.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Monday, June 5, 2017

Amsal 10-12, Amsal 5, Lukas 5

Amsal 10:13 (TB)  Di bibir orang berpengertian terdapat hikmat, tetapi pentung tersedia bagi punggung orang yang tidak berakal budi.

Hehehe, kembali diingatkan masalah BERBICARA ini.  Dari awal tahun sampai hari ini tiap hari aku membaca Amsal yang isinya hikmat yang menuntun dalam bersikap dan berkata-kata. Tapiiii...  Aku masih sering gagal dong mengendalikan diriku dalam berkata-kata terutama kalau lagi kesal.

Dengan pertolongan Tuhan,  hari ini aku hanya akan mengucapkan kata-kata yang membangun. Amin

Amsal 11:12 (TB)  Siapa menghina sesamanya, tidak berakal budi, tetapi orang yang pandai, berdiam diri.

Benar-benar deh, susah sekali mengendalikan mulutku. Hari ini aku mau meledak, rasanya gak tahan menghadapi beberapa orang yang karena kelambanannya merepotkan orang lain. Benar-benar memperlambat pekerjaan orang lain. Saat aku mau memaki, aku ingat kalau saat aku marah gak perlu berbuat dosa. Taruhlah aku benar, tapi apakah aku harus memaki?

Ingat Meg:orang yang pandai berdiam diri. Kalau kamu gak bisa berdiam berarti.... 😂

Amsal 5:2 (BIMK)  supaya engkau tahu bagaimana engkau harus membawa diri dan berbicara sebagai orang yang berpengetahuan.

Orang yang memperhatikan dan mendengarkan hikmat seharusnya terlihat dari : SIKAP DAN CARANYA BERBICARA.
Bagaimana sikap orang yang memiliki hikmat?
1. Dia memiliki integritas, ada keseuaian antara apa yang dia yakini, katakan dan perbuat.
2. Dia tahu bagaimana bersikap dengan bijak dalam berbagai situasi.
3. Dia mengatakan perkataan yang membangun orang lain karena dia tahu dampak kata-katanya.

Sejak awal tahun, setiap hari membaca Amsal dan aku menyadari belum sepenuhnya menjadi orang yang memiliki hikmat,  aku tahu apa yang harus dilakukan tapi aku belum melakukannya. Seharusnya hikmat itu terlihat dari bagaimana aku bersikap dan berbicara. Aku belum bisa mengendalikan sikap dan omonganku saat aku emosi.

Tuhan, biarlah hikmat yang kuterima terlihat dari bagaimana aku bersikap dan berbicara. Jangan biarkan aku mengetahui yang benar tapi gak melakukan. Amin

Lukas 5:10 (TB)  demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Penjala ikan 👉 penjala manusia
Perjumpaan dengan Yesus katanya mengubah hidup seseorang tapi secara spesifik bukan hanya berjumpa, kita harus bersedia mengikut Dia.
Hari ini aku merasa kalau Tuhan bicara khusus tentang PERUBAHAN HIDUP.
Perjumpaan dengan Yesus hanya akan menghasilkan perubahan hidup kalau kita mau mengikut Yesus dari dekat. Bukan dari kejauhan.
Kenapa?
Karena hanya dengan mengikut Dia maka  kita melihat Dia dari dekat dan bisa bergaul akrab dengan Dia, mengetahui isi hatiNya,  mengenalnya dan melakukan apa yang Dia lakukan. Saat kita mulai rindu serupa denganNya maka ada perubahan dalam hidup kita.

Tuhan,  aku mau mengikut Engkau. Aku mau serupa dengan Engkau. Amin

Kasongan,  5 Juni 2017
-Mega Menulis-

No comments:

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs