Posts

Showing posts with the label wanita

Safira : Pengaruh Seorang Isteri

Kisah Safira bisa kita baca di  Kisah Para Rasul 5:1-11 . Ada tiga ayat yang menjadi perhatian kita kali ini. Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul. (Kisah Para Rasul 5:2) Kata Petrus kepadanya: "Katakanlah kepadaku, dengan harga sekiankah tanah itu kamu jual?" Jawab perempuan itu: "Betul sekian." Kata Petrus: " Mengapa kamu berdua bersepakat untuk mencobai Roh Tuhan?  Lihatlah, orang-orang yang baru mengubur suamimu berdiri di depan pintu dan mereka akan mengusung engkau juga keluar." (Kisah Para Rasul 5:8-9) Melalui kisah Safira, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari.  1. Tidak bersepakat dalam hal dosa dengan suami. Suami isteri diharapkan sehati sepikir tapi TIDAK DALAM DOSA. Kalau ada yang menyimpang, suami/istri tetap harus mengingatkan pasangannya lalu melakukan hal yang benar!  2. Pentingnya memberikan pengaruh positif untu...

Memberi dari Kekurangan Tanpa Takut Kekurangan

Kali ini, kita akan belajar dari seorang perempuan anonim—tidak diketahui siapa namanya—yang ada di Perjanjian Baru. Sebelumnya, yuk kita baca Markus 21:41-44 dan Lukas 12:1-4. Secara khusus, ada dua ayat yang akan kita soroti; yaitu:  “Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Lukas 21:4) Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (Markus 12:44) *** Baik Markus maupun Lukas memberikan kesaksian yang sama tentang janda miskin ini. Ya, dia memberi dari kekurangannya, dan semua yang ada padanya—yaitu seluruh nafkahnya. Artinya, kalau janda ini memberikan persembahan, maka hari itu dia tidak bisa makan. Lah, gimana bisa makan, wong semua yang ada padanya habis. Ta… tapi… kalau dikurskan ke rupiah, sebenarnya satu peser itu berapa, sih? Kok, kayaknya dikit...

Sifra dan Pua : Bidan-Bidan yang Takut akan Tuhan

Keluaran 1:15-20 Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup. " Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: "Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?" Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: "Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang,   mereka telah bersalin. Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah , maka Ia m...

Pelayan Isteri Naaman : Seorang Anak Perempuan yang Menjadi Berkat

Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.  Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.  Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”  (2 Raja-Raja 5:1-3) Saat ini kita akan mengenal lebih dekat seorang anak perempuan yang hidupnya menjadi berkat bagi seseorang dari bangsa lain. Tidak disebutkan siapa nama anak perempuan yang menjadi pelayan istri Naaman ini di Alkitab. Umurnya pun tidak disebutkan dengan jelas. Alkitab hanya menyebutnya sebagai “anak perempuan”, jadi kemungkinan dia berusia muda, mungkin dibawah 20 tahun. Ia adalah orang Israel yang menjadi tawanan Naaman, seorang panglima Raja...

Lidia : Pebisnis Wanita yang Menyerahkan Hidupnya Kepada Kristus

Kali ini kita akan mengenal lebih dekat seorang  businesswoman  yang terkenal di zamannya. Dialah Lidia, seorang penjual kain ungu dari Tiatira. Tidak dicantumkan di Alkitab apakah dia menikah atau tidak. Kita tidak tahu seberapa besar kota Tiatira namun nama Lidia sangat terkenal—hingga keterangan itu yang disematkan oleh penulis Kisah Para Rasul (selengkapnya bisa dibaca di Kisah Para Rasul 16:1-40). Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan.  Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira,  yang beribadah kepada Allah.  Tuhan membuka hatinya, sehingga  ia memperhatikan  apa yang dikatakan oleh Paulus.  Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya,  ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak  sampai kami menerimanya.   (Kisah Para Rasul 16:14-15)

Hagar : Wanita yang Didengar Allah

Bacaan:  Kejadian 16: 1-16; Kejadian 21:8-21 Hagar adalah seorang wanita Mesir yang menjadi budak bagi Abraham dan Sara ketika mereka meninggalkan negeri itu. Meninggalkan tanah kelahiran bukan hal yang mudah bagi seorang wanita, apalagi untuk menjadi budak bagi orang dari bangsa lain. Hagar tentunya bukan budak biasa karena Sara kemudian memberikannya kepada Abraham, menjadi istri Abraham dan melahirkan anak baginya. Sebagai budak, Hagar tidak dapat menolak. Hagar sendirian, tidak punya hak, tidak dapat melawan, tidak berdaya, dan tidak memiliki siapa-siapa untuk membelanya.  Bayangkan kita berada di posisi Hagar, mungkin bukan sebagai budak, tapi dalam posisi merasa sendirian, tak berdaya, dan tak ada yang membela. Pastinya pernah ya. Di saat seperti ini kita perlu mengingat, ada Tuhan yang membela kita. Ada sebuah janji Tuhan yang sangat indah dan dapat kita perkatakan saat kita sedang merasa seperti Hagar:

Lea : Perempuan yang Tidak Dicintai Suaminya

Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakub pun menghampiri dia. Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: “Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?” Jawab Laban: “Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya.” (Kejadian 29:23, 25-26) Alkitab dengan gamblang menjelaskan bahwa ide menjadikan Lea sebagai istri Yakub tanpa sepengetahuan Yakub adalah ide Laban. Gak terbayangkanlah ya bagi kita di zaman sekarang pernikahan seperti ini. Amit-amit dah, ini Laban orang tua macam apa sih, kok teganya melakukan ini pada anak-anaknya. Mosok sih dia tidak memikirkan perasaan anak-anaknya? Walaupun dikatakan tidak biasa dalam adat mereka untuk mengawinkan adik lebih dahulu, kenapa fakta itu tidak disampaikan ke Yakub sebelumnya? Ini sih memang niat menipu. Entah ke...

Menjadikan Seorang Pria sebagai Pria

“Eh….mau angkat galon dek? Gak usah, abang ajaa….” Aku ngeyel dan tetap angkat sebuah galon, yes...masih bisa ^^V “Loh dek? Bisa aja tuh kamu angkat galon”. Abangku keheranan melihatku dengan mudahnya (tsahhh….boong deng :p susah payah juga) mengangkat sebuah galon. Maklum, sejak menikah dia gak pernah melihatku mengangkat galon air (eh, ini galon air yang berisi ya, bukannya yang kosong, hehehe). “Bisa lah bang, emang kapan aku bilang gak bisa?”, balik aku yang heran. “Bukannya dulu kamu bilang kalo ngisi galon air di rumah Kasongan, ada tukang air yang angkatin sampe dispenser?” “Ooo….itu, itu kan pas ada tukang jual air keliling bang, kalo ngga biasanya aku sendirian beli dan angkatnya”. “Kok, baru ini kamu angkat sendirian abang lihat dek?” “Iya lah, kan ada abang, hahahaha. Nah, kali ini karena banyak banget galon yang harus abang angkat (4 biji), makanya aku bantuin. “ “Oooo….kirain emang gak kuat” “Ngga lah bang, binimu ni aslinya Wonder Woman” ^^V

Hati-Hati Dalam Bercinta

Eunike atau Febe ya waktu itu yang bilang kalau tulisan yang jadi hits di Majalah Pearl adalah yang temanya tentang cinta (tsaaahhhh…), tema yang kagak ada matinya dah, hahahaha. Reaksi awal adalah,SEDIH, rupanya fokus ciwik-ciwik umumnya memang kehidupan percintaan, padahal buanyak lo hal yang menarik untuk dibaca selain tentang love, contohnya KEUANGAN, hahahaha (mentang-mentang selalu tertarik tema ini :p). Bukannnn….bukan aku anti tema cinta-cintaan ini ya, aku juga pernah kok melakukan hal yang sama-sewaktu blogwalking, menemukan sebuah blog yang menarik, lalu melihat daftar tema, dan jika ada cinta-cintanya, itu yang aku baca dahulu, I want more detail \(“,)/. Kemudian, jika setelahnya aku masih tertarik dengan blog tersebut, aku akan membaca blog tersebut dari postingan terlama hingga yang terbaru (kind a stalker, huh? LOL).

Kesamaan Dina dan Aku

#NulisRandom2015 Hari ke-24 “Si Dina sama lo kayak adek”, kata abangku beberapa waktu yang lalu. FYI, Dina tuh sepupuku yang umurnya baru 4 tahun. Dia lucu dan cerewet banget. Dia suka nempel sama abangku dan minta ditemanin main. “Sama kenapa bang?” “Iyaaaa….Mosok dia minta abang pilih-pilih baju di gamenya, terus akhirnya, eh…malahan dia milih pilihannya sendiri. Wanita dimana-mana sama ya dek. Gak besar atau kecil, sama aja”. Aw. Aw.Aw. Aku tertawa, tapi juga merasa tersindir. Astagaaaa…Jadi selama ini aku berbuat demikian dong sama abangku, sampai-sampai dia menyamakan Dina denganku, yang ternyata sering sok-sokan nanya pendapat abangku lalu ujung-ujungnya pendapat sendiri yang dipake. Ngapain nanya kalau begitu yah? Wanita ya, ada-ada saja. Mending dari awal buat pilihan sendiri aja ya, daripada nanya tapi gak pertimbangkan jawaban suami, hehehe. Aku merasa bersalah. Kudu tobat dan berbalik dari jalan yang jahat nih :p Kalau hal ini terjadi sewaktu pacaran ...

Akibat Diselingkuhin

Saudara yang dikhianati lebih sulit dihampiri dari pada kota yang kuat, dan pertengkaran adalah seperti palang gapura sebuah puri. Amsal 18:19 Pernah diselingkuhin? Aku pernah T_T Sakitnya tuh di sini *nunjuk dada* Gobloknya aku saat itu, aku terus saja berpikir kalau ada yang salah dengan diriku, aku merenung-renungkan apa yang salah dalam hubungan ini. Padahal nyata-nyata, aku yang diselingkuhin. Lah, dah disakitin kok masih nambah dengan nyalah-nyalahin diri sendiri. Girls, ini ma super duper bego. Sekarang baru nyadar.LOL Aku pernah mendengar share dari beberapa teman wanita yang diselingkuhin, ternyata kami sama, sama-sama menanyakan hal yang sama setelah tahu diselingkuhin. Kami bertanya-tanya: Apa sih salahku? Kurang apa sih aku? Aku gak tahu, kalau cowok yang diselingkuhin apakah mereka akan berpikir demikian. Tapi yang jelas, kebanyakan cewek mikirnya gitu. Saat aku tahu wanita lain itu, aku berpikir, ”Well, dia cantik, aku jelek banget apa ya di...

Perkataan Seorang Pria

“Wahhhh...pelanginya bagussss...!Tuh liat!”, teriak Maya sambil menunjuk pemandangan di sebelah kiri mobil kami. Seisi mobil langsung melihat ke arah yang ditunjukkan Maya. Kami terkagum melihatnya. Luar biasa. “Eh,menurut legenda, di ujung pelangi itu ada bidadari yang turun ke bumi dan mandi loooo...”, celutuk entah siapa.

SMS Tetanggaku Pagi Ini

TANAMAN DISIRAM GA. Gitu isi sms tetanggaku pagi ini. Serius. Well, gak pake huruf kapital semua gitu sih, tapi isinya sama. *sigh*

Maria dan Elisabet

Maria dan Elisabet (Lukas 1:39-45) Coba bayangkan kondisi Maria. Dia hamil. Masih perawan. Kata malaikat, yang dikandungnya adalah dari Roh Kudus. Siapa yang mau percaya?

Saat Marah Wanita Menjadi Historis

Baru menyadari hal ini saat membaca sebuah buku-please forgive me, aku lupa judulnya ^^’ Bukunya Mitch Albom yang jelas, Have a Little Faith ato For One More Day ya, lupaaa..... *sigh* Yang jelas, di buku ini ada sebuah anekdot demikian:

Wisdom in Book "Haruskah Aku Melajang?"

Judul Buku                    : Haruskah Aku Melajang Penulis                          : Kathleen Hardaway Penerbit                       : SHAINA PT Gloria Usaha Mulia Tahun Terbit                : 2004 Dibeli di                        : TB Rajawali Palangkaraya RESENSI Jika kita bertanya-tanya,”Mengapa saya masih melajang?” Atau bertanya,”Kapankah saya akan menikah?”. Kathleen,penulis buku ini   adalah seorang lajang, jadi dia mengerti rasanya menjadi lajang, dianggap aneh at...