Posts

Showing posts with the label surat

Untuk Penggosip

Baru hari kelima dalam rangkaian #30harimenulissurat, dan aku menuliskan surat ini untukku dan penggosip lain yang berada di luar sana.

Untuk Kamu yang Mau Bunuh Diri

Sebenarnya, aku tidak berencana menuliskan surat ini di hari keempat dalam rangkaian #30harimenulis surat yang aku buat. Tapi ternyata aku menuliskannya ;-) Hai kamu, iya... kamu yang mau bunuh diri. Sebelum kamu memutuskan mau bunuh diri, pliss, baca dulu surat ini, aku mau menceritakan pengalamanku kepadamu. Kita sesama calon pembunuh diri sendiri, jadi boleh lah saling berbagi ;-) Aku mau bunuh diri. Sama seperti kamu.

Untuk Pengurus UKM Kristen UPN "Veteren" Yogyakarta

Aku masih menulis surat, hohoho. Ini baru hari ketiga dalam rangkaian #3Oharimenulissurat dan aku membuat daftar looo...siapa saja yang akan aku kirimi surat, hehehehe. Belum nyampe 30, tapi yang ada itupun nampaknya masih bisa berubah daftarnya. Mengertilah, wanita ini memang seringkali berubah pikiran akan banyak hal. Dan, hari ini aku ingin menuliskan surat kepada mereka yang wajahnya pun belum kutemui, namanya pun aku gak tahu #nahloooo... Tapi banyak sekali yang ingin aku ceritakan pada mereka, mereka penghuni baru di rumahku dulu. Mereka adik-adik pengurus UKM Kristen UPN "Veteran" Yogyakarta. Shalom adik-adik pengurus UKM, Pasti kalian tidak mengenal kakak, hohoho, sayang sekali ya...Tak apa lah, sekarang saja kita berkenalan. Kakak dulu pengurus UKM  juga lo, sudah lama sekali, tahun 2003-2006. Pernah ada di bidang 3, jadi kordinator bidang 3 dan terakhir jadi sekretaris sekaligus bph delegasi untuk bidang 2 dan bidang 3. Eh, bidang Kreativitas, Seni dan Ilmiah kan?...

Untuk Kakak Manis

Ini adalah hari kedua dalam rangkaian #30harimenulissurat. Hai kak, apa kabarmu? Lama tak bersua. Sudah berapa tahun ya kita gak bertemu muka? Terakhir bersms ria, setahun ada kali ya...aku lupa. Apakah pergumulanmu masih sama kak? Maaf, aku alpa mendoakanmu, aku harus jujur, hanya sesekali aku mengingatmu dalam doaku, dan hari ini aku ingat kamu. Aku gak tahu, apakah Tuhan sudah menjawab doamu dan suami dengan jawaban yang kalian inginkan atau belum. Tapi yang aku tahu, Tuhan Yesus mengasihimu kak. Jangan berpikir sebaliknya ya... #pelukkenceng ;-) Aku tahu pergumulanmu untuk memiliki anak ini dah sejak lama, bahkan di awal-awal perkenalan kita kau sudah menceritakannya. Kak, aku terkadang ikutan kesel lo tiap kamu curhat tentang teman sekantormu yang terus-menerus menanyakan pertanyaan gak  sensitif semacam: "Dah berapa anakmu?" "Sudah hamilkah kamu?" "Kok kamu belum juga hamil sih? Nunggu apalagi?" (Ya nunggu hamil lah, bego amat ya yang nanya kak...

Untuk Papah

Hari ini hari pertama dalam rangkaian #30harimenulissurat  dan aku ingin menuliskannya pertama kali untuk papahku tercinta. I miss him so much.

Krisis Identitas dan Dietku

To : anggit@preciousmail.com Subject : 1st #letter Dear Anggit, Aku blom pernah cerita ini ke siapapun. Jadi, aku pertama kali cerita ini ke kamu. Well, sebenarnya, aku sempat mengalami krisis identitas, cieee....Gayaku ya, segala krisis identitas.  Ini gara-gara seorang kawan yang mengagung-agungkan pernikahan sesuku. Katanya dia, penting banget menjaga supaya “darah murni” ini tetap tau siapa dirinya-err, gak tepat gini sih bahasanya, tapi gitu deh. Menurutnya, pada akhirnya, gak akan lagi ada orang yang menyebut dirinya orang Batak ato orang Dayak ato orang Jawa (ato mana aja lah) kalo terus ada pernikahan campuran.  Terdengar lucu ya? Tapi berhubung aku terlahir dari ayah yang asli Dayak dan ibu yang asli Jowo, aku harus mengakui kalo aku bingung pas ditanya asli mana. Apalagi kalo orang-orang gak percaya pas aku bilang aku orang Dayak or Jawa, secara, fisik lebih ke Ambon, Papua, dan sekitarnya, hahahaha. Tapi Nggit, aku punya pengalaman seru waktu k...