.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, September 23, 2017

Ester 6-10, Amsal 23, 2 Korintus 7

Ester 6:1-2 (TB)  Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja.
Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros.

Ini pekerjaan Tuhan!! 😀
Siapa yang mengira saat gak bisa tidur, sang raja malahan membaca catatan sejarah yang isinya bagaimana Mordekhai menyelamatkan dia, tepat waktu saat Haman berniat jahat pada Mordekhai. Tuhan menggerakkan hari Raja Ahasyweros untuk membalas perbuatan Mordekhai. Waktu Tuhan selalu tepat! Awalnya bingung juga pasti, masa sih nyawanya sudah diselamatkan tapi sang penyelamat gak diberikan hadiah apa-apa. Kalau aku jadi Mordekhai aku akan kecewa. Bo, dah berbuat hal besar malahan gak diberikan penghargaan apa-apa. Cuma dicatat di catatan sejarah kerajaan, buat apa coba? Tapi ya itu tadi, waktu Tuhan selalu tepat. Tuhan punya rencana yang lebih besar dari harapan dan apa yang kita pikirkan. Tuhan luar biasa!!!

Amsal 23:17 (TB)  Janganlah hatimu iri kepada orang-orang yang berdosa, tetapi takutlah akan TUHAN senantiasa.

Kenapa sih iri pada orang berdosa:
👉 Karena mereka berbuat jahat dan hidupnya enak aja dan tidak mendapatkan hukuman malahan mendapatkan keuntungan
PADAHAL,  aku gak perlu iri karena siapa yang menabur akan menuai, mungkin belum waktunya. Atauuuu... Dia sudah menerima akibatnya tapi kita tidak tahu. Yang terpenting, pikirkan ini Meg: kamu mau berbuat dosa dan mendukakan Tuhan?
👉 Ada orang yang melakukan dosa dengan enaknya tanpa rasa bersalah, lah kita? Baru melakukan kesalahan sedikit aja dah merasa bersalah.
HARUSNYA,  aku berbahagia dong kalau kayak gitu! Berarti Tuhan masih mau menegur dan hati nuraniku belum mati. Aku masih mau menerima teguran, harusnya berbahagia.

Jangan iri melihat orang yang berbuat dosa! Kalau aku punya waktu mengamati hidup mereka, berarti sebenarnya aku punya waktu melakukan hal lain yang lebih berguna. Fokus sama Tuhan dan lihat mereka yang hidup kudus,supaya termotivasi hidup dalam kekudusan.

2 Korintus 7:6 (TB)  Tetapi Allah, yang menghiburkan orang yang rendah hati, telah menghiburkan kami dengan kedatangan Titus.

Allah memakai Titus sehingga kedatangannya menjadi penghiburan bagi Paulus, begitu bersukacitanya Paulus akan hal ini sehingga diceritakannya pada jemaat di Korintus.
Bagaimana denganku?
Apakah kehadiranku sudah menjadi penghiburan bagi orang lain?
Apakah kata-kataku sudah menguatkan mereka yang lemah?
Apakah statusku di Facebook membuat yang membacanya merasa diberkati?
Alangkah indahnya kalau aku juga dipakai Tuhan untuk menjadi penghiburan bagi orang lain seperti Titus.

Bagaimana kehadiranku menjadi penghiburan bagi orang lain?
👉 Kalau gak tahu mau ngomong apa, minta Tuhan yang taruhkan kata-kata yang tepat.
Kalau kita bertanya sama Tuhan,  Tuhan bisa taruhkan kata-kata yang benar-benar diperlukan oleh mereka yang mendengarnya sehingga nyata penghiburan itu dari Tuhan.
👉 Jangan melewatkan kesempatan untuk mengucapkan kata-kata yang memberkati orang lain.
Terkadang, sewaktu tahu kondisi teman atau baca statusnya yang perlu dikuatkan aku mikir, "Nantilah, aku komen atau nantilah aku sms". Eh... Ntar-ntar malah lupa atau pas ingat dah kelewat momennya.

🙏Tuhan, aku mau. Aku mau Kau pakai menjadi penghiburan bagi orang lain seperti Titus. Tolong aku Tuhan. Amin.

Kasongan,  23 September 2017
-Mega Menulis-

Ester 1-5, Amsal 22, 2 Korintus 6

Ester 1:4, 11 (TB)  Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.
supaya mereka membawa Wasti, sang ratu, dengan memakai mahkota kerajaan, menghadap raja untuk memperlihatkan kecantikannya kepada sekalian rakyat dan pembesar-pembesar, karena sang ratu sangat elok rupanya.

Buat apa sih Raja Ahasyweros MEMAMERKAN kekayaan kerajaannya sampai 180 hari? Enam bulan bo! Bahkan endingnya, ratunya sendiri dipanggil hanya untuk memperlihatkan kecantikannya. Mungkin kalau aku jadi Ratu Wasti pun aku akan menolak. Tapi rupanya hal ini dipandang bersalah oleh raja dan penasihatnya karena:
👉 Wasti adalah seorang isteri dan seorang isteri harus tunduk pada suaminya.
👉 Wasti adalah ratu dan dia menjadi teladan, apa yang dilakukannya akan dicontoh oleh para isteri di negeri itu.

Ester 2:15, 17 (TB)  Ketika Ester — anak Abihail, yakni saudara ayah Mordekhai yang mengangkat Ester sebagai anak — mendapat giliran untuk masuk menghadap raja, maka ia tidak menghendaki sesuatu apa pun selain dari pada yang dianjurkan oleh Hegai, sida-sida raja, penjaga para perempuan. Maka Ester dapat menimbulkan kasih sayang pada semua orang yang melihat dia.
Maka Ester dikasihi oleh baginda lebih dari pada semua perempuan lain, dan ia beroleh sayang dan kasih baginda lebih dari pada semua anak dara lain, sehingga baginda mengenakan mahkota kerajaan ke atas kepalanya dan mengangkat dia menjadi ratu ganti Wasti.

Aku belajar dari Ester. Luar biasa bagaimana dia MAU MENDENGARKAN NASIHAT Hegai. Dia tahu Hegai adalah sida-sida raja, penjaga para perempuan. Siapa lagi yang lebih tahu apa yang disukai dan tidak disukai raja selain Hegai. Ester gak sok tahu, tapi dia berusaha mendapatkan perkenan raja dengan menuruti Hegai. Pada akhirnya apa yang dilakukannya berbuah manis, ia mendapatkan kedudukan sebagai ratu.

Ester 4:14 (TB)  Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."

"Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu."
Siapa yang tahu saat itu kalau Tuhan akam memakai kedudukan Ester untuk menyelamatkan satu bangsa. Kupikir Mordekhai yang menyuruh Ester gak tahu, Ester pun gak tahu, tapi TUHAN tahu.

Kita pun sama, kita gak pernah tahu kenapa Tuhan menempatkan kita di posisi kita saat ini, siapa yang akan kita temui, siapa yang akan diubahkan hidupnya, atau apa pengaruh yang akan kita bawa,tapi TUHAN tahu. Jadi, kita harus tetap hidup dalam kasih dan kekudusan,  siapa tahu hidup suatu bangsa dipengaruhi hidup kita. Tuhan punya rencana untuk hidup kita, maukah kita berjalan dalam rencanaNya? Stop mengeluh,  stop komplain, stop merengek,  stop being self-pity, diamlah di negeri dan berlaku setia. Lihatlah apa yang akan dilakukan Tuhan nanti.Nantikan Tuhan.

Amsal 22:7 (TB)  Orang kaya menguasai orang miskin, yang berhutang menjadi budak dari yang menghutangi.

Sampai sekarang aku menetapkan:
👉 Gak berhutang untuk keperluan yang bukan investasi (rumah, tanah, dll). Artinya kalau sekedar untuk bersenang-senang yang gak ada artinya, aku gak akan melakukannya (tapi baru-baru ini aku melakukannya dan menyesalinya).
👉 Memakai kartu kredit hanya jika yakin sewaktu jatuh tempo ada uang untuk membayarnya karena memang lebih praktis dan gak perlu bawa uang cash kemana-mana. O, iya dan untuk jualan enak pakai kartu kredit,begitu barang dibayar oleh pelanggan baru aku bayarkan ke penyedia.

Tapi beberapa minggu ini aku sempat terpikir untuk berhutang dengan seorang teman gara-gara nekat berlibur beberapa minggu yang lalu dengan kartu kredit,  menurut perhitunganku sih saat jatuh tempo nanti ada saja uang untuk membayarnya walaupun bulan depan kami harus menghemat. Tapi aku dah ancang-ancang mau pinjam dengan temanku kalau ternyata kurang.

Aku ditegur baca ayat hari ini, aku gak akan minjam dengan temanku, aku akan menanggung kesalahanku dengan berhemat dari gaji yang ada. Mulai hari ini aku :
👉 Makan secukupnya,  gak menuruti nafsu
👉 Belajar merasa cukup dengan apa yang dimiliki
👉 Membeli barang yang dibutuhkan saat ini, bahkan gak nyetok barang dengan alasan mumpung diskon
👉 Gak bergaya hidup berlebih, yang mahal itu gaya hidup bukan biaya hidup

2 Korintus 6:4-10 (TB)  Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa
dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik;
dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela
ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,
sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati;
sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

Paulus menasihati jemaat di Korintus dan kita supaya mengikuti teladannya gak menjadi batu sandungan bahkan menunjukkan diri kita pelayan Allah dengan cara seperti pada ayat di atas. Kita juga menunjukkan bahwa kita pelayan Allah dengan cara demikian :
👉 bersabar saat menderita
👉 bepengharapan saat kesulitan datang
👉 memberi dalam kekurangan
👉 berkata dengan lembut saat orang lain berkata kasar
👉 memaafkan saat disakiti
👉 menjadi orang yang dapat dipercaya dalam segala hal
👉 jujur bahkan saat orang lain berbuat curang
👉 dalam pekerjaan melakukan yang terbaik bahkan saat bos gak ada
👉 dalam rumah tangga penuh kasih mesra
👉 mendidik anak dengan kasih dan disiplin

Pelayan Tuhan alias anak Tuhan tampil beda supaya hidupnya jadi kesaksian bagi banyak orang. Hidup dalam kasih dan kekudusan sehingga jadi teladan dan Tuhan dimuliakan. Percaya gak percaya sih, hidup yang seperti ini menarik banyak orang untuk lebih mengenal Allah yang kita sembah.

Kasongan,  22 September 2017
-Mega Menulis-

Zakharia 8-14, Amsal 21, 2 Korintus 5

Zakharia 8:13, 15 (TB)  Dan kalau dahulu kamu telah menjadi kutuk di antara bangsa-bangsa, hai kaum Yehuda dan kaum Israel, maka sekarang Aku akan menyelamatkan kamu, sehingga kamu menjadi berkat. Janganlah takut, kuatkanlah hatimu!"
maka pada waktu ini Aku kembali bermaksud berbuat baik kepada Yerusalem dan kepada kaum Yehuda. Janganlah takut!

Agak bingung, kenapa Tuhan mengatakan kepada kaum Yehuda dan Israel supaya jangan takut, padahal Tuhan mau mengampuni dan memulihkan mereka. Apakah mereka takut sama Tuhan dan gak percaya kalau Tuhan mau memulihkan mereka? Apalagi setelah Tuhan menghukum mereka.

Baru takut sama Tuhan setelah murkaNya menimpa?
Jangan deh!
Mendingan dari awal hidup dalam takut akan Tuhan. Hormat pada Tuhan dengan hidup dalam ketaatan padaNya. Jangan nunggu Tuhan marah.

Zakharia 9:9 (TB)  Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.

Ini adalah nubuatan tentang Yesus!
Kalau baca kisah Yesus di perjanjian baru, kita tahu kalau nubuatan ini telah digenapi.

Dulu aku berpikir kalau keledai adalah binatang yang malas dan bodoh. Ingat peribahasa ini "keledai saja gak jatuh dalam lobang yang sama", jadi kalau sampai mengulangi kesalahan yang sama berarti kita lebih bodoh dari keledai. Tapi aku penasaran dan menemukan ini http://inspirroni.blogspot.co.id/2013/03/mengapa-yesus-memilih-keledai.html?m=1
Ada alasan yang dipakai untuk menunjukkan kenapa keledai yang dipilih. Alasannya keledai melambangkan "humility" atau kerendahan hati atau kemiskinan. Keledai itu memang kontras dengan kuda yang sosoknya anggun dan gagah, jadi keledai itu seolah menggambarkan kesederhanaan. Sebenarnya tidak demikian karena keledai adalah tunggangan yang sangat berharga dan mulia di Timur Tengah. Keledai  itu adalah tunggangan yang dipakai para pemimpin zaman dahulu. Abraham saja memakai keledai sebagai tunggangannya. Yair sebagai Hakim, dalam kitab Hakim-Hakim 10 memakai keledai sebagai tunggangannya saat memerintah Israel selama 22 tahun. Abigail, istri dari Nabal seorang yang kaya menunggangi keledai dalam 1 Samuel 25. Dalam  1 Raja-Raja 1:38 Raja Salomo menaiki keledai setelah diurapi sebagai Raja.

Tuhan mau memakai mereka yang rendah hati!Jadi kalau mau dipakai Tuhan,  kita harus mau merendahkan hati kita, supaya Tuhan dapat memakai hidup kita secara leluasa.

Zakharia 11:16 (TB)  Sebab sesungguhnya, Aku akan membangkitkan di negeri ini seorang gembala yang tidak mengindahkan yang lenyap, yang tidak mencari yang hilang, yang tidak menyembuhkan yang luka, yang tidak memelihara yang sehat, melainkan memakan daging dari yang gemuk dan mencabut kuku mereka.

👉 Diingatkan berdoa untuk mereka yang dipercayakan Tuhan menggembalakan jemaat Tuhan supaya mereka gak menjadi gembala seperti di ayat ini. Gembala di ayat ini hanya mencari keuntungan diri sendiri dan gak memperhatikan kawanan dombanya.

2 Korintus 5:7 (TB)  — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat —

Kemaren aku kontrol ke dokter kandunganku. Dokternya sama dengan dokterku waktu hamil Sara. Dia terkejut dengan fakta aku hamil lagi saat masih ada miom ini, apalagi setelah di-USG miomku cukup besar. Banyak sekali nasihatnya, bahkan dengan blak-blakan dia berkata kehamilanku sangat beresiko dan memintaku berhati-hati karena takutnya janinku gak bisa bertahan.

Sewaktu hamil Sara, saat mendengar seperti itu, aku pasti gak bisa menahan air mataku karena takut, aku akan down berhari-hari dan menangis. Kemaren nggak lo, aku lebih tenang. Awalnya aku mengira nasihat dokter gak membuatku down karena sudah pengalaman hamil dengan miom tapi aku mulai gentar sewaktu dokter bilang miomku akan membesar lagi karena pengaruh hormon kehamilan.

Hari ini, baca ayat ini, aku diingatkan lagi kalau hidupku adalah hidup karena percaya, bukan melihat. Demikian juga, aku percaya hidup anak yang kukandung adalah karena percaya. Kehamilan ini adalah perjalanan imanku dan suami. Kami gak boleh lupa kalau Allahku dapat dipercaya,  Dia bertanggung jawab. Saat Dia memberikan anak yang kukandung ini kepada kami, Dia yang akan menjaganya. Kekuatiran itu ada apalagi saat keadaan mulai sulit (aku mengingat sewaktu perutku mulai besar dan berbagai masalah datang), tapi aku harus percaya kalau Tuhanku lebih besar dari segala kekuatiranku.

Saat aku gak melihat alasan untuk percaya, aku akan tetap percaya pada Tuhan. Dia Allah yang dapat dipercaya.

Amsal 21:31 (TB)  Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan TUHAN.

Untuk kehamilan kali ini aku lebih pede sebenarnya dibandingkan kehamilan pertamaku,mungkin karena sudah sedikit mengerti apa yang harus dilakukan, apa yang harus dimakan, apa yang harus dihindari, kalau terjadi serangan sakit tiba-tiba apa yang harus dilakukan, apa saja yang harus disiapkan di rumah, dll. Sepertinya aku sudah diperlengkapi dengan apa yang kuperlukan, aku bisa bilang kalau lebih siap lah dibandingkan kehamilan pertama.

Lalu saat kontrol ke dokter semalam aku diingatkan kalau ternyata ada yang perlu aku kuatirkan. Dan aku jadi berasa disentil, ADA HAL YANG GAK BISA AKU KENDALIKAN. Menakutkan karena sepertinya hal buruk bisa terjadi. Tapiiii.... Aku menganggap ini baik. Ini membuatku sadar kalau aku butuh Tuhan. Sesiap-siapnya aku menghadapi suatu hal, tetap saja Tuhan yang pegang kontrol. Aku bergantung sepenuhnya pada kasih dan kemurahan Tuhan. Di luar Dia aku gak bisa berbuat apa-apa. Sehebat apapun manusia, hidup kita di tanganNya.

Aku akan jatuh kalau aku mengandalkan diri sendiri. Tapi aku akan tenang kalau mengandalkan Tuhan, Dia lah pemilik hidupku.

Kasongan,  21 September 2017
-Mega Menulis-

Zakharia 1-7, Amsal 20, 2 Korintus 4

Zakharia 1:4 (TB)  Janganlah kamu seperti nenek moyangmu yang kepadanya para nabi yang dahulu telah menyerukan, demikian: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Berbaliklah dari tingkah lakumu yang buruk dan dari perbuatanmu yang jahat! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau menghiraukan Aku, demikianlah firman TUHAN.

Seram juga membayangkan nenek moyang Israel dan para nabi yang menyuruh orang bertobat tapi dia sendiri gak menghiraukan Tuhan. Aku? Saat aku share firman Tuhan yang kudapat, secara langsung maupun lewat tulisanku sudahkah aku juga memastikan kalau aku sudah menghidupi firman itu dan berbalik dari kelakuanku yang jahat? Atau aku masih terus bergumul dalam hal yang itu-itu aja tapi malah menasihati orang lain.

Zakharia 4:6 (TB)  Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam. 

Diingatkan bahwa aku gak bisa mengandalkan kekuatan sendiri tapi haria bergantung sepenuhnya sama Tuhan. Di kehamilan ini aku merasa lebih pede daripada kehamilan pertama karena merasa sudah pengalaman dengan miom, tapi waktu kontrol sama dokter kandungan kemaren diingatin kalau ada hal-hal yang gak bisa aku KENDALIKAN, makanya aku perlu Tuhan. Dia lah pemilik hidupku. Aku harus ingat kalau semua bisa kulakui dengan lancar hanya karena Tuhan, bukan karena kekuatan,  pengalaman atau apapun yang aku punya, semua hanya karena Tuhan.

Zakharia 7:5 (TB)  "Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam, demikian: Ketika kamu berpuasa dan meratap dalam bulan yang kelima dan yang ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, adakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?

Saat penduduk Betel bertanya, apakah mereka harus berpuasa,Tuhan gak menjawab dengan IYA ATAU TIDAK., Tuhan malah bertanya, adakah mereka sungguh berpuasa untuk Dia?
Setiap hari mungkin kita bertanya hal yang mirip pada Tuhan:
- Haruskah aku memberi persembahan kasih?
- Haruskah aku menolong tetanggaku?
- Haruskah aku melayani di sekolah Minggu?
- Haruskah aku jadi ibu rumah tangga atau ibu yang bekerja?

Kelihatannya baik sekali ya bertanya pada Tuhan setiap mengambil keputusan atau mau berbuat baik. Tapi,  Tuhan ingatkan kalau yang terpenting adalah MOTIVASI kita melakukannya, apakah benar untuk Tuhan atau nggak. Bisa jadi kita melakukan hal yang baik atau bahkan beribadah tetapi gak untuk Tuhan, tetapi diri sendiri.

Bagi Tuhan yang terpenting bukan hanya apa yang kita kerjakan tetapi juga sikap hati kita, apakah kita melakukannya dengan hati yang menyembah Dia atau nggak.

Amsal 20:18 (TB)  Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.

Aku ingin ini itu, punya banyak keinginan tapi di antaranya ada yang tidak terlaksana. Sebenarnya aku bukan orang yang punya prinsip, "Jalani saja" tapi terkadang aku melakukan itu, melakukan sesuatu tanpa berpikir atau menimbang-nimbang segala faktornya. Saat aku melakukan itu, yang terjadi adalah kekacauan.  Seperti beberapa minggu yang lalu, kami sekeluarga pergi berlibur tiba-tiba padahal simpanan kami mepet,  akibatnya saat ada keperluan gak terduga, kami keteteran. Kami gak berhitung dengan cermat dan membuat perencanaan yang matang. Seharusnya kalau kami sungguh berhitung, kami gak perlu 'menderita' karena keputusan buruk kami. Tuhan sudah kasih hikmat, kasih otak buat dipakai, lah masa aku gak pakai.

Kemungkinan tahun depan kami sudah pindah ke Palangka Raya, tempat tinggal sementara sih sudah ada, mamahku kan di Palangka Raya. Tapi kami gak berencana tinggal di sana seterusnya, kami berencana mencari rumah sendiri. Tentunya banyak sekali biaya yang diperlukan, kami harus memutuskan apakah harus menjual rumah di Kasongan atau ngga, belum lagi mencari tempat tinggal yang baru, jadi banyak sekali yang harus dipikirkan. Kami gak mau membuat kesalahan, kami mau membuat perencanaan yang baik supaya dalam sesuatunya Tuhan dimuliakan.

2 Korintus 4:18 (TB)  Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Kita sering lebih memperhatikan yang kelihatan dibandingkan yang gak kelihaan, padahal seringkali yang gak kelihatan lebih penting. Aku membayangkan sebuah pohon yang tumbuh, sering kita anggap daun dan buah itu penting, kita lupa ada akar yang menopang pohon itu berdiri kokoh. Akarlah yang memastikan tumbuhan mendapatkan sari makanan dan air yang diperlukan, akarlah yang membuat tumbuhan kokoh dan gak mudah tercabut. Seringkali kita lebih memperhatikan bagian lain dari tumbuhan  dibandingkan akarnya. Pernah lihat orang menyirami tanaman? Apakah akarnya yang disirami?

Bagian apa yang gak kelihatan dalam hidup kita?
WAKTU PRIBADI DENGAN TUHAN.
Sudahkah ini jadi perhatian kita?
Atau jangan-jangan kita sibuk memperhatikan yang lain sampai melupakan 'akar'  yang gak kelihatan ini. Boleh saja kita melakukan pelayanan, tapi saat kita gak berakar di dalam Tuhan maka pelayanan akan  membuat frustasi dan kelelahan.

Pada saatnya nanti, apa yang tidak kelihatan ini yang akan menentukan apakah kita akan tetap teguh berdiri saat badai datang. Hubungan pribadi dengan Tuhan saja yang memampukan kita tetap bertumbuh dan berbuah bagi Dia. Berakar lebih dahulu di dalam Tuhan sebelum berbuah-buah.

Kasongan,  20 September 2017
-Mega Menulis-

Hagai 1-2, Amsal 19, 2 Korintus 3

Hagai 1:5-6, 9 (TB)  Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu!
Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!
Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

Perhatikan keadaanmu!
Selama ini sibuk memikirkan diri sendiri atau Tuhan?
Mencari kepentingan diri sendiri atau kepentingan Allah?
Menyenangkan Tuhan atau diri sendiri?
Baca ayat-ayat di atas mau gak mau aku teringat ayat yang berkata:
Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.
👉 Artinya : Jangan mikirin diri sendiri dulu, tapi mikirin Tuhan. Pikir kerajaan Tuhan dan kebenaranNya!
Ada berkat yang Tuhan sediakan saat kita taat pada apa yang Tuhan ingin kita lakukan.

"Gimana mau bangun rumah Tuhan, kami saja kelaparan, upah kami sedikit, tuaian kami mengecewakan",  kata orang Israel.
"Tapi Tuhan, gimana aku mau mikirin pelayanan, hidupku aja masih kurang, aku harus bekerja keras supaya kebutuhanlu terpenuhi, gak sempat lagi melayani. "
"Kalau aku melayani Tuhan terus, kapan aku dapat jodoh?"

Kita sering takut untuk taat dan fokus pada Tuhan karena takut kalau kebutuhan kita akan terabaikan, padahal Tuhan menyediakan upah bagi mereka yang taat. Tuhan mau kita belajar kalau kita gak perlu kuatir akan hidup kita, kita perlu belajar taat.

Amsal 19:3 (TB)  Kebodohan menyesatkan jalan orang, lalu gusarlah hatinya terhadap TUHAN.

Terkadang kita berbuat bodoh dengan gampangnya tanpa berpikir, terus sewaktu menerima akibat buruk dari perbuatannya eh Tuhan yang disalahin.

"Kenapa sih Tuhan kok biarkan pacarku mengkhianati aku?" 👉 Lah, siapa suruh pacaran sama orang yang belum dikenal karakternya.

"Tuhan, kenapa sih aku harus dimarahi kayak gitu sama bosku?" 👉 Kita yang gak teliti sewaktu bekerja eh ini masih sok bingung lagi dan gak terima.

"Tuhan,  aku capek suka sama orang tapi gak pernah jadian,  sakit hatiku tiap kali melihat mereka yang kudoakan dan dekat denganku malah jadian dengan orang lain" 👉 Bukannya Tuhan mau kita jaga hati dan punya batasan dalam bergaul, kalau gak diturutin ya gini deh, sakit hati melulu.

"Kok Tuhan biarkan sih aku ditipu dengan nilai sebesar itu?" 👉 Ya gimana gak tertipu,  sudah Tuhan bilang jangan pengen cepat kaya, lah malahan tergoda tawaran investasi yang gak masuk akal, makanya mikir sebelum bertindak.

Jangan sedikit-sedikit menyalahkan Tuhan. Kita perlu belajar bertanggung jawab dengan setiap keputusan buruk yang kita ambil. Kalau gak mau nurut sama Tuhan ya siap-siap saja menerima konsekuensi dari perbuatan kita. Kita perlu belajar dari kesalahan dan gak mengulanginya, bukannya menjadi bodoh dan terus menyalahkan Tuhan.

2 Korintus 3:3 (TB)  Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 

Kita adalah surat Kristus yang dikenal dan dibaca semua orang. Hidup kita disaksikan banyak orang. Saat orang lain melihat kita, kira-kira apa yang dibaca dan disaksikan oleh mereka? Apakah mereka sudah menyaksikan kasih Kristus yang nyata di dalam kita? Pengharapan? Atau jangan-jangan yang mereka saksikan adalah kemarahan,  rasa ketidakpuasan, kejahatan dan banyak hal yang bukan dari Kristus.

Fungsi surat adalah untuk menyampaikan isi hati penulisnya kepada orang yang menerima suratnya. Aku membayangkan Kristus ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain melalui hidup kita, kira-kira apa yang ingin disampaikanNya? Sudahkah hidupku berisikan hal-hal tersebut? Kalau belum, alangkah sayangnya, padahal banyak orang melihat dan membaca kita setiap hari tanpa kita sadari.

Kasongan,  19 September 2017
-Mega Menulis-

Ezra 4-6, Mazmur 137, Amsal 18, 2 Korintus 2

Ezra 4:4-5 (TB)  Maka penduduk negeri itu melemahkan semangat orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut membangun.
Bahkan, selama zaman Koresh, raja negeri Persia, sampai zaman pemerintahan Darius, raja negeri Persia, mereka menyogok para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda itu dan menggagalkan rancangan mereka.

Kita perlu mengenali mereka yang memiliki visi sama dengan kita dan yang tidak. Jangan sampai mereka yang gak sevisi melemahkan visi yang dari Tuhan. Akan ada orang-orang yang melemahkan kita dalam menjalani visi dari Allah.
"Udah lah.... Gak usah terlalu pilih-pilih pasangan, tar jadi perawan tua looo.... "
" Gak papa lah, pakai uang pelicin supaya proyek gol,  semua orang juga sama kok. "
"Mosok mau dikalahin suami? Lawaaaannnn!!!"

Saat menghadapi mereka yang gak sevisi, apa yang harus dilakukan?
👉 Tahu saatnya diam dan tahu saatnya berbicata
Terkadang kita gak perlu meladeni mereka dengan debat,terkadang kita perlu menjelaskan. Kalau kelihatan tujuannya hanya untuk melemahkan kita, diamkan aja. Gak usah buang waktu meladeni mereka.
👉 Berdoa
Supaya Tuhan yang kuatkan dalam menjalani visi dariNya. Kalau memang Tuhan yang memanggil kita untuk mengerjakan panggilanNya, maka Dia yan akan perlengkapi dan meneguhkan kita sekalipun banyak orang menentang.
👉 Tetap giat dalam panggilan kita
Membungkam pengkritik atau pencemooh dengan aksi nyata. Fokus pada apa yang Tuhan ingin untuk kita lakukan, gak perlu fokus dengan hal yang gak penting.

2 Korintus 2:11 (TB)  supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.

MENGAMPUNI 👉 Supaya iblis jangan beroleh keuntungan atas kita.

Orang-orang kantorku sekarang belum tahu kalau aku bakal pindah karena lulus tes kemarin. Anehnya, saat aku membayangkan akan ngasih tahu orang di kantor lama, ada kepuasan meninggalkan beberapa orang tertentu. Aku baru sadar rupanya ada kekecewaan selama bekerja bareng mereka. Duh,  rupanya selama ini aku abaikan karena memang jarang berkomunikasi dengan mereka, tapi ada beberapa kali tindakan mereka yang menyakiti dan rupanya masih membekas. Waktu aku mengingat apa yang terjadi aku jadi kesal dan lagi-lagi merasa puas karena akan pergi. Parah.

👉  Sebelum pindah, aku mau mengampuni mereka dan membereskan hatiku.

Sebenarnya aku bingung mulai dari mana mengampuni ini, kejadiannya dah lama dan aku aja baru sadar. Yang jelas, aku merasa gak bener dengan merasa puas pindah meninggalkan orang-orang tertentu. Ini gak baik.

🙏 Tuhan, tolong aku, mampukan aku mengampuni mereka yang menyakitiku. Jangan biarkan aku hidup dalam kebencian. Amin.

Amsal 18:24 (TB)  Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara.

Baca ayat ini awalnya aku memikirkan mereka yang pernah menyakitiku dan mereka yang sedemikian dekatnya sampai-sampai dah aku anggap saudara. Sewaktu aku mikir gitu, pertanyaan muncul dalam hatiku:
Sudahkah aku jadi sahabat yang lebih karib dari pada saudara?
Pernahkah aku mendatangkan kecelakaan bagi temanku?

Aku teringat seorang teman baikku yang mengikuti tes yang sama denganku, kami sama-sama mengincar jabatan yang sama, tapi aku yang lulus dan dia gagal (kami bersaing).  Sebelum mengikuti tes aku juga tahu dia mengikut tes ini,  wong informasi tes ini aku dapat dari dia, tapi aku gak tahu kalau kami mengincar jabatan yang sama, aku pikir dia mengincar yang lain. Aku sempat merasa bersalah dan sedih waktu tahu harus bersaing dengannya, tetapi aku benar-benar gak tahu,ya gimana lagi. Aku minta maaf saat itu dan dia bilang gak papa, siapaun yang dapat berarti ya emang rezekinya, lagipula saingan kami ada juga beberapa orang lain. Sekarang aku teringat dia dan jadi merasa sangat bersalah karena aku yang dapat.

🙏 Tuhan, Engkau tahu betapa gak enaknya perasaanku sekarang mengingat kawanku ini. Aku minta ampun kalau sudah menyakitinya.  Tolong jagai hubungan persahabatan kami supaya gak rusak karena hal ini. Aku percaya Tuhan punya rencana yang lebih baik bagi hidupnya. Amin.

Kasongan,  18 September 2017
-Mega Menulis-

Ezra 1-3, Amsal 17, 2 Korintus 1

Ezra 1:1, 5 (TB)  Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
Maka berkemaslah kepala-kepala kaum keluarga orang Yehuda dan orang Benyamin, serta para imam dan orang-orang Lewi, yakni setiap orang yang hatinya digerakkan Allah untuk berangkat pulang dan mendirikan rumah TUHAN yang ada di Yerusalem.

TUHANlah yang menggerakkan hati seseorang.
Keinginan kita melakukan hal yang baik adalah karena Tuhan menggerakkan hati
Keputusan yang berubah pun karena Tuhan yang menggerakkan hati.
Aku ingat sebuah ayat yang bilang kalau hati seorang raja seperti batang air yang mengalir ke mana Tuhan mau.

Aku perlu tanda tangan Kepala Badan di kantorku sebagai salah satu syarat untuk memproses perpindahanku,aku belum buat suratnya karena pesimis akan ditandatangani. Dua hari yang lalu aku melaporkan kelulusanku dalam tes pelelangan jabatan di BNN. Ngasih selamat pun nggak lo dia,  aku jadi ragu untuk mengajukan surat pindah. Tapi baca ayat ini aku jadi semangat lagi. Aku percaya Tuhan yang menggerakkan hati. Dia yang buat aku lulus, pasti Dia buka jalan, perkara kecil bagi Tuhan untuk menggerakkan hati bosku 😊

2 Korintus 1:11 (TB)  karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.

Luar biasa biasa ternyata, saat kita mendoakan orang lain maka kita mendapat kesempatan ikut merasakan pergumulan orang tersebut dan bersukacita saat doa tersebut terjawab. Semakin banyak kita berdoa bagi orang lain, maka semakin banyak kita menyaksikan bahwa ternyata Tuhan kita adalah Allah yang mendengar dan menjawab doa.

Aku punya seorang teman di kantorku yang dulu, bertahun-tahun menikah dan belum mempunyai anak. Aku sering mendengar curhatannya yang disertai tangisan. Setiap teringat dia, aku berdoa,  bahkan saat kami gak sekantor. Suatu hari, bertahun-tahun kemudian, aku melihat di fb kalau dia memiliki bayi perempuan yang cantik. Huaaa...  Gak terkatakan senangnya melihatnya, benar-benar mengucap syukur melihat kemurahan dan kebaikan Tuhan buat keluarga ini. Bukan cuma itu, Tuhan luar biasa memberikan kesabaran bagi suami istri ini, aku tahu mereka saling menghibur dan bersabar. Senang sekali melihat apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup mereka. Dia gak tahu aku berdoa buat dia. Tapi aku turut merasakan sukacitanya,aneh ya?

Tuhan luar biasa. Dia berikan banyak kesempatan untuk kita bersukacita melalui doa bagi orang lain. Tapi sayang kita terlalu sibuk mikirin diri sendiri dan gak mau ngambil kesempatan itu.

Kalau kita mau menyaksikan sukacitanya melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan kita dan orang-orang di sekeliling kita maka kita harus lebih banyak berdoa bagi orang lain.

👉 Aku gak mau melewatkan kesempatan ini, aku gak boleh menolak dorongan untuk mendoakan orang lain, apalagi saat ada yang minta dukungan doa.

Amsal 17:9 (TB)  Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.

Kalau melihat pelanggaran seseorang atau mengetahui dosa seseorang, apa yang kita lakukan? Berdoa baginya,  menegurnya atau malahan menceritakan ke orang lain? Kasih gak berbuat jahat. Apakah menceritakan kesalahan ke orang lain akan membuatnya bertobat? Tentu saja nggak!

Kalau ada seseorang yang kita kenal berbuat dosa, tegur empat mata! Gak perlu buat pengumuman dengan menyindir atau nyinyir di sosmed. Gak ada gunanya. Kalau mengasihi dengan sungguh maka kita akan menegur. Teguran adalah tanda kasih kita.

Kasongan,  17 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 10-12, Amsal 16, 1 Korintus 16

Daniel 10-12
Sudah 2 hari belakangan ini baca ayat-ayat di Daniel 10-12 dan gak dapat rhema apa-apa. Malahan bingung baca penglihatan yang dilihat Daniel. Mungkin ada yang bisa share teman-teman apa yang didapat? Mentok aku.

1 Korintus 16:2 (TB)  Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu hendaklah kamu masing-masing — sesuai dengan apa yang kamu perolehmenyisihkan sesuatu dan menyimpannya di rumah, supaya jangan pengumpulan itu baru diadakan, kalau aku datang.

Pada hari pertama dari tiap-tiap minggu....
👉 Ini mengingatkanku untuk memberi dengan keteraturan.
Kenapa? Supaya aku terbiasa menjadi penatalayan atas harta yang bertanggung jawab. Suamiku jauh lebih disiplin dari aku yang suka menunda-nunda. Saat tanggal 1, suamiku yang akan sibuk mentransfer pada sebuah yayasan yang bergerak dalam misi tempat kami berkomitmen untuk menjadi partner mereka. Terkadang,  aku protes karena kan bisa nanti-nanti aja, gak mesti tanggal 1,toh yang penting masih dalam bulan itu. Suamiku malah bilang, ngapain ditunda, kalau nanti-nanti malah lupa trus gak terkirim, lagipula siapa tahu ini diperlukan segera.

Bersyukur sekali suamiku sangat tertib dalam hal memenuhi komitmen untuk memberi, aku selalu diingatkan oleh tindakannya di awal bulan. Aku sendiri juga berkomitmen mengikut gerakan #bantu20ribu tiap bulan yang pernah aku ceritakan,  tapi karena sering menunda-nunda,  akhirnya aku lupa dan melewatkan  beberapa kali.

👉 Setiap tanggal 1 aku akan memenuhi komitmenku dan mentransfernya tanpa beralasan ini itu.

Amsal 16:33 (TB)  Undi dibuang di pangkuan, tetapi setiap keputusannya berasal dari pada TUHAN.

Manusia berusaha melakukan apa yang bisa dilakukannya tetapi hasilnya adalah keputusan Tuhan.
Beberapa minggu lalu aku mengikuti tes redistribusi PNS. Setelah selesai mengikuti tes itu dan menanti-nanti hasilnya , perasaanku campur aduk. Di satu sisi aku takut gak lulus.  Di sisi lain untuk membangkitkan percaya diriku aku mengingatkan diri sendiri kalau di antara kandidat yang ada aku yang paling berpengalaman, ini jatuh-jatuhnya aku jadi sombong dan ngerasa memang aku yang pantas di situ. Terakhir, Tuhan tegur kesombonganku dan mengingatkan kalau Dia yang berperkara. Dia lah yang memutuskan. Tuhan bisa meluluskan siapapun yang Dia inginkan, aku gak perlu sombong. Tobat aku. Sejak itu aku belajar berserah sepenuhnya.

Kemarin hasil tes keluar dan aku dinyatakan lulus. Aku bersyukur sekarang kalau mengingat saat aku tahu itu, pemikiranku bukan yang mikir, "Ini sudah kuduga"  atau sejenisnya. Dari tadi malam sampai sekarang aku geleng-geleng kepala mengingat kebaikan Tuhan yang meluluskanku. Hatiku berlimpah dengan syukur menyadari ini semua adalah pemberianNya. Berulang kali aku mikir, kok bisa ya Tuhan malah meluluskan aku. Kalau Tuhan gak kasih lulus karena ingin mengajarkan untuk gak sombong gimana? Dia bisa kok melakukan itu. Tapi Tuhan nggak melakukan itu. Dia sungguh baik.

🙏 Terima kasih ya Tuhan buat kelulusan yang Tuhan beri. Aku sadar kalau ini pemberian Tuhan, bukan karena kemampuanku aku lulus, tapi karena Tuhan berkenan aja aku lulus. Terima kasih Tuhan, semua karena anugerahMu semata. Amin.

Kasongan,  16 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 7-9, Amsal 15, 1 Korintus 15

Daniel 8:27 (TB)  Maka aku, Daniel, lelah dan jatuh sakit beberapa hari lamanya; kemudian bangunlah aku dan melakukan pula urusan raja. Dan aku tercengang-cengang tentang penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.

Daniel 9:22 (TB)  Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi akal budi kepadamu untuk mengerti.

Kedua ayat ini menunjukkan bahwa ada saat dimana kita gak memahami nubuatan atau apa yang diperlihatkan Allah pada kita, Daniel mengalaminya. Aku gak mengerti apa yang Tuhan maksud saat membaca apa yang Tuhan tunjukka  ke Daniel,  Daniel pun nggak rupanya. Walaupun gak ngerti,  Daniel berdoa dan bermohon pada Tuhan dengan tekun, pada akhirnya Tuhan memberi pengertian itu dengan memberi akal budi bagi Daniel.

Kalau selama ini aku gak paham firman Tuhan yang kubaca atau hal-hal yang terjadi,aku harus tekun berdoa dan bertanya pada Tuhan supaya Tuhan berkenan memberikan pengertianNya. Jangan menyerah. Tetap tekun mencari Tuhan. Pada saat Tuhan berkenan, pengertian itu akan didapat.

Amsal 15:17 (TB)  Lebih baik sepiring sayur dengan kasih dari pada lembu tambun dengan kebencian.

Aku gak terlalu suka makan sayur, jadi membayangkan makan sayur tok jadi gimana gituuuu.... Tapi dalam beberapa minggu ini ada kesempatan kami merasakan makan nasi dengan sayur tok, dan ternyata enak aja. Lol. Yang kita makan gak lebih penting kok dari kedamaian di dalam keluarga.

Aku bersyukur untuk kasih dan damai sejahtera yang ada di dalam keluarga kami saat ini. Bukan sekedar karena apa yang kami makan,  apa yang kami beli atau apa yang kami miliki. Saat kami bersyukur untuk yang kami miliki, kami diingatkan bahwa pemeliharaan Allah atas hidup kami sempurna. Saat kami bersyukur ada kasih dan damai sejahtera dalam keluarga, kami diingatkan kalau Allah hadir di tengah-tengah keluarga kami dan kami harus senantiasa menjadikan dia kepala atas rumah tangga kami.

1 Korintus 15:36 (TB)  Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu.

Jadi ingat ayat ini:
Yohanes 12:24 (TB)  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.

Biji harus mati sebelum ditaburkan di tanah dan menghasilkan banyak buah. Aku harus mati untuk diri sendiri supaya aku bisa hidup bagi Tuhan dan menghasilkan banyak buah.

Apa saja yang harus kumatikan? Banyak!
Aku harus mematikan keegoisanku supaya aku bisa mengasihi dan melayani sesama.
Aku harus mematikan kesombonganku supaya aku menyadari kalau tanpa Tuhan aku bukan apa-apa dan hanya Dia yang layak menerima pujian.
Aku harus mematikan keinginanku untuk menuruti mulutku dan memuliakan Tuhan melalui apa yang aku makan.
Aku harus mematikan keinginanku untuk protes ke Tuhan setiap aku gak mendapatkan apa yang kuinginkan supaya aku belajar bersyukur selalu.

Kasongan, 15 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 4-6, Amsal 14, 1 Korintus 14

Daniel 4:34 (TB)  Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.

Nebukadnezar jatuh dalam dosa kesombongan sehingga Tuhan marah dan menghukumnya TETAPI saat dia menyadari siapa dirinya di hadapan Tuhan dan siapa Tuhan maka dia bertobat. Nebukadnezar mulai memuji Tuhan dan membesarkan namaNya karena matanya telah terbuka,  melihat kebesaran Tuhan. Kita hanya dapat memuji Allah dengan sungguh saat menyadari siapa kita dan siapa Allah sebenarnya.

Daniel 5:22 (TB)  Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini.

Belsyazar tahu apa yang terjadi pada ayahnya, bagaimana ayahnya jatuh dalam dosa kesombongan dan menerima hukuman Tuhan,  tetapi dia mengulangi kesalahan yang sama. Aku diingatkan, adalah baik belajar dari pengalaman,  apalagi kalau itu pengalaman orang lain. Kita gak perlu melakukan dosa saat kota telah melihat akibatnya bagi orang lain.

Daniel 6:5, 10 (TB)  (6-6) Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
(6-11) Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.

Orang lain mencari kelemahan dan kesalahan Daniel tapi tidak menemukannya, itu semua karena Daniel berintegritas. Gak ada seorang pun yang menemukan kesalahan kecuali karena Daniel menyembah Tuhan. Nah, bagaimana dengan aku? Apakah aku sudah berintegritas?
Daniel berdoa dan memuji Tuhan seperti biasa, bahkan saat dia tahu bahwa​ nyawanya terancam. Daniel gak melakukan hal lain atau melakukan hal yang di luar kebiasaannya. Dia hanya tetap memuji Tuhan, dan Tuhan menolongnya.

Amsal 14:16 (TB)  Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.

Kalau suka melampiaskan nafsu dan merasa aman berarti BE...? BAL!!!!
#sigh.
Jadi mikir, hal-hal apa yang aku lakukan diam-diam tanpa sepengetahuan orang lain untuk melampiaskan nafsuku dan aku merasa aman? Adakah? Ada! Berarti aku masih bebal 😢

Penyakit kalau lagi hamil nih, pengen makan Indomie tapi harus dibatasin. Kalau di rumah dah ga mau suami nyetok Indomie, lah kalau di kantor dong diam-diam makan Indomie di kantor karena kalau di rumah ditegur suami. Padahal dah tahu suami ngelarang buat kebaikan,  padahal dah tau kalau kasihan baby  dapat asupan makanan gak bergizi, padahal ada aja makanan lain yang lebih bergizi! Kok gak bisa mengendalikan diri! Duh. Beneran bebal nih.

Stop jadi orang bebal! Kalau pun diperbolehkan sama suami, mikir dong, ada gunanya gak? Lagian mosok diperhamba Indomie? Haduh, makin dipikirin makin nyata kebebalanku.

👉  Batasin makan Indomie selama kehamilan. Aku gak akan makan Indomie tanpa sepengetahuan suamiku.

1 Korintus 14:3 (BIMK)  Sebaliknya orang yang menyampaikan berita dari Allah, menyampaikannya kepada manusia; untuk menguatkan mereka, untuk memberi semangat kepada mereka dan untuk menghibur mereka.

1 Korintus 14:3 (TB)  Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

Perkataan yang aku ucapkan kepada orang lain akan menguatkan, memberi semangat, membangun, menasihati dan  menghibur JIKA aku menyampaikan perkataan Tuhan. Jadi, kalau aku ingin jadi berkat bagi orang lain melalui perkataanku, aku harus meminta Tuhan memakai aku menyampaikan isi hatiNya, aku gak boleh mengandalkan hikmat sendiri.

🙏 Tuhan, pakailah aku menyampaikan isis hatiMu buat orang lain, supaya mereka diberkati lewat setiap perkataan yang Tuhan taruhkan di mulutku. Amin

Kasongan, 14 September 2017
-Mega Menulis-

Daniel 1-3, Amsal 13, 1 Korintus 13

Daniel 1:8 (TB)  Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Daniel berketetapan tidak menajiskan dirinya,  dalam keadaan sulit pun dia tetap memilih untuk tunduk pada Tuhan dibandingkan pada manusia. Jadi membandingkan dengan diriku yang kadang masih kompromi dengan dosa lalu berpikir, "Tuhan tahu kalau aku terpaksa".

Daniel gak mencari pembenaran tetapi berketetapan melakukan yang benar.

Daniel 3:17-18 (TB)  Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Luar biasa keberanian Sadrakh,  Mesakh dan Abednego. Melalui perkataan mereka pada ayat di atas menunjukkan :
👉 Mereka percaya sepenuhnya pada kuasa dan kekuatan Tuhan.
👉 Mereka tetap mengasihi Tuhan sekalipun yang terjadi gak menyenangkan. Mereka tetap menyembah Tuhan.

Amsal 13:12 (TB)  Harapan yang tertunda menyedihkan hati, tetapi keinginan yang terpenuhi adalah pohon kehidupan.

Setiap hari aku mengecek website BNN dan kecewa karena hasil tesku belum juga keluar. Parahnya,  sudah hampir seminggu ini websitenya rusak. Sebenarnya,  aku paling gak suka kalau harus tanpa kepastian gini,  iya kalau lulus,kalau nggak bukannya lebih baik segera dapat kepastian?  Harapan yang tertunda emang memedihkan hati dan kebayang deh kalau keinginanku (lulus) terpenuhi pasti senang banget. Aku gak sabar!

Hari ini diingatkan untuk bersabar dan terus menaruh pengharapanku di dalam Tuhan. Belajar percaya kalau di dalam Tuhan pengharapanku gak akan sia-sia, meskipun yang aku inginkan gak terpenuhi, aku percaya Tuhan berikan yang terbaik menurut hikmatNya.

1 Korintus 13:5 (TB)  Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

Sejak menikah, hal-hal terbaik dan terburukku keluar. Aku ternyata pemarah, aku gampang sekali marah ke suamiku karena hal yang sepele. Terutama saat aku berharap suamiku melakukan sesuatu tanpa kuminta,  well, sebenarnya aku sudah pernah bilang tapi mungkin dia lupa. Jadi aku ngambek atau mulai ketus. Suami sudah minta maaf pun aku gak segera memaafkan karena masih kesal.

Sampai sekarang aku masih berjuang dalam area ini. Mengasihi suamiku berarti aku  gak mudah marah dan gak menyimpan-nyimpan kesalahannya. Aku terus belajar untuk mengatakan ke suami saat aku masih kesal, tapi juga belajar gak mengungkit-ungkit kesalahannya,belajar mengampuni dengan sungguh.

Kasongan,  13 September 2017
-Mega Menulis-

Yoel 1-3, Amsal 12, 1 Korintus 12

Yoel 1:3 (TB)  Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.

Akan ada waktunya apa yang aku ceritakan ke anak-anakku akan diceritakan lagi ke anak-anaknya,jadi aku perlu memastikan kalau aku menceritakan cerita yang bermakna:kebaikan Tuhan, kasih setia-Nya, kekudusanNya. Aku rindu anak-anakku juga menceritakan kebaikan Tuhan pada anak-anaknya. Biarlah kami sekeluarga mengalamk kebaikan Tuhan seumur hidup kami dan menceritakannya. Amin

Yoel 2:12 (TB)  "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."

Berbaliklah kepada Tuhan dengan segenap hatimu!!!
Kenapa dengan segenap hati? Karena apa yang dari hati akan sampai ke hati. Kita bisa menangis, mengaduh dan mengoyakkan pakaian tanda menyesal, TAPIIII... Tuhan tahu isi hati kita yang terdalam. Kalau hati kita bersungguh-sungguh bertobat maka akan memancar keluar, akan ada perubahan hidup.

1 Korintus 12:26 (TB)  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Turut merasakan penderitaan orang lain, seharusnya sih kehidupan kita tubuh Kristus seperti yang dikatakan ayat ini. Tapi kenyataannya, ada orang-orang yang susah melihat orang senang dan senang melihat orang lain susah. Aku belajar berempati dari mamahku.

Sepulang dari Jakarta, sebelum ke Kasongan, mamahku menyuruhku mendatangi tetangga kami yang baru saja meninggal suaminya. Tante tetangga ini sudah berumur 60an. Sejujurnya, awalnya aku malas, capek bo,  baru datang dari Jakarta dan mau ke Kasongan lagi. Tapi mamahku memaksa, katanya pasti senang tante itu dikunjungin. Akhirnya aku ke sana bersama papa Sara, berjam-jam kami di sana mendengarkan tante ini menceritakan kenangannya bersama si om. Ikut sedih mendengarnya, apalagi tante itu dah puluhan tahun hidup bersama si om.

Beberapa hari yang lalu mamaku menelpon dan bercerita kalau dia beberapa kali ke sana setiap beberapa hari untuk menemani tante itu bercerita. Bo,aku kebayang dong berjam-jam menemani orang yang berduka menceritakan kenangan bersama sewaktu masih hidup, diulang-ulang. Sedih sih dengarnya tapi sejujurnya terkadang membosankan. Mamahku nggak lo! Dia memang menyediakan waktu untuk mengunjungi tetangga kami itu. Mamahku tahu betapa sedihnya ditinggal oleh teman hidup untuk selamanya, dan dia turut merasakan penderitaan si tante saat ini,  dia gak cuma merasakan tapi juga mau menemani tante ini mengalami masa-masa sulitnya untuk menerima kenyataan. Mamahku tau kalau si tante butuh didengarkan dan mamah bersedia mendengarkan. Aku harus belajar banyak dari mamahku bagaimana sesungguhnya berempati dengan penderitaan orang lain.

Amsal 12:11 (TB)  Siapa mengerjakan tanahnya, akan kenyang dengan makanan, tetapi siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi.

"... siapa mengejar barang yang sia-sia, tidak berakal budi. "
Apakah yang aku kejar selama ini dalam hidup?  Keluarga yang bahagia. Uang. Makanan. Karir. Beasiswa. Bisnis yang sukses. Gelar.
Apakah itu sia-sia?
SIA-SIA kalau gak ada Tuhan dalam segala sesuatu yang kita kejar. Sia-sia kalau dalam sesuatu yang kita kejar gak ada nilai kekal di dalamnya. Apa motivasi terdalamku dalam setiap pengejaranku? Apakah untuk memuliakan Tuhan atau aku hanya mau menyenangkan diriku sendiri? Kalau cuma untuk kepentinganku sendiri pasti SIA-SIA. Aku bisa saja mendapatkan semua yang aku inginkan tapi aku gak merasakan kepuasan.  Karena gak menyertakan Tuhan di dalamnya. SIA-SIA kalau dalam usaha mendapatkannya kita melakukan yang gak benar.

Seorang kenalanku pernah bilang kalau gak ada yang salah dengan mencari uang. Gak semua orang harus melayani Tuhan secara full time. Bisa saja seseorang mencari uang dan uangnya digunakan untuk melayani pekerjaan Tuhan. Kenalanku bilang gitu, karena dia punya teman yang seperti itu.

Semua orang yang bekerja ingin karirnya terus menanjak tapi apakah dalam segala usahanya ia melakukan hal yang benar? Kalau nggak, itu sia-sia.

Aku perlu belajar terus-menerus menyertakan Tuhan dalam segala usahaku supaya semuanya gak sia-sia. Segala yang kucapai adalah untuk kemuliaanNya, kalau nggak sia-sia.

Kasongan,  12 September 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs