Posts

Showing posts with the label Family

Protektifnya Sara:Sayang Adek

Image
Kami sudah tahu kalau Sara sangat protektif pada adiknya sejak dulu. Pernah ada kejadian, kami baru keluar dari pagar rumah dan tiba-tiba ada sebuah motor mau melintas di depan rumah, spontan Sara menarik Sofia yang saat itu posisinya di dekat jalan, memeluknya dan menangis sambil berkata, "Jangan dekkkk, jangan....!!!" Sofia ikut menangis, mungkin karena kaget dan kakaknya memeluk cukup erat. Aku dan suamiku juga kaget karena sebenarnya posisi motor masih belum terlalu dekat. Setelah mereka tenang, kami tanyakan kenapa Sara begitu. Ternyata karena ada motor dan dia takut adiknya ditabrak. Memang sebelumnya, kami pernah bilang ke dia untuk membantu menjaga adeknya, hati-hati kalau ada kendaraan karena kalau ditabrak nanti sakit. Gak disangka dia mengingatnya dan bereaksi begitu. Lalu kami ajari, jangan seperti itu caranya mengajak dedek ke pinggir. Lebih pelan dan tidak usah seheboh itu.  Hari ini ada kejadian yang mirip, papanya gak ikut jalan pagi karena kurang ...

Manfaat Jalan Bersama Keluarga

Image
Setelah beberapa minggu jalan kaki bareng sekeluarga (pagi dan sore) , kami merasakan manfaatnya bagi anak-anak (dan kami juga sih). Apa saja manfaatnya? 1. Saking senangnya anak-anak dengan momen jalan kaki bareng kami jadi bisa melatihkan kebiasaan baru dengan menempelkannya ke kegiatan jalan kaki, atau menjadikan jalan kaki sebagai syarat. Akakakak. Memanipulasi anak? Ngga dong, ini supaya mereka belajar konsekuensi. Beberapa kebiasaan baru yang muncul karena jalan pagi : - Bangun lebih pagi (pukul 5 pagi anak-anak sudah mulai kami bangunkan, paling lambat pukul 5.30 kami sudah jalan). Setengah jam itu toleransi waktu untuk leyeh-leyeh (ya kali, bangunin bocah bisa langsung bangun, hahahaha), merapikan tempat tidur, buang air kecil, dan minum air putih. - Tidur tidak terlalu malam. Sebelumnya memang kami selalu sudah mematikan lampu di jam tertentu, tapi namanya bocah kan di tempat tidur masih main lompat-lompat, mengoceh, dll. Sekarang kami kasih tahu kalau tidur kemalaman konsekue...

New Habit : Jalan Kaki

Image
Beberapa waktu yang lalu, aku memenuhi tantangan #30DaysLovingMyselfLIKE #MegaRambangJalanKakiBarengLIKE Jadi selama 30 hari aku jalan kaki dengan target 10.000 langkah setiap hari. Lumayan tuh kalau dikonversikan kurang lebih 7 km. Akakakakak. Ternyata aku sanggup lo, walaupun gak full 30 hari berjalan 10.000 langkah, tapi sempat beberapa kali dapat 10.000 langkahnya, hehehe. Bangga deh dengan diri sendiri, ternyata aku cukup konsisten. Ecieee...  Aku mengajak suami dan bocah-bocah jalan juga. Gayung bersambut. Mereka mau dan senang. Masalahnya adalah, mereka baru bangun jam 5-5.30 pagi. Jadi kalau aku mau mencapai 10.000 langkah aku harus mulai berjalan paling nggak jam 4,lalu lanjut jalan bareng mereka. Karena jalan sama bocah, paling cuma bisa dapat 2000-3000 langkah. Lah, padahal sebelum jalan aku saat teduh dulu, buat jurnal, dll. Mau bangun jam berapa? Mulailah aku mengeluh ke suamiku. Lalu dia bilang, "Emang harus 10.000 langkah itu selesai pagi? Kan itu totalan jalan seha...

Sehati Sepikir dan Penundukan Diri

"Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!" (Roma 12:16 / TB) Sewaktu membaca kalimat ‘sehati sepikir dalam hidupmu bersama’, aku langsung memikirkan suamiku. Memang, sebenarnya konteks dan latar belakang ayat ini bukan membicarakan hubungan suami istri, tapi bagiku ayat ini menjadi rhema khusus untuk diaplikasikan dalam hubungan dengan suami. 

Dulu dan Sekarang

Huaaaa....Blogku berdebu!!! #Cari sapu #Ambil kemoceng Sudah lama banget gak rutin tulis blog, tahu-tahu sudah mau berakhir saja tahun 2016. Resolusi untuk tulis blog tiap hari tahun depan tak berani lagi kuucapkan, secaraaaa...tahun 2016 ini saja jumlah tulisan yang aku posting gak sampai hitungan semua jari (jari tangan dan kaki kan 20 ya, ini ma gak nyampe). Alasan sih banyak. Mulai dari yang tepar selama hamil sampai yang sekarang susah menyediakan waktu buat tulis karena ngurus anak dan suami. Saat siang gak ada kerjaan gini, aku malah mulai membandingkan masa sekarang dan masa laluku. Dulu waktu single bisa sesukanya baca buku, nonton film, jalan-jalan, tidur. Sekarang ma, bisa tidur nyenyak semalaman saja langka banget. Dulu, betah banget pantat nempel di kursi kantor seharian (paling-paling keluar kantor cuma buat makan siang), bahkan rela pulang kantor lembur nyelesaikan pekerjaan sampe tengah malam. Sekarang, sori saja, jam istirahat siang saja ingin pulang b...

Gara-gara Sara

Sara anakku belum lagi berusia 2 bulan,tapi kehadirannya membuatku dan abangku punya bahan untuk ditertawakan setiap harinya. Pagi-pagi abangku memenuhi panggilan alamnya (baca:bab) sementara aku menunggui Sara,kalau-kalau dia terbangun.Melihat keadaan aman (baca:Sara tidur nyenyak),aku memutuskan ke dapur mencuci piring yang dipakai semalam.Begitu keluar dari WC abangku heran melihatku sudah di dapur dan tidak menunggu Sara. Abang : Dimana Sara dek? Aku : Beli lontong pecel bang. *ngakak bareng* Ya iya laaaa...emang bisa kemana si Sara,masih sekecil itu belum bisa ngapa-ngapain pake ditanyain dimana,ya di tempatnya semula lah.LOL

Peliharaan Mamahku

Mamahku memelihara semut Jepang yang katanya bisa dimakan untuk obat,di sebuah toples diletakkannya 4 ekor semut,kapas dan ragi (makanan untuk semut tersebut),setelah beberapa minggu semut jepang tersebut bertambah banyak dengan bonus beberapa ekor belatung.Dita sepupuku heran melihat toples tersebut. Dita : Mbak,apa itu? Ruri : Semut Jepang Dit,peliharaan bude,buat obat. Dita : Ih,belatungnya kok banyak? Ruri : Ga tau Dit. Dita : Oo...mungkin karena ada raginya mbak,ada lalat bertelur di situ. Dita : Yang dimakan apanya mbak? Ruri : Raginya Dit,semutnya makan ragi. Dita : Bukan mbak,yang dimakan bude apanya? Aku : Belatungnya Dit,huahahahaha.

Tambiku

Image
#NulisRandom2015 Hari ke-14 Gara-gara ngomongin harmonika tambiku sama Echa, jadi pengen nulis tentang tambiku.Ini dia tambiku. Tambi tu bahasa Dayak yang artinya ‘nenek’, jadi tambi ni ibunya papahku. O, iya ini foto tambiku waktu menghadiri resepsi pernikahan kami bulan Mei kemarin: Umurnya dah 87 tahun looo… Dan aku ngobrolin tambiku sama Echa karena teringat tambi yang hobi banget main harmonika mengalunkan lagu-lagu Kidung Jemaat. Eh, tau harmonika gak sih? Alat musik tiup harmonika ni, emang gak sepopuler alat musik lain semacam gitar, keyboard, biola, dll. Mungkin yang bisa mainkan ni alat musik juga gak banyak. Ini nih harmonika, kalau mau tahu klik sini ya  Tambiku jago banget mainnya, sayang anak-anaknya gak ada yang bisa memainkan harmonika selihai tambiku. Cucunya apalagi :p Daku melambaikan tangan ke kamera deh kalau disuruh main ini, satu-satunya alat musik yang bisa aku mainkan Cuma recorder. Eh, tau recorder kan? Jangan bilang gak tahu juga. K...

Seperti Makan Gajah

#NulisRandom2015 Hari ke-12 "Belajar itu seperti makan gajah",demikian ujar narasumber diklat yang aku ikuti kemarin. Hah? Maksudnya? Bayangkan kamu harus makan seekor gajah sendiri.Jan,ra sanggup to?Aje gileeee....piye caranya makan gajah? Ngebayangkannya aja dah angkat tangan deh.Mbok makan ayam aja,ato ikan :p Memakan gajah tentunya susah,sebesar itu apa gak modar.Dah enek duluan kali :p Susah makan seekor gajah bulat-bulat,tapi bagaimana jika si gajah dipotong-potong kecil,dibumbui dengan bumbu yang pas,dimakan pagi siang malam hingga bosan.Lama-lama gajahnya habis kan?Begitulah membuat Renstra,kata sang narasumber.Pelajari unsur-unsur di dalamnya secara bertahap,berulang-ulang,sampai akhirnya kita mengerti dan terlatih membuat Renstra. Terdengar mudah bukan? Tentu saja. Jika kita ingin menjalani sesuatu dengan mudah,bayangkan dulu kalau hal itu memang mudah.Tak usah berpikir yang sulit.Camkan dalam hati kalau hal ini mudah.Pelan-pelan,sedikit-sedikit,habiskan ga...

It's Not Easy But It's Beautiful

Image
#NulisRandom2015 Hari ke-6 Lupaaa….sapa yang ngeshare ini di fesbuk, aku buka dan mbrebes mili deh. Coba deh buka: Mbrebes mili tau ga? Itu kosa kata bahasa Jawa yang aku dapat waktu nonton salah satu edisi audisi Indonesian Idol atau X-Factor ya, aku lupa. Pokoknya waktu itu Ahmad Dhani komen dia ngaku sempet mbrebes mili saat si A bernyanyi, gak lama video si Ahmad Dhani waktu ngeliat si A nyanyi ditampilin, emang berkaca-kaca matanya, seperti tersentuh dengan lagu yang dinyanyikan itu, gak berapa lama menangislah dia. Inti ne nangis si, tapi bukan yang nangis meraung-raung pake guling-guling dan koprol ^^V Menangisnya dengan gaya yang cool :p Gak disengaja, tahu-tahu berkaca-kaca gitu, nangis karena ngerasa tersentuh gitu deh. Banyak momen aku mberebes mili pas ngeliat video tersebut, salah satunya waktu Deddy Corbuzier bilang dia kebanyakan membesarkan Azka anaknya sendiri, Deddy bilang: “It’s not easy but it’s beautiful.” Membesarkan dan mendidik seo...

Kocaknya Mamahku (2)

Hari Minggu kemaren aku dibuat senyum-senyum walopun ditambah geleng-geleng gara-gara mamahku. Mamahku emang kocak banget, hehehe. Kalo mau tahu kekocakannya yang lain lihat di sini Jadi, di hari Minggu yang panas banget, enaknya ngulet di tempat tidur, tiba-tiba mamahku memaksaku membesuk babi kami yang dah melahirkan(jiah…manusiawi sekali jadinya ya, babi melahirkan dibesuk :p). Memang sudah beberapa tahun ini kami bekerja sama dengan orang untuk berternak babi. Kami nitip orang lain untuk pelihara dan kami sediakan makanannya, tapi orang itu yang ngurusin sehari-harinya, ntar hasilnya dibagi 2. Bo, lumayan lo hasilnya, ingat banget aku, modalnya 2 juta beli seekor babi betina yang udah siap nikah eh kawin :p Sampe sekarang dah beranak pinak dan dijual beberapa kali, pernah dipotong dan masih ada sampe sekarang. Amazing kan? Eniwei,aku rada males sebenarnya ngebesuk tu babi soale terakhir kami kesana aku bete, mosok ya begitu kami datang dulu mamahku langsung nyelonong...