.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, December 21, 2013

What Would Jesus Do

"Bayangkan suatu hari Yesus bangun dari tidurnya dan menjalani hidup kita yang sekarang, adakah yang berbeda dari hidup kita?"
Demikian kak Imelda membawa kami dalam perenungan pada persekutuan doa yang aku ikuti di ukm kristen bertahun-tahun lalu.

Aku ingat banget kemudian kami sharing bersama,kira-kira bagaimana Yesus akan menjalani hidup kami.Yeahhhh,hobi kak Imelda kan sharing,hahaha. Aku bayangkan,Tuhan Yesus akan bangun pagi-pagi sekali,saat teduh, bersih-bersih rumah (Yesus gak mungkin maleslah ya kayak aku...hihihi), lalu Ia akan duduk sarapan bersama eyangku-mengobrol tentang banyak hal-mendengarkan eyang menceritakan tentang apapun,lalu Ia berangkat kuliah naik motor dengan santai tanpa ngebut sambil ngobrol dengan BapaNya atau bernyanyi-nyanyi - tersenyum melihat mereka yang ngebut.Yesus sampai di kampus gak telat dunk,Ia membantu kawan yang belum mengerjakan tugas-membantu ya bukan memberi contekan, sesekali Ia bercanda dengan kawan-kawannya-tentunya bukan lelucon kotor yang dikeluarkannya, tidak pula gosip, tapi tanpa begitupun Ia mampu membuat orang lain tertawa,dst.

Membayangkan Yesus menjalani kehidupanku sangatlah menarik, membayangkan Dia berbicara,kuliah, ikut ujian,dll. Aktivitasnya kurang lebih apa yang aku lakukan pastinya minus DOSA pastiiii...dan plus berhubungan mesra dengan Babe,hohoho. Saat Yesus berada di tempat istimewa kita, Dia akan melakukan berbagai hal dengan caraNya, dan YA, hidup akan berbeda. Mega yang ini akan berbeda dengan Mega yang sebelumnya pasti. Secara, yang bertindak dan berbicara adalah Yesus di dalamnya,luarannya aja yang daku, dalamnya dipenuhi Yesus.

Kira-kira demikianlah seharusnya hidup kita saat kita mengakui telah menerimaNya sebagai Juruselamat kita. KehadiranNya nyata nampak dalam hidup kita. Seharusnyaaaaa....tapi kenyataannya gak gitu kan? Jika kelakuan kita sebelum dan sesudah menerimaNya masih sama,gimana tuh????

Beberapa waktu kemudian aku mendapat kesempatan membaca sebuah buku tulisan Max Lucado yang berjudul Just Like Jesus, dan ternyata dari kak Imelda mirip dengan pembukaan di awal buku itu. Bagaimana jika suatu hari Yesus ada di tempat istimewa kita,dan bagaimana Dia akan menjalaninya berbeda.

Max Lucado menjelaskan kalau yang membuat kita berbeda dengan Yesus adalah hati kita.

Ini hati kita:
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.Matius 15:19

Berbeda banget dengan hatinya Yesus yang murni,yang penuh belas kasihan,yang mau mendengar, yang bisa dipercaya,yang ga ada dusta, makanya gak heran lah ya di Amsal dikatakan:
Jagalah hatimu dengan segala kewaspasdaan karena dari situlah terpancar KEHIDUPAN.(Amsal 4:23)

Tau gak kenapa kata KEHIDUPAN aku tekankan?
Aku baru menemukan sesuatu yang menarik dan jadi sungguh menyadari betapa dalamnya hikmat Fiman Tuhan. Mari kita lihat bersama,Amsal (iyaaa....Amsal yang di Perjanjian Lama itu ;p) ditulis entah tahun berapa,konon di zaman Raja Salomo. Beratus tahun (ato beribu tahun) kemudian Tuhan Yesus bilang gini:
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Yohanes 14:6

Kedua ayat itu seperti berbicara gini sama aku dengan sebuah kalimat:
Jagalah hatimu kalo mau hidupmu memancarkan YESUS yang ada di dalammu!

Selama ini tentunya kita pernah melihat orang-orang yang katanya telah menerima Kristus tapi hidupnya (amit-amit) gak memancarkan Kristus. Orang-orang yang bukannya membuat orang lain tertarik pada Kristus tapi malah membuat orang gak peduli bahkan berucap gini:
"Orang Kristen kok gitu...."

Kita telah menerima Kristus,tapi gak cukup sampai di situ.Kita harus menjaga hati kita dan menempatkan Kristus pada tempatNya yang seharusnya,di tahta hati kita. Jangan biarkan pikiran jahat atau dosa merebut tahta Kristus. Kristus bukanlah pemaksa,jika Dia mau,Dia bisa memaksakan diriNya menempati tahta hati kita, tetapi Dia ingin secara sukarela kita menempatkanNya di tempatNya seharusnya bertahta melalui pilihan-pilihan yang kita ambil setiap hari.Pilih mana, menaatiNya yang adalah raja,atau menurunkanNya dari tahta dengan memilih hidup di luar kehendakNya?

Jakarta,21 Desember 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs