Setali Tiga Uang Sama Eyang
Hari ini aku keheranan bin geli ngeliat eyangku,dari pagi sampe siang bolak-balik dari kamarnya ke ruang keluarga dengan pakaian super duper rapi, siap berangkat ke Palangka Raya. Padahal ya, kami baru berangkat dari rumah rencananya jam 4an sore,secara pesawat take off jam 8 malam. Cuma berhubung ini Jakarta ya berangkatlah jam segitu. Nah,kebayang kan dari paginya sampe siang ini tiap 1 jam eyang keluar masuk gelisah gitu? Gimana daku gak geli,hahahaha. Kami serumah~aku,omku,tanteku~menertawakan eyang. Tapi gantian aku yang malu. Saat omku berkomentar,"Jamnya lambat banget ya yang...", aku teringat apa yang aku rasakan beberapa hari yang lalu. Malam sebelum keberangkatanku ke Jakarta, aku tidak bisa tidur nyenyak, hampir tiap satu jam aku terbangun, dan menemukan kalau waktu keberangkatanku masih lama. Padahal cuma hitungan jam looo...tapi rasanya seabad #sigh. Jadi ya,sewaktu hari ini aku menertawakan eyang, sebenarnya aku juga menertawakan diri sendiri. Aku melakukan ya...