.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, April 16, 2018

Amsal 15, 1 Korintus 15

1 Korintus 15:58 (TB)  Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Susah buatku berdiri teguh sekarang, I'm so tired 😭 Mau nangis tapi gak bisa nangis. Mau gak goyah, mau giat dalam pekerjaan Tuhan pun rasanya gak sanggup. Mau angkat tangan dan bilang ke Tuhan dan bilang, "Tuhan, aku istirahat dulu ya, aku gak sanggup".  Bersyukur sekali pulang dari RS bareng Sofia kemarin siang dan di rumah bentar aku dah berasa capekkkk... Banget. Gini toh rasanya jadi new mom of 2. Lol. Sampai jam 11 malam pun semalam berasa gak ngapa-ngapain, tapi capek banget. Mungkin karena kepikiran ASI yang belum keluar buat Sofia, trus masih butuh istirahat tapi banyak yang mesti diurusin.

Tadi malam sudah baca FT sambil nyoba pompa ASI, tapi gak kuat lagi posting rhema. Aku terlalu capek. Mo tidur jam berapa lagi? Sempat semalam terpikir mau mundur dari PIC grup C atau sekalian ekstrim istirahat dari grup sampai bisa adaptasi dengan kondisi baru ini. Dan pagi ini diingatkan kalau aku butuh *bersekutu dengan Tuhan*. Aku sangat butuh bersekutu dengan Tuhan. Bukannya di luar grup aku gak bersekutu dengan Tuhan, tapi grup ini memang menolongku untuk bersekutu dengan Tuhan.

Jadi, aku akan berusaha untuk setia bersekutu dengan Tuhan walaupun aku capek.  Aku mau belajar lagi untuk bagi waktuku dan beradaptasi dengan semuanya ini. Tuhan kiranya tolong aku. Amin.

Amsal 15:13 (TB)  Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat.

Semangatku rasanya hilang kemarin, karena capek, kurang istirahat, banyak pikiran, dll. Hari ini adalah hari yang baru dan aku memutuskan mau bergembira apapun yang terjadi. Tapi bagaimana caranya?
Dan aku diingatkan untuk COUNT MY BLESSING!
👉 Bersyukur Sofia sudah normal gula darahnya sehingga gak perlu dirujuk ke kota lain. Infus sudah dilepas, dia gak perlu diambil darahnya tiap beberapa jam. Bersyukur kami sudah pulang ke rumah.
👉 Bersyukur Tuhan kuatkan dan pulihkan aku lebih cepat, sehari sesudah operasi aku sudah bisa jalan, walaupun masih perih. Itu kalau bukan Tuhan yang kuatkan, kayaknya gak mungkin deh.
👉 Bersyukur bisa pulang dan ketemu Sara lagi, sedih harus ninggalina dia di rumah beberapa hari. Bersyukur bisa melihat tingkah lakunya, melihat dia sayang sama dedeknya, bisa peluk dia.
👉 Bersyukur punya suami yang bertanggung jawab dan mau ambil bagian dalam mengurus anak dan istrinya. Setiap melihat suami, aku tambah sayang, mengingat segala yang dilakukannya. Apa saja dilakukan buat kami keluarganya dan aku selalu merasa dikasihi di masa-masa sulit seperti ini. Gak pernah dia mengeluh. Aku sangat diberkati punya suami seperti suamiku.
👉 Bersyukur punya keluarga yang support selama aku lahiran di RS, mamah, adik yang nunngguin di RS, yang nungguin Sara di rumah. Aku tahu gak semua orang seberuntung aku.
👉 Bersyukur ada orang-orang yang berdoa buatku, buat Sofia, buat kami.

Berkatku melimpah dan aku mau bergembira seterusnya karena aku tahu Tuhan selalu berikanku alasan buat bersukacita, aku aja kadang yang terlalu fokus sama masalah. Terima kasih Tuhan. Amin.

Palangka Raya, 15 April 2018
-Mega Menulis-

Saturday, April 14, 2018

Amsal 14, 1 Korintus 14

Amsal 14:26 (TB)  Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya.

Kemarin aku berusaha jalan ke ruang bayi karena Sofia masih diinfus dan dipantau keadaannya, gula darahnya belum normal. Kalau dipikir-pikir, kalau keadaan normal,  baru sehari sesudah operasi sc pasti aku bakal mikir belajar jalan, sakit banget bo. Tapi saking pengennya ketemu Sofia dan gendong dia aku berusaha. Sempat terpikir kalau ntar ada apa-apa kalau maksa belajar jalan, tapi ternyata ngga, Tuhan tolong aku. Tiga kali bolak-balik kamarku-ruangan bayi kalau bukan Tuhan yang kasih kekuatan dan kemauan , duh, ga bakal deh.

Malamnya aku bacakan komik Alkitab buat Sofia tentang Yesus menyembuhkan orang tuli. Di bagian akhir ada kutipan ayat yang berbunyi, "Bagi Allah segala sesuatu mungkin", lalu aku berdoa buat Sofia dan klaim kalau Tuhan akan sembuhkan dan pulihkan dia karena gak ada yang mungkin bagi Tuhan, Dia bisa sembuhkan Sofia sekejap saja kalau Dia mau. Sehabis berdoa, aku balik ke ruanganku. Pas mau tidur, kalimat tersebut terpikirkan lagi. Apa yang terpikirkan saat mendengar kalimat tersebut?
Biasanya kita mikir kalau Allah sanggup melakukan hal-hal yang mustahil. APA SAJA, tergantung pergumulan kita apa, yang sakit meyakini kalau Allah akan menyembuhkan, yang bergumul dengan masalah keluarga yakin Allah akan menyelesaikan perkara, dll. Tapi semalam aku diingatkan ini : bagi Allah segala sesuatu mungkin BISA JADI YANG TERJADI GAK SESUAI HARAPAN KITA TAPI YANG PASTI ALLAH BERDAULAT. Segala sesuatu bisa dan mungkin terjadi, bahkan yang terburuk menurut kita, tapi itu gak merubah kenyataan kalau Tuhan punya rancangan yang baik atas kehidupan kita terlepas kita sadari atau nggak. Yang terburuk bisa terjadi, tapi gak merubah kenyataan kalau rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera. Menyadari itu, aku jadi tenang lo. Aku percaya Tuhan berikan damai sejahtera yang melampaui segala akal bahkan saat yang terjadi gak sesuai harapanku. Aku tetap menaruh pengharapanku dan percaya Dia berdaulat dalam segala keputusanNya, apapun yang terjadi adalah yang terbaik. Ayat Amsal 14 hari ini makin meneguhkan yang aku dapat semalam. Puji Tuhan.

1 Korintus 14:1 (TB)  Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

Kejarlah kasih itu 👉 Membuatku belajar bertanya ke diri sendiri :
Apakah yang aku lakukan ini membuatku semakin mengasihi Tuhan dan sesamaku?

Kalau jawabannya nggak,  mungkin ini berarti aku gak perlu melakukannya. Kasih seharusnya menjadi dasar segala sesuatu yang kita lakukan dan menjadi tujuan kita, karena Allah ingin kita mengasihi seperti Dia mengasihi.

Palangka Raya, 14 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 13, 1 Korintus 13

1 Korintus 13:11 (TB)  Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

Semalam suami tahu-tahu ngomong, "Sekarang anak kita sudah dua, kurangin lagi ya main HPnya". Jder! Pikiranku awalnya, lah bukannya selama ini aku dah berkurang pegang HP-nya dibanding dulu. Mosok sih dia gak ngerasa? Lagipula, ini aku pegang HP karena di tempat tidur terbaring gak bisa ngapa-ngapain, apa salahnya pegang HP. Si dedek lagi di ruang observasi juga kok,belum rawat bareng aku. Berbagai argumen sudah aku siapkan dalam hati, tapi aku diam aja. Dan akhirnya dengan berat hati mutusin nyerahin HP ke suami. Terus mikir, yo wes lah, aku coba tidur aja, mumpung belum ada dedek yang nangis-nangis. Dan ya, aku punya waktu tidur yang berkualitas semalam! 😊Sepanjang malam tadi aku emang kebangun-bangun sih, tapi aku manfaatkan dengan belajar gerak (balik badan ke kiri dan kanan) terus berusaha tidur lagi. Dan aku bangun dengan segar sekarang. Bersyukur sekali aku gak pake debat sama suami.

Aku sadar kalau aku bukan anak kecil yang maunya diturutin dan gak bisa dikasih tahu. Aku sekarang mom of 2, jadi harus makin dewasa. Gak semua hal yang boleh aku lakukan berguna. Gak semua hal bermanfaat. Harus bisa atur prioritas. Harus mikir! Harus bertindak dewasa!

🙏 Tuhan, terima kasih karena Tuhan ingatkan aku untuk semakin dewasa lewat suamiku. Tolong aku lagi untuk seterusnya ya Tuhan. Amin.

Amsal 13:18 (TB)  Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

Semalam ditegur suami tuh awalnya rasanya gak enak, dah mau defense aja bawaannya, tapi aku mau belajar untuk terus terima teguran dan didikan.  Siapapun bisa Tuhan pakai untuk mendidikku melakukan yang benar.  Harus punya sikap hati yang benar saat ditegur, lemah lembut dan gak mengeraskan hati.

Palangka Raya, 13 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 12, 1 Korintus 12

Amsal 12:22 (TB)  Orang yang dusta bibirnya adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi orang yang berlaku setia dikenan-Nya.

Berdusta atau jujur?
Kemarin aku dihadapkan pada pilihan itu.
Kemarin dokter yang visit adalah dokter yang paling sering kami temui waktu aku hamil Sara, jadi cukup mengenalku dan kehamilanku. Saat siang aku belum juga dapat giliran operasi, dia datang dan bilang menjelaskan ada 7 kasus darurat makanya jadwalku operasi belum jelas (dia gak bilang batal), kalau mau dapat kepastian operasi hari itu aku harus masuk kasus gawat juga. Kalau dicek perawat harusnya aku bilang kalau aku kesakitan gitu, kalau aku dicek dan selalu bilang baik-baik saja, susah mau dapat giliran cepat. Lah, aku emang nyesek karena ada miom ni, tapi aku masih bisa tahan kalau aku tidur miring. Mosok sih Tuhan, aku bohong hanya supaya dapat jadwal operasi? Kalau nurutin hati, ya emang capek banget bawa perut segede ini dan pake acara nyesek-nyesek kadang. Tapi ya itu tadi, aku masih bisa tahan, baby denyut jantungnya masih bagus, apa sih yang kukejar kalau operasi cepat. Lagian apa gak beresiko dioperasi dokter yang kecapekan operasi banyak gitu? Akhirnya walaupun sambil kesel dan lapar, aku milih nunggu giliranku yang bener, well... Yang akhirnya emang dipending.

Pagi ini, baca ayat ini, aku bersyukur kemarin gak ngotot operasi pake bohong segala. Sepanjang malam aku diberi Tuhan istirahat yang enak banget, berkat yang jarang banget di masa perut segede ini 😉 Dan gak terbayangkan kalau kemarin aku bohong lalu baca ayat ini hari ini,lalu sadar aku berdusta dan melakukan kekejian untuk melahirkan anakku kemarin, hiiii..... Serem ah. Jangan-jangan nantinya setiap aku mengajarkan anakku buat jujur, aku bakal gak damai sejahtera ingat kebohongan yang aku lakukan untuk melahirkan dia.

🙏 Tuhan, terima kasih karena beri aku kekuatan untuk jujur meskipun apa yang aku alami kemarin gak enak. Terima kasih buat istirahat sepanjang malam ini. Engkau baik ya Tuhanku. Terima kasih. Amin.

1 Korintus 12:8 (TB)  Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

Sebelum menerima jadi PIC untuk menggantikan Cella aku gak yakin aku bisa, aku bakal punya baby lagi yang berarti punya 2 anak balita, kerja kantoran, ngurus suami lagi,gimana bagi waktunya, hahaha. Dan yang paling penting, aku ngerasa bukan orang yang bisa encourage orang lain seperti Cella atau Ci Lia. Tapi aku mau nolak kok ada dorongan buat nerima, akhirnya terima deh. Eh tapi ndilalah kok bulan ini banyak teman di grup C yang dapat reminder, sedih. Aku tahu sih setiap orang punya kesibukan dan bertanggung jawab dengan komitmen masing-masing , tapi tetap ada rasa bersalah, apa aku yang kurang perhatian ya, apa aku yang gak mengingatkan ya, apa aku kurang berdoa ya buat anggota grup ini. Sedih kalau sampai ada yang keluar dari grup.

Kemarin Stephanie Gunawan  wa ini di grup :
@⁨megasomega⁩ jam segini bukannya tidur, malah balesin chat. Tidur tidur... Aku udah doain kamu lg. Istirahat Mega.. besok operasi dan selanjutnya no days without nyusuin n gendong baby.
Temen2, stlh operasi, Mega harus istirahat utk speedy recovery dan harus fokus jaga newborn baby. Ayo kita disiplin diri sendiri dan bantu dia. Semangat semua!

Hari ini bangun dan liat absen full, aku bahagia lo. Sempat mikir, apa ini gara-gara perkataan  Stephanie kemarin ya,hohoho. Yang jelas aku senang sekali karena teman-teman masih kompak berkomitmen untuk terus setia baca firman Tuhan. Terus baca ayat ini dan diingatkan kalau kita dalam grup ini satu tubuh. Tuhan berikan kita masing-masing karunia yang saling melengkapi, aku bersyukur di grup ada teman-teman yang cover kekuranganku buat encourage orang lain dengan kelebihannya. Ada yang sering sharing perjalanan imannya yang powerfull. Ada yang jujur mengakui kelemahannya dan berjuang untuk terus setia. Ada yang walaupun sibuk tapi selalu setia baca firman Tuhan. Sungguh diberkati jadi bagian dari tubuh Kristus, yang gak semua orang bisa melakukan segala hal, tapi melakukan bagiannya dengan setia.

Aku sungguh berdoa dan merindukan supaya setiap anggota BRG bukan hanya sekedar berkomitmen bareng baca dan sharing firman Tuhan. Kita belajar bareng gak cuma mikirin pertumbuhan iman pribadi tapi boleh benar-benar jadi satu tubuh Kristus. Setiap orang sungguh merasakan jadi satu tubuh Kristus yang merasakan ini:
1 Korintus 12:26 (TB)  Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.
Sayang sekali kalau kita melewatkan kesempatan untuk encouraging orang lain dan diberkati dengan memberi diri bagi orang lain.

Palangka Raya, 12 April 2018
-Mega Menulis-

Wednesday, April 11, 2018

Amsal 11, 1 Korintus 11

1 Korintus 11:1 (TB)  Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
1 Korintus 11:1 (BIMKIkutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus.

Kalau aku mau orang lain mengikuti teladanku, pastikan dulu aku sudah mengikut Kristus! Karena kalau nggak, gak kebayang jadinya. Kristus adalah yang sulung dan menjadi model yang sempurna bagi setiap orang percaya. Aku perlu terus-menerus memandang Kristus dan melihat bagaimana kehidupanNya supaya aku tahu apa yang harus aku lakukan di segala situasi.

Teringat sebuah kalimat yang sering diucapkan : What Would Jesus Do?
Kalimat yang seharusnya membuatku terus bertanya dan membayangkan:Apakah yang  dilakukan Yesus jika dia berada di tempat istimewaku sekarang? Bagaimana Dia bertindak? Lalu saat tahu jawabannya, lakukan itu!

👉 Seperti sekarang, saat aku kuatir dengan bagaimana operasiku nanti, apakah lancar atau nggak dan berbagai kekuatiran lain muncul. Aku membayangkan Yesus mengalami yang aku alami, apa yang Dia lakukan? Dia pasti berdoa! Menyerahkan kekuatiranNya kepada BapaNya. Lalu tidur dengan tenang menanti jadwal operasi 😂Jadi, itulah yang seharusnya aku lakukan. Bukan yang lain-lain. 😁

🙏 Bapa, aku mau belajar dari Yesus saat ini. Saat ini aku mau menyerahkan segala kekuatiranku padaMu, biar kehendakMu yang terjadi dan aku mau berbaring dengan tenang. Tolong aku untuk terus berusaha melakukan apa yang Yesus lakukan. Amin.

Amsal 11
no rhema

Palangka Raya, 11 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 10, 1 Korintus 10

1 Korintus 10:23-24, 31 (TB)  "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.
Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

Sehabis hasil cek darah yang kedua, ternyata hasilnya masih jelek, padahal aku dah jaga banget makanan. Duh, aku jadi takut mau makan. Asli! Sampai-sampai aku mikir, apa gak usah makan aja ya 😢 Baca ini diingatkan lagi kalau :
- Aku tetap harus makan yang berguna dan membangun. 
Yang penting memulai dan meneruskan kebiasaan yang baik. Gak ada hasil yang instan. Gak makan gak membuatku tambah sehat. Tetap harus makan, tapi selektif dan konsisten. Fokusku bukan buat sekedar hasil lab yang baik,tapi jangka panjang, terus membiasakan diri makan makanan yang sehat.
- Kebiasaan makanku mempengaruhi orang lain nantinya, bukan cuma kesehatan sendiri, tapi juga keluargaku. Aku gak boleh egois dan mikirin lidahku doang. Kebiasaanku akan mempengaruhi hidup anak dan suamiku.
-Makan dan minumku untuk kemuliaan Tuhan.
Bagaimana aku memuliakan Tuhan dengan makan minumku?
*Mengucap syukur buat berkat makanan yang Tuhan berikan. Benar-benar bersyukur. Enak gak enak, suka gak suka. Karena Tuhan masih beri berkat makanan.
*Makan minum yang membuat tubuh tetap sehat, karena gimana aku memuliakan Tuhan kalau aku sembarangan gak merawat tubuh yang Tuhan berikan.

Amsal 10
no rhema

Palangka Raya, 10 April 2018
-Mega Menulis-

Monday, April 9, 2018

Amsal 9, 1 Korintus 9

1 Korintus 9:23 (TB)  Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Segala sesuatu dilakukan karena Injil.
Wow!!!!
Bukan untuk diri sendiri, bukan untuk keluarga, bukan untuk orang tertentu! Tapi untuk kabar baik, Injil! Untuk jiwa-jiwa! Supaya orang lain mengenal Tuhan dan menyembah Dia. Luar biasa kehidupan Paulus karena dia fokus pada panggilannya untuk memberitakan kabar baik.

Apakah tujuan dari semua aktivitas rohani yang aku lakukan? Apakah fokusnya Injil dan jiwa-jiwa? Atau jangan-jangan aku hanya 'mengincar' berkat Tuhan? Atau aku hanya 'mendisiplin' diriku. Ya, itu semua baik, tapi lewat sharing Kak Febe, Ci Lia dan ayat di atas aku diingatkan kalau ada tujuan yang lebih besar dari 'diri saya sendiri', ada amanat Agung, ada jiwa-jiwa yang butuh kenal Yesus melalui hidup kita. Jadi kalau selama ini aku baca Alkitab rajin dan gak mengalami pertumbuhan, jangan-jangan karena aku fokus ke diri sendiri, gak mikir bagaimana caranya memberkati orang lain dan membuat Yesus dikenal melalui kehidupanku.

👉 Aku mau tawarkan lagi ke beberapa teman untuk ikutan BRG.

🙏 Tuhan, tolong kami anggota BRG untuk gak fokus ke diri sendiri tapi supaya mulai fokus ke jiwa-jiwa. We want know You more and make You known. Amin.

Amsal 9:3 (TB)  Pelayan-pelayan perempuan telah disuruhnya berseru-seru di atas tempat-tempat yang tinggi di kota:

Setiap hari kita dihadapkan pada pilihan, mau mengikuti undangan hikmat atau kebodohan. Pilihan yang kita ambil akan menentukan hidup kita nantinya. Mudah memilih antara hal yang jelas-jelas kita tahu baik atau buruk, tapi di masa kini tantangannya adalah memilih yang terbaik daripada yang baik. Karena banyak hal baik yang bisa membuat kita kehilangan yang terbaik yang sudah Tuhan sediakan.

Kuncinya adalah memiliki hikmat.
Bagaimana memiliki hikmat?
👉 Minta sama Tuhan.
👉 Taat
Percuma menginginkan hikmat, pengen tahu apa yang Tuhan ingin lakukan TAPI gak disertai KETAATAN. BUAT APA???

👉 Pastikan diri sendiri bersedia untuk taat sebelum minta hikmat dari Tuhan.

Palangka Raya, 9 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 8, 1 Korintus 8

Amsal 8:5 (BIMK)  Kamu yang belum berpengalaman, belajarlah mempunyai pikiran yang tajam; kamu yang bebal, belajarlah menjadi insaf.

Tuhan mau kita  berhikmat karena Dia gak mau kita termasuk dalam golongan dua jenis orang ini:
1. Orang yang belum berpengalaman
Orang yang gak mau belajar dari pengalaman  orang lain sehingga melakukan hal bodoh.
2. Orang yang bebal
Orang yang bahkan setelah mengalami sendiri pun masih saja mengulangi kesalahan yang lalu, boro-boro belajar dari pengalaman orang lain, dari pengalaman sendiri pun ia gak mau belajar.
Kita termasuk yang mana?

Kalau kita masuk salah satu di antara keduanya, Tuhan dah kasih saran. Kalau belum berpengalaman ya belajar punya pikiran tajam. Kalau masih bebal, woiiii...tobat!!! Belajar insaf dan jangan ulangi kesalahan yang sama. Dua kali kata BELAJAR diulangi. Jadi,  aku diingatkan kalau BELAJAR ITU PENTING, dan PUNYA HATI YANG MAU DIAJAR tu penting banget.

👉 Aku mau selalu belajar dan punya hati yang mau diajar. Kalau dikasih tahu orang lain mau mendengarkan dan gak sok pintar.

🙏 Tuhan, berikan aku hati yang mau diajar supaya aku gak jadi bebal dan gak berpengalaman.

1 Korintus 8:8 (TB)  "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

Kemarin dah ke dokter penyakit dalam untuk konsultasi hasil labku kemarin sebelum operasi dan dokternya minta cek ulang lagi hari Senin. Jadi dah dari hari Jumat, orang serumah dah wanti-wanti untuk jaga makanan dan sejujurnya aku kesel awalnya, mau makan ini itu dilarang, jadi bingung kan. Akhirnya dengan berat hati banyakin ngejus dan makan buah. Nah, baca ayat ini aku jadi angguk-angguk. Sebenarnya kalau aku menahan diri untuk gak makan atau mendisiplin diri untuk makan sesuatu gak membuatku lebih dekat atau lebih jauh dari Tuhan. Tapiiii..... Demi kesehatan emang aku harus terus belajar mendisiplin diri dalam hal makan, bukan cuma nurutin nafsu doang.

👉 Belajar mengucap syukur dan menikmati apapun yang aku makan. Yang penting sehat,bukan yang penting sesuai selera.

Palangka Raya, 8 April 2018
-Mega Menulis-

Saturday, April 7, 2018

Amsal 7, 1 Korintus 7

1 Korintus 7:32 (TB)  Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.

"Bang kalau aku mati pas operasi ntar, rumah kita yang di Kasongan dijual aja ya bla bla bla... ", aku memberikan wasiat (tsah....efek shock hasil lab kemaren jelek 😩)  sebelum tidur semalam dan langsung ditegur suami, "Apaan sih ngomong gitu dek? Kalau takut ya berdoalah".
Pagi ini, baca ayat ini aku jadi mikir: Bagaimana caranya hidup tanpa kekuatiran?
Padahal dah ada jawabannya di ayat itu: Memusatkan perhatian pada Tuhan.
Kupikir,  mau dah merit atau belum, saat aku fokus sama Tuhan maka Tuhan akan memampukanku hidup tanpa kekuatiran karena diingatkan kalau Dia lebih besar dari segala hal di dalam hidupku, termasuk kekuatiran, masalah, kesedihan, keinginan,  dll.

🙏 Aku mau hidup tanpa kekuatiran ya  Tuhan. Mataku memandang Engkau dan aku mau belajar berkata aku gak kuatir karena Engkau yang berdaulat atas hidupku. Apapun yang terjadi dalam hidupku, tangan kasihMu selalu tersedia. Amin.

Amsal 7
No rhema spesifik.

Palangka Raya, 7 April 2018
-Mega Menulis-

Friday, April 6, 2018

Amsal 6, 1 Korintus 6

Amsal 6:18 (TB)  hati yang membuat rencana-rencana yang jahat, kaki yang segera lari menuju kejahatan,

Perhatikan hatimu Meg! Jangan sampai Tuhan benci dengan yang kamu lakukan. Bahkan 'baru' membuat rencana yang jahat pun sudah dikatakan kalau Tuhan benci lo.... KADANG mikir, ah aku kan belum sampai melakukan, baru mikirin doang. Tapi standar hidup anak Tuhan tinggi banget, perkara hati yang gak kelihatan pun penting banget buat Tuhan.
Aku kadang bisa yang mikir gini:
"Ah, kamu kan bisa ngomong gitu karena kamu gak ngalamin yang aku alamin. Semoga lah kamu ngalamin, biar gak sembarangan ngomong".
"Ntar lah ya, kalau kamu perlu bantuanku, jangan harap ya aku mau bantu".
Emang sih gak sampai ngelakuin, cuma mikir atau ngarep, cuma ya itu tadi, merencanakan kejahatan pun bukan hal yang benar di mata -Tuhan.

👉 Harus jaga hati. Pikirkan hanya yang benar, mulia, adil, suci, manis, sedap didengar dan semua disebut kebajikan. Udah, mikirin itu aja Meg! Selain dari itu gak usah dipikirin.

1 Korintus 6:12 (TB)  Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Hari ini konsultasi hasil cek darahku karena mau SC minggu depan dan aku shock, gula darah, trigliserit dan kolesterolku tinggi banget. Duh. Jadi merasa bersalah karena hamil kedua ini makan gak dikontrol sama sekali. Akibatnya gini deh, gak bisa langsung operasi tapi harus konsultasi ke penyakit dalam. Kalau di kehamilan pertama aku blas gak selera makan sama sekali, nah hamil kedua ini justru selera banget dan kebablasan. Menyesal karena makan tanpa mikir gunanya apa, cuma untuk nurutin selera.

👉 Next, gak bole gini. Makan pun harus mikir, BERGUNA gak ini buat tubuh 😭 Gak boleh asal makan dan nurutin selera doang.

Palangka Raya, 6 April 2018
-Mega Menulia-

Thursday, April 5, 2018

Amsal 5, 1 Korintus 5

Amsal 5:8 (TB)  Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya,

Jauhkanlah jalanmu....
Janganlah menghampiri pintu rumahnya....
Intinya : Jangan buka celah terhadap perzinahan!
Kemarin baca berita kalau Ahok dan Veronica resmi bercerai. Benarkah Veronica selingkuh? Kok bisa? Mungkin perselingkuhannya bukan fisik, soale kok aku gak yakin ya dia segampang itu. Gak mudah untuk seorang wanita berselingkuh secara fisik dengan seseorang kalau dia merasa gak dekat secara emosional dengan orang tersebut. Nah, untuk dekat secara emosional pasti dimulai dengan komunikasi intens, lalu perasaan diperhatikan dan dimengerti.

Ini mengingatkanku untuk punya batasan dalam berkomunikasi dengan lawan jenis. Jangan buka celah sedikit pun! Saat kita wa atau messenger-an dengan lawan jenis mungkin kita gak pernah berpikir untuk selingkuh, tapiiii.... Kita harus berhati-hati untuk gak melakukannya. Siapa yang tahu, chat tersebut akan berakibat apa? Siapa yang tahu kalau saking seringnya ngobrol private kita jadi merasa pria lain lebih baik dari suami sendiri, lalu kita berharap yang bukan-bukan.

👉 Aku gak akan buka celah yang akan mengganggu hubunganku dengan suami dengan berkomitmen :
- Suamiku adalah sahabat terdekatku, gak ada yang akan kusembunyikan dari suami.
- Aku berkomitmen ga chat pribadi lewat sosmed, wa atau sms dengan lawan jenis tanpa sepengetahuan suami. Suami harus tahu semua teman priaku.

1 Korintus 5:11 (TB)  Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.
Kalau kita janjian makan bareng atau hangout, pastinya dengan orang yang dekat dengan kita kan? Gak mungkin kita memutuskan menghabiskan waktu kita yang berharga ini (ehem....) dengan orang yang gak dekat. Ini bicara tentang punya batasan dalam pergaulan atau komunikasi intens dengan orang lain. Emang sih, aku mikirnya  awlanya juga, bagaimana kita bisa jadi kesaksian bagi orang lain kalau kita gak pernah bergaul dengan mereka? Gak mungkin kan? TAPI, kita perlu berhati-hati dan seleltif memilih orang yang kita izinkan dekat dan mempengaruhi hidup kita. Kita gak perlu terus-menerus menghabiskan waktu bersama orang seperti di ayat ini:orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu. Kenapa? Karena ada tertulis, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik. Jadi, gak boleh asal bergaul. Bukannya kita menjauhi setiap bertemu atau sampai yang gak mau komunikasi, tapi harus punya batasan.

Palangka Raya,  5 April 2018
-Mega Menulis-

Amsal 15, 1 Korintus 15

1 Korintus 15:58 (TB)  Karena itu, saudara- saudaraku yang kekasih , berdirilah teguh , jangan goyah , dan giatlah selalu dalam pekerjaa...