Posts

Showing posts with the label Friends

Tujuan 40 Tahun Perjalanan ^^

Ulangan 8:1-20 (Bersyukur kepada Allah karena kebaikan-Nya) Keren deh, pas kubaca perikop ini, Mbah Musa mengingatkan orang Israel akan seluruh perjalanan- EMPAT PULUH TAHUN yang mereka lakukan. Wuihhhh..... GOD ni gak nanggung-nanggung ya ngerjain orang Israel, masa perjalanan 40 tahun?^^V Iya kalo naek pesawat, ato transport apa, ini jalan kaki boooo....., blom lagi sgala kesulitan dan masalah yang terjadi selama perjalanan itu. Cckkkk...cckkk..cckkk.... Dan, dengan jelas dibilang , PERJALANAN SELAMA 40 TAHUN INI ADALAH KEHENDAK TUHAN (ayat 2). Jadi, pelajaran pertama yang kudapat waktu baca perikop ini adalah: kalo saat ini aku sedang mengalami perjalanan menuju ‘negeri yang dijanjikan’ seperti orang Israel, ALWAYS REMEMBER MEG, PERJALANAN YANG KAMU TEMPUH INI ADALAH KEHENDAK TUHAN . Sesulit apapun, sebanyak apapun masalah yang kamu alami, dan selama apapun perjalanan yang harus kamu tempuh (tapi kalo nyampe 40 tahun, lama juga ya GOD? Hahahahahaha ^^V) , INI ADALAH ...

Salam dari Sahabat

Kapan hari terinspirasi Paulus dengan salamnya di Roma 16:1-16, aku menyampaikan salam buat anggota BRG. Eh, gak disangka beberapa dari mereka juga menyampaikan salamnya. Terharu.... 😭 Really encourage me, huhuhu. Jadi aku mau simpan di sini buat kubaca kapan-kapan lagi, hehehe. Bersyukur buat mereka yang mau meluangkan waktunya menuliskan ini.  Sebenarnya , dari awal baca Roma 16 aku sudah ingin membuat salam-salam kayak gitu, tapi kupikir-pikir ah spending time banget, dicancel aja ah. Eh,  Gio tahu-tahu share membernya buat gituan dan bener-bener menghangatkan hati lo (tsahhh....) membacanya,  padahal itu buat orang lain, bukan buatku . Gak bisa lagi deh menolak dorongan untuk membuatnya. Aku mulai buat (bisa dilihat di rhemaku Roma 16 beberapa hari yang lalu) , dan begitu selesai aku gak merasa membuang waktu malahan merasa diberkati banget lo. Diberkati karena menyadari kalau ternyata aku dikelilingi orang-orang yang membagi rhema dan hidupnya yang luar bias...

Bandung, Abraham dan Echa

Image
Ini cerita lawas. Tahun 2012 yang lalu aku berkesempatan menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Bandung dan bertemu blogger terimut se-Cijerah, owner   Blog Fountain of Joy   , Miss Echa….plok.plok.plok. Jadi ceritanya, aku lagi dinas ke Jakarta, truss slese dinas pas weekend gitu, maen deh ke Bandung. Mumpung ada yang bersedia nampung   selama di Bandung, hohohoho. Cerita Echa pas daku maen ke sana bisa dilihat di sini  

Tuhan Yesus Lebih Sayang Sama Ulie

Dua minggu yg lalu kita anter kamu ke altar pernikahan lie...ga pernah terpikirkan bahwa besok kita anter kamu ke peristirahatan yg terakhir. Satu hal yg pasti, Ulie udah ga sakit lagi ya de...kita semua sayang sama Ulie...tapi Tuhan Yesus lebih syg Ulie... Demikian update status Nona hari ini tentang seorang kawannya. Sedih bacanya. Aku memang gak kenal Ulie ini, tapi hatiku seperti teriris. Gak kebayang gimana perasaan keluarganya. Gimana perasaan suaminya. Sebagai pengantin baru, aku gak bisa membayangkan jika hal itu menimpa kami T_T Sedih…. Turut berduka untuk keluarga besar Ulie. Gak tahu harus ngomong apa lagi, tapi waktu komen-komenan di status Nona, lagu ini yang terngingang-ngiang. JalanMu tak terselam i Oleh setiap hati kami Namun satu hal kupercaya Ada rencana yang indah Tiada terduga kasihMu Heran dan besar bagiku Arti kehadiranMu s’lalu Nyata di dalam hidupku PenyertaanMu sempurna RancanganMu p’nuh damai Aman dan sejahtera Walau di...

Sedang di Jogja :)

#NulisRandom2015 Hari ke-8 Pulang ke kotamu Ada setangkup haru dalam rindu Masih seperti dulu Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna Terhanyut aku akan nostalgi Saat kita sering luangkan waktu Nikmati bersama Suasana Jogja Di persimpangan langkahku terhenti Ramai kaki lima Menjajakan sajian khas berselera Orang duduk bersila Musisi jalanan mulai beraksi Seiring laraku kehilanganmu Merintih sendiri Ditelan deru kotamu ... Walau kini kau t'lah tiada tak kembali Namun kotamu hadirkan senyummu abadi Ijinkanlah aku untuk s'lalu pulang lagi Bila hati mulai sepi tanpa terobati Yogyakarta-Kla Project Menginjakkan kaki di Jogja lagi :) Jogja terasa sama dan berbeda.Sama karena sepertinya tidak ada perubahan berarti di kota ini,tapi berbeda tanpa mereka yang biasanya menemani hari-hariku selama hampir 4 tahun masa-masa kuliahku. Mereka yang dulu mengisi hari-hariku sudah pergi dari Jogja,ada yang kembali ke kampung halamannya,ada pula yang memilih...

Nasehat Abeth (tsahhh....^^)

I write this for a reminder for me :p Abeth Sitinjak bilang gini kemaren: “Kalau ntar sesuatu ngga berjalan sesuai yang direncanakan(my wedding day maksudnya). Jangan jadikan alasan untuk marah, kesal, dll ya Meg”. YES. Makasih ya Beth ^^ Aku memang perlu diingatkan kalau our wedding day bukan tentang aku atau abangku, atau pritilan-pritilan yang gak penting, ini tentang bagaimana Tuhan Yesus memberkati sebuah pernikahan kudus. Ini tentang bagaimana Dia dimuliakan melalui kehidupan pernikahan kami.   Ini tentang bagaimana kami menjadi kesaksian kasih Allah dalam kehidupan rumah tangga kami nantinya.Mosok sih ntar kalo ada yang berjalan gak sesuai rencana trus aku pake acara cemberut, marah atau kesal, aihhhh…katanya mo memuliakan Tuhan, mosok sih gitu Meg? Kalau sesuatu gak berjalan sesuai yang aku inginkan, terkadang aku kesel setengah mampus. Aku perlu belajar menerima berbagai kejutan-kejutan yang gak aku inginkan dalam hidup ini. Tuhan tahu aku gak menyuk...

Bagaimana Menghibur Mereka yang Berduka Karena Kematian Orang Terkasihnya?

“Kak, ngasih ayat apa ya bagusnya buat sahabatku yang papahnya baru meninggal?”, demikian isi SMS adek tingkatku beberapa waktu yang lalu. Dia mengaku kalau ia bingung harus bagaimana menghibur sahabatnya yang mengalami kedukaan tersebut, dia tidak ingin sahabatnya bersedih, dia ingin sahabatnya itu tetap kuat walaupun ditinggalkan papahnya. Aku ingat banget kalau saat itu aku terheran-heran, berpikir,”Memangnya mereka yang habis kehilangan orang terkasihnya tidak boleh bersedih? Kan aneh ya. Lagipula, bagaimana kita bisa bersikap biasa seperti tidak terjadi apa-apa saat mereka yang menjadi bagian dalam hidup kita tiba-tiba tidak bisa kita temui?”. Helooowwwww… #geleng-geleng.

Penera Ahli Kelas C

Kembali ke rutinitas kantor (-,-)’ Pada bulan Agustus-Desember tahun lalu, saya berkesempatan mengikuti Diklat Penera di Cihanjuang, Jawa Barat. Diklat terlama yang pernah saya ikuti, dan paling berat dibandingkan diklat yang lain. Setiap pukul 8 pagi kegiatan sudah dimulai dan pengajaran baru berakhir pukul 5 sore. Apakah setelah itu kami beristirahat? Tentu saja tidak. Tugas-tugas sudah menanti, laporan praktikum, slide presentasi menunggu dikerjakan. Puncaknya, kami juga harus menulis tugas akhir dalam jangka waktu yang singkat, hanya beberapa minggu sejak pengajuan proposal, tugas akhir sudah harus siap disidangkan (yeah…ada pengujinya segala seperti zaman ujian skripsi) ^^ Puji Tuhan, hari Sabtu dan Minggu libur ^^’ Kalau ngga, nangis deh…:p Melelahkan?Pasti. Berkesan? Sangat. Di diklat ini saya mendapat banyak saudara dari berbagai daerah di Indonesia dengan segala keunikannya, mereka juga mengajarkan saya banyak hal. Kang ...

Ilustrasi Bakpao

Kemarin (ini kemarinnya orang Jawa ya,jadi gak bener-bener kemarin ya, hehehehe), aku dan Ogar membicarakan seseorang yang kami anggap bejo banget alias beruntung. Secara, dia dengan mudahnya mengklaim hasil kerja orang lain. Dia datang di saatnya menuai, sementara orang lain yang menabur dah pergi, kasarnya gitu deh. Enak banget ya. Kita berlelah-lelah sementara orang lain yang menikmati hasilnya. Kalo tau gitu, rasanya mending gak usah berlelah-lelah kali ya, hahaha. Dan entah kenapa kemudian aku teringat sebuah ilustrasi tentang kesaksian yang aku dengar bertahun-tahun lalu.Ilustrasinya demikian: Seseorang memakan sebuah bakpau, namun karena bakpau yang pertama belum mengenyangkannya, dia makan bakpau kedua. Dia masih lapar, lalu dia melanjutkan dengan bakpau ketiga. Belum juga kenyang. Akhirnya dia terus makan hingga bakpau ketujuh, baru dia merasa kenyang. Pertanyaannya, jika dia tidak makan bakpau kedua apakah dia akan kenyang? Atau, apakah tanpa bakpau ketiga dia akan keny...

Untuk Pengurus UKM Kristen UPN "Veteren" Yogyakarta

Aku masih menulis surat, hohoho. Ini baru hari ketiga dalam rangkaian #3Oharimenulissurat dan aku membuat daftar looo...siapa saja yang akan aku kirimi surat, hehehehe. Belum nyampe 30, tapi yang ada itupun nampaknya masih bisa berubah daftarnya. Mengertilah, wanita ini memang seringkali berubah pikiran akan banyak hal. Dan, hari ini aku ingin menuliskan surat kepada mereka yang wajahnya pun belum kutemui, namanya pun aku gak tahu #nahloooo... Tapi banyak sekali yang ingin aku ceritakan pada mereka, mereka penghuni baru di rumahku dulu. Mereka adik-adik pengurus UKM Kristen UPN "Veteran" Yogyakarta. Shalom adik-adik pengurus UKM, Pasti kalian tidak mengenal kakak, hohoho, sayang sekali ya...Tak apa lah, sekarang saja kita berkenalan. Kakak dulu pengurus UKM  juga lo, sudah lama sekali, tahun 2003-2006. Pernah ada di bidang 3, jadi kordinator bidang 3 dan terakhir jadi sekretaris sekaligus bph delegasi untuk bidang 2 dan bidang 3. Eh, bidang Kreativitas, Seni dan Ilmiah kan?...

Untuk Kakak Manis

Ini adalah hari kedua dalam rangkaian #30harimenulissurat. Hai kak, apa kabarmu? Lama tak bersua. Sudah berapa tahun ya kita gak bertemu muka? Terakhir bersms ria, setahun ada kali ya...aku lupa. Apakah pergumulanmu masih sama kak? Maaf, aku alpa mendoakanmu, aku harus jujur, hanya sesekali aku mengingatmu dalam doaku, dan hari ini aku ingat kamu. Aku gak tahu, apakah Tuhan sudah menjawab doamu dan suami dengan jawaban yang kalian inginkan atau belum. Tapi yang aku tahu, Tuhan Yesus mengasihimu kak. Jangan berpikir sebaliknya ya... #pelukkenceng ;-) Aku tahu pergumulanmu untuk memiliki anak ini dah sejak lama, bahkan di awal-awal perkenalan kita kau sudah menceritakannya. Kak, aku terkadang ikutan kesel lo tiap kamu curhat tentang teman sekantormu yang terus-menerus menanyakan pertanyaan gak  sensitif semacam: "Dah berapa anakmu?" "Sudah hamilkah kamu?" "Kok kamu belum juga hamil sih? Nunggu apalagi?" (Ya nunggu hamil lah, bego amat ya yang nanya kak...

Rohani, Sekuler dan Belajar Membuat Donat :p

Dear Anggit, How are you? Sedang kedinginankah? Gak terbayang kalo di Kasongan suhunya sama kayak di sana, pake sweater deh aku sepanjang hari, hehehe. Hari ini lagi puanas-puanasnya, setelah tadi malam hujan deras. Memang aneh di sini, tempat lain kekeringan, eh...disini sering hujan, tiap berapa hari hujan lo, padahal aku dengar tempat lain dah kekeringan aja. Tapi ya itu tadi, jadinya kalo dah gak hujan, puanase pol-polan kayak hari ini ^^’   Maaf ya Nggit, baru sempet bales suratmu   sekarang, little busy last week, huhuhuhu, kata abangku berkatku sedang melimpah :p Gimana di sana, sudah menjalin persahabatankah dengan teman-teman barumu? Kamu pasti ketemu banyak orang yang menarik dan jadi berkat buatmu, menyenangkan bukan ternyata menjalin persahabatan dengan orang yang baru kamu kenal ^^

And You will Learn

Senang banget membaca   postingan Novi yang berjudul Lesson From My Student   Novi adalah seorang guru looo.... ^^ Dan di postingannya itu, dia berecerita tentang banyak hal yang dipelajarinya dari muridnya. Membaca tulisan Novi, aku jadi teringat seorang ibu guru berumur 50 tahun yang mengajar di Papua, aku pernah mewawancaranya untuk Majalah Pearl   beberapa waktu yang lalu. Aku lupa edisi ke berapa yang jelas temanya tentang Misi. Ibu guru yang mengajar di Papua itu bukan asli sana lo, dia berasal dari Jawa. Kalo mau baca cerita lengkapnya, klik di sini  , rupanya aku juga pernah postingkan di blogku ini, gkgkgkgk.   Ibu itu sangat ramah lo, padahal aku juga kenalnya dari temen doang, dan wawancara juga Cuma dari telepon, tapi dia baek banget, dan berasa bener kecintaannya sama pelayanannya. Membaca kisah Novi aku jadi pengen membaca lagi wawancaraku dengan ibu guru di Papua itu, dan betapa terkejutnya aku ternyata dia juga bernama Novi, hahaha. ...

Musa, Kaleb dan Debora

To : anggit@preciousmail.com Subject : 2nd #letter Dear Anggit , How are you there? Sedang menikmati coklat favoritmu kah sekarang? Eh, aku suka coklat juga looo...Err,ngomong-ngomong soal coklat nih, jadi teringat saat aku dibilang ‘pelit’ sama abangnya abangku, gini ceritanya, aku kan diajak abangku ngumpul bareng keluarganya sewaktu di Jakarta, abang iparnya membawa sekotak coklat impor, aih...coklatnya mungil-mungil dan cantik banget bentuknya, di dalamnya ada coklat cair lagi. Macem-macem kan tuh bentuknya. Aku gak tahu lah ya, gimana caramu menikmati coklat Nggit , tapi aku menikmati setiap gigitanku, pelan-pelaaannnn banget, meresapi manisnya, aihhh...satu coklat mungil itu aku ngabisin waktu berapa menit. Dan tau-tau abangnya abangku dalam hitungan detik menelan (catet ya: MENELAN! Soale gak dinikmati banget makannya) tu coklat, hap..hap...hap...Gak nyampe semenit coba. Aku nyelutuk dunk gini,”Wah bang, pelan-pelan bang, dinikmati...”. Rupanya si abang itu juga semp...

Krisis Identitas dan Dietku

To : anggit@preciousmail.com Subject : 1st #letter Dear Anggit, Aku blom pernah cerita ini ke siapapun. Jadi, aku pertama kali cerita ini ke kamu. Well, sebenarnya, aku sempat mengalami krisis identitas, cieee....Gayaku ya, segala krisis identitas.  Ini gara-gara seorang kawan yang mengagung-agungkan pernikahan sesuku. Katanya dia, penting banget menjaga supaya “darah murni” ini tetap tau siapa dirinya-err, gak tepat gini sih bahasanya, tapi gitu deh. Menurutnya, pada akhirnya, gak akan lagi ada orang yang menyebut dirinya orang Batak ato orang Dayak ato orang Jawa (ato mana aja lah) kalo terus ada pernikahan campuran.  Terdengar lucu ya? Tapi berhubung aku terlahir dari ayah yang asli Dayak dan ibu yang asli Jowo, aku harus mengakui kalo aku bingung pas ditanya asli mana. Apalagi kalo orang-orang gak percaya pas aku bilang aku orang Dayak or Jawa, secara, fisik lebih ke Ambon, Papua, dan sekitarnya, hahahaha. Tapi Nggit, aku punya pengalaman seru waktu k...