.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Thursday, January 19, 2017

Ayub 21-23, Yohanes 9, Amsal 9

AYUB 21-23

Ayub 21:34 (TB)  Alangkah hampanya penghiburanmu bagiku! Semua jawabanmu hanyalah tipu daya belaka!"

Widihhh...Dah mulut sampai berbusa-busa menghibur ternyata Ayub bilang apa yang dilakukan temannya adalah penghiburan yang hampa dan cuma tipu daya belaka.

Bagaimana caranya supaya kita gak memberikan penghiburan yang hampa?
- Mendengarkan
Mendengar berarti memberikan hati dan telinga kita bagi sahabat kita yang menderita. Seringnya aku  terburu-buru berkata-kata tanpa mendengarkan sehingga apa yang aku ucapkan bukannya meringankan penderitaannya namun hanya perkataan gak berarti. Dengan mendengarkan maka aku akan  mengetahui kebutuhan sahabatku yang sebenarnya.
-Memiliki motivasi yang benar
Apakah tujuan kita menghibur yang sebenarnya? Apakah sekedar supaya orang lain tahu kalau kita sahabat yang peduli atau karena kita benar-benar peduli?
Aku mau memberikan penghiburan yang gal hampa bagi sahabatku yang memerlukan. Hal yang pertama aku lakukan adalah benar-benar mendengarkan supaya aku bisa meresponi kebutuhannya dengan tepat.

Sepanjang Ayub 22, aku melihat Elifas berkali-kali menghakimi Ayub dengan apa yang tidak diperbuatnya. Bukankah sebagai sahabat harusnya Elifas tahu dan mengenal Ayub. Kenapa dia bersikeras kalau Ayub melakukan berbagai kesalahan yang gak dibuat ya? Nasihat Elifas baik kalau seandainya Ayub memang berdosa kepada Allah, tapi ini kan nggak.

Seringkali aku sama seperti Elifas,aku berpikir hal buruk menimpa seseorang karena dosa dan kesalahannya padahal bisa saja karena pekerjaan Allah mau dinyatakan dalam dirinya. Aku gak boleh menghakimi orang lain, apalagi kalau aku tidak mengenal dia dengan benar. Kalau Elifas mengenal Ayub dengan benar, tentunya dia tahu dong kalau Ayub tidak melakukan seperti apa yang dituduhkannya.

Oh Tuhan, tolong aku supaya gak menghakimi orang lain sekalipun dengan pemikiranku. Aku tidak mengenal seperti Engkau mengenal orang tersebut, aku gak berhak menghakimi. DΓ ripada menghakimi, aku mau mengasihi. Mampukan aku ya Tuhan.

Ayub 23:10 (TB)  Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.
Seandainya Tuhan menguji aku, aku tahu aku belum akan timbul seperti emas. Aku masih sering gagal dan mengecewakan Tuhan. Aku bersyukur kΓ rena Tuhan  mengenal hatiku lebih dari yang kumengerti, Dia tahu jalan di hidupku, jadi Dia gak pernah kaget dengan kegagalan-kegagalanku.
Tiap-tiap hari aku mau diuji sama Tuhan sampai aku timbul seperti emas, aku mau menyenangkan hati Tuhan dan hidup Kudus di hadapanNya.


YOHANES 9
Yohanes 9:25 (TB)  Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
Tidak ada yang dapat mengingkari pekerjaan Allah di dalam hidupnya. Kehadiran Yesus mendatangkan mukzizat yang nyata. Yesus membuat orang yang buta melihat. Sama seperti kita, kita yang sebelumnya berada dalam kegelapan sekarang sudah melihat dengan jelas. Bagi orang yang buta, dunia terasa gelap. Sebelum Yesus hadir kita seperti orang buta tersebut,kita berjalan dalam gelap dan tak tahu arah. Kita hidup dalam gelapnya dosa tanpa tahu rasanya hidup dalam terang, Yesuslah yang membuat kita insaf akan dosa-dosa kita dan membuat kita gak hidup lagi dalam dosa. Dia membuat kita tahu bagaimana hidup di dalam terang.

AMSAL 9
Amsal 9:9 (TB)  berilah orang bijak nasihat, maka ia akan menjadi lebih bijak, ajarilah orang benar, maka pengetahuannya akan bertambah.
Kenapa orang bijak diberi nasihat akan menjadi lebih bijak?
Karena orang yang bijak mau mendengar dan menerima nasihat.
Orang yang bijak menganggap dirinya bodoh sehingga sedia diajar, ia haus akan pengetahuann karenanya makin bertambah-tambahlah ia bijak. Berbeda dengan orang yang menganggap dirinya pandai,ia susah menerima nasihat karenanya dia pun susah maju.
Aku seringkali gak mau menerima nasihat karena aku menganggap aku yang paling benar. Terkadang suamiku pun aku keras kepala dalam beberapa hal tertentu, aku merasa lebih pandai sehingga saat aku diberi masukan aku anggap angin lalu.
Tuhan, tolong aku...Ingatkan aku kalau aku memerlukan nasihat orang lain. Aku mau berhenti berlagak sok pintar. Aku mau belajar mendengarkan dan menerima nasihat orang lain untuk aku lakukan. Tolong aku menjadi wanita bijak ya Tuhan.Amin

Kasongan, 9 Januari 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs