.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, April 19, 2017

Mazmur 121,123-125,128-130, Matius 19, Amsal 19

Mazmur 121:2 (TB)  Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.

Setiap dalam kesesakan dan masalah, memperkatakan ayat ini memberikan kekuatan yang besar. Mengingatkanku, yang akan menolongku Tuhan looo.... Dia yang kuasanya begitu besar. Kalau langit dan bumi ini aja adalah buatan tanganNya, tentunya perkara kecil buat Tuhan untuk tolong aku sekarang kalau Dia mau. 

Mazmur 123:2 (TB)  Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Bagaimana aku memandang Tuhan, apakah benar seperti hamba yang melihat tuannya dan berharap kepadanya?Atau aku malahan memandang Tuhan sebagai hamba? Jangan-jangan selama ini aku hanya datang mengatakan keinginanku agar Tuhan melakukan yang aku inginkan,bukannya aku melakukan yang Tuhan inginkan.

Mazmur 124:2-3 (TB)  jikalau bukan TUHAN yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita,
maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita;

Daud menyadari kalau dia bisa lolos dari berbagai hal yang akan menimpanya hanya karena pertolongan Tuhan. Hanya karena Tuhan di pihaknya!
Bukan karena Daud hebat.
Bukan karena Daud berpura-pura gila.
Bukan karena Daud panadai menyembunyikan diri.
Daud sadar Tuhanlah yang menolongnya.
Daud gak mau melupakan itu, sehingga dalam nyanyian ziarahnya dia menyanyikan itu. Sepanjang perjalanannya dia mengingat pertolongan Tuhan.

Dalam perjalanan hidupku,  aku juga gak mau melupakan pertolongan Tuhan, aku mau mengingat-ingat apa yang sudah dilakukanNya. Apa yang terjadi dalam hidupku adalah kebaikanNya semata. Bukan karena aku.

Mazmur 125:1 (TB)  Nyanyian ziarah. Orang-orang yang percaya kepada TUHAN adalah seperti gunung Sion yang tidak goyang, yang tetap untuk selama-lamanya.

Percaya kepada Tuhan itu sulit kalau kita gak fokus sama Tuhan.
Dengar omongan orang goyah.
Liat keadaan sekarang jadi hopeless.
Membayangkan hal-hal negatif bikin kuatir.
Kalo mau sepenuhnya percaya sama Tuhan harus fokus sama Tuhan. Sama pribadi Tuhan. Sama firmanNya.
Biar gak goyang,  biar gak gampang goyah.
Fokus sama Tuhan membuat kita ingat kalau ga ada yang lebih besar dari Dia. Kalau segala sesuatu aman dalam tanganNya. Kalau apapun yang terjadi gak terlepas dari izinNya maka Tuhan punya tujuan.

Tuhan, aku mau fokus sama Tuhan. Apapun yang terjadi, aku mau belajar langsung cari Tuhan supaya aku gak goyah.

Mazmur 128:1 (TB)  Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!

Berkat atas rumah tangga di pasal ini kalo dibaca luar biasa banget. Seringnya kan kalo baca ginian kita jadi nuntut Tuhan kalau kita merasa belum terima berkat ini. Aku diingatkan supaya gak asal nuntut,  tapi cek dan ricek hidup:
Sudahkah kami hidup takut akan Tuhan?
Sudahkah kami hidup menurut jalan yang Tuhan tunjukkan?
Tuhan berjanji saat kita hidup takut akan Tuhan dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya maka kita akan berbahagia. Aku baru saja terpikir kalau berbahagianya bukan karena berkatNya semata, tapi berbahagia karena menaati Dia. Gak mudah lo hidup taat sama Tuhan.

Tuhan, aku mau hidup menurut jalan yang Tuhan tunjukkan. Tolong aku Tuhan, aku mau taat.

Mazmur 130:6 (TB)  Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.

Sewaktu aku baru melahirkan Sara, bulan-bulan awal dia rewel luar biasa tiap malam. Aku gak bisa istirahat, jiwa raga lelah. Pengennya pagi cepat datang karena kalau siang Sara gak rewel malahan tidur melulu. Pokoknya,  kalau sudah datang pagi tu legaaaa.... Banget! Nah,  setelah beberapa bulan jadi beda dong, malam tidurnya enak banget sedangkan siang maunya main melulu jadi kami susah melakukan pekerjaan yang lain. Jadi pengennya malam cepat datang. Lol.

Jadiiii..... Sejak menyadari ironi itu,  aku sadar kalau aku gak bisa sekedar mengharapkan keadaan berubah. Saat keadaan berubah,  pasti ada aja hal yang aku harapkan lagi. Aku mau belajar berharap sama Tuhan aja. 

Amsal 19:11 (TB)  Akal budi membuat seseorang! sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran.

Kemarin sore ada teman kantor yang menyalah-nyalahkan pekerjaanku di kantor padahal pekerjaannya yang gak beres, di grup wa kantor pula dimana semua orang bisa baca. Sempat panas rasanya dan ingin membalas. Berbagai perkataan ingin aku ketikkan. Suamiku yang biasanya sabar pun bilang, ayo balas,  jelaskan yang sebenarnya, kalau nggak orang lain bisa salah paham, dikira aku yang gak bisa kerja. Maklum, suamiku dulu bekerja di swasta yang kalau ada apa-apa harus langsung dijelaskan to the point. Tapi aku bilang ke suamiku, kalau aku balas nanti urusannya tambah panjang,  lagipula kalau perlu ngomong aku mending langsung ngomong ke orangnya 4 mata

Aku menahan diri,  dibanding cepat membalas di wa dan berkata kasar, aku diam saja,  aku menahan diri. Waktu aku berdiam, aku mengingatkan diri kalau aku gak mau jadi orang bodoh yang mengumbar kemarahannya. Aku belajar gak peduli pandangan orang tentang aku bisa kerja atau ngga, aku gak perlu membuktikan apa-apa, aku mengenal diriku sendiri. Aku membiarkan Tuhan yang membelaku,  aku gak perlu membela diri saat itu. Aku ingat kalau perlu dua orang untuk berbantahan, jadi sedapat-dapatnya kalau ini bergantung sama aku,  aku mau belajar mengendalikan diri. Aku yang awalnya emosi tingkat dewa, karena berdiam jadi banyak berpikir dan emosiku mulai mereda.

Hari ini, orang itu gak ada di kantor, ya sudahlah,  lain kali aku akan bicara. Tadi seorang teman kantor yang lain bilang kalau dia awalnya mengira aku akan membalas dan kami berdua akan ribut tapi dia salut karena aku bisa menahan diri gak membalas. Seandainya dia tahu,  hahahaha. Tapi memang dari pengalaman ini aku belajar kalau memang aku gak boleh menuruti emosi,  aku harus bisa mengendalikan diri.

Tuhan, terima kasih karena Tuhan menolongku bersabar. Tuhan yang ingatkan aku supaya gak sekedar memuaskan emosi sesaat. Terima kasih Tuhan. Amin.

Matius 15:31 (TB)  Maka takjublah orang banyak itu melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Kita dengan mudah takjub melihat bagaimana pekerjaan-pekerjaan Tuhan, mukzizat-mukzizatNya,  perbuatanNya dalam hidup kita sungguh luar biasa. Tapi, apakah kita hanya mau takjub saja?

Hari ini aku diingatkan untuk bersyukur, gak boleh melupakan perbuatan Tuhan. Dannn... Yang terpenting, aku gak mau cuma melihat keajaiban yang diperbuat Tuhan. Begitu banyak orang datang kepada Yesus karena melihat perbuatanNya,  aku perlu ingat kalau follower beda dengan murid. Seorang murid berkomitmen menaati Tuhan apapun yang terjadi, bukan hanya saat menguntungkan.

Kasongan, 19 April 2017
-Mega Menulis-

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs