.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Wednesday, June 15, 2011

Aku Maraahhhhh..!!!!


“AKU MARAAHHHH.....!!!”

Hahahahaha, pernah ga gitu?
Marah yang sampe pengen makan orang!!! Gkgkgkgkgk
Owww, sering tah? ^^

Dulu, aku memandang marah tu sebagai emosi yang negatif banget, jadi aku berupaya sebisa mungkin menekan amarahku. Kalo marah ma orang aku lebih memilih diam daripada ngomel-ngomel gak jelas. Males banget kalo marah ngomong langsung ke orangnya, mending diam dah. Soalnya kalo marah trus ngomong langsung, aku bisa pake acara nangis lo! Aneh kan? Udah diam aja pikirku. Ntar lama-lama reda sendiri, dan ilang, gitu deh pikirku.

Benarkah amarahku ilang?
SALAHHHH....!!!!
Aku bagai bom waktu yang siap meledak, tinggal nunggu waktunya aja.
Tik...tik...tik.... DUAAARRR!!!!!

Ya iya lah, numpuk...pukkk....pukk... Makin terakumulasi lah ‘alasan-alasanku’ marah (karena masalah yang seblomnya blom selese), dan udah ga kuat lagi, meledaklah!!!
Itu yang pernah aku alami *curhat*

Kenapa aku memilih diam kalo marah? Nih alasanku (dulu) :

  1. Aku mau tu orang nyadar kalo aku marah tanpa harus kubilang trus sadar, minta maaf, dan ngerubah kelakuannya.

Kenyataannya.....??? BAH!!! Boro-boro minta maaf ato berubah, nyadar punya salah pun sepertinya tidak. Malah kelakuannya yang menyakiti orang lain diulang lagi. Fiuuhhhh.....Heran deh kalo ada orang yang kayak gini!! Hahahahahaa.
Dan yang lebih heran lagi, kenapa aku gak mau datang ke tu orang dan BILANG kalo aku marah karena kelakuannya yang menyakiti hatiku. Gimana aku bisa ngarepin orang minta maaf kalo dia gak tau apa salahnya (makanya kasih tau Meg....), dan gimana dia bisa berubah menjadi lebih baik kalo dia gak tau kesalahan yang dibuatnya.

O,iya..satu lagi yang paling menjengkelkan kalo aku diam tanpa bilang dengan jelas alasanku marah, orang akan bilang aku ngambek, merajuk, dll. Padahal waktu itu beneran marah (suer takewer-kewer dah...^^V)

  1. Kalo marah dan langsung ngomong ke orangnya, aku takut tar aku mengucapkan sesuatu yang buruk dan berbuat dosa dengan mulutku ini.

Ngertilah ya kalo orang lagi marah piye, darah di ubun-ubun, emosi memuncak, meronta-ronta cari pelampiasan, haduhhh...rentan banget nih berbuat dosa dengan lidah mungilku ini. Dan aku gak mau itu terjadi, makanya diam.... Padahal dalam hati, ngomel dan ngata-ngatainnya bisa lebih parah lho ketimbang ngomong, halaahhhh...sama aja Meg bikin dosa juga!! Tapi at least, paling gak aku gak nyakitin orang lain dengan kata-kataku, ya to??? *nyari pembelaan*

  1. Kupikir, marah gak akan menjadi kesaksian yang baik bagi orang lain, masa sih pengikut Kristus marah-marah, harusnya kan penuh kasih, iya to?

SALAH!!! Sapa bilang pengikut Kristus gak boleh marah? Tuhan Yesus aja pernah marah kok. Lagian, gak manusiawi banget sih manusia yang gak pernah marah, hehehehehe. Musa yang katanya orang paling lemah lembut di muka bumi aja pernah marah kok, apalagi kita??

PENGIKUT KRISTUS dilarang marah? Pikiran darimana itu  Meg? Hmmm.....

Dan suatu hari aku tersentak (cieee.....bahasamu Meg), waktu baca FirTu ternyata beberapa kali diceritakan kalo Yesus marah :
1)      Yesus pernah mengecam beberapa kota karena gak mau bertobat (Matius 11:20-24)

2)      Yesus mengusir orang-orang yang berjual beli di bait Allah, Dia tidak tahan melihat tempat ibadah bukannya dijadikan rumah doa, tapi malah jadi sarang penyamun (Markus 11:15-19)

3)      Yesus marah pada orang-orang menyalahkan-Nya karena menyembuhkan orang pada hari Sabat (Markus 3:1-6).

Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Markus 3:5

4)      Yesus marah pada Petrus karena dia lebih memikirkan apa yang dipikirkan manusia dan bukannya Allah, Petrus lebih peduli pikiran manusia. (Markus 8:31-33)

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." Markus 8:33

5)      Yesus marah melihat murid-murid-Nya menghalangi anak-anak datang kepada-Nya.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: "Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Markus 10:14

Maksudmu apa Meg? Kalo Yesus marah, kamu boleh marah juga?
Ya dunk ^^V tapi marahnya musti niru teladan Yesus.
Nah, kenapa Yesus jadi teladannya? Liat  nih:

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Roma 8:29

Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, Kolose 1:15

Perhatikan deh. Biasanya dalam keluarga, anak sulung yang jadi contoh buat adek-adeknya (kayak aku, gkgkgkgkgk), ya kan? Kalo ada apa-apa, pasti dibilang,”Ayo jadi contoh buat adekmu!” ato buat adek-adekq,”Tuh liat mbakmu, contoh...!!!” (cieeee.....). Nah, dalam kluarga Tuhan, Yesus adalah ‘Si Sulung’ yang jadi teladan bagi kita, ALLAH ingin bilang ke kita,”Ayo nak, tiru contoh Yesus, dia gambaran sempurna dari diri-Ku, contohlah Dia!” . Mangkanya, jangan heran kalo pernah dengar kata WHAT WOULD JESUS DO. GOD wants us to do the same with Jesus, termasuk dalam hal ‘marah’ ini.

Gimana marah yang baek dan benar? Hahahahaha, ada-ada aja ya...
Yang jelas, pastikan tiap kita MARAH tu:

  1. Kepada orang yang tepat
Ya iya lahhh.... masa si A yang buat kesalahan trus kita marah ma si B? Kan udah ngawur tuh. Selidiki duduk permasalahannya, dan siapa yang bertanggung jawab menjadi penyebab kemarahan kita sebenarnya, jangan asal marah dan ngumbar emosi doang.

  1. Dengan alasan yang tepat
Pikir baek-baek ALASAN kemarahan kita apa, jangan sampe kalo kita marah karena alasan yang gak masuk akal, contohnya kayak di bawah ini:

Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya. Mazmur 37:7

  1. Dengan cara yang tepat
Sampaikan kemarahanmu dengan cara yang memuliakan Tuhan dunk, gak pake acara makan orang ^^’  JANGAN BERBUAT DOSA karena marah. Emang sih kalo marah ada kecenderungan untuk berbuat dosa, tapi come on....jangan nyampe dunk!!!

Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Mazmur 4:5

Sampaikan alasan kita marah dengan nada bicara yang baek lah....Terkadang konflik jadi semakin besar karena cara penyampaian yang marake emosi. Datang dengan hati yang tenang dan niat yang baek, gunakan bahasa yang sopan dan beradab waktu marah, hehehehehe.

Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah. Amsal 15:1


  1. Pada waktu yang tepat
Trus, kalo marah dan mau negur orang lain, perhatikan sikon, kalo bisa tegur dan sampaikan alasan kemarahan kita 4 mata langsung ke orangnya, jangan di depan umum. Sapapun gak mau lah ya, di depan umum tau-tau dimarahin. Apalagi marahnya dengan cara yang membabi buta, wuihhh....sereeemmmmm...!!

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak. Amsal 25:11

Hindari mengumbar kemarahan kepada orang lain selain orang yang padanya kita marah, beacause oh karena, itu gak akan menyelesaikan permasalahan saudaraku......!! Cuma akan memperbesar masalah aja. Ntar semua orang tau, dan itu malah menutup kesempatan kita menyelesaikan masalah bersama orang itu, karena dia pastinya udah berpikir kita punya niat jelek padanya. Fiuuhhhh....

Timing yang pas tu perlu buanget loooo.....Orang lagi keliatan suntuk trus tau-tau kita datang marah, haisss...... Belajar peka untuk liat kapan timing yang pas buat marah!


Hmm...Gimana? Dah siap untuk marah? ^^’
Hahahahahaha
O, iya....paling penting neh ya, perhatikan juga:

BERDOA SEBELUM MARAH
YUPPP!!! Tell to our God about ur anger. Biarkan Dia menenangkan hatimu yang panas membara. Ask Him for His wisdom, agar kita bisa marah dengan cara yang memuliakan Tuhan. Jangan lupa minta Dia yang berjaga-jaga pada pintu bibirmu, supaya kata-kata yang keluar dikontrol habis-habisan sama Roh Kudus,  biar bukan kata-kata ‘kebun binatang’ yang keluar, tapi kata-kata yang membangun.

Yo wes, SELAMAT MARAHHH...!!! ^^' 










Kasongan, 15 Juni 2011
-Mega Menulis-

4 comments:

uly said...

berdoa sebelum marah
jamin diri sendiri, aku gak bakalan bisa marah lagi
=))

Mega said...

kalo yang aku alamin, marahku masi ada si, tapi ya itu tadi... agak berkurang si marahnya, hahahaha.

Mega said...

kalo yang aku alamin, marahku masi ada si, tapi ya itu tadi... agak berkurang si marahnya, hahahaha.

uly said...

berdoa sebelum marah
jamin diri sendiri, aku gak bakalan bisa marah lagi
=))

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs