.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, February 11, 2011

Dosen-Dosen di Universitas Kehidupan

Aku punya kebiasaan mencatat hal-hal yang berkesan buatku, sms-sms indah dari teman-temanku (yah, gak serajin Widhi sih, yang nyatat sms sama jam-jam kirimnyanya sekalian, huahahahahaha, piss de’ ^^V), obrolan menarik dengan orang lain, pelajaran hidup yang kudapat, dan banyak hal yang begitu berarti buatku, hal-hal yang gak ingin aku lupakan lah intinya.

Saat aku melihat catatan-catatanku, aku kembali diingatkan pelajaran yang sudah mulai aku lupakan, dikuatkan lagi dengan melihat apa yang dulu TUHAN perbuat dalam hidupku. Dan aku tau, sampe sekarang Dia masih bekerja keras membentuk hidupku jadi seperti yang Dia mau. I love all He has done for me. Everything is beautiful.

Melihat kembali catatan-catatanku, aku dingatkan betapa Tuhan memberikanku dosen-dosen yang luar biasa di universitas kehidupan ini. Gak semua dosen yang baik, ada juga dosen killer seperti zaman kuliah dulu. Tapi, gimanapun, aku belajar banyak pelajaran dari mereka. Luar biasa bagaimana Dia memakai orang yang jahat dan baik sesuai dengan rencanaNya ^^V Termasuk aku, hahahahahahaha......

Aku ingat di kampus dulu, ada beberapa dosen yang text book banget, Cuma bisa membaca dan menghapal isi buku, dan sering kali saat dia mengajar, aku berpikir, sebenarnya dia tau gak sih yang dia omongin, jangan-jangan Cuma membeo buku teks aja, hahahaha. Tapi ada dosen hebat yang mengajar dengan meyakinkan, dan membuatku merasa, yes, he knows what he said. Dia bnar-bnar mengerti apa yang dia ajarkan, dia tau dan udah nyoba apa yang dia omongin, dia berbicara berdasarkan pengalaman.

Seorang dosenku pernah menjadi manajer di sebuah perusahaan, dia benar-benar tau apa yang terjadi di perusahaan, kasus yang dia ceritakan adalah apa yang dia alami, dan kata-katanya dalam mengajar kurasa lebih mudah dimengerti dibanding dosenku yang gak pernah terjun langsung di perusahaaan. Dia gak sekedar berbicara berdasarkan teori, dia tau prakteknya langsung. Dia berbicara berdasarkan pengalaman. Dan buatku pribadi, menyenangkan mendengar dosen itu mengajar, karena dia gak asal ngomong atau mengira-ngira apa yang seharusnya dilakukan bila terjadi konflik di perusahaan, dia berbicara berdasarkan pengalaman.

Dan begitu juga dengan dosenku di universitas kehidupan ini. Ada juga yang Cuma tau teori doang, mengajarkan sesuai ‘buku teks’ yang dia punya, tapi dia blom pernah mengalami. Dan mendengar dia berbicara, aku teringat dosenku di kampus yang pelajarannya membosankan itu, hehehehe...... Dengan gampangnya dia berbicara suatu hal, tanpa dia pernah mengalami.

Hmm, aku menyadari sebenarnya semua pelajaran yang mereka ajarkan, entah dari dosen yang pernah mengalami ato blom ni berguna kok. Tapi sekali lagi, pelajaran yang aku dapat dari dosen yang pernah mengalami apa yang dia katakan, lebih nyampe buatku. Aku tau kalo dia tau apa yang dia katakan. Dia mengalaminya sendiri kok.

Ada dosenku di universitas kehidupan yang dengan gampangnya berbicara tentang mengampuni, terkadang membuatku berpikir, apakah dia pernah benar-benar ‘harus mengampuni orang yang sulit diampuni’.

Bagaimana bisa mengajar orang lain untuk selalu bersyukur di masa sulit, kalo dia blom pernah mengalami masa sulit.

Dengan mudahnya seseorang bisa berbicara tentang langkah-langkah pulih dari kehilangan orang tua yang dikasihi, tapi orang tuanya masih lengkap, fiuhhhh......

Bukan....!!! Aku bukan melarang dosen-dosen seperti ini mengajar kok, hahahaha. Tapi aku juga belajar untuk jadi dosen ternyata gak gampang, gak modal pintar ngomong aja lho, perlu belajar dan mempraktekkan apa yang akan kita ajarkan, mencoba untuk berempati, turut merasakan yang orang lain rasakan sebelum berbicara atau bertindak. Menjadi dosen yang mengerti apa yang dibutuhkan mahasiswanya untuk lulus dari mata kuliah yang diujikannya saat ini. Gak asal ngajar! ^^’

Baru-baru ni aku buka diaryku, dan diingatkan lagi beberapa pelajaran dari dosen-dosenku yang sudah mulai aku lupakan. Bersyukur banget Tuhan tempatkan mereka dalam hidupku. Pelajaran-pelajaran hebat dari dosen-dosen yang hebat.Pelajaran hebat dari dosen yang biasa-biasa aja, hahahahaha. Sangat bersyukur memiliki mereka dalam hidupku, dosen-dosen yang Tuhan tempatkan dalam hidupku, yang darinya aku belajar bagaimana lulus dari ujian-ujian kehidupan, cieeeee..... ^^V

Dan, disadari ato ngga, semua orang (termasuk diri kita sendiri) sudah jadi jadi dosen lo di universitas kehidupan ini. Ada yang dengan sadar mengambil keputusan untuk menjadi dosen, mengajar orang lain lewat apa yang dikatakan dan dilakukannya dalam hidup. Ada juga yang tanpa sengaja, orang lain belajar darinya.

Kita adalah dosen bagi orang lain dalam kehidupan ini. Ada orang yang belajar dari apa yang kita katakan dan lakukan tiap hari. Kita bisa memilih, mau jadi dosen yang bagaimana ^^V

Kasongan, 10 Februari 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs