.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, July 3, 2011

Day 2- The Birth of Jesus (2)

Heran ya kok Day 2-nya ada 2? Kan udah aku posting kemaren disini 
Entah knapa, hari ini mau baca bahan dari Day 3 Yohanes 1:1-28 tapi kok berasa pengen ngulang baca bacaan kemaren. Lah, piye ki GOD, ntar bacaanku gak sesuai jadwal nih? ^^’
Tapi, ya sudahlah, aku manut wae, sapa tau TUHAN mau ngajarin aku sesuatu yang penting dari bagian kemaren.

Aku mulai membaca lagi dari Matius 1:18-25
Dan sangat tertarik pada bagian ini:
Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Matius 1:19

TULUS HATI...
Apa artinya? Kalo menurutku sih tulus tu artinya JUJUR alias GAK ADA KEPURA-PURAAN.
Saat Yusuf berkata sesuatu, pasti sungguh itulah yang dimaksudkannya.
Saat Yusuf bertindak, pasti itulah memang yang ingin dilakukannya.
Apa yang dia pikirkan, itulah yang kemudian diwujudkannya.

Wahhhh...enak banget ya berhadapan dengan orang yang tulus gini.
Kita gak perlu menebak ato meragukan apa yang dia katakan ato lakukan. Karena memang itulah dia sebenarnya.
Gak perlu meragukan motivasinya mengerjakan segala hal, karena sesuai yang dikatakannya, ya itulah maksudnya.
Orang yang tulus selalu dapat dipercaya.
Why?
Karena gak ada kepura-puraan.

Gimana dengan kamu Meg?
Fiuh....Aku harus mengakui kalo aku seringkali gak tulus.
Di mulut bilang apa, tapi di hati beda.
Tangan mengerjakan sesuatu, dalam hati ngedumel.
Bilang mau menyenangkan Tuhan, tapi kalo gak dihargai orang lain, kadang ngerasa gak sia-sia. Hellooooowwwww......motivasimu sebenarnya apa Meg?
Iya, aku menyadari kalo AKU BUKAN ORANG YANG TULUS.

Duh, menyakitkan menyadari hal ini. Berarti aku palsu dong Tuhan?
Hiks......:’(
Ga ada kesesuaian antara apa yang di hati, dengan apa yang diperbuat, itu bukan ketulusan.

Saat seseorang bertindak melakukan sesuatu, seharusnya ia melakukannya karena itulah yang diinginkan hati dan pikirannya, bukan melakukan sesuatu tapi dalam hatinya ngomel-ngomel ato gak ikhlas, itu ma jelas-jelas gak tulus ^^’
Pernah gak sih, kamu ngelakuin sesuatu, tapi dalam hati ngomel-ngomel karena sbenarnya kamu kberatan mengerjakannya. Entah alasan apa yang mendorongmu melakukannya, tapi, jauh di dalam hatimu, kamu gak ingin mlakukannya. Oo....Ini jelas-jelas gak tulus!
Aku SERINGGGGG......!!! Payah ya?

Kalo kemaren aku belajar kalo Yusuf ni TAAT, hari ini aku belajar lagi kalo KETAATAN Yusuf bukan lah ketaatan karena terpaksa. Karena Yusuf dikatakan tulus hatinya, ketaatannya kepada Allah pastilah TULUS. Saat dia melakukan kehendak Allah, dia melakukannya dengan hati dan pikiran yang sejalan dengan tindakannya. Ga ada tuh dia mengambil Maria sebagai istrinya tapi sembari hati nya ngomel-ngomel. Dia gak ‘pura-pura’ taat.

Banyak orang bisa taat en bilang,”YES LORD, I DO”, lalu ngelakuin, TAPIIIII....... dalam hati ngedumel (seperti yang sering aku lakukan ^^’). Aku ngelakuin kehendak Tuhan sembari dalam hati aku bilang, “Sebenarnya, aku gak mau ngelakuin ini GOD, tapi berhubung ini yang Kau inginkan, baiklahhhh....”.  Keliatan banget kan unsur terpaksanya, hiks.

Okelahhhh.....dalam tindakan aku TAAT, bagi orang lain juga ini sudah merupakan kesaksian yang baik, tapi sebenarnya, hatiku gak tuh. Dan hari ni Tuhan ingatin aku, Dia gak mau ketaatan kepaksa model gitu, Dia rindu bahwa ketaatanku padaNya kulakukan dengan sukacita, tanpa kepura-puraan.
Buat apa kita taat, tapi hati gak bersukacita saat taat. Ingat, BAPA kita adalah BAPA yang melihat apa yang tersembunyi lho. Dia melihat yang gak diliat manusia, Dia melihat hati kita! Hatiku yang terpaksa taat tadi :’( *jleb...jleb...jleb...*

Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati. 1 Samuel 16:7b

Alangkah indahnya kalo ketaatan yang kumiliki sama seperti yang Yusuf miliki, yang melakukan kehendak Allahnya dengan hati yang bersukacita, bukan hati yang ngerasa terjajah bin ‘dipaksa’. Huaaaa.......It’s me banget dah ^^’ Ngakunya ngelakuin karena mengasihi Tuhan, tapi kok pake acara ngedumel Meg?!! ^^ Ingat nih ayat ini:

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.Roma 12:9

Berarti, kasihnya Yusuf gak pura-pura dunk, dia kan tulus yaaaa.....???!!!!
Belajar Meg punya kasih yang gak pura-pura!
Gimana kasih yang gak pura-pura Meg?

Kasih yang gak pura-pura tuh kayak yang di 1 Korintus 13:4-7 tu lho.....O,iya, kali ini aku cantumin isi 1 Korintus 13:4-7 dari Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-Hari, wah....ternyata membaca Alkitab dari versi lain memberikan something new n fresh for me, hahahahaha, I really love this version:

Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong.  Ia tidak angkuh, tidak kasar, ia tidak memaksa orang lain untuk mengikuti kemauannya sendiri, tidak juga cepat tersinggung, dan tidak dendam. Orang yang mengasihi orang-orang lain, tidak senang dengan kejahatan, ia hanya senang dengan kebaikan. Ia tahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang; dalam keadaan yang bagaimanapun juga orang yang mengasihi itu tidak pernah hilang harapannya dan sabar menunggu segala sesuatu. 1 Korintus 13:4-7

Sebenarnya, awalnya, aku gak suka harus ngulang baca bahan bacaan untuk kemaren ini, kok TUHAN seperti ngacaukan jadwalku sih, gitu pikirku, tapi aku tetap coba taat. Ini nih contoh ketaatan yang terpaksa ^^’
Hari ni aku dapat pelajaran berharga, bahwa ketaatan Yusuf adalah ketaatan yang gak pura-pura, dia taat kepada Allah melalui  tindakan dan hatinya!

Dan.....
Hari ni aku juga belajar, bahwa komitmenku saat teduh dari bahan bacaaan 31 Days With Jesus gak cuma brarti aku wajib manut baca dari jadwal 31 hari itu. Bukan itu golnya. Jauh lebih penting adalah tunduk pada jadwal yang dibuat Yesus. Dia yang paling tau pelajaran apa yang kubutuhkan hari ini, besok ato nanti.  Dia tau materi apa yang harus aku terima hari ini. Ini bukan lagi jadi 31 days with Jesus, ini adalah EVERYDAY WITH JESUS.

Allah seringkali ‘mengacaukan’ jadwal dan rencana yang kita buat dengan rencana dan jadwal-Nya yang jauh lebih baik. Enjoy ur new schedule Meg! Hahahahaha.....




Palangka Raya, 3 Juli 2011
-Mega Menulis-

3 comments:

Leni Liem said...

ya Tuhan suka kasi kita perubahan tugas yg mendadak, harus nya kita belajar TAAt ya, ga pake nanya dulu ama Tuhan...
yukk belajat T.A.A.T

Mega said...

hehehehe, aku kadang gak suka kalo jadwalku dikacaukan Len, tapi harus blajar taat sama Dia yang empunya waktuku.

Mega said...

hehehehe, aku kadang gak suka kalo jadwalku dikacaukan Len, tapi harus blajar taat sama Dia yang empunya waktuku.

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs