Posts

Amsal 28, Kisah Para Rasul 28

Amsal 28:6 (TB)  Lebih baik orang miskin yang bersih kelakuannya dari pada orang yang berliku - liku jalannya , sekalipun ia kaya. Pilih miskin atau kaya? Saat dihadapkan pada pilihan seperti ini pasti sebagian besar dari kita ingin kaya. Tidak ada yang salah dengan menjadi kaya, apalagi jika kekayaan tersebut dipakai untuk memberkati orang lain. Firman TUHAN hari ini mengingatkan bahwa masalahnya bukan orang kaya lebih baik dari orang miskin atau pun sebaliknya TAPIIIII bagaimana integritas seseorang di mata Tuhan yang harus kita perhatikan. Ada orang miskin yang menjadikan kemiskinannya sebagai alasan untuk berlaku curang atau mencuri, namun ada juga orang kaya yang mendapatkan kekayaannya dengan berlaku curang dan mengambil hak orang orang lain. Di mata Tuhan semuanya sama, sama-sama melakukan dosa. 👉 Aku mau jadi kaya, tapi hari ini pertanyaan ini muncul dalam hatiku. Fokusku dalam hidup sebenarnya apa? Menjadi kaya atau menyenangkan Tuhan? Perkara mudah bagi Tuhan...

Amsal 27, Kisah Para Rasul 27

Kisah Para Rasul 27:35-36 (TB)  Sesudah berkata demikian, ia mengambil roti, mengucap syukur kepada Allah di hadapan semua mereka, memecah - mecahkannya , lalu mulai makan. Maka kuatlah hati semua orang itu, dan mereka pun makan juga. Empat belas hari terapung di lautan, dan berpikir apakah akan hidup atau mati. Siapa yang gak jadi lemah hatinya? Siapa yang gak tawar hati coba? Tapiiiii.... Hari itu seisi kapal menjadi KUAT HATINYA karena PERKATAAN PAULUS dan UCAPAN SYUKUR Paulus kepada Allah. Seperti Paulus, kita pun dapat menguatkan hati orang lain yang sedang lemah hatinya dengan : 👉 perkataan Saat menghadapi kesulitan ataupun melihat kesulitan orang lain, apakah yang kita lakukan? Berkeluh kesah dan mengasihani diri sendiri atau memperkatakan firman dan memperkatakan hal yang baik? Iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan firman Kristus. Bagaimana iman dan pengharapan kita akan muncul kalau yang kita dengar adalah perkataan negatif. 👉 ucapan s...

Amsal 26, Kisah Para Rasul 26

Amsal 26:21 (TB)  Seperti arang untuk bara menyala dan kayu untuk api , demikianlah orang yang suka bertengkar untuk panasnya perbantahan . Ada orang-orang tertentu yang ucapannya gak menyenangkan dan memancing pertengkaran karena suka asal ngomong. Orang ini gak memikirkan dampak ucapannya, wong emang ngomong gak dipikir. Untuk menenangkan dirinya orang akan bilang ini ngomong apa adanya, tapi kalau kita mau jujur memikirkan dampaknya pada perasaan orang lain yang mendengar, dan kita tahu akan menyakiti orang lain, apakah kita tetap akan asal ngomong? Standar kesensitifan setiap orang gak sama, omongan yang kita anggap biasa bisa jadi menyakiti hati orang lain dan memanaskan suasana. Aku perlu belajar memperhatikan omonganku. Apalagi menyadari akhir-akhir ini aku sering berbantahan dengan suami. Bukan yang berbantahan gimana sih, tapi aku meresponi ucapan suamiku dengan jawaban yang gak menyenangkan. Aku ngeri teringat ayat ini: Jangan seorangpun menganggap engkau rendah ka...

Amsal 25, Kisah Para Rasul 25

Kisah Para Rasul 25:21-22 (TB)  Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu , sampai perkaranya diputuskan oleh Kaisar . Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai aku dapat mengirim dia kepada Kaisar ." Kata Agripa kepada Festus : "Aku ingin mendengar orang itu sendiri." Jawab Festus : "Besok engkau akan mendengar dia." Bagi orang lain mungkin melelahkan sekali proses persidangan Paulus, kalau dihitung-hitung berapa kali dia harus menghadap banyak pejabat. Ribet. Gak adil. Melelahkan. Aku juga beranggapan demikian awalnya, tapi hari ini aku melihat bagaimana Paulus menggunakan setiap kesempatan yang dianggap orang laib melelahkan sebagai kesempatan baginya untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Penderitaannya malah menjadi kesempatan bagi Kristus dimuliakan melalui kesaksiannya saat bertemu banyak orang dalam berbagai kesempatan. Aku perlu belajar seperti Paulus yang memakai segala kesempatan bahkan yang dipanda...

Amsal 24, Kisah Para Rasul 24

Kisah Para Rasul 24:26 (TB)  Sementara itu ia berharap, bahwa Paulus akan memberikan uang kepadanya . Karena itu ia sering memanggilnya untuk bercakap -cakap dengan dia. Feliks sering bercakap-cakap pada Paulus bukan untuk menyelidiki perkaranya dengan benar dan menghakimi dengan adil tapi ternyata dia punya motivasi yang gak benar, dia ingin Paulus menyogoknya. Padahal di ayat-ayat sebelumnya sudah dikatakan Feliks tahu benar tentang jalan Tuhan. Bahkan sesudah mengetahui kebenaran pun seseorang tetap bisa memiliki motivasi gak benar yang mempengaruhinya untuk mengambil melakukan yang gak benar. Kenapa? Kebenaran sering dikalahkan oleh nafsu untuk mencari keuntungan diri sendiri. Aku pun kadang begitu. Sudah tahu kebenaran, sudah tahu apa yang harus dilakukan, tapi karena merasa akan mendapat kerugian dengan melakukan yang benar maka aku memilih melakukan yang salah. Pakai bela diri lagi di hadapan Tuhan: "Semua orang melakukannya kok Tuhan". "Gimana kalau aku gak...

Amsal 23, Kisah Para Rasul 23

Kisah Para Rasul 23:3 (TB)  Membalas itu Paulus berkata kepadanya : "Allah akan menampar engkau, hai tembok yang dikapur putih-putih! Engkau duduk di sini untuk menghakimi aku menurut hukum Taurat , namun engkau melanggar hukum Taurat oleh perintahmu untuk menampar aku."  Ahli Taurat sibuk mengurusi hidup orang lain sedangkan hidupnya masih gak benar. Mereka menuntut orang lain hidup dengan standar tinggi yang mereka sendiri gak pernah melakukannya. Dari ayat di atas aku belajar dan diingatkan tentang hal ini: 👉 Lebih baik memastikan diri hidup dalam kebenaran daripada mencari-cari kesalahan orang lain. Stop menganggap diri paling benar! 👉 Ukuran yang kupakai untuk menghakimi orang lain akan dikenakan juga padaku jadi STOP menghakimi orang lain Meg! 👉 Daripada menghakimi orang lain, aku lebih baik belajar mengasihi orang lain. 🙏 Tuhan, ampuni aku karena sering merasa lebih benar daripada orang lain dan mulai mengh...

Amsal 22, Kisah Para Rasul 22

Kisah Para Rasul 22:7-8 (TB)  Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Paulus awalnya mungkin bingung mengapa dia dikatakan menganiaya Yesus, padahal dia gak mengenal Yesus secara pribadi, lah kapan dia menganiaya? Tapi kebenarannya adalah setiap pengikut Kristus adalah tubuh Kristus sehingga saat kita menganiaya sesama pengikut Kristus maka kita sedang menganiaya Kristus. Aku diingatkan, kalau aku selama ini nyinyir dengan sesama pengikut Kristus, kalau aku membenci sesama jemaat, kalau aku nggosipin masalah orang lain, nah.... Berarti aku sedang menganiaya Kristus. Bagaimana selama ini aku bersikap pada sesama anggota tubuh Kristus sebenarnya aku sedang melakukannya pada Kristus. Mudah melupakan kalau aku dan sesama pengikut Kristus yang lain sebenarnya satu tubuh Kristus jadi aku berespon gak benar...