MENOLAK HUKUM TUHAN MEG!
Segera cari cara untuk melakukan firman Tuhan yang kamu dengar. Jangan cuma jadi pembaca firman tapi jadi pelaku firman.

Tuhan, aku gak mau lagi menolak firmanMu, aku mau jadi pelaku firmanMu. Amin.

Amsal 19

Amsal 19:24 (TB)  Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut.

Ternyata salah satu ciri orang malas adalah TIDAK MENYELESAIKAN APA YANG DIKERJAKANNYA.

Tadi pagi aku baca Amsal 19 dan belum merenungkannya karena mau ibadah Minggu di gereja.  Pulang​ dari gereja aku masak sambil mencuci pakaian, sementara suamiku menjaga Sara. Masakan selesai,  kami makan sementara cucian belum selesai,  sudah jam makan. Makan selesai,  aku melanjutkan mencuci. Lalu aku lihat ternyata suami tertidur bersama Sara.  Enaknyaaaa...  PIKIRKU. Akhirnya,  aku meninggalkan pakaian yang harus dikeringkan di mesin cuci dong dan ikutan tidur. Padahal tinggal ngeringkan dan jemur  doang dong. Aku bangun dari tidur malah mainan hp,  baca Amsal dan ketampar-tampar baca ayat di atas. Kena banget 😢 Tobaatttt!!!

Mau lanjut ngerjain, eh... Suamiku dah ngelanjutin kerjaanku. Jreng! Makin nyadar, kebalikannya aku,  suamiku kalo dah ngerjakan sesuatu emang dikerjain sampai selesai. Aku sering kayak gitu, menunda-nunda menyelesaikan pekerjaanku. Ini ternyata ciri pemalas. Aku gak mau lagi menunda-nunda pekerjaan.

Kasongan, 19 Maret 2017
-Mega Menulis-

Ulangan 24-27, Amos 1, Amsal 18

Ulangan  24-27

Ulangan 24:1 (TB)  "Apabila seseorang mengambil seorang perempuan dan menjadi suaminya, dan jika kemudian ia tidak menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya ke tangan perempuan itu, sesudah itu menyuruh dia pergi dari rumahnya,

Aku membaca ayat di atas pada aplikasi dan ada tautan ke ayat ini:

Matius 19:7-8 (TB)  Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

Aku belajar kalau kepada orang-orang yang gak mau mengikuti kehendak Tuhan, maka Tuhan akan berkata," Kalau begitu, jadilah kehendakMu".Tuhan gak mau memaksakan kehendakNya,  segala peraturan yang dibuatNya untuk melindungi umatNya dan ada maksudnya maka kalau umatNya gak mau menaati Dia maka Tuhan membiarkan mereka melakukannya dan menanggung sendiri akibat ketidaktaan mereka. Supaya mereka melihat dan belajar sendiri akibat ketidaktaan mereka dan dari sini belajar menaati Tuhan.

Terkadang aku melakukan kesalahan dan baru kapok setelah ada konsekuensi buruk yang harus aku tanggung lalu aku berhenti melakukannya atau terkadang gak kapok-kapok,  padahal sudah jelas-jelas Tuhan bilang gak boleh. Aku mau bertobat.

Ulangan 24:9 (TB)  Ingatlah apa yang dilakukan TUHAN, Allahmu, kepada Miryam pada waktu perjalananmu keluar dari Mesir. 

Gak boleh seperti Miryam yang iri hati pada Musa lalu mengata-ngatai orang yang diberkati Tuhan menjadi pemimpin. Aku harus belajar menjaga hati dan mulutku.

Ulangan 24:10 (TB)  Apabila engkau meminjamkan sesuatu kepada sesamamu, janganlah engkau masuk ke rumahnya untuk mengambil gadai dari padanya.

Aku diingatkan untuk menolong orang lain dengan ketulusan. Aku teringat pengalamanku sendiri,  ada seorang teman yang meminjam uang karena perlu,  aku pinjamkan dong karena mau nolong. Ternyata lamaaaaa... Banget gak dibalikin. Kesel kan jadinya. Sejak itu aku gak mau meminjamkan dalam jumlah besar daripada aku kesal dan berbuat dosa(ngedumel,  misah-misuh,  dll) ,  kalau aku mau nolong lebih baik aku pinjamkan dengan nominal yang memang aku rela untuk diberikan, jadi biarpun gak balik pun gak papa (karena gak semua orang mau diberikan). Aku mau menolong tulus dan gak ngarepin kembali.

Ulangan 24:14 (TB)  Janganlah engkau memeras pekerja harian yang miskin dan menderita, baik ia saudaramu maupun seorang asing yang ada di negerimu, di dalam tempatmu.

Aku belajar supaya gak mengambil hak orang lain. Aku harus memberikan apa yang menjadi haknya. Karena Tuhan memperhatikan apa yang terjadi.

Ulangan 25:2-3 (TB)  maka jika orang yang bersalah itu layak dipukul, haruslah hakim menyuruh dia meniarap dan menyuruh orang memukuli dia di depannya dengan sejumlah dera setimpal dengan kesalahannya.Empat puluh kali harus orang itu dipukuli, jangan lebih; supaya jangan saudaramu menjadi rendah di matamu, apabila ia dipukul lebih banyak lagi.

Ayat di atas aku baca di aplikasi dan ada tautan ayat ini:
2 Korintus 11:24 (TB)  Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan

Ayat di Korintus bicara tentang apa yang dialami Paulus. Orang Yahudi melakukan hukum taurat kepada Paulus sehingga mereka memukulnya kurang dari 40 kali,  PADAHAL Paulus tidak melakukan kesalahan yang membuatnya harus menanggung itu.

Aku diingatkan kalau aku gak boleh memilih-milih dalam menaati Tuhan,melakukan satu bagian lalu mengabaikan yang lain, atau hanya melakukan yang nyaman buatku.

Ulangan 25:15-16 (TB)  Haruslah ada padamu batu timbangan yang utuh dan tepat; haruslah ada padamu efa yang utuh dan tepat — supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.
Sebab setiap orang yang melakukan hal yang demikian, setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Harus adil. Gak boleh curang dalam hal kecil sekalipun.  Tuhan gak suka saat kita melakukan ketidakadilan. Karena Ia adalah Allah yang adil maka Ia ingin kita juga adil dalam hidup.

Amos 1

Amos 1:1 (TB)  Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.

Amos adalah peternak domba dan Tuhan mau pakai dia. DAN AMOS TAAT. Bisa aja kan dia ngeles karena dia bukan hamba Tuhan, tapi ngga tuh,  dia tetap taat. Aku diingatkan lagi untuk menaati Tuhan dan gak banyak alasan saat Tuhan​ panggil aku untuk melakukan sesuatu.

Dikatakan dua tahun sebelum gempa bumi, Tuhan panggil Amos untuk mengatakan isi hatinya. Isi nubuatan Amos adalah tentang hukuman yang akan diterima oleh bangsa-bangsa yang melakukan kejahatan. Kita tahu seperti halnya Niniwe yang bertobat saat Yunus mengatakan hukuman Tuhan yang akan datang, pertobatan terjadi. Nah,  Amos menyampaikan isi hati Tuhan supaya yang mendengarnya berbalik kepada Tuhan. Kita gak tahu berapa orang yang bertobat setelah mendengarkan Amos. Kita gak tahu adakah mereka yang menjadi korban gempa bumi tersebut tanpa sempat bertobat. Kita gak tahu masa depan,tapi cerita ini mengingatkanku untuk gak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan. Selagi ada hari ini,  aku harus hidup dalam ketaatan sama Tuhan, siapa yang tahu apa yang terjadi besok.

Amsal  18

Amsal 18:21 (TB)  Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

Lidah punya kuasa yang sangat besar bahkan sampai dibilang hidup dan mati dikuasai lidah!!! Wowww.
Hari ini Tuhan ingatkan aku untuk memilih,  mau kupakai apa lidahku?
Membawa kehidupan atau kematian?
Ini bukan kematian dan kehidupan secara fisik yang dimaksud,  lebih tepatnya kematian secara jiwa dan roh

Kata-kata yang diucapkan lidahku seharusnya membawa KEHIDUPAN bagi yang mendengarnya,  memberikan semangat,  pengharapan,  iman,  mendorong dalam kasih,  memotivasi seseorang untuk menjalani hidup yang diberikan. Aku harus lebih sering mengucapkan perkataan yang demikian.

Aku harus lebih sering memperkatakan firman Tuhan. Karena nyata benar, firman Tuhan saja yang gak pernah gagal memberikan KEHIDUPAN bagi yang mendengarnya.

Tuhan, tolong aku supaya lebih banyak memperkatkan firman Tuhan. Aku gak mengucapkan perkataan yang sia-sia, aku mau setiap orang yang mendengar apa yang aku ucapkan beroleh kehidupan. Mampukan aku ya Tuhan. Amin

Kasongan,  18 Maret 2017
-Mega Menulis-

Ulangan 21-23, Yoel 3, Amsal 17

Ulangan 21-23

Aku belajar kalau:
-Sebagai orang tua,  aku bertanggung jawab mendidik dan mendisiplin anakku.
-Ulangan 21:23 (TB)  maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu." 
Tuhan Yesus rela menanggung kutuk demi manusia T-T Tuhan, terima kasih sudah mau melakukan ini buatku. Terima kasih sudah mati buatku sehingga aku hidup. Aku mau hidup untukMu. Amin
-Aku gak boleh cuek dengan sesamaku dan pura-pura  gak tahu saat dia ada masalah,  melainkan harua mau menolong meskipun harus berkorban.
-Tuhan melindungi sebuah perkawinan. Dia menetapkan berbagai peraturan untuk melindungi kekudusan perkawinan.
-Aku harus serius melakukan apa yang kujanjikan pada Tuhan jadi aku gak boleh sembarangan berjanji.
-Sebenarnya banyak peraturan Tuhan di zaman dulu yang aku gak mengerti tapi Tuhan pasti punya tujuan. Aku belajar mau menaati Tuhan biarpun aku gak mengerti.

Yoel 3

Yoel 3:10 (TB)  Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!"

Yoel 3:10 (BIMKTempalah mata bajakmu menjadi pedang, dan pisau pangkasmu menjadi alat penikam. Juga orang lemah harus berkata, 'Aku dapat berjuang seperti tentara!'

Saat aku lemah dan gak berdaya, aku harus berkata kata-kata yang MENGUATKAN,  MENDATANGKAN SEMANGAT.

Apa kata-kata yang menguatkan? Firman Tuhan.
Terus mengatakan firman Tuhan supaya dapat kekuatan. Iman timbul dari pendengaran,  pendengaran akan firman Tuhan. Bukan dari kata-kata mutiara atau kata-kata dari motivator.
Kapan? Meditasi dengan satu ayat tertentu setiap hari,  ingat dan hapalkan berulang kali,  supaya semakin mengerti.

Amsal  17

Amsal 17:22 (TB)  Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.

"Bersukacitalah Meg!!", aku diingatkan ini waktu baca ayat di atas.
Dalam segala keadaan aku mau memilih bersukacita,  aku gak mau patah semangat apapun keadaan di sekelilingku. Karena sukacitaku gak tergantung keadaan. Sukacita karena Tuhan adalah perlindunganku. Aku percaya kalau sukacita memberikan sayap di tengah kesulitan-kesulitanku,  masalahnya tetap ada tapi aku terbang tinggi di atasnya.

Aku mau belajar selalu berkata, sekalipun (keadaanku sekarang) aku tetap bersukacita.
Aku MAU bersukacita.
Aku AKAN bersukacita.
Aku MEMILIH bersukacita.
Aku BERSUKACITA. Aminnnnn.

Kasongan,  17 Maret 2017
-Mega Menulis-

Ulangan 17-20, Yoel 2, Amsal 16

Ulangan 17-20

Ulangan 17:1 (TB)  Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu."

Kembali diingatkan ayat lain:

Roma 12:1-2 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Kalau zaman dulu Dia ingin orang Israel mempersembahkan lembu atau domba maka sekarang Tuhan ingin aku mempersembahkan hidupku yang kudus.Caranya berubah melalui pembaharuan budiku, Tuhan ingin aku melakukan kehendak Tuhan:
-yang baik
-yang berkenan kepada Allah
-yang sempurna
Kubandingkan dengan bagaimana Tuhan ingin persembahan domba atau lembu yang diberikan. Ternyata bedanya adalah kita adalah persembahan yang hidup,  hidup yang kudus (gak bercacat) yang Dia inginkan.

Ulangan 17:4 (TB)  dan apabila hal itu diberitahukan atau terdengar kepadamu, maka engkau harus memeriksanya baik-baik. Jikalau ternyata benar dan sudah pasti, bahwa kekejian itu dilakukan di antara orang Israel,

Awalnya baca perikop ini kok ngeri ya, tapi...aku belajar beberapa hal:
-Jangan ada berhala dalam hidupku, aku gak boleh menyembah yang lain selain Tuhan.  Jangan sampai orang-orang terkasihku jadi berhala bagiku, atau uang jadi berhala bagiku.
-Di sini ada keadilan. TUHAN juga gak mau orang Israel main hakim sendiri,  Dia ingin yang bersalah menerima hukuman.
-TUHAN juga ingin jadi pelajaran bagi orang lain supaya gak berani menyembah berhala.
-Tuhan mau kita memperhatikan sesama kita dan gak hanya mikirin diri sendiri. Kalau ada yang salah kita juga harus bersedia menegur  dengan kasih.

Yoel 2

Yoel 2:13 (TB)  Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.

Orang zaman dulu mengoyakkan  pakaiannya sendiri sebagai  tanda kesedihan. Tapi, Tuhan ingin orang Israel mengoyakkan hatinya artinya Dia ingin kesedihan dan penyesalan yang tulus dari mereka, bukan sekedar tanda aja.

Bagaimana mengoyakkan hati?
Bertobat dengan sungguh, gak ngomong doang, gak nangis doang TAPI ADA PERUBAHAN HIDUP. Meninggalkan dosa dan mengenakan karakter Kristus.

Dosa yang masih aku lakukan banyak banget 😭 AKU HARUS BERUBAH!!
Percuma kalau aku cuma sedih karena dosa-dosaku,  minta ampun terus masih mengulang kesalahanku,  itu artinya pertobatanku gak sungguh.

Amsal 16

Amsal 16:2 (TB)  Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Aku selalu menganggap yang aku lakukan benar  SAMPAAAIIII... aku terbukti melakukan kesalahan,  atau terlihat ada konsekuensi buruk akibat dari pilihanku. Kalau orang lain ngasih saran biasanya langsung aku ikutin kalau sesuai dengan yang aku mau, kalo nggak bye-bye.Kalo dikasih tahu atau ditegur biasanya gak langsung nerima malahan dalam hati ngomong gini:
-Tapiiii... Kan giniiii
-Ah,  ini kan udah benar
-Kamu kan gak di posisiku (andalan)
Dll

Hari ini aku diingatkan kalau aku gak perlu mencari pembenaran untuk apa yang aku perbuat. Sudah ada kebenaran. Pokoknya tanya Tuhan,  lari ke firman Tuhan dulu, di situ ada kebenaran. Kalau yang aku lakukan bertentangan dengan firman Tuhan,  kalau aku menyimpang dari apa yang dikehendaki Tuhan pasti akunya yang salah.

Aku mau berlari ke firman Tuhan aja tiap bingung atau bergumul dengan sesuatu,  biar jalanku Tuhan yang pimpin. Tolong aku ya Tuhan untuk ingat ini selalu,  aku gak mau mengandalkan pemikiranku sendiri. Terima kasih Tuhan. Amin

Kasongan, 16 Maret 2017
-Mega Menulis-

Ulangan 14-16, Yoel 1, Amsal 15

Ulangan 14-16

Ulangan 14:1 (TB)  "Kamulah anak-anak TUHAN, Allahmu; janganlah kamu menoreh-noreh dirimu ataupun menggundul rambut di atas dahimu karena kematian seseorang;

Pas baca ini, dalam hati aku mikir:
Kenala sih gak boleh menoreh-noreh diri?
Kenapa sih gak boleh menggundul rambut di atas dahi karena kematian seseorang?
Emang kenapa?
Apa salahnya?
Kalau dilakukan apa akibatnya?
Ah,  gak papa aja kali ya kalau dilakukan....
DUAR!!!
Kok jadi malah mau melakukan ya,  padahal dah nyata-nyata Tuhan bilang gak boleh.
Mungkin gak sih ya,  pemberontakanku sama Tuhan dimulai dari hal seperti ini,  saat aku mulai mempertanyakan yang jelas-jelas perintah Tuhan,  lalu mulai kompromi dan mikir gak apa-apa,  eh..  Ujung-ujungnya malahan jadi BERDOSA KARENA GAK TAAT.

Tuhan,  ajari aku untuk berkata ya pada setiap perkataanMu walaupun aku gak tahu kenapa atau bagaimana, aku mau belajar taat ya Tuhan sekalipun aku gak mengerti. Amin

Ulangan 14:23 (TB)  Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.

... SUPAYA ENGKAU BELAJAR UNTUK SELALU TAKUT AKAN TUHAN,  ALLAHMU.
Kalo dipikir-pikir, emang bener Tuhan TIDAK MEMBUTUHKAN sepersepuluh dari hasil orang Israel, wong Dia yang empunya segalanya kok. Orang Israel yang membutuhkan perpuluhan sebagai sarana belajar hidup takut akan Tuhan. Melalui ini, mereka belajar  taat saat hasil benihnya sedikit,  bahkan tetap taat hasil benihnya banyak. Mudah memberikan alasan, "Ah, hasilku sedikit Tuhan, aku gak usah aja ya memberi perpuluhan"  atau "Hasilku tahun ini banyak sekali,  kalau seperseratusnya aja aku berikan pun sudah lebih banyak dari biasanya, seperseratusnya aja ya Tuhan", jatuh-jatuhnya jadi nawar sama Tuhan. Kalo emang gak niat,  mau hasil dikit atau banyak pasti akan ada aja alasan. Tapiiiii..  Kalau hidup dalam takut akan Tuhan,  pasti taat gak melihat keadaan, taat ya taat aja. Apakah aku hidup dalam takut akan Tuhan sebagaimana orang Israel yang memberikan sepersepuluh miliknya supaya bisa belajar takut akan Tuhan?
Apakah aku hidup dalam ketaatan kepadaNya dalam segala hal?
Atau jangan-jangan aku mencari alasan untuk ketidaktaatanku?

Ulangan 15:10-11 (TB)  Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.
Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu." 

Baca bagian ini aku diingatkan tentang memandang dari sudut pandang yang berbeda,  teringat tayangan di Kick Andy tentang orang-orang yang suka memberi buat orang lain, pas ditanya kenapa, rata-rata menjawab kalau waktu memberi mereka malah merasa semakin banyak mendapat. Mendapat apa? Apakah karena hartanya makin banyak? Ngga juga,  tapi mereka merasa semakin ingin banyak berbagi dengan orang lain. Nah lo! Mereka malah melihat banyaknya orang yang butuh bantuan sebagai kesempatan mereka berbuat baik lebih banyak,  semakin banyak kebikan yang bisa ditebar. Ini adalah kesempatan membagikan kasih Tuhan.

Aku mau belajar memandang orang-orang  yang memerlukan bantuanku sebagai kesempatan untuk membagikan kasih Tuhan.  Bukannya mereka yang memerlukan aku tapi aku yang memerlukan mereka supaya aku belajar mengasihi Tuhan lewat apa yang aku lakukan bagi mereka.

Yoel 1

Yoel 1:1 (TB)  Firman TUHAN yang datang kepada Yoël bin Petuel.

Firman Tuhan ke Yoel untuk disampaikan pada orang Israel agar bertobat. Tidak ada keterangan tentang siapa Yoel ini, apa pekerjaannya,  atau riwayatnya. Yang jelas Tuhan mau memakai Yoel untuk menyampaikan firmanNya bagi Israel dan Yoel mau. Jadi teringat Musa yang di awal di panggil Tuhan malahan beralasan macam-macam.

Mungkin aku juga bukan siapa-siapa,  bukan hamba Tuhan yang full timer,  bukan pendeta juga,  tapi aku mau belajar taat seperti Yoel. Kalau Tuhan panggil untuk sampaikan isi hatinya atau Dia minta aku untuk bersaksi aku mau. Di manapun aku mau bersaksi,  sesuai kasih karuniaNya.

Amsal 15:1

Amsal 15:31 (TB)  Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.

Ditegur tu buatku gak enak,  kenapa??
Malu. Gak enak. Kita jadi harus berubah. Berubah tu yang paling SUSAH. Karena aku dah terlanjur nyaman dengan diriku yang sekarang.
Terkadang reaksi awalku ditegur jadi defense, gak ngerasa salah,  males dekat-dekat sama yang menegur.

Aku mau berubah. Mau mendekat sama orang yang mau menegurku supaya hidupku berubah jadi bijak. Teguran tu tanda perhatian orang lain.  Teguran berguna untuk mengingatkanku saat salah dan aku diberi kesempatan untuk memperbaiki kesalahanku. Teguran tu hadiah yang mahal,  gak semua orang mau menegur dan mengambil resiko dibenci atau disalah arti,  orang yang mau menegur pasti begitu mengasihiku sampai mau mengambil resiko itu.  Teguran adalah kasih yang menampakkan diri secara nyata,  dia gak bersembunyi.

Tuhan,  aku mau belajar mencintai didikan Tuhan lewat teguran orang lain. Tolong aku supaya berespon yang benar saat ditegur ya Tuhan. Amin.

Kasongan,  15 Maret 2017
-Mega Menulis-

Ulangan 11-13, Hosea 14, Amsal 14

Ulangan 11-13

Ulangan 11:7 (TB)  Sebab matamu sendirilah yang telah melihat segala perbuatan besar yang dilakukan TUHAN."

Bangsa Israel telah melihat berbagai perbuatan besar yang dilakukan Tuhan mulai dari berbagai-bagai tulah si Mesir, membelahnya laut Teberau,  dan berbagai mukzizat di padang gurun,  bahkan setiap hari mereka mendapatkan makanannya dengan cara yang ajaib. Mereka menyaksikan sendiri mukzizat Tuhan tapi tetap memberontak 😥Kenapa? Karena mereka menganggap biasa perbuatan yang dilakukan Tuhan sehingga mereka gak tahu bersyukur dan hanya  bisa mengeluh.

Hati-hati Meg,  supaya jangan seperti orang Israel. Bersyukurlah dan bilang terima maaih sama Tuhan setiap kamu menerima apa pun juga dari Tuhan supaya kamu ingat kalau gak ada yang kamu terima yang bukan pemberian. Puji Tuhan,  sembah Tuhan supaya hatimu dipenuhi kekaguman pada Tuhan. Karena kalo ngga,  kamu akan menganggap remeh perbuatanNya.

Ulangan 11:26-28 (TB)  Lihatlah, aku memperhadapkan kepadamu pada hari ini berkat dan kutuk:
berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
dan kutuk, jika kamu tidak mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, dan menyimpang dari jalan yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal.

Tuhan memberikan pilihan kepada bangsa Israel hari mau menaatiNya atau tidak. Dia tidak memaksa mereka,  tapi Tuhan mengingatkan ada ganjaran bagi yang menaatiNya maupun yang menentangnya.

Nah,  aku juga diingatkan melalui bacaan ini kalau untuk setiap pilihan yang aku ambil setiap hari ada konsekuensinya.
Apa yang aku pilih?
Berkat atau kutuk?
Menaati Tuhan atau menentang Tuhan?

Tuhan,  aku mau taat sama Tuhan berapa pun hargaNya. Aku gak mau mendatangkan​ kutuk buatku, tolong aku untuk taat ya Tuhan,  aku mau terima berkatMu. Amin

Hosea 14:8 (TB)  (14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

TUHANlah yang menjawab dan memperhatikanku.
Amen Tuhannn... AMEN....!!!
SERINGKALI kalau aku ada masalah,  aku mencari kelegaan dan solusi dengan mencari teman untuk bercerita,  sekarang sudah nikah yang dicari suami kalau ada apa-apa.  Suamilah yang menjadi orang terdekatku dan tempatku berlari, dia jadi yang utama. Setelah punya anak,  anak jadi yang terutama. Tanpa sadar mereka jadi berhalaku.

Ini peringatan buatku. Jangan sampai anak dan suami jadi berhala bagiku. Tuhan harus tetap jadi yang terutama di dalam hidupku.Aku mau mengawali dan mengakhiri hari bersama Tuhan. Menyediakan waktu khusus buat Tuhan setiap hari, menyembah Tuhan saja tanpa terganggu hal lain.

Amsal 14

Amsal 14:30 (TB)  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Kenapa orang iri hati? Karena gak puas dengan apa yang dimilikinya.
Kenapa gak puas? Karena membandingkan diri dengan orang lain.
Kenapa suka membandingkan diri dengan orang lain? Karena gak bersyukur.

BERSYUKUR. BERSYUKUR. BERSYUKUR.
Apa artinya bersyukur?
Bersyukur berarti merayakan kehidupan yang dimiliki,  menerima segala yang terjadi dalam hidup dan berkata "terima kasih Tuhan" serta percaya kalau Allah punya rencana yang baik dalam hidup kita.

Bagaimana caranya bersyukur?
1.Jangan mengingini milik sesamamu
Tuhan punya rencana berbeda untuk kehidupan setiap orang. Stop membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita gak tahu persis apa yang dimilikinya dan yang gak dimilikinya. Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Makanya Meg, rumput sendiri dipelihara dong.
2.Count your blessings
Berkat kita sebenarnya banyak,  tapi kita sering lupa. Makanya mikir Meg! Jangan lupa kalau Tuhan gak pernah berhenti memberi. Kamunya aja yang ga mikir kalau sampai ga bisa bersyukur. Ga ada di hidupmu yang bukan pemberianNya.

Lagiiiii!!!!
Hitung berkatmu Meg.
Setiap hari bersyukur buat satu hal secara spesifik.

Tuhan,  terima kasih saat ini keluarga kami masih bersama setiap hari,  kemarin ada tawaran papa Sara untuk bekerja jauh dari kami dan kemungkinan tawaran ini diterima. Ketimbang bingung bagaimana ke depannya nanti,  aku mau bersyukur untuk kebersamaan kami sampai sekarang. Terima kasih karena tiap hari kami bisa ngobrol bareng ketemu muka,  kadang berantem,  merawat Sara sama-sama,  makan bareng,  bersih-bersih rumah dan banyak hal kami bisa lakukan bersama. Engkau sungguh baik Tuhan,  terima kasih buat kebersamaan kami. Amin

Kasongan,  14 Maret 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs