To : anggit@preciousmail.com Subject : 1st #letter Dear Anggit, Aku blom pernah cerita ini ke siapapun. Jadi, aku pertama kali cerita ini ke kamu. Well, sebenarnya, aku sempat mengalami krisis identitas, cieee....Gayaku ya, segala krisis identitas. Ini gara-gara seorang kawan yang mengagung-agungkan pernikahan sesuku. Katanya dia, penting banget menjaga supaya “darah murni” ini tetap tau siapa dirinya-err, gak tepat gini sih bahasanya, tapi gitu deh. Menurutnya, pada akhirnya, gak akan lagi ada orang yang menyebut dirinya orang Batak ato orang Dayak ato orang Jawa (ato mana aja lah) kalo terus ada pernikahan campuran. Terdengar lucu ya? Tapi berhubung aku terlahir dari ayah yang asli Dayak dan ibu yang asli Jowo, aku harus mengakui kalo aku bingung pas ditanya asli mana. Apalagi kalo orang-orang gak percaya pas aku bilang aku orang Dayak or Jawa, secara, fisik lebih ke Ambon, Papua, dan sekitarnya, hahahaha. Tapi Nggit, aku punya pengalaman seru waktu k...