.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, February 24, 2014

Laporan (Plus Curhatan) dari Tempat Baruku ^^



Aku kesel banget kalo punya kerjaan dan gak bisa selesai tepat waktu, berasa gagal sebagai manusia, oke…aku lebay :p Bukan gagal sebagai manusia sih, lebih tepatnya jadi kecewa, kenapa sih aku payah banget, gak bisa menyelesaikan tugas-tugas ini. Dan beberapa bulan awal di tempat kerjaku yang baru ini, aku merasakan hal itu. Masih ingat kan kalo aku pernah cerita, aku dipindah tugaskan di bidang yang berbeda sejak bulan Desember tahun lalu.


Sambil membaca Keluaran kemaren, sekarang aku jadi sedikit banyak berasa kayak bangsa Israel yang dibawa keluar dari tanah Mesir, hehehehe. Berasa repotnya pindah dari zona nyaman, zona yang sudah kita kuasai, jadi harus belajar banyak hal lagi. Trus gak dipungkiri, aku juga tergoda untuk bersungut-sungut saat membandingkan apa yang aku alami dan rasakan sekarang dibandingkan dulu, dulu aku makan daging sepuasnya, ehhhh…sekarang makan manna doang, huahahaha. Kok bisa ya bersungut-sungut, padahal kan manna tuh bukti pemeliharaan Tuhan. Setiap hari Tuhan berikan aku “manna” juga kok, kenapa aku gak mensyukurinya ^^ Bener-bener aku berlatih untuk tiap hari berlutut menghadap Tuhan mensyukuri apa yang disediakannya bagiku setiap hari, menjaga hati dan roh untuk tetap dalam kondisi yang penuh ucapan syukur sama Tuhan. Mensyukuri mukzizat yang diberikannya setiap hari, dari pada melihat apa yang sudah berlalu. Mengapa aku masih menginginkan berkat yang lama jika Tuhan punya berkat baru bagiku setiap hari.

Terkadang, ada saat dimana aku membenci pekerjaan baruku. Terutama pada saat aku merasa gak bisa menyelesaikannya dengan baik tepat waktu. SEKARANG, setiap pagi aku jadi berdoa, semoga aku bisa menyelesaikan semua pekerjaanku dengan baik. Semoga semuanya selesai HARI INI, yang sering kali gak dikabulkan Tuhan, hahaha. Besoknya jadi harus mengerjakan pekerjaan yang itu-itu lagi karena belum selesai  ataaaauuuuu….hari ini selesai, tapi giliran sampe di atasan, ehhh…ada revisi ini itu *nangis darah*. Sejujurnya, di tempatku yang lama dulu, aku gak segitunya lo berdoa minta tolong Tuhan supaya pekerjaan A atau B selesai. Dulu semua berada dalam kendali ^^V Jadi amannnsss lahhhh…Tuhan gak perlu nih repot-repot turun tangan *sombong* SEKARANG, semua berbeda, aku hancur,  aku merasakan bener-bener butuh Tuhan untuk menyelesaikan pekerjaanku. Kalo bukan karena Dia, emang aku gak sanggup. “TUHAAAANNN, aku butuh Engkaaaauuuu”, kalo dah frustasi jadi tereak gitu dalam hati. Jadi menyadari, sebenarnya dulu juga karena Tuhan semua bisa selesai, tapi karena aku gak berdoa, aku lupa siapa yang membuatku mampu menyelesaikan pekerjaan. Ternyata pekerjaan kita bisa selesai pun anugerah looo….

O, iya…sekarang aku juga belajar untuk gak mengerjakan pekerjaanku di luar jam kerja looo, sedang berlatih untuk maksimal dengan waktu kerja yang ada. Karena kebayang kan gimana kalo waktu pribadi dipake buat bekerja, jadi stress sendiri kan, karena gak punya waktu istirahat dan me-time. Selaen itu, mengerjakan pekerjaan di luar jam kantor membuatku membenci dan kesel dengan beberapa orang di kantor, hahaha, serius! Bayangkan ya, daku dah duduk dan kerja seharian di kantor, sementara ada orang lain di kantor yang Cuma duduk-duduk nganggur trus nonton TV doang, ato ngapaen lah yang intinya kagak kerja, trusss….mosok sih slese jam kantor aku masih harus mengerjakan kerjaan kantor lagi? !! TIDAAAKKKKK!!! Aku pernah melakukannya, dan aku jadi jatuh dalam rasa benci dan iri pada ‘dia yang tak bisa kusebut namanya’, hahaha, u know lah kenapa.  Daripada kerjaanku slese tapi hatiku rusak karena kebencian, lebih baik aku mengerjakan kerjaanku secara maksimal di saat jam kerja :p

Dan, menurut pengalamanku beberapa bulan ini, kalo pekerjaan di kantor tuh gak selesai, ada beberapa penyebab yang mungkin terjadi:
1.       Manajemen waktunya salah
Misalnya tuh kerjaan normalnya diselesaikan dalam waktu 5 hari, ehhh…tau-tau diminta diselesein dalam waktu 2 hari, ya iya lah…gak selesai tepat waktu :p Ato, pegawai yang mengerjakannya diberi waktu 5 hari malahan maen-maen selama jam kerja, ya gimane mau selesai, ya to?
2.       Manajemen pegawainya salah
Misal kerjaan yang harusnya dikerjakan 3 orang, eh…numpuk di 1 orang. Gimane mo slese tepat waktu. Ato, ada kerjaan yang seharusnya untuk pegawai A, tapi karena dia kagak ada di tempat melulu, eh si pegawai B yang ketiban kerjaan itu, padahal itu kerjaan bukan termasuk tupoksinya pegawai B. Yaaaahhh….bubar jalan deh.
3.       Penyebab-penyebab lain di luar itu
Seperti yang aku alami, kerjaan dah selese nih, tepat waktu nih, tapi karena si bos yang aneh bin ajaib meminta kita mengganti hasil pekerjaan kita yang dah benar sesuai kehendaknya yang gak bener itu, telaaatttt daaahhhhh ngumpulnya….
Sekarang jadi gak yang kecewa sangat sih kalo kerjaan gak slese tepat waktu, walopun masih ada lah rasa kecewa itu ^^’

O, iya pergumulanku di tempat yang baru ini juga berkaitan relasiku dengan orang lain, terutama dengan ‘dia yang tak bisa kusebut namanya’, penyebabnya adalah, aku kesel melihat dia yang datang ke kantor telat (ato malah gak datang) dan kemudian pulang cepet dengan berbagai alasan sehingga gak berkontribusi banyak dengan kerjaan yang bejibun, enak tenan yo wong iki, ckckckck. Kueseeeelllllll pol-polan. Perjuangan deh untuk tetap memperlakukannya dengan kasih dan hormat mengingat segala perbuatannya. Aku jatuh dalam kesombongan, merasa dia do nothing, dan I do everything. Banyak saat dimana aku memandang rendah ‘dia yang tak bisa kusebut namanya’ ini, kalo dah gini jadi minta ampun sama Tuhan berkali-kali dalam sehari untuk kesombonganku ini, duh… ga enak banget kesel sama orang, capek hati. Berusaha cuek dan fokus sama kerjaan aja jadinya kalo gini.

Dan tau gak sih, di saat aku datang ke Tuhan dengan rasa keselku ke orang tadi, aku merasakan ga damai sejahtera walaupun secara dunia alasanku masuk akal, sapa sih yang gak kesal kalo ada orang yang cuek bebek sama kerjaan sementara kita rempong sendirian, gak tahu diri banget kan?! Kan? *nyari pembenaran untuk membenci* Ehhhh…aku malah diingatkan Tuhan bagaimana Dia mengasihiku, gak peduli aku ngerjain yang Dia mau apa gak, gak peduli di saat aku setia maupun ngga, gak peduli apakah aku berdoa apa ngga. KasihNya Tuhan bener-bener tanpa syarat, dan aku jadi bersyukur banget karena Tuhan mengasihiku demikian. Seandainya aku harus melakukan A atau B atau C secara perfect untuk dikasihi olehNya, aku pasti gagal. Tapi Puji Tuhan, gak demikian ^^ Aku masih gak paham ada orang seperti ‘dia yang tak bisa kusebut namanya’, aku gak bisa mengerti perilakunya, tapi aku mau belajar menerima dan mengasihinya. Bukan karena apa yang dia lakukan, karena kalo melihat kelakuannya, aku punya banyak alasan tidak menyukainya. Hanya karena Tuhan Yesus mengasihiku dan dia tanpa syarat, maka aku juga mau belajar mengasihinya. Please pray for me ya…^^

Sekian laporan plus curhatan dari tempat baruku.
Tuhan Yesus baik, dan aku semakin merasakan kebaikanNya di tempat baruku.
^_^

Kasongan, 24 Februari 2014
-Mega Menulis-

2 comments:

Lasma Frida said...

Semangat, Mega!! Cakit2 itu pasti mendatangkan kebaikan :D

Mega said...

bahwa aku tertindas itu baik, supaya aku belajar ketetapan-ketetapanNya ^^ Dan emang aku buanyak belajaaaarrrr, hohohoho.

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs