.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Saturday, July 30, 2011

I am Number Four

Dan ini dia review film yang juga aku tonton seminggu lalu, setelah seblomnya aku review film berjudul Angels and Demons.

I am Number Four

Sebuah planet bernama Lorien dihancurkan oleh spesies lain, namun sesaat sebelumnya 9 bayi alien berhasil dilarikan diri ke bumi ditemani masing-masing seorang pengawal menjaga mereka sampai dewasa. Salah satu alien tersebut bernama Number Four dan hidup di bumi sebagai remaja SMA biasa, ditemani seorang pengawalnya. Kekuatannya belum muncul sehingga dia benar-benar mengandalkan kekuatan pengawalnya. Suatu kali, keanehan muncul pada dirinya di depan umum, sehingga orang lain mulai mencurigainya bukan makhluk bumi, sehingga dia harus pindah (lagi) agar orang-orang tidak mengetahui jati dirinya sebenarnya. Sementara itu, alien yang dulu menyerang planetnya mengejar mereka sampai ke bumi dan membunuh secara berurutan, Number One, Number Two dan Number Three telah mati, kini dia yang menjadi incaran berikutnya. Di kota pelariannya berikutnya, dia bertemu seorang gadis bernama Sarah dan jatuh cinta. Selain diincar alien, Number Four juga dicari oleh seorang gadis dengan kekuatan super.

Kelanjutannya tonton sendiri ya....:p
Konon film ini akan ada sekuel lanjutannya seperti halnya Twilight dan Harry Potter.
Ada beberapa percakapan yang berkesan dalam film itu dan akan aku share, tapi secara keseluruhan sih menurutku film ini biasa aja, gak terlalu menarik. Dan jujur aja, aku gak terlalu menanti-nantikan sekuelnya seperti Harry Potter dan Twilight sih, kalo Cuma untuk ditonton waktu gak ada kerjaan, bolehlahhh...Tapi gak terlalu reccomended sih. Dari awal dah bisa dikira-kira sih endingnya, hehehehe. Maaf buat yang blom nonton, kalo aku menghilangkan hasrat kalian buat nonton. Ini pendapat pribadiku aja sih.... ^^’

O,iya ini percakapan yang berkesan buatku.
Number Four     : Sepertinya kau ingin kabur.
Sarah                : Aku akan bahagia jika aku bisa keluar dari sini.
Number Four     : Aku tak tahu. Aku sudah pernah berada di banyak tempat.
Sarah                : Kau tak perlu memberiku pidato “tidak ada tempat seperti rumah”, aku sering mendengarnya.
Number Four     : Tidak. Tidak. Kau bisa pergi kemanapun kau mau, melihat apapun yang kau mau. Tapi satu-satunya tempat terbaik jika orang yang kau kenal ada disana.

Hehehehe, kenapa berkesan buatku? Sama seperti Sarah, aku juga pengen si melihat buanyak tempat dan jalan ke tempat baru, tapi seperti yang Number Four bilang, bukan tempatnya sih yang penting, tapi orangnya, bersama siapa atau dengan siapa aku kesana. Pengenku sih pergi ke tempat-tempat baru bersama orang yang aku kenal *ngarep banget* Err....Sebenarnya aneh juga sih diriku, pengennya gitu, tapi sebenarnya aku sanggup dan bisa enjoy juga sih ngeluyur sendirian dimana aja. Kayak yang sering aku lakukan di Jogja dulu, enjoy with myself, nyusurin Malioboro dari pagi ampe malam, ato nongkrong di Gramedia seharian alone. Huaaaaaa, kadang merindukan saat-saat itu ^^

Dan, ada satu lagi bagian yang aku suka dari film ini:
Henri                 : Kau diselamatkan untuk tujuan yang besar. Aku tak akan membiarkanmu binasa hanya demi seorang gadis.
Number Four     : Dia bukan hanya seorang gadis, aku berpikir untuk meninggalkannya, tapi aku tak bisa. Dan aku tak tahu apa sebabnya.
Henri                 : Kita tidak mencintai seperti manusia. Mencintai bagi kita, itu berarti selamanya.Kau tak akan pernah bisa melupakan dia. Jika dia berarti untukmu, maka jangan biarkan dia menang. Atau kamu tidak akan memaafkan dirimu.

Ngedengar kata-kata Henri,”Kau diselamatkan untuk tujuan yang besar. Aku tak akan membiarkanmu binasa hanya demi seorang gadis.” Membuatku teringat beberapa artis atau pun orang-orang yang kukenal, yang demi seorang pria/wanita rela menukar iman mereka. Padahal, seandainya mereka mengingat betapa Kristus telah menyelamatkan mereka untuk tujuan yang besar, huaaaa.....Sayang sekali ^^’

Trussss......Kata-kata Henri yang puanjang terakhir itu, membuatku tercengang (gaya kamu Meg, tercengang segala, hahahaha). Keren ya, ceritanye, mencintai bagi makhluk planet Lorien means FOREVER, WOW.WOW.WOW...... Udah diprogram otomatis gitu ya mereka? ^^’ *salut saya* Kalo manusia gitu piye ya, bagus kalo saling cinta, klop kan, kalo gak? Yang satu cinta, yang satu gak, trus mosok patah hati selamanya? Busetttt.......  Lagian, kan manusia gak selamanya hidup, piye tuh kalo saling cinta tapi ditinggal pergi selamanya. Can not imagine dah....
Nah, lain cerita kalo loving God forever, mau-mau aja saya, coz HE never leave us kan? \(“,)/


Kasongan, 28 Juli 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs