.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, June 10, 2011

Mari Berlarriiiiiii...!!!

Sehabis aku diklat prajabatan, mamahku berkata kok aku tambah ndut ya (hahahahaha, ya iyalah mah, makan teratur, trus kerjaan tiap hari Cuma duduk dan ngerjain tugas, gimana gak tambah ndut) trus mamahku menyuruh ku berlari tiap pagi, “Olahraga Meg, jangan males....”

Dan aku berkata,”Iya ntar, di Kasongan”

Dan sampe sekarang aku blom juga mulai berlari, udah ngidupin alarm tiap pagi pengen lari (ato paling gak jalan pagi), tapi kalo dah bangun, lain lagi dah yang dikerjain, hehehehehe.....

Again.....
Aku bangun tadi pagi, dan ingat ‘hal berlari’ ini, tapi bukannya berlari aku malah membuka Alkitab, gkgkgkgkgkgk..... Iya, kayaknya om Paulus pernah ngomongin masalah berlari ini, then I found this :


Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya! Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi. Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak. 1 Korintus 9:24-27

Masing-masing kita, seperti yang dikatakan Om Paulus, adalah pelari dalam gelanggang pertandingan. Semua berlari,tapi blom tentu semua mengakhiri pertandingan sampai finish dan menerima hadiah. Oh, ini bukan  bicara tentang keselamatan looo.. Keselamatan adalah kasih karunia Allah, aku pernah share disini ,Ini berbicara tentang upah yang disediakan Allah bagi kita kok.

Aku belajar kalo om Paulus:

  1. Berlari dengan tujuan
Kalo asal lari aja tanpa tau garis finish dimana piye? Kacau dunkkkk..... Mau ngikut orang? Piye kalo tu orang juga gak punya tujuan yang jelas, wah...ntar kita ikutan salah dunk.

“...Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan...”

Berarti ada dunk yang berlari tapi gak punya tujuan? ^^’ Loh? Buat apa dunk, lari-larian gak jelas gitu? Hehehehehe. Entahlah....

Tapi berlari tanda tujuan dan dengan tujuan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Ada semangat yang berbeda, karena kita punya sesuatu yang ingin kita capai. Saat kita mulai lelah, tujuan yang ingin kita capai memberikan kita kekuatan dan gairah yang baru.

Pelari yang gak punya tujuan akan dengan gampang menyerah dan berhenti. Kenapa? Karena dia tidak tau apa yang menantinya di akhir pertandingan.

Dan taukah hadiah yang diinginkan Om Paulus? Dia.....


  1. Berlari untuk memperoleh mahkota yang abadi
Ehh....ternyata ada juga yang berlari dengan tujuan untuk memperoleh mahkota yang fana. Tau kan gimana sifat hal yang fana? Hal yang fana tu Cuma akan bertahan sesaat, gak tahan lama, gak awet, bisa musnah, bisa hilang, alias gak abadi. Nah lo? Mau po berlari Cuma buat hal-hal yang sesaat aja bisa ilang..lang.... Aku sih emoh!!! Mending kayak om Paulus aja dah:

“...tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi...”

Sesuatu yang abadi hanyalah bisa kita dapatkan dari Tuhan, hanya Dia yang mampu memberikan upah yang gak bisa hilang.


  1. Menguasai dirinya
“Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal.”

Kebayang gak sih kalo ada pelari yang saat berlari sibuk memperhatikan pelari lain, tengok kanan kiri, gak fokus sama pertandingannya, kira-kira apa yang terjadi? Iya! Betul! Bisa-bisa dia nabrak pelari di depannya, atau malah tersusul ya to? Itu akan menghambat dia menyelesaikan pertandingannya.

Apalagi pelari jarak jauh,dia harus tau kapan berlari pelan untuk mengumpulkan tenaga, ato memacu tenaga sekuat-kuatnya, kapn harus minum (kalo minum terus apa gak kembung? Gkgkgkgkgk).

Paulus mengetahui kekuatan dan kelemahannya sendiri, lalu berjuang menyelesaikan pertandingan dengan segala yang dimilikinya, penting untuk tau kapan menggunakan kekuatannya, dan meminimalisir dampak dari kelemahannya. Dalam menghadapi pergumulannya, dia tahu bagaimana bersikap.


  1. Bukan petinju yang sembarangan memukul
“aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.”

Dulu aku kira petinju tuh, yang penting asal mukul aja yang penting lawan-nya KO, ternyata pas baca komik tentang petinju gitu, ternyata gak bisa lo asal mukul, ada bagian-bagian tubuh lawan yang gak bole dipukul,ada ATURANNYA looooo.....Berarti om Paulus dalam bertanding selalu memperhatikan aturan dunk, dalam menyelesaikan pertandingan ini kita gak menghalalkan segala cara, kita punya rule, dan rulenya adalah FirTu.

Trussss......ada juga bagian tubuh tertentu dari lawan yang kalo dipukul bisa berakibat fatal, petinju tuh diam-diam mempertimbangkan lo pukulan yang akan diarahkannya ke awalnya, mana yang bisa membuat lawan langsung KO ^^V makanya kalo kita memperhatikan tulisannya Om Paulus, kita bisa liat kalo dia selalu menyampaikan maksud Tuhan langsung to the point.Setiap kata, tiap tindakan telah diperhitungkannya.


  1. Melatih tubuhnya
“...aku melatih tubuhku...”

Setiap atlet tau pentingnya menjaga kondisi fisik mereka untuk sebuah pertandingan, mereka tidak berlatih baru sehari sebelum pertandingan. Dari jauh-jauh hari mereka bekerja keras, mengatur menu latihan yang sesuai, menu makan yang seimbang baginya, berlatih keras, dan mengorbankan banyak hal.

Pokok’e, spending waktu, duit, pikiran, perasaan juga. Ah, lebay kamu Meg!!! Ih, beneran, gak lebay nih. Pernah ga bayangkan perasaan atlet ini, waktu yang lain bermain atau bersenang-senang, eh....dia harus berlatih.

Blom lagi....HARUS DISIPLIN dalam latihan. Believe it or not, atlet yang baik pasti atlet yang disiplin dalam hidupnya! Dan bagaimana om Paulus melatih tubuhnya? Check this!

Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang. 1 Timotius 4:7b-8

Thank’s to om Paulus for writing this...^^V Sekarang aku tau apa yang harus kulakukan dalam berlari menyelesaikan pertandingan yang aku ikuti sekarang. 
Mari berlariiiii.....!!!! 


Kasongan, 10 Juni 2011
-Mega Menulis-

4 comments:

Theresia Hutapea said...

yang biru2 aku susah bacanya hehehe... huokhay i see, mari brlari tapi ga usah trlalu cepat2 yaaaa, hehe.. jadi ingat Pngkotbah (ITB) Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat..
hahaha yg ptg terus brlari dgn setia... by His grace we will finish the race. Amin :D

Mega said...

hehehehe, iya cha, kita berjuang sampai akhir ya....!!! ^^/

Mega said...

hehehehe, iya cha, kita berjuang sampai akhir ya....!!! ^^/

megasomega said...

AMENNNN....

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs