.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Sunday, September 25, 2011

Integritas

Berikut ini, catatan khotbah Pdt. Rajagukguk yang sempat kucatat sewaktu aku mengikuti kebaktian siraman rohani anggota KORPRI di Kabupaten Katingan hari Jumat tanggal 23 September yang lalu. Tema khotbahnya adalah INTEGRITAS. I’m do blessed, so I wanna share this time. Aku akan mencoba menulisnya kembali seperti yang aku ingat, cekidot....

Orang yang berintegritas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.      Dilihat atau Tidak Dilihat Orang Tetap Melakukan yang Sama
Orang yang berintegritas tidak perlu diawasi, ada atau pun tidak ada orang dia tetap akan melakukan yang sama.Pernah kan tuh ngeliat karyawan atao pegawai yang nyantai-nyantai atau malas-malasan saat tidak ada pimpinannya? Kalo kita orang seperti ini must buruan TOBAT, why? Karena Firtu bilang dengan jelasnya gini:

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia ini dalam segala hal, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan mereka, melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Kolose 3:22

Plakkkkk...ketampar deh aku, hiks.
Dalam kasusku, aku pernah tuh asik-asikan main game ato online pas bos gak ada, begitu bos ada langsung tuh sok sibuk. Nyantai banget coz kerjaan gak ada deadlinenya, fiuhhh...parahhhh...TOBAT MEGGGG....!!! Hiks. Emang sih gak selalu aku kayak gitu, kadang aja-membela diri nih ceritanya :p

Aku diingatin lewat khotbah ini, kalo aku mau jadi orang yang berintegritas, aku gak boleh tuh BERSANDIRAWA gitu ^^’ Aku bukan aktor yang harus memainkan peran saat ada penonton.

Dan aku ditegur lagi. Ini yang baru saja terjadi minggu ini:aku menolak melakukan apa yang diminta bosku untuk aku lakukan. Sebenarnya bisa aja aku melakukannya. Dan jujur aja, aku menolak melakukannya karena alasan yang konyol, aku tidak suka caranya memintaku melakukannya, pake ngancam coba. Bah, emang aku anak kecil! Aku memberontak. Parahhhhh.....THEN I REALIZE NOW, I’M WRONG. BIG WRONG. Aku harusnya belajar taat, bukan untuk menyenangkan bosku di dunia, tapi untuk menyenangkan TUHAN. Dia memperhitungkan setiap ketaatanku, saat aku belajar melakukan sesuatu yang bahkan sebenarnya gak mau kulakukan, dan bilang:”I’m doing this only for You, Lord.”


2.      Rela Berjalan 2 Mil

Pas bagian ini, aku jadi ingat sharingnya Dhieta tentang OB di tempatnya bekerja, di sini  cerita lengkapnya. Beruntunglah dirimu Dit, dikasi contoh nyata ma Tuhan, teladan yang bener-bener rela berjalan 2 mil, saat dipaksa seseorang hanya berjalan 1 mil.

Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Matius 5:41

Ini berbicara tentang memberikan yang terbaik. Orang yang berintegritas gak mengerjakan sesuatu adanya ato asal jadi doang. HE ALWAYS GIVING HIS BEST. Hanya yang terbaik yang dia berikan. Karena dia menyadari, dia mengerjakan segala sesuatunya seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Dia tau bosnya, bukanlah bos yang di dunia, tapi BIG BOSS-nya adalah BAPAnya di sorga, dan TUHAN layak mendapatkan yang terbaik.

Mungkin kelihatannya ayat tadi merugikan banget ya, bikin makan hati juga. Kalo dipikir-pikir, udah untung kita mau dipaksa berjalan satu mil, lah ini, pake nambah bonus 1 mil lagi. Sungguh melelahkan ^^’ Tapi saat aku menyadari upah yang menantiku adalah dari TUHAN, aku percaya, aku mampu melakukan yang terbaik.AMEN. Errr...bukan dengan kekuatanku juga sih, hanya kekuatan-Nya semata.

Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu, bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima apa yang ditentukan bagimu sebagai upah, Kristus adalah tuan dan kamu hambanya. Kolose 3:23-24

3.      Sesulit Apapun Keadaan Tetap Menepati Apa yang Dikatakannya
Ini berbicara tentang kesesuaian antara apa yang dikatakan dan apa yang dikerjakannya. Sesulit apapun keadaan, dia akan berusaha menyelaraskan perbuatannya dengan perkataannya. Orang yang berintegritas adalah orang yang berkomitmen.

Sungguh gak gampang jadi orang yang berkomitmen dengan setiap apa yang dikatakan, apalagi kalo lingkungan menjadi sulit. Tapi mungkin membaca ayat-ayat ini dapat menguatkan kita.

yang memandang hina orang yang tersingkir, tetapi memuliakan orang yang takut akan Tuhan; yang berpegang pada sumpah walaupun rugi. Mazmur 15:4


Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah bahwa ternyata mereka dapat dipercayai. 1 Korintus 4:2

Orang-orang yang dapat dipercaya memiliki nilai lebih dibandingkan orang lain, dan mereka jarang ditemukan di masa-masa sekarang. So, jadilah orang yang dapat dipercaya Meg! TUHAN memperhitungkan apa yang dianggap dunia rugi menjadi keuntungan bagimu ^^V

“TUHAN, jadikanlah aku orang yang berintegritas. Amin.”


Palangkaraya, 25 September 2011
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs