.....apa saja yang terpikirkan,yang jadi perhatianku, kehidupanku, pengalaman(ku dan orang lain), apa yang kusukai, apa yang tidak kusuka,apa yang ingin kubagikan, apa yang menyentuhku,apa yang tidak ingin aku lupakan, yang menginspirasiku, yang menolongku, menguatkanku, dan berarti buatku.

Dan di atas segalanya, perjalananku bersama Yesusku, saat-saat aku belajar berjalan bersama-Nya, bergantung sepenuhnya kepada-Nya,menikmati pemeliharaan dan kasih-Nya yang sempurna atas hidupku.

Tuesday, April 5, 2011

SATE...SATE.....

Ada banyak alasan kenapa orang melakukan sate (saat teduh)/waktu teduh/quiet time ini (ada lagi sebutan lain?^^’). Ada berbagai motivasi bagi tiap orang melakukannya, tapi ada 1 analogi yang sampai detik ini bnar-bnar mmotivasiku mlakukan saat teduh. Aku mau share disini, sapa tau bisa menolong teman-teman memiliki kerinduan yang lebih dalam untuk bersekutu dengan Kristus ^^’

Pertama kali mengenal yang namanya ‘saat teduh’ waktu aku kelas 1 SMA, setelah mengikuti Bible Camp dan lahir baru disana, aku mulai melakukan saat teduh. Kupikir saat teduh ialah waktu dimana aku membaca Alkitab dan berdoa, udah, itu aja. Dan aku melakukannya. Aku ingat, aku suka banget membaca kemudian menuliskan lagi ayat-ayat yang menjadi ayat hapalanku (biasanya ayat berkat sih, hahahaha, kucing banget kan?). Menuliskan isi hatiku pada Tuhan. TAPIIII, sayangnya hal itu gak berlangsung lama, aku mulai malas bersaat teduh, dari yang tiap hari bersaat teduh, berkurang jadi tiap beberapa hari, hingga akhirnya aku hanya membaca Alkitab saat ibadah Minggu. Aku malu mengakuinya, tapi itu lah yang terjadi. Dan benar-benar, saat aku mencoba liat lagi ke belakang, di masa-masa itu, aku merasa tidak bertumbuh L Waktu lewat begitu saja, dan seperti tidak ada yang berarti dalam kehidupan rohaniku.

Dan, saat aku kuliah di UPN Veteran  Jogja, aku mulai bergabung dalam UKM Kristen, tiap Jumat ada yang namanya Persekutuan Umum, Sabtu aku mengikuti Persekutuan Doa, hmm.....bertambahlah jadwalku ‘membaca’ Alkitab selaen hari Minggu ^^’ Hingga kemudian aku ikut KTB, dan kakak KTBku adalah Kak Titin, dia mewajibkan adek-adek KTB-nya untuk bersaat teduh tiap hari, menuliskannya di buku, dan pada pertemuan KTB, kami akan saling tukar buku sate kami n ngecek.

Haduhhhh, jadi rajin deh aku bersate ria tiap hari, dengan motivasi ‘BIAR GAK MALU’, hahahahaha....maafkan aku kak Tin, serius, waktu itu-awalnya aku hanya merasa bersaat teduh tu KEWAJIBANKU PADAMU doang. Malu dung ntar samamu, masa buku sateku kosong, giler ya aku....Tapi emang awalnya itu yang kurasakan. Berita baiknya nih, lama kelamaan aku gak merasakan itu sebagai kewajiban, ada sesuatu yang kurang saat aku tidak bersate. Aku mulai merasakan kerinduan melakukan saat teduh, karena aku menyaksikan banyak sekali hal-hal yang TUHAN kerjakan dalam hidupku melalui sateku. Aku bnar-bnar merasakan kehadiran-Nya lewat tiap FirTu yang kubaca(karena kemudian seringkali aku dihadapkan pada situasi dimana FirTu pagi itu menolongku menghadapi masalah hari itu).

TAPIIII....titik balik dimana aku berkomitmen untuk saat teduh adalah waktu ka Silvi jadi pembicara di Persekutuan Umum UKM kami, saat itu dia ngebahas tentang SAAT TEDUH, dijelasin apa itu saat teduh, mengapa kita melakukan saat teduh dan bagaimana melakukan saat teduh. Hmm, jujur aku lupa detilnya bagian itu, hahahaha, lalu apa yang mau kamu share sekarang? Gkgkgkgkgkgk.

Aku mau share analogi yang diberikan saat itu oleh ka Silvi.

Dia bilang waktu teduh tu ibarat waktu kita bertemu kekasih kita, waktu dimana kita mengenal dia dan membangun hubungan yang ada di antara kita, dan itu wajib kudu harus kita alamin langsung berdua, gak melalui orang lain dunk. Gak mungkin kita membangun hubungan tanpa kita mau spending time with him. Orang yang bilang punya hubungan pribadi sama Tuhan tapi gak mau bersate atawa malas bersate atawa gak punya waktu bersate sama halnya dengan analogi di bawah ini.

Apa yang kamu pikirkan kalau melihat suatu hari seorang temanmu datang kepadamu dan berkata,”Friend, aku sedang jatuh cinta nih, ada seseorang yang buaaiiikkkk buanget, aku mencintainya dan dia mencintaiku, kami berpacaran sekarang, tapi aku punya masalah nih, bisa gak kamu menolongku?”

Sebagai kawan yang baik, kamu tentunya berkata,”Okey, gimana aku menolongmu?”

Dan kembali dia berkata dengan penuh semangat,”Gini, aku berpacaran dengan dia, tapi aku gak punya waktu untuk bersama dia, aku males kalo harus berjalan-jalan dengannya, aku gak pengen nonton bareng dia, males buang duit, males ngobrol sama dia. Bisa gak kalo kamu aja yang menggantikan aku? Kamu aja yang jalan sama dia, ngobrol ma dia, ntar kamu ceritakan ke aku gimana rasanya.”

DENGGGG!!!!
Kalo itu bnar-bnar terjadi, kamu PASTI akan memandang temanmu dengan tatapan “KAMU GILA YA?”, ya kan? ^^’

Kalo aku sih bakal pasang tampang bego beberapa detik, speechless, bengong, dan beberapa detik kemudian gak Cuma mandang tapi berucap juga,”KAMU GILA YA??!!!”

Hellooooo...... Mana bisa sih kita bner-bner ngerasain apa yang dirasain orang lain kalo gak kita alamin sendiri? Dari cerita doang bisa juga turut ngerasain?

Hah? Mana mungkin!!!!

Ya BEDALAHHHHHHH...!!!!

Indahnya menjalin hubungan, masa-masa mengenal pribadi seseorang (apalagi kekasih hati kita), ya paling kerasa feelnya waktu kita ngejalanin sendiri kan? Masa dari cerita orang, lalu kita bisa ngerasain PERSIS SAMA? IMPOSSIBLE!!!!

SERIUS.
Aneh kan kalo ada orang kayak gitu?
Ngakunya jatuh cinta, tapi gak mau spending time with his/her lover, gak mau berkorban, gak mau berusaha, tapi mau punya hubungan kasih, behhhh!!! GILOOOOO!!!

Yeah, demikian jugalah orang-orang yang ngakunya falling in love with GOD tapi cari-cari alasan dan gak mau spending time with GOD.

Hmm....
Malam itu aku menemukan motivasi baru buat sate, aku bersate karena aku mau bangun hubungan kasih yang mesra with GOD, langsung, antara kami berdua, aku mau makin mengenal-Nya sendiri, gak dari kata orang doang. Aku mau merasakan saat-saat Dia menyatakan kasih-Nya padaku, mendengarkan suaraNya langsung, menikmati perhatian-Nya, dan berdekatan dengan-Nya. Dan kurasa Dia juga meninginkan hal yang sama dariku. Kupikir, aku tidak akan menukar waktu-waktu ini dengan apapun juga. Ini terlalu berharga. I really want to share everything with Him. TANPA PERANTARA.


Palangkaraya, 5 April 2011
-Mega Menulis-

3 comments:

KeZia Margaret said...

baguuuuuuus megaa :]
bner bangeeed.. saat teduhh ituu juga salah satu bukti kitaa cinta samaa Tuhaan.. smakin kitaa cinta Tuhan sharus na kita smakin banyak menghabiskan wktu denganNya.. nice sharing mega :]

Mega said...

tengkyu Kez....
Mari bersate..!!! ^^
Muachhh....

KeZia Margaret said...

baguuuuuuus megaa :]
bner bangeeed.. saat teduhh ituu juga salah satu bukti kitaa cinta samaa Tuhaan.. smakin kitaa cinta Tuhan sharus na kita smakin banyak menghabiskan wktu denganNya.. nice sharing mega :]

blog comments powered by Disqus

FoLLoWeRs