.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Friday, October 4, 2013

Marah Itu Pilihan

Bahagia itu sederhana.
Kalimat ini jadi tema statusku dan beberapa kawan saat mengikuti kuis yang diadakan oleh Morris.
Dan aku bersyukur mengikuti kuis itu,membuatku menyadari kalo bahagia itu gak cuma sederhana,sesederhana saat kita memutuskan buat bahagia.
Bahagia itu keputusan.



Saat kita memutuskan untuk mensyukuri setiap hal kecil eh sederhana yang kita miliki,maka kita akan berbahagia.

Aku juga belajar saat ini kalo MARAH pun juga bisa jadi pilihan kita.

Kemarin aku merasa marah pada seseorang,dia mengatakan sesuatu yang menyakitiku.Ingin rasanya mengatakan sesuatu untuk mengungkapkan kemarahanku,tapi aku pikir daripada aku melakukan sesuatu yang bodoh lebih baik aku diam dulu.Konyolnya,saat aku membayangkan orang lain yang mengatakan hal itu kepadaku,kok aku gak merasa semarah kepada orang tadi ya *sigh*.Aku memutuskan untuk berhenti marah.
AKU GAK MAU MARAH.

Perasaan muncul silih berganti,datang dan pergi dengan cepat,tapi sebenarnya kita yang memutuskan apakah perasaan itu akan tinggal menetap atau hanya sesaat.

Pernah dengar kalimat ini:
Seperti menyiram bensin ke api.
Kalimat ini biasa kita gunakan saat seseorang marah, lalu adaaaaa saja hal ato seseorang yang membuatnya semakin marah.Bayangkan api yang sedang membakar lalu disiram bensin,tentunya api semakin besar dan merusak sekitarnya.Demikianlah amarah yang dipelihara,alih-alih dipadamkan,malahan diberi bahan bakar,gimana gak merusak.

Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Mazmur 4:5
Ayat ini yang menahanku untuk berkata-kata kepada orang yang membuatku kesal.Aku diam.
Good job Meg!
NO.
Aku diam tapi dalam hati aku masih kueseeeelllll luar biasa sama orang itu.Aku memikirkan berbagai alasan NEGATIF mengapa orang tersebut berkata demikian.
Aku sedang menyiram bensin ke apiku.
DAN AKU SEMAKIN MARAH.

Puji Tuhan,di tengah pergumulanku antara memaki-maki atau menyindir secara halus orang ini,kesadaran timbul, kesadaran untuk gak berbuat bodoh.
Aku baru berdoa,yeahhhh....sesudah lama bergumul baru ingat berdoa, aku berdoa dan protes ke Tuhan:
Apa sih maunya orang ini?
Dan Tuhan diam aja.
Mbok Tuhan jawab yaaa....hehhehehe

Gak tau napa waktu habis berdoa,aku jadi sedikit tenang.Mulai mencoba berpikir positif.
Diam di tempat tidur lagi dan mencari ribuan (oke,gak nyampai ribuan,aku lebay),eh beberapa alasan mengapa si orang ini berkata demikian.TAPI kali ini aku mencoba berpikir positif:
Pasti dia hanya bercanda...
Pasti dia gak tahu dampak perkataannya...
Pasti dia gak ingin menyakiti siapa-siapa...

Mencoba berpikir positif waktu marah tu gak gampang,ini seperti ada setan dan malaikat yang mencoba mempengaruhiku.Waktu aku mencoba berpikir positif ada aja sisi lain yang berkata:
Masa sih dia sebodoh itu,ngomong tanpa tau dampaknya.
Hahahaha,kepalaku penuh...

Dan ini lah ya dampaknya menaruh ayat hapalan tentang kasih dimeja kantor,aku melihat ayat ini:
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.1 Korintus 13:5 
Kasih TIDAK PEMARAH.

Bukan berarti kasih gak bisa marah tapi kasih gak mudah marah.Kasih gak meledak-ledak merusak hubungan.Kasih marah dengan sopan,dia gak menyimpan kesalahan orang lain.Kasih yang marah bukan seperti binatang buas yang ingin menyakiti dengan semangat membalas.

sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Yakobus 1:20
Aku memilih melepaskan amarahku dan menyerahkannya kepada Allah.Aku mau mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.Aku gak mau marah sembarangan. Kalo pun aku perlu berbicara hati ke hati dengan orang tadi,aku memilih untuk menenangkan diriku,berpikir positif dan tidak membiarkan perasaanku bergantung pada orang lain.

Jika aku bisa memilih untuk berbahagia saat keadaan sebenarnya tidak membahagiakan,tentunya aku juga bisa dunk memilih untuk gak marah lagi.

Bukan karena aku gak punya alasan untuk marah,tapi karena alasan itu tidak penting,maka aku gak akan membiarkan sukacita dan damai sejahtera yang aku punya direnggut amarah sesaat. Kalopun aku marah,aku gak akan membiarkannya berlama-lama menetap di hatiku,aku akan mengusirnya jauh-jauh.
PERGI KAU AMARAH!!!
;)

Palangka Raya,4 Oktober 2013
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs