.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, December 7, 2017

Amsal 8, Yeremia 34

Yeremia 34:17 (TB)  Sebab itu beginilah firman TUHAN: Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya, maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan, demikianlah firman TUHAN, untuk diserahkan kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan. Aku akan membuat kamu menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi.

Tuhan menyuruh melakukan pembebasan budak Ibrani pada Zedekia Raja Yehuda dan rakyatnya, mereka melakukannya tapi lalu berbalik pikiran. Tuhan menjadi marah dan menyerahkan mereka kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan.

Aku belajar, saat Tuhan menyuruh kita melepaskan sesuatu dalam hidup kita, lepaskanlah. Ini demi kita sendiri. Terkadang kita berpikir, melepaskan berarti kehilangan. Padahal, kita mendapatkanNya dalam kehilangan kita. Kita mendapatkan lebih banyak saat kita bersedia melepaskan apa yang Tuhan ingin kita lepaskan.

Saat Tuhan meminta aku melepaskan sejumlah harta yang kelihatan, Dia ingin aku menyadari kalau berkat yang tak kelihatan dariNya lebih banyak dari yang kusadari.
Saat Tuhan ingin aku melepaskan nafsu makanku pada makanan tertentu, Dia ingin aku sadar bahwa aku hidup karena firmanNya.
Saat Dia ingin aku melepaskan pengampunan, itu karena Tuhan ingin aku mendapatkan kasih yang telah hilang,  Dia juga ingin aku sadar bahwa aku telah menerima pengampunan dariNya.
Saat aku kehilangan orang yang kukasihi, aku tahu aku gak pernah kehilangan Tuhan kasihNya selalu ada bagiku.
Saat aku melepaskan pekerjaan yang sebelumnya kumiliki, aku akan mendapat yang lebih baik dari Tuhan. Dia ingin tanganku kosong supaya Dia bisa menggantinya dengan yang lebih baik.

Aku mendapatkanNya dalam kehilangan-kehilanganku.

Amsal 8:33 (TB)  Dengarkanlah didikan, maka kamu menjadi bijak; janganlah mengabaikannya.

Tadi malam suamiku menegurku, "Jangan mau enaknya sendiri" gara-gara beberapa minggu ini aku mengabaikan beberapa pekerjaan rumahku dengan alasan kehamilanku. Awalnya aku gak terima karena memang aku hamil kok, tapi aku diam dan berpikir, ya... Akhir-akhir ini aku malas. Kemalasan bisa dilawan. Aku gak boleh seenaknya sendiri meskipun sedang hamil.

Suamiku bukan tipe orang yang akan menuruti segala keinginan istri walaupun sedang hamil. Kalau itu salah, jangan harap. Aku kadang jengkel, pengen kan yang dimanja gitu, hahaha. Tapi aku bersyukur karena dia yang begitu maka aku mau gak mau dididik melakukan yang benar. Bukan membenarkan diri sendiri. Terkadang ngeselin tapi aku tahu ini demi kebaikan.

Kasongan,  7 Desember 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs