.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, October 17, 2017

Amsal 16, Ulangan 16

Amsal 16:24 (TB)  Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang.

Beberapa hari ini Sara kembali susah makan. Setiap kali ngasih makan jadi ujian tersendiri buatku. Susah sekali membujuknya makan. Susah sekali gak menaikkan nada suara saat membujuknya. Beberapa kali aku kelepasan dan membentak Sara apalagi saat makanan tiba-tiba dilepeh. Duh Tuhan,  bener-bener deh.

👉  Tuhan Yesus, tolong aku bersabar dan mengucapkan kata-kata yang menyenangkan pada Sara. Tolong aku supaya bisa mengendalikan lidahku terutama saat membujuk Sara. Jangan biarkan aku kehilangan kendali atas diriku. Amin.

Ulangan 16:11 (TB)  Haruslah engkau bersukaria di hadapan TUHAN, Allahmu, engkau ini dan anakmu laki-laki serta anakmu perempuan, hambamu laki-laki dan hambamu perempuan, dan orang Lewi yang di dalam tempatmu, dan orang asing, anak yatim dan janda, yang di tengah-tengahmu, di tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu, untuk membuat nama-Nya diam di sana.

Kalau orang Israel diminta bersukaria di hadapan Tuhan karena Tuhan telah melepaskan mereka dari orang Mesir,tentunya aku harus bersukaria karena Tuhan. Aku mau bersukaria juga ah.

Bersukaria karena Tuhan telah melepaskanku dari maut. Bersukaria karena dosa gak bisa lagi berkuasa atasku. Bersukaria karena segala perbuatan Tuhan di dalam hidupku. Bersukaria walaupun yang aku inginkan gak terjadi. Aku mau bersukaria di hadapan Tuhan 🙌

Kasongan,  16 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Amsal 14, Ulangan 14

Ulangan 14:23 (TB)  Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.

... SUPAYA ENGKAU BELAJAR UNTUK SELALU TAKUT AKAN TUHAN,  ALLAHMU.
Kalo dipikir-pikir, emang bener Tuhan TIDAK MEMBUTUHKAN sepersepuluh dari hasil orang Israel, wong Dia yang empunya segalanya kok. Orang Israel yang membutuhkan perpuluhan sebagai sarana belajar hidup takut akan Tuhan. Melalui ini, mereka belajar  taat saat hasil benihnya sedikit,  bahkan tetap taat hasil benihnya banyak. Mudah memberikan alasan, "Ah, hasilku sedikit Tuhan, aku gak usah aja ya memberi perpuluhan"  atau "Hasilku tahun ini banyak sekali,  kalau seperseratusnya aja aku berikan pun sudah lebih banyak dari biasanya, seperseratusnya aja ya Tuhan", jatuh-jatuhnya jadi nawar sama Tuhan. Kalo emang gak niat,  mau hasil dikit atau banyak pasti akan ada aja alasan. Tapiiiii..  Kalau hidup dalam takut akan Tuhan,  pasti taat gak melihat keadaan, taat ya taat aja. Apakah aku hidup dalam takut akan Tuhan sebagaimana orang Israel yang memberikan sepersepuluh miliknya supaya bisa belajar takut akan Tuhan?
Apakah aku hidup dalam ketaatan kepadaNya dalam segala hal?
Atau jangan-jangan aku mencari alasan untuk ketidaktaatanku?

Amsal 14:30 (TB)  Hati yang tenang menyegarkan tubuh, tetapi iri hati membusukkan tulang.

Hati yang tenang menyegarkan tubuh.

Bagaimana ciri-ciri orang yang berhati tenang?
Orang yang berhati tenang gak mudah digoncangkan oleh apa yang terjadi, dia percaya sepenuhnya kalau gak ada sesuatu pun yang terjadi di luar kendali Tuhan. Ketenangannya berasal dari Tuhan. Pikirannya diisi Tuhan dengan segala sesuatu yang baik, yang kudus, yang mulia, yang jujur, yang adil dan berkenan di hadapan Tuhan.

Bagaimana seseorang bisa berhati tenang? Karena ketenangannya berasal dari Tuhan maka dia bisa tenang karena bersandar pada Tuhan sepenuhnya bukan pada pengertiannya sendiri. Berserah itu gak mudah, perlu disiplin bertahun-tahun untuk menyerahkan kehidupan sepenuhnya pada Tuhan dan gak berusaha mengambil kendali.

👉 Tuhan tahu apa terjadi padaku,  Tuhan tahu apa yang dilakukan-Nya mendatangkan kebaikan dalam hidupku. Aku percaya Tuhan. Aku percaya. Amin.

Kasongan,  14 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Lukas 11, Amsal 12, Ulangan 12

Lukas 11:13 (TB)  Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."

Tuhan selalu memberikan yang terbaik! Yes! Amin!
Gak ada alasan bagiku meragukan kebaikanNya. Kalau aku saja sebagai orang tua ingin memberikan yang terbaik buat anakku, apalagi BapaKu yang di sorga,  Dia tidak memberikan kurang dari yang terbaik. Kalau aku merasa aku menerima gak yang terbaik bisa jadi itu karena :
👉 aku gak bersyukur
👉 aku memaksakan kehendakku pada Tuhan

Lukas 11:28 (TB)  Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."

Jleb. Jleb. Jleb.
Jawaban Yesus itu pasti mengejutkan perempuan itu. Yesus bilang mereka yang mendengar firman Allah dan yang memeliharanya itu BERBAHAGIA. Definisi baru tentang kebahagiaan versi Yesus. Yesus mengalihkan fokus dari berbahagia yang biasanya karena MEMILIKI HAL YANG BAIK dengan MELAKUKAN APA YANG MENYENANGKAN TUHAN.

Lalu, kenapa aku gak selalu merasa bahagia saat melakukan firmanNya? Mengapa terkadang terasa seperti beban? Karena fokusku adalah diri sendiri, jadi berbahagia itu kalau aku memiliki, kalau aku menyenangkan diri sendiri. Padahal, yang lebih berbahagia adalah merek yang hidupnya fokus pada Tuhan untuk menyenangkan Dia.

Ulangan 12:8 (TB)  Jangan kamu melakukan apa pun yang kita lakukan di sini sekarang, yakni masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar.

Masing-masing berbuat segala sesuatu yang dipandangnya benar.
👉 Mereka tidak lagi memikirkan yan benar menurut Tuhan tetapi bahkan melakukan yang benar menurut diri sendiri.

Setiap orang punya pandangan berbeda tentang apa yang benar dan apa yang gak benar. Setiap orang menganggap dirinya benar. Aku merasakan sendiri dalam relasi suami istri, terkadang aku dan suami bertengkar karena masing-masing beranggapan dirinya benar. Hari ini aku diingatkan kalau dalam suatu masalah mencari SIAPA YANG BENAR atau SALAH gak lebih penting dari MELAKUKAN APA YANG BENAR.
APA YANG BENAR? Back to GOD's word! Itulah yang benar untuk dilakukan.
Jangan menganggap diri sendiri bijak Meg, takutlah akan Tuhan!

Amsal 12:14 (TB)  Setiap orang dikenyangkan dengan kebaikan oleh karena buah perkataan, dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.

... dan orang mendapat balasan dari pada yang dikerjakan tangannya.
👉  Indeed, firman ini benar dan amin!

Dulu di kantor yang lama aku sempat berpikir kalau aku banyak sekali mengerjakan yang melebihi tugas dan tanggung jawabku. Padahal, dapat lembur ngga, dapat perjalanan dinas ngga,  eh capeknya iya. Dan jeleknya bekerja jadi PNS di tempatku, semakin kita bisa bekerja dan rajin malahan makin banyak beban kerja kita karena yang malas dibiarkan. Gondok banget kan?

Aku banyak sekali mengeluh saat itu. Rasanya mau berhenti. Tapi aku ingat dulu betapa aku berharap Tuhan dimuliakan melalui pekerjaanku. Aku bertahan. Pada akhirnya aku meninggalkan kantor lamaku karena mendapat promosi. Kalau dipikir-pikir,  aku mendapat promosi dari orang yang gak pernah bekerja denganku, bukan bosku sendiri yang mempromosikan aku. Bukan orang yang pernah jadi bosku atau bekerja denganku. Dia pernah satu kantor dan melihatku bekerja. Jadi begitu dia dipromosikan, dia membawa beberapa orang lain untuk dipromosikan. Gak pernah terbayangkan olehku. Mungkin apa yang kita kerjakan gak diperhatikan dan dilihat orang yang kita harapkan beri reward, tapi PASTI ADA YANG MELIHAT. Tuhan gak tidur kok.

Jadi teringat perkataan bosku dulu, saat kita bekerja melebihi upah yang diberikan pada kita maka kita pasti akan menerima balasan sesuai dengan yang kita kerjakan, entah kapan. Sebaliknya, kalau kita mengurangi pekerjaan dibandingkan dengan upah yang kita terima maka nanti yang kita miliki akan dikurangi.

Kasongan,  12 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Matius 11, Amsal 11, Ulangan 11

Matius 11:18-19 (TB)  Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya."

Orang yang gak mau menerima kebenaran hanya menghakimi orang lain. Dia gak mau membuka hatinya dan menerima kebenaran, orang lain selalu salah di matanya,hanya dirinya yang dianggapnya benar. Ibarat selumbar di mata orang terlihat tapi gajah di pelupuk matanya gak terlihat. Orang ini sibuk mencari kesalahan orang lain sehingga gak punya waktu untuk melakukan hal yang benar.

Matius 11:28 (TB)  Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Kalau kita datang pada Tuhan, Dia menjanjikan KELEGAAN. Dan benar, Dia kasih kelegaan lo. Aku pernah mengalami, sering,  yang datang sama Tuhan cuma bisa nangis-nangis karena dah capek dan gak bisa ngapa-ngapain dengan apa yang terjadi. Aku gak kuat ngomong apa-apa ke Tuhan, doa pun nggak, cuma bisa nangis dan bilang, "Tuhan, tolong"  berkali-kali.Berasa banget Tuhan hadir dan kasih kelegaan itu. Wuihhh...  Tuhan sungguh baik.

Amsal 11:11 (TB)  Berkat orang jujur memperkembangkan kota, tetapi mulut orang fasik meruntuhkannya.

Berkat orang jujur memperkembangkan kota.
Kejujuran seseorang ternyata gak cuma menguntungkan dirinya sendiri tapi juga kotanya 🙌 Bayangkan! Orang jujur akan jadi berkat bagi orang lain,  bahkan kotanya. Jangan pernah ragu untuk tetap jujur sekalipun sekeliling kita gak jujur. Saat ini kejujuran merupakan hal yang langka. Harus belajar jujur dari hal yang kecil kepada siapa pun. Kalau kita gak jujur dalam hal kecil apalagi hal besar?

Aku baru mendengar cerita bagaimana suami istri gak jujur dalam hal keuangan. Duh! Mengerikan banget.  Sang suami gak mau jujur masalah keuangan karena takut istrinya marah kalau tahu dia memberi uang ke keluarganya. Sang istri kecewa karena merasa gak dipercaya dalam hal keuangan dengan suaminya, dia tidak pernah tahu berapa jumlah uang di rekening keluarga mereka.
👉 Aku bersyukur selama ini aku dan suami selalu terbuka masalah keuangan sehingga gak perlu kucing-kucingan. Aku baru menyadari kalau kejujuran dalam keluarga adalah anugerah. Aku dan suami mau menjadi teladan dalam hal kejujuran untuk Sara. Bukan karena mengejar berkat Tuhan tapi karena ini menyenangkan hati Tuhan.

Baru terpikir,  kenapa orang takut jujur?
Biasanya karena takut rugi!
Padahal orang yang jujur akan disayangi.

Ulangan 11:11-12 (TB)  Tetapi negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit;
suatu negeri yang dipelihara oleh TUHAN, Allahmu: mata TUHAN, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.

"Amin Tuhan. Amin. Amin "
Dalam hati aku berucap demikian saat aku membaca ayat ini, mengingat kami akan masuk ke tempat kami yang baru sebentar lagi. Kota yang baru (well, dulu aku dibesarkan di Palangka Raya tapi selama aku bekerja aku stay di kota lain, jadi aku menganggap rumahku di Kasongan. Ini berbeda karena kami sekeluarga akan ke Palangka Raya untuk tinggal di sana). Tempat baru yang akan kami duduki adalah tempat Tuhan memelihara kami. Aku percaya.Aku percaya berkatNya tersedia saat kami :
sungguh-sungguh mendengarkan perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, sehingga kamu mengasihi TUHAN, Allahmu, dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, (Ulangan 11:13)

Kasongan,  11 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Matius 9, Lukas 7, Amsal 10, Ulangan 10

Matius 9:21-22 (TB)  Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Imanku yang akan menyelamatkan aku! Yes! Aku gak boleh meragukan Tuhan sedikit pun. Belajar dari perempuan di ayat ini yang beriman untuk sembuh asal menyentuh jubah Tuhan. Asal aku percaya, Tuhan tolong hidupku. Asal aku yakin,  Tuhan yang pelihara hidupku. Imanku yang menyelamatkanku. Aku percaya. Amin.

Lukas 7:7, 9 (TB)  sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"

Hari ini diingatin lagi tentang punya iman yang kuat! 💪 💪
Iman sang perwira luar biasa,  Dia percaya hanya dengan sepatah kata dari Yesus maka anaknya sembuh.
Tuhanku adalah Allah yang kata-kataNya penuh kuasa. Karena firmanNya semua jadi. FirmanNya berkuasa.

👉  Belajar untuk confess firman! Ingat Meg. Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Tuhan. Jadi, jangan lupa untuk memperkatakan firman supaya imanku diperkuat 💪💪

Ulangan 10:16 (TB)  Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.

Tuhan ingin orang Israel :
👉 Menyunat hati mereka
Orang yang gak bersunat hati adalah orang yang dikuasai hawa nafsu. Ingat bagaimana orang Israel bersungut-sungut pada Tuhan hanya karena mereka ingin daging? Konyol kan. Intinya, mereka hanya mau keinginan mereka terpenuhi,  mereka hanya ingin melakukan kehendak mereka dan bukan kehendak Tuhan padahal Tuhan mau mereka berjalan dalam kehendakNya.
👉 Jangan lagi tegar tengkuk
Bangsa Israel terkenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk alias keras kepala. Berkali-kali Tuhan memenuhi keperluan mereka, menjawab mereka, berkali-kali Tuhan menasihati dan menegur mereka bahkan mengampuni mereka tapi mereka terus saja jatuh dalam dosa ketidaktaatan, ketidakpuasan dan bersungut-sungut. Mereka berulang kali mengulangi kesalahan mereka, mereka gak belajar dari apa yang telah terjadi karena mereka bebal.

Aku juga sama seperti orang Israel, aku masih maunya Tuhan yang melakukan kehendakku, bukan aku yang melakukan kehendakNya. Lah, kalau gini siapa Tuhannya? Aku juga masih bergumul dalam beberapa area yang sama, masih jatuh bangun dalam dosa yang sama. Padahal Tuhan sudah tegur dan ampuni berkali-kali. Menyelaraskan kehendakku dengan kehendak Tuhan bukan hal yang mudah karena aku seringnya memikirkan diriku sendiri, bukannya apa yang kudus dan berkenan pada Tuhan.

👉  Setiap ingin atau melakukan sesuatu aku perlu bertanya apakah sebenarnya yang Tuhan inginkan. Lakukan yang Tuhan inginkan! Jangan keras kepala!

Amsal 10:32 (TB)  Bibir orang benar tahu akan hal yang menyenangkan, tetapi mulut orang fasik hanya tahu tipu muslihat.

Seringkali aku tahu mana hal yang menyenangkan dan mana yang nggak menyenangkan untuk aku ucapkan, prakteknya? Aku mengucapkan hal yang gak menyenangkan. Kenapa?
👉 karena emosi
👉 karena gak bisa mengendalikan diri
👉 karena ingin menyakiti yang mendengar
👉 karena disakiti

Paling sering karena ingin menyakiti yang mendengarnya. Duh Tuhan, ternyata aku pendendam. Kalau aku mau mengucapkan hal yang menyenangkan berarti aku harus belajar mengampuni terlebih dahulu.

🙏 Tuhan, tolong aku dalam hal mengampuni supaya aku bisa mengucapkan hal yang menyenangkan. Amin

Kasongan,  10 Oktober 2017
-Mega Menulis-

Matius 5-7, Amsal 9, Ulangan 9


Ucapan Bahagia
Matius 5:2 (TB)  Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:

Yesus memberikan definisi baru bahagia. Yang berbahagia ialah: yang miskin di hadapan Allah,  yang berdukacita,  yang lemah lembut,  yang lapar dan haus akan kebenaran,  yang bermurah hati,  yang suci hatinya,  yang membawa damai,  yang dicela dan dianiaya karena Tuhan. 
Aneh kan?
Tapi Yesus mau menyampaikan pesan bahwa hidup di dalam Tuhan itu PASTI BERBAHAGIA. Berbahagia bukan karena semua yang kita inginkan diberikan, tapi karena Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan. Dia memahami kita. Tuhan memberikan penghiburan saat kita berdukacita. Dia memuaskan kita yang lapar dan haus akan kebenaran. Sekalipun kita mengalami banyak hal gak menyenangkan,  di dalam Tuhan ada kebahagiaan. Dia memberikan kebahagiaan dengan cara yang berbeda dengan dunia.

Matius 5:13-14 (TB)  "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.

Aku adalah garam dan terang dunia. Tuhan ingin aku jadi berkat bagi dunia yang sudah tawar dan gelap ini. Bagaimana caranya?
Dengan mengasihi dan berbuat baik,  supaya orang lain MEMULIAKAN BAPA DI SORGA.
Tujuan akhirnya adalah supaya orang lain memuliakan Bapa di sorga.

Matius 6:1 (TB)  "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.

MOTIVASI
Apakah alasanku melakukan berbagai kewajiban agamaku seperti berdoa, membaca firman Tuhan, berpuasa,  dll? Apakah supaya dilihat orang lain? Atau untuk Tuhan? Seandainya orang lain gak melihat dan memperhatikanku, apakah aku masih akan berbuat baik?
Apakah yang mendorongku melakukan banyak hal baik?
Untuk apakah aku melakukannya?
Aku pernah dapat quote gini:segala sesuatu yang kita lakukan bukan karena Tuhan dan bukan untuk Tuhan itu NOL.  Karena sebaik apapun hal itu, tapi fokusnya bukan Tuhan. Bisa jadi kita cari hormat dari manusia. Benar-benar diingatkan untuk fokus pada Tuhan,dan bukan manusia.

Matius 6:21 (TB)  Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Teringat pernah baca sebuah buku yang berkata dengan kalimat lain untuk ayat ini:Hatimu mengikut hartamu. Jadi kalau kamu ingin punya hati untuk misi, taruhlah hartamu di sana. Kamu pasti akan memikirkan misi. Kalau kamu ingin memikirkan misionaris beserta keluarganya, berikan hartamu dan kamu akan memikirkannya.

Ayat ini benar-benar mengingatkanku kalau aku adalah penatalayan atas hartanya Tuhan. Tuhanlah pemilik, aku hanya pengelola. Aku perlu bertanya pada Sang Pemilik, apa yang Dia ingin aku lakukan dengan hartaNya.

Matius 6:34 (TB)  Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Yes!
Amin! 
Benar-benar diteguhkan untuk gak kuatir. 💪💪
Allah yang memelihara hidupku. Amin.

Matius 7:12 (TB)  "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

❤️THE GOLDEN RULES ❤️

Amsal 9:6 (TB)  buanglah kebodohan, maka kamu akan hidup, dan ikutilah jalan pengertian."

Buanglah KEBODOHAN!
Hal-hal apa yang merupakan kebodohan dan masih aku lakukan saat ini?Kalo masih mau hidup, BUANG!! Seringkali aku bebal sudah tahu salah,  sudah tahu gak benar,  sudah tau merugikan,  eh masih dilakukan.
👉 Suka menunda pekerjaan
Seringkali karena capek dan malas, aku menunda pekerjaan. Akibatnya begitu pekerjaan numpuk semakin malas. Kalau dikejar-kejar, hasilnya jadi gak maksimal.
👉 Berpikiran negatif.
Kalau menghadapi sesuatu seringnya aku membayangkan yang terburuk. Kalau menghadapi situasi yang gak jelas, atau menghadapi orang yang sulit, aku beranggapan yang jelek tentang orang itu.
Tuhan bilang hari ini:
BUANG KEBODOHANMU!
Buang segala hal yang gak berguna. Ibaratnya buang sampah, masa sih ntar-ntar mau kita ambil lagi? Jangan! Sekali dah dibuang ya dibuang aja.

Ulangan 9:5-6 (TB)  Bukan karena jasa-jasamu atau karena kebenaran hatimu engkau masuk menduduki negeri mereka, tetapi karena kefasikan bangsa-bangsa itulah, TUHAN, Allahmu, menghalau mereka dari hadapanmu, dan supaya TUHAN menepati janji yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub.
Jadi ketahuilah, bahwa bukan karena jasa-jasamu TUHAN, Allahmu, memberikan kepadamu negeri yang baik itu untuk diduduki. Sesungguhnya engkau bangsa yang tegar tengkuk!"

Bangsa Israel diingatkan kalau bukan karena jasa-jasa dan kebenaran hati mereka maka mereka masuk ke negeri yang dijanjikan Tuhan, karena sesungguhnya mereka bangsa yang tegar tengkuk. Mereka masuk ke tanah perjanjian karena:
👉 kefasikan bangsa-bangsa yang menempati tanah perjanjian
👉 Tuhan menepati janjiNya

Aku jadi diingatkan juga kalau segala yang kumiliki dan kucapai adalah karena kebaikan Tuhan semata. Tadi aku bertemu seorang kawan yang mengucapkan selamat atas kelulusanku di BNN, dia tahu kalau dari kabupaten kami ada 3 orang yang ikut tes dan hanya aku yang lulus, dia berkata berarti aku yang paling pintar. Reaksi pertamaku gr dong, ya juga ya, hebat juga ya aku lulus, begitu pikirku. Lalu baca ayat ini jadi ketampar-tampar!!!! Aku lulus bukan karena aku hebat dan pintar, tapi karena Tuhan. Udah. Gitu aja. Gak boleh aku mengambil apa yang jadi bagian Tuhan, kemuliaan hanya bagiNya. Amin

Kasongan,  9 Oktober 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs